Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 79. Ternyata baik


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Ternyata baik (khusus Lova & Arul)




"Hahaha, kamu gak boleh kasar-kasar gitu cantik, lagian kita juga gak akan nyakitin kamu kok. Kita justru mau ajak kamu main," ucap si pria sembari meraih lengan Lova.


"Ih lepasin, jangan kurang ajar ya atau gue teriak nih!" ujar Lova sambil menghentak tangan lelaki itu agar lepas darinya.


"Santai dong cantik, yuk main sama kita yuk! Kita janji bakal bikin kamu puas dan teriak-teriak keenakan, kamu pasti belum pernah kan digituin?" ujar si pria.


"Bos, kayaknya gue kenal nih sama ini cewek bos," sahut pria yang lain.


Sontak pria yang dipanggil bos itu terkejut, lalu menoleh ke arah anak buahnya. "Maksud lu apa? Lu kenal sama dia? Siapa dia?" tanyanya.


"Iya bos, dia ini kayaknya anak salah satu pengusaha yang ada di komplek sebelah itu bos. Dia bisa kita jadiin ladang uang bos," jawab si pria.


"Yang bener lu? Waw untung banyak dong kita," kekeh si bos.


"Kalian gausah ngarep deh bakal dapat uang dari bokap gue! Sekarang mending kalian minggir sebelum kesabaran gue habis!" ucap Lova yang nekat pergi dari sana.


Namun, belum sempat melangkah tubuhnya sudah lebih dulu didekap oleh keempat pria tersebut sehingga ia tidak bisa kemana-mana.


"Eits mau kemana cantik? Kamu gak bisa lepas dari kita, kamu harus turutin semua kemauan kita baru deh kamu bisa pergi. Sekarang ayo kamu ikut sama kita!" ucap si bos.


"Lepasin gue, gue gak mau ikut kalian! Tolong! Tolong!" teriak Lova meronta-ronta.


"Hahaha, gak bakal ada yang tolongin kamu! Udah deh mending kamu pasrah aja cantik!" ucap si bos.


"Gue gak sudi, lepasin gue!" sentak Lova.

__ADS_1


Disaat mereka hendak membawa pergi Lova dari tempat itu, tiba-tiba sebuah teriakan lantang mengagetkan keempatnya. Bahkan Lova juga terkejut dan reflek menoleh ke asal suara tersebut.


"WOI! LEPASIN DIA!" disana lah Arul berdiri dan meneriaki mereka dengan lantang.


"Arul?" lirih Lova yang tampak sangat senang melihat bodyguardnya datang kesana.


"Heh, lu siapa ha?! Lu gausah ikut campur kalo lu gak mau habis di tangan kita, mending lu pergi sana yang jauh!" sentak si bos.


"Saya pasti akan ikut campur jika menyangkut nona Lova, lepaskan dia atau saya pastikan kalian tidak bisa menghirup udara segar lagi!" ancam Arul.


"Hahaha, apa lu kata tadi? Sembarangan aja kalo ngomong, yang ada lu yang bakal kita kirim ke neraka! Serang dia!" ujar si bos.


"Siap bos!" sahut yang lainnya dengan sigap.


Tiga orang anak buahnya itu pun bergerak maju menyerang Arul, mereka berkelahi disana dengan bringas dan saling pukul. Sedangkan sang bos masih tetap diam di tempatnya mengamati anak buahnya sambil memegangi tubuh Lova, ia tak ingin melepaskan gadis itu begitu saja.


"Ish, lepasin gue! Gak lama lagi lu bakal dihajar habis sama bodyguard gue itu, mending lu nyerah aja deh dan lepasin gue!" sentak Lova.


Bruuukkk


Tak lama kemudian, terdengar suara orang ambruk ke jalan dan membuat sang bos menoleh ke arah perkelahian tersebut. Pria itu tampak sangat kaget melihat kondisi anak buahnya yang sudah tak berdaya akibat berkelahi dengan Arul, tentu saja ia merasa cemas dan tak ingin bernasib sama dengan para anak buahnya.


"Hey, lepaskan nona Lova sebelum saya bikin anda seperti mereka!" teriak Arul.


Sang bos itu mulai sedikit gugup, Lova memanfaatkan kelengahan pria itu dengan menggigit lengan yang mendekap tubuhnya. Sontak si pria berteriak keras lalu reflek melepaskan tubuh Lova, sehingga gadis itu pun dapat berlari ke dekat Arul dan spontan memeluk bodyguardnya itu.


Arul sampai tak bergeming saat mendapat pelukan tiba-tiba dari nona nya, ia hanya terdiam memandangi tubuh Lova yang tengah memeluknya sangat erat sambil menumpahkan air mata. Sungguh Arul tak tahu harus berbuat apa saat ini, ia bingung dan berusaha menenangkan Lova agar tidak terus menangis.


"Makasih banyak ya Arul, lu datang di waktu yang tepat buat tolongin gue! Gue benar-benar takut banget tadi, tapi untung lu muncul dan tolong gue!" ucap Lova sambil terisak.


"I-i-iya nona, ta-tapi sebaiknya nona lepaskan pelukannya. Saya gak mau bikin nona salah paham dan mikir saya ambil kesempatan dalam kesempitan," ucap Arul grogi.


Lova langsung mendongak menatap wajah Arul dengan kesal, "Ish, lu kok malah gitu sih? Gue lagi takut tau, biarin gue peluk lu dulu kali sebentar aja!" ucapnya sambil memukul dada Arul.

__ADS_1


"Awhh, i-i-iya nona. Tapi ini serius nona, saya kan masih harus lawan si cowok itu," ucap Arul.


"Hah? Emangnya dia belum pergi?" Lova terkejut dan segera mengalihkan pandangan ke arah empat pria yang tadi coba menculiknya.


Tampak bos dari tiga orang itu berupaya membantu anak buahnya untuk bangun, dan tanpa diduga mereka justru lari dari sana dengan keadaan terpincang-pincang karena takut berhadapan dengan Arul.


"Hahaha, tuh lihat mereka pada kabur. Lu gak bisa alasan lagi buat lepasin pelukan gue, jadi lu harus diem aja ya!" ucap Lova terkekeh.


"Baik nona, tapi habis ini nona gak marahin saya kan karena peluk-peluk nona?" ujar Arul.


"Apa sih? Ya enggak lah, kan gue yang tadi peluk lu duluan. Udah lu bales dong pelukan gue, biar gue ngerasa lebih tenang gitu!" ucap Lova sembari menarik dua tangan Arul ke punggungnya.


"Nona, apa tidak sebaiknya kita pulang? Saya khawatir mereka kembali dengan pasukan lebih banyak," usul Arul.


"Lo takut gitu sama mereka?" tanya Lova.


"Gak sama sekali, berapapun orangnya pasti saya hadapi mereka. Saya cuma takut nona kenapa-napa, karena mereka pasti akan incar nona," jawab Arul.


Lova tersenyum dan kembali membenamkan wajahnya di dada Arul, ia tampak sangat nyaman berada dalam pelukan lelaki itu seolah melupakan sejenak kebenciannya pada Arul yang selama ini ia utarakan. Arul sendiri juga merasakan kenikmatan disaat tubuhnya bersentuhan langsung dengan wanita yang tak lain ialah nona nya itu.


"Mau sampai kapan nona peluk saya kayak gini? Lebih baik kita pulang nona, disana nona bisa leluasa peluk tuan atau nyonya," ujar Arul.


"Lo kenapa sih bawel banget? Gue pengen peluk lu, jadi udah deh lu diem aja!" sentak Lova.


"I-i-iya nona.." Arul akhirnya mengunci mulutnya dan membiarkan Lova memeluknya.


Gadis itu sampai terpejam di dalam pelukan sang pengawal, baru kali ini ia merasakan hangat dan nyaman menjadi satu saat memeluk seseorang.


"Ternyata si Arul baik juga," batinnya.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2