Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 19. Dalam bahaya


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Dalam bahaya




Reza menemui Queen yang sedang berada di ruang tengah bersama Aulia serta Nina, ia terlihat panik saat hendak menyampaikan informasi dan membuat Queen sendiri merasa cemas.


"Nona, gawat nona!" ucap Reza dengan panik.


Sontak Queen dan teman-temannya berdiri menghadap pria itu, mereka keheranan melihat tingkah panik Reza.


"Ada apa Reza? Kenapa lu panik banget kayak gitu?" tanya Queen penasaran.


"Iya nona, ini ada masalah yang sangat gawat. Nona harus tau soal ini!" ucap Reza.


"Yaudah, cepetan aja lu kasih tau ke gue, jangan bikin penasaran deh!" sentak Queen.


"Baik nona, saya mau kasih info soal Toyib," ucap Reza ngos-ngosan.


"Toyib? Ada apa sama dia? Lu sudah berhasil tahu kondisi dia disana sekarang?" tanya Queen.


"Iya sudah nona, barusan saya dapat info kalau Toyib ketahuan dan ditangkap oleh pasukan Jeevan nona," jawab Reza.


"Apa??" Queen terbelalak kaget tak percaya dengan ucapan Reza barusan.


"Lu serius kan Reza? Beneran si Toyib itu ditangkap sama Jeevan?" tanya Queen memastikan.


"Benar nona, saya bisa jamin info ini valid. Kalau nona gak percaya, nona bisa bicara langsung dengan orang yang memberitahu saya," jawab Reza.


"Gausah, iya iya gue percaya. Sekarang mending lu atur pasukan dan serbu markas Jeevan! Kita harus bebasin Toyib!" suruh Queen.


"Tapi nona—"


"Apa lagi? Lu gak mau nurut sama perintah gue? Eh ingat ya, lu itu anak buah gue sekarang!" sela Queen emosi.


Reza menunduk dan menaruh kedua tangannya di depan, "Maaf nona, bukannya saya ingin membantah. Tapi, saya cuma khawatir akan terjadi perang besar nantinya," ucapnya pelan.


"Ya gapapa, gue emang mau perang sama pasukan Jeevan. Kalau lu gak berani, gue sendiri yang pimpin pasukan kita!" ujar Queen.


"Kita ngikuti di belakang lu Queen," ucap Aulia.


"Iya betul tuh," sahut Nina.

__ADS_1


Reza semakin bingung, "Tidak usah nona, biar saya sama yang lain saja yang datangi markas Jeevan. Nona sebaiknya menunggu disini, saya tidak mungkin membiarkan nona berangkat ke medan perang," ucapnya.


"Yasudah, buruan lu berangkat sana dan bebasin Toyib!" suruh Queen.


"Baik nona, saya permisi dulu!" pamit Reza.


Queen mengangguk kecil, lalu Reza pun berbalik dan pergi dari sana. Sedangkan Queen serta teman-temannya tetap disana dengan wajah panik serta bingung.


"Queen, si Toyib itu siapa sih?" tanya Aulia.


"Dia anak buah gue," jawab Queen.


"Terus kenapa lu harus berurusan sama si Jeevan lagi?" tanya Aulia heran.


"Panjang urusannya Aulia," ucap Queen.


"Huft, iya deh terserah lu. Terus sekarang kita harus gimana?" ujar Aulia.


"Cari Dinda," jawab Queen.


Aulia dan Nina tampak saling pandang, mengernyit bingung tak tahu harus mencari Dinda kemana sebab mereka sampai sekarang belum juga menemukan petunjuk tentang Dinda.




Dinda hanya menurut saja, ia juga menggunakan masker serta baju tertutup agar tidak ada orang yang mengenalinya. Tom hanya tidak mau jika mereka tanpa sengaja bertemu dengan anak buah Jeevan di sekitar sana.


"Tom, ini kamu beneran mau bawa aku ketemu sama Queen dan teman-teman aku yang lainnya?" tanya Dinda memastikan.


"Iya Dinda, tapi maaf ya karena aku belum bisa tahu mereka ada dimana. Kita cari aja mereka ke kampus kamu ya? Siapa tahu aja mereka ada disana sekarang ini," jawab Tom.


"Iya Tom, semoga aja mereka emang masih kuliah disana deh. Tapi, kenapa aku harus pake masker segala sama jaket?" heran Dinda.


"Itu supaya kamu gak ketahuan sama orang yang lagi cari kamu Dinda," jelas Tom.


"Emang orang-orangnya mister Erick masih cari aku ya Tom?" tanya Dinda.


Tom mengangguk, "Pasti sayang, mereka gak mungkin lepasin kamu gitu aja. Aku yakin sekarang mereka udah tiba di Indonesia," jawabnya.


"Hah? Ka-kamu serius Tom? Kamu tahu darimana kalau mereka ada disini?" kaget Dinda.


"Itu cuma perkiraan aku aja, bisa salah bisa juga benar. Tapi yang pasti, mereka akan selalu cari kamu kemanapun Dinda," ucap Tom.


"Terus aku harus gimana dong? Aku gak mau kembali sama misteri Erick, aku cuma pengen sama kamu Tom," ucap Dinda cemas.

__ADS_1


"Kamu gak perlu cemas, aku juga gak akan biarin Erick bawa kamu kok," ucap Tom.


"Bener ya? Kamu janji kan bakal lindungin aku?" ucap Dinda.


Tom mendekat dan mengecup kening Dinda dengan satu tangan masih memegang setir, Dinda terkejut dan hanya bisa melongok lebar mendapati kecupan dadakan dari pria itu.


Cup!


"Kamu bisa pegang kata-kata aku Dinda, kamu percaya aja sama aku!" ucap Tom.


Dinda pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.




Jeevan semakin bingung saat ini, lagi dan lagi ia harus dihadapkan pada sebuah masalah yang benar-benar membuatnya pusing. Belum selesai mengenai pencarian Queen dan kelompok walters, kini sudah ada lagi masalah lain yang datang menimpanya. Ya tentu saja saat Erick tiba-tiba meminta Dinda untuk diberikan kepadanya lagi.


"Saya harus cari si Tom sama Dinda kemana ya? Benar-benar gila tuh orang, berani banget dia ngaku anak buah saya dan bawa kabur Dinda. Emang minta dihajar dia!" gumam Jeevan.


Disaat ia keluar rumah, Caitlyn justru sudah menunggunya sambil memegang bucket bunga di tangan. Gadis itu tersenyum ke arahnya, membuat Jeevan melongok lebar dengan kedua tangan memegangi dada. Jeevan terkejut saat melihat kehadiran Caitlyn disana.


"Halo Jeevan! Kamu kok kaget gitu sih? Ini aku loh Caitlyn, kamu kayak ngeliat setan aja," ujar Caitlyn.


"I-i-iya Caitlyn, saya tadi gak nyangka aja kalau ada kamu disini. Lagian kamu ngapain sih?" ucap Jeevan.


"Aku kesini cuma mau nengok kamu Jev, oh ya sama ini aku juga bawain bunga buat kamu. Diterima ya Jev?" ucap Caitlyn.


"Buat apa sih pake bawa bunga segala? Saya gak suka bunga kayak gini," ujar Jeevan.


"Kenapa Jev? Kalau kamu gak suka bunga, terus kenapa di sekeliling rumah kamu ini banyak banget bunganya?" heran Caitlyn.


"Ya beda lah jenisnya," ucap Jeevan.


"Huft, bilang aja kalau kamu tuh gak suka sama orang yang kasih bunganya. Pake alasan gak suka bunga segala," ucap Caitlyn.


"Itu kamu sadar, terus kenapa kamu malah masih coba buat deketin saya?" tanya Jeevan.


"Karena aku mau berusaha untuk dapetin kamu Jeevan, aku akan buktiin ke kamu kalau aku bisa bikin kamu jatuh cinta sama aku," jawab Caitlyn.


"Gak perlu repot-repot Caitlyn, sampai kapanpun cinta saya cuma untuk Queen. Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikan dia," ucap Jeevan.


"Siapa itu Queen?" tanya Caitlyn kecewa.


Jeevan membuang muka, agak berat baginya untuk menceritakan tentang Queen kali ini.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2