
#Terjebak Gairah Sang Mafia 2
Siapa perempuan itu?
•
•
Tiinnn...
Mobil yang dikendarai Reza terpaksa mengerem mendadak ketika sebuah mobil dari arah berlawanan tiba-tiba muncul dengan kecepatan tinggi, beruntung tidak terjadi tabrakan disana sebab Reza berhasil menghindar dan membuat Queen serta Aulia baik-baik saja di dalam sana.
Meski begitu, tetap saja baik Queen maupun Aulia merasa tidak nyaman dengan kejadian barusan. Bahkan, mereka kini masih mengelus dada ketika mengingat bahwa mereka hampir saja bertabrakan dengan mobil di depan sana. Reza yang panik, langsung menoleh ke belakang untuk memastikan dua wanita itu baik-baik saja.
"Eee nona, nona gak kenapa-napa kan? Maaf ya nona, saya terpaksa ngerem mendadak. Itu tadi mobil di depan tiba-tiba nongol," ujar Reza.
"Iya Reza, gue juga tahu kok. Gue gapapa, ya cuma kaget dikit sih gara-gara tadi," ucap Queen.
"Syukurlah," singkat Reza merasa lega.
"Heh! Kok yang ditanyain cuma si Queen? Gue kan juga ada disini, gak lu tanyain juga?" protes Aulia.
"Maaf mbak, memang mbak Aulia ini mau saya khawatirkan juga? Jangan-jangan mbak suka ya sama saya? Mulai naksir?" ujar Reza.
"Ish, idih najis gue mah naksir sama lu!" elak Aulia.
"Yaudah, gausah pada ribut. Itu di depan orangnya turun tuh, kayaknya dia mau marah-marah deh sama kita," ucap Queen menunjuk ke depan dimana seseorang keluar dari mobil dan mendekati mereka.
"Masa iya sih nona? Yang salah kan dia, harusnya kita dong yang marah bukan dia!" ucap Reza.
"Mana gue tahu, abisnya lihat aja tuh ekspresi dia kayak kesal gitu. Udah pasti sih dia bakal mau marah-marah sama kita," ujar Queen.
"Tenang nona, ini mah biar saya aja yang hadapi!" ucap Reza dengan santai.
__ADS_1
Reza langsung membuka kaca mobilnya sebelum wanita di luar sana mengetuknya, pria itu pun tersenyum sembari menatap wajah wanita yang tengah cemberut itu. Sedangkan Queen serta Aulia memilih diam dan terduduk santai di kursi belakang sesuai perintah Reza.
"Eh mas, bisa bawa mobil gak sih? Hampir aja mobil masnya ini nabrak mobil saya, untung aja rem saya pakem tadi. Kalau emang belum lancar nyetirnya, ya jangan bawa mobil dong!" tegur si wanita.
"Duh mbak, kok malah jadi nyalahin saya sih? Jelas-jelas situ tadi yang main nyelonong aja pas mau belok, mana gak ngasih klakson lagi!" ucap Reza.
"Kok mas malah jadi nyalahin saya? Saya udah kasih lampu sein ya, yang salah itu mas!" ujar si wanita.
Queen yang terbawa emosi, langsung turun dari mobil untuk melabrak wanita di depannya itu. Aulia pun ikut keluar menemani Queen dan melindungi sahabatnya dari si wanita yang tidak tahu diri itu, sedangkan wanita itu sendiri menatap heran ke arah Queen dan Aulia.
"Eh mbak, kalo salah tuh minta maaf dong bukan malah nyalahin orang lain kayak gitu! Jelas-jelas tadi mbaknya yang salah, kok gak mau dibilang salah sih?!" sentak Queen.
"Heh! Kamu gausah ikut-ikutan ya, supir kamu tuh yang nyetirnya gak bener, bukan aku!" ujarnya.
Queen menggeleng heran, "Emang dasar cewek aneh! Udah yuk, kita cabut aja dan gausah ladenin dia!" ucapnya.
"Benar Queen, ayo kita pergi aja!" sahut Aulia.
"Eh eh, enak aja main pergi-pergi. Kalian harus tanggung jawab dulu atas apa yang kalian lakuin, aku gak terima ya!" ucap wanita itu.
•
•
Sementara itu, Jeevan bersama Alden serta beberapa pasukannya hendak pergi menuju markas kelompok walters yang juga merupakan tempat tinggal Queen. Pria itu ingin segera membawa pergi Queen dari sana dan kembali ke rumahnya, bagaimanapun caranya akan ia lakukan.
Saat semua pasukan telah terkumpul dan mereka bersiap untuk pergi, tiba-tiba saja sebuah mobil muncul dan berhenti di depannya. Caitlyn keluar dari dalam sana dengan wajah cemberut, ia berjalan menghampiri Jeevan bermaksud meminta belas kasih dari pria itu.
"Jeevan, aku lagi bete banget nih. Kamu mau kan dengerin curhatan aku?" ucap Caitlyn manja.
"Aduh, apa lagi sih Caitlyn?! Kamu kan tadi udah dari sini, kenapa malah balik lagi? Saya ada urusan nih, saya gak punya waktu buat ladenin kamu yang gak jelas!" ujar Jeevan.
"Ih kok kamu gitu sih sama aku? Aku kesini cuma mau curhat tau sama kamu," ucap Caitlyn.
__ADS_1
"Curhat apa Caitlyn? Saya udah bilang saya gak ada waktu, saya malas bicara yang gak penting. Lebih baik saya pergi mengurus urusan saya," ucap Jeevan.
"Emang kamu ada urusan apa sih Jev? Segitu pentingnya ya sampai kamu gak mau dengerin aku?" tanya Caitlyn.
"Ya itu kamu tau," singkat Jeevan.
Jeevan bergegas pergi, namun Caitlyn dengan sigap mencekal lengannya dan menahan pria itu untuk tetap disana. Kekesalan Jeevan makin memuncak, ia sampai hampir memukul wajah gadis di hadapannya karena tidak mampu lagi menahan emosinya.
"Kamu tuh kenapa sih? Saya harus pergi, saya gak mau bicara sama kamu!" sentak Jeevan.
"Aku gak akan lepasin kamu, sebelum kamu jelasin ke aku ada urusan apa kamu di luar sana! Aku ini calon istri kamu Jev, kamu terbuka dong sama aku!" ucap Caitlyn.
"Hah? Kamu kalau ngarang itu jangan kebangetan deh Caitlyn! Sejak kapan saya setuju buat nikah sama kamu?" ujar Jeevan.
"Aku gak perduli, mau kamu setuju atau enggak pokoknya tetap kita bakal menikah!" tegas Caitlyn.
Jeevan menggeleng, "Kamu udah benar-benar stress Caitlyn, saya gak mau nikah sama kamu sampai kapanpun!" ucapnya.
"Apa ada wanita lain yang bikin kamu gak bisa terima aku? Siapa dia Jeevan? Siapa?" tanya Caitlyn penasaran.
"Kamu gak perlu tau, intinya dia lebih dulu ada di sisi saya sebelum kamu datang. Jadi, kamu gak bisa salahin dia kalau saya lebih cinta sama dia dibanding kamu," jawab Jeevan.
Setelah mengatakan itu, Jeevan menyingkirkan tangan Caitlyn dari lengannya. Dengan cepat pria itu pergi bersama anak buahnya dan masuk ke mobil, Caitlyn pun dibuat kesal tapi tak tahu harus berbuat apa untuk saat ini. Jeevan kini telah pergi, meninggalkan Caitlyn sendirian disana.
"Huft, siapa sih cewek yang bikin Jeevan berpaling dari aku? Padahal aku kan niatnya mau curhat soal kejadian di jalan tadi, eh dia malah gak mau dengerin aku!" gumam Caitlyn.
Tak lama, Fritzy datang menghampiri Caitlyn dan menyapa gadis itu.
"Halo mbak Caitlyn!" sapa Fritzy dengan ramah.
"Eh kamu, kebetulan ada kamu disini. Kamu pasti tahu kan perempuan yang lagi didekati sama Jeevan?" ucap Caitlyn.
Fritzy menatap heran, ia terdiam seketika sembari memalingkan wajahnya.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...