Jerat Cinta Sang Mafia

Jerat Cinta Sang Mafia
Bab 17. Hanya untuk Queen


__ADS_3

#Terjebak Gairah Sang Mafia 2


Hanya untuk Queen




Jeevan tiba di rumah kedua orangtuanya, ia berniat menyampaikan masalah yang sedang terjadi di kelompoknya saat ini. Cukup banyak memang masalah datang menyerangnya, sehingga Jeevan rasa ia perlu bantuan dari sang ayah selalu bos besar pasukannya.


Akan tetapi, begitu sampai Jeevan justru langsung dihampiri oleh Aqila yang tampak senang sekali melihat putranya datang kesana. Jeevan menatap heran ke arah sang mama, sedangkan Aqila sudah mencengkram lengan Jeevan dan mengajaknya untuk segera masuk ke dalam.


"Eh Jeevan, kebetulan banget kamu datang kesini. Udah yuk langsung masuk aja, ada yang mama mau omongin sama kamu!" ujar Aqila.


"Ma, tapi aku mau bicara dulu sama papa. Ini penting ma urusan pekerjaan," ucap Jeevan.


"Halah itu mah bisa diurus nanti, ini ada yang lebih penting daripada itu. Udah ayo kamu jangan banyak omong deh!" ucap Aqila memaksa.


"I-i-iya ma," Jeevan akhirnya tak bisa menolak lagi permintaan mamanya, ia melangkah masuk mengikuti wanita itu dengan terpaksa.


Saat di dalam, mereka pun terduduk di sofa. Tak lupa Aqila juga meminta pekerja di rumahnya untuk membuat minum, Jeevan sendiri tampak mencari keberadaan papanya yang tak terlihat di sekitar sana. Jeevan ingin bertemu dengan sang papa, tapi malah terjebak bersama mamanya disana.


"Nah, udah kamu disini aja ngobrol sama mama dulu! Nanti baru kamu boleh ketemu papa, sebentar doang kok. Soalnya masalah ini tuh penting banget Jeevan," ucap Aqila.


"Iya ma iya, sekarang mama mau bicara apa? Aku udah gak ada waktu lama-lama nih ma, aku harus ketemu papa!" ucap Jeevan.


"Duh, kamu gak sabaran banget sih!" ucap Aqila.


"Bukan gitu ma, tadi kan mama bilang sebentar doang. Aku minta mama buat bicara dengan cepat sekarang!" ucap Jeevan.


"Sabar, mama cuma mau bahas soal Caitlyn ke kamu," ucap Aqila.


"Hadeh, tuh kan malah soal wanita itu lagi. Mama tuh kenapa sih hobi banget bahas Caitlyn di depan aku?" kesal Jeevan.


"Loh kenapa kamu jadi sewot? Caitlyn itu kan calon istri kamu Jeevan, harusnya kamu senang dong setiap kali mama bahas dia!" ucap Aqila.


"Maksud mama apa ya? Kok calon istri aku? Mama jangan ngada-ngada deh!" heran Jeevan.

__ADS_1


"Mama sama papa udah sepakat buat jodohin kamu sama Caitlyn, kamu pasti juga setuju kan sayang?" ucap Aqila.


Jeevan terbelalak lebar, "Apa sih ma? Kok mama jodohin aku gak bilang-bilang dulu? Apalagi sama Caitlyn, aku jelas gak setuju lah!" ucapnya kesal.


"Kenapa gitu? Caitlyn itu gadis cantik dan baik loh, kamu pasti bahagia kalau menikah sama dia!" ucap Aqila.


"Enggak ma, sampai kapanpun perasaan aku hanya untuk Queen. Aku gak bisa menikah dengan siapapun selain Queen!" tegas Jeevan.


Aqila benar-benar terkejut, lagi-lagi putranya itu membahas tentang Queen yang padahal sudah pergi entah kemana. Sungguh Aqila tak terima, ia ingin sekali menyingkirkan Queen sampai wanita itu benar-benar hilang dari bumi.


Dan setelah mengatakan itu, Jeevan pun pergi mencari papanya di sekitar rumah. Ia meninggalkan mamanya begitu saja dengan kondisi bingung dan heran, Aqila sangat tak percaya Jeevan akan menolak mentah-mentah perjodohan yang sudah ia susun sebaik mungkin.




Disisi lain, Erick bersama beberapa anak buahnya mendatangi markas besar yang sekaligus juga rumah pribadi milik Jeevan. Ia berniat mengambil kembali Dinda yang sebelumnya dibawa pergi oleh Tom, meski Erick tak tahu bahwa Tom sudah berkhianat dari Jeevan sejak lama.


Kedatangan Erick beserta pasukannya, berhasil membuat anak buah Jeevan yang berjaga di depan sana terkejut. Mereka sama sekali tak menyangka jika Erick akan datang kesana, terlebih saat ini Jeevan sedang tidak ada di rumah dan itu semakin membingungkan mereka.


"Ada apa ini? Kenapa kalian ramai-ramai datang kesini?" tanya Dyrenn (anak buah Jeevan).


"Maaf, tapi kami tidak bisa lakukan itu. Bos Jeevan sedang tidak ada disini," ucap Dyrenn.


"Ah saya tidak perduli, kalian panggil dia bagaimanapun caranya! Kalau tidak, saya akan ratakan tempat ini!" ancam Erick.


"Maksudnya apa? Kamu ancam kita? Kamu pikir kita takut apa sama ancaman kamu itu? Enggak ya, kalau mau cari ribut yaudah sini maju!" ucap Dyrenn.


"Betul tuh, kita disini akan berjuang menjaga markas ini supaya tidak hancur di tangan kalian!" sahut Valentino (anak buah Jeevan).


"Ohh, kalian tantangin saya? Baiklah, saya pastikan kalian semua akan menyesal karena sudah main-main dengan saya!" geram Erick.


Erick perlahan mundur beberapa langkah, lalu memberi kode pada anak buahnya untuk maju menyerang dua orang penjaga di gerbang tersebut. Sontak Dyrenn dan Valentino sama-sama panik dibuatnya, tapi mereka tetap bersiaga untuk menahan serangan pasukan Erick.


"Serang mereka, habisi semuanya jangan sampai ada yang tertinggal!" perintah Erick.


"Baik bos!" ucap seluruhnya patuh.

__ADS_1


Tanpa berlama-lama lagi, pasukan Erick langsung bergerak maju melakukan penyerangan kepada Dyrenn dan Valentino. Beberapa pasukan Jeevan yang ada di dalam juga ikut maju untuk membantu kedua pria tersebut, sehingga terjadilah perang yang tidak diduga-duga sebelumnya.




Queen masih merasa risau dengan salah satu anggotanya yang ia tugaskan sebagai mata-mata di markas Jeevan, pasalnya hingga kini Toyib belum juga memberi laporan lagi padanya. Tentu saja Queen panik khawatir kalau Toyib ketahuan dan tertangkap oleh Jeevan.


"Duh, gimana ya kondisi si Toyib? Apa dia baik-baik aja? Gue harus cari tau nih, gue gak boleh biarin Toyib ketangkap dan rahasia gue bisa bocor!" gumam Queen.


Queen pun menghubungi salah seorang anak buahnya untuk memeriksa kondisi Toyib, namun Aulia serta Nina justru datang kesana.


"Hai Queen!" sapa kedua sahabatnya itu.


"Eh eh kalian? Kenapa kalian pada kesini gak bilang dulu sih ke gue?" kaget Queen.


"Eee sorry Queen, emangnya kalo kita mau temuin sohib kita ini harus izin dulu ya?" ujar Aulia.


"Gak juga sih, cuma kan biar gue gak kaget gitu. Terus gue jadi bisa siapin jamuan buat kalian berdua," ucap Queen.


"Yeh lu kayak sama siapa aja sih Queen, kita mah gak perlu begituan kali. Lagian kita cuma pengen main-main doang disini," ucap Nina.


"Iya Queen, santai aja sama kita mah. Lo kayak yang baru kenal kita aja," sahut Aulia.


"Justru karena gue udah kenal kalian dari lama, makanya gue tahu kalian kalau mampir ke rumah gue pasti minta dibikinin makan sama minum yang enak, ya kan?" cibir Queen.


"Hehe iya sih," ujar Aulia sambil nyengir.


"Yaudah, nanti gue suruh pelayan buat bikin. Omong-omong kok kalian cuma berdua? Si Lova kemana? Gak ikut?" heran Queen.


"Ohh, enggak dia gak boleh ikut sama bokap nya. Terus lu tahu gak yang baru dari Lova? Dia punya bodyguard pribadi cuy," ucap Nina.


Queen terbelalak kaget, "Hah? Serius lo nin? Si Lova pake bodyguard sekarang?" tanyanya.


"Iya Queen, lawak kan?" jawab Nina sambil tertawa.


"Hahaha..." ketiga gadis itu pun tertawa terbahak-bahak seperti dulu ketika mereka masih menjadi mahasiswa biasa.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2