Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 89. Kalian pacaran?


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Idola kampus




Fritzy serta yang lainnya hanya bisa melongok tak percaya melihat Jeevan melangkah pergi begitu saja dari sana, akhirnya mereka pun terpaksa mengikuti perintah Jeevan untuk membubarkan meeting kali ini dan menundanya sampai waktu yang tidak bisa ditentukan.


Tanpa disadari, Fritzy rupanya mengejar Jeevan sampai ke depan kamarnya. Ia mencekal lengan pria itu dari belakang dan membuat Jeevan terkejut lalu menoleh, Jeevan mengernyit heran saat melihat sekretarisnya itu ada disana dengan tampang khawatir.


"Ada apa nih? Ngapain kamu kejar saya dan tahan saya kayak gini?" tanya Jeevan heran.


"Eee saya cuma mau mastiin aja ada apa sebenarnya sama bos, soalnya tadi saya lihat bos kayak lagi mikirin sesuatu. Bos cerita aja ke saya biar pikiran bos lebih tenang!" jelas Fritzy.


Jeevan tersenyum tipis dan melepas paksa tangannya dari genggaman Fritzy, "Maaf Fritzy, saya gak bisa cerita ke kamu. Saya khawatir bikin kamu jadi ikut sedih," ucapnya sembari mencolek dagu sang wanita.


"Yaudah ya, saya mau masuk dulu ke kamar. Kamu urus aja semuanya selagi saya tenangin diri, jangan sampai ada yang ganggu saya!" sambungnya.


"Tapi bos, saya cuma pengen bantu bos. Saya tahu bos lagi ada masalah, lebih baik bos cerita sama saya sekarang!" bujuk Fritzy.


Jeevan menghela nafasnya dan mendekat ke arah Fritzy, ia menangkup wajah wanita itu sembari mengusapnya perlahan hingga membuat jantung Fritzy berdegup kencang. Wanita itu terdiam kaget seolah tak menyangka dengan apa yang dilakukan Jeevan padanya saat ini.


"Terimakasih atas perhatian kamu ke saya, Fritzy. Saya paham kamu khawatir sekali sama saya, tapi saya juga gak mau bikin kamu sedih kalau tahu apa yang sedang saya pikirkan," ucap Jeevan.


"Emangnya apa sih yang bos lagi pikirin? Saya beneran gapapa kok," tanya Fritzy.


"Ya mungkin nanti saya akan ceritakan ke kamu," ucap Jeevan.


"Kenapa nanti bos? Sekarang aja kali, saya gak tega lihat bos terus terpukul kayak gini. Saya siap dengerin apapun yang bos ceritakan kok," ucap Fritzy dengan tegas.

__ADS_1


Jeevan menghela nafas sembari memijat pelipisnya, "Haish, kamu tolong kasih saya waktu untuk sendiri dulu Fritzy! Kamu paham gak sih?!" sentaknya.


"Maaf bos, baiklah kalau bos belum siap buat cerita. Silahkan bos masuk ke kamar dan istirahat!" ucap Fritzy mengalah.


Jeevan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan, lalu memasuki kamarnya dan tak lupa mengunci pintu agar siapapun tidak ada yang bisa masuk. Sedangkan Fritzy tetap berada disana sambil berpikir apa yang sedang terjadi pada bosnya saat ini.


Tiba-tiba saja, Fritzy merasa mual seperti hendak muntah. Ia memegangi perutnya sembari berjalan meninggalkan kamar itu, namun rasa mualnya sudah tidak bisa ditahan lagi dan membuatnya ingin muntah saat itu juga. Akhirnya Fritzy bergegas ke kamar mandi dengan langkah cepat.


"Huweekkk huweekkk.." tanpa sadar, Alden mendengar suara tersebut saat ia sedang mencari Fritzy di sekitar sana.


Alden pun berhenti di depan kamar mandi, ia menempelkan telinganya pada pintu untuk mencari tahu suara siapakah di dalam sana yang tengah muntah-muntah. Alden terus menunggu disana, ia yakin sekali bahwa yang berada di dalam adalah Fritzy.


Ceklek


Benar saja, saat pintu dibuka yang muncul adalah Fritzy sambil mengusap wajahnya dan memegangi perutnya. Sontak Alden terkejut, begitupun dengan Fritzy yang tak menyangka jika Alden bisa berada di depan sana. Mereka saling bertatapan dengan wajah bingung masing-masing.


"Fritzy, kamu kenapa? Apa yang terjadi sama kamu sampai bisa muntah-muntah begitu?" tanya Alden.




"Eh eh, ini ada apa ya? Kalian semua kenapa tiba-tiba datang terus teriakin kita? Emangnya kita ada salah apa?" tanya Queen keheranan.


"Kamu gak salah kok Queen, kita cuma girang aja karena kamu sekarang lebih dekat sama si Andro. Berarti tandanya kalian udah ada hubungan spesial kan?" jawab salah seorang mahasiswa bernama Telles.


Queen tersentak kaget, "Hubungan spesial apa maksud kalian? Aku sama Andro cuma teman, kita gak ada hubungan yang lebih dari sekedar teman kok," ucapnya.


"Serius? Tapi, yang biasanya datang bareng ke kampus itu namanya pacaran loh. Itu sudah jadi tradisi disini," ucap Arnold.


Sontak Queen membelalakkan matanya, ia menoleh ke arah Andro yang hanya tertunduk menyembunyikan senyumnya. Queen lalu melepas paksa rangkulan pria itu dan bergerak menjauh, ia sepertinya kesal karena telah diperdaya oleh Andro hingga orang-orang kampus mengira mereka sudah berpacaran.

__ADS_1


"Kamu apa-apaan sih Andro?! Kenapa kamu gak bilang kalau cowok sama cewek berangkat bareng dianggap pacaran disini?" protes Queen.


"Tenang Queen, aku bisa jelaskan semuanya. Kamu gak perlu marah-marah kayak gini, jangan emosi ya cantik!" ucap Andro membujuk wanita itu dan memegang dua pundaknya.


Tapi, Queen menepis kedua tangan lelaki itu. "Jangan sentuh aku lagi! Aku benci sama kamu!" ucapnya emosi.


"Kamu kenapa sih? Apa salah aku coba sampai kamu marah begitu sama aku? Aku kan tadi cuma mau tunjukin ke mereka semua hubungan kita yang sebenarnya," ucap Andro dengan santai.


"Hubungan apa? Aku sama kamu tuh gak ada apa-apa, jadi kamu gausah ngaco deh!" elak Queen.


"Udah lah Queen, kamu jangan tutup-tutupi terus hubungan kamu sama Andro! Kita semua dari lama juga udah curiga kok, dan sekarang terbukti deh kalau kalian emang pacaran," sela Arnold.


"Kamu diam deh Arnold! Kamu gak tahu apa-apa, aku bukan pacarnya Andro dan kita berdua cuma sekedar teman," tegas Queen.


Setelah mengatakan itu, Queen yang kesal memutuskan pergi dari sana dan bersumpah dalam dirinya kalau ia tidak akan mau lagi kenal atau berteman dengan Andro. Ia terlanjur kecewa karena dijebak oleh pria itu di hadapan para mahasiswa, padahal diantara mereka memang tidak ada apa-apa.


"Andro, si Queen kok sampe semarah itu sama lu? Dia pacar lu atau bukan sih? Masa iya dia malah maki-maki lu barusan?" tanya Arnold penasaran.


"Ah dia mah cuma malu aja, karena hubungan gue sama dia udah ketahuan sama kalian. Wajarlah namanya juga cewek, nanti lama-lama pasti dia bisa terima semuanya," jawab Andro berbohong.


"Serius? Kok gue masih gak percaya ya kalau dia cewek lu?" ujar Telles.


"Sialan lu! Queen itu pacar gue, pokoknya diantara kalian semua gak ada yang boleh deketin dia!" ucap Andro dengan tegas.


"Iya deh," ucap mereka serentak.


Andro pun ikut pergi menyusul Queen dengan cepat, ia tentu tak mau Queen terus marah padanya hanya karena masalah sepele menurutnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2