
Alvaro terkejut saat mendapat kabar dari Andin bahwa istrinya mengalami kecelakaan beruntun di jalan. Ia yang dalam perjalanan pulang bersama Angga langsung menuju rumah sakit dimana Aletta di rawat.
"Mah..."
"Varo maafin mamah .." kata mama April yang masih shock
"Gimana kejadiannya?" Tanya Alvaro
Andin yang masih shock di pelukan Angga berusaha menceritakan kejadian yang menimpa sahabatnya itu
"Aletta berantem sama Alea Var terus dia pergi ngebut bawa mobilnya, gue sama mama berhasil nemuin dia di jalan tapi pas kita mau samperin tiba-tiba..."
Andin tak sanggup melanjutkan ucapannya, hatinya perih saat mengingat kecelakaan itu. kejadian itu terjadi tepat didepan matanya, "tiba-tiba ada truk oleng dan nabrak mobil Aletta" isaknya
Angga merangkul Andin berusaha menenangkan kekasihnya itu, "semua akan baik-baik aja.. kita doain Aletta dan anak-anaknya selamat"
Tubuh Alvaro nyaris roboh kalau saja ia tidak berpegangan pada dinding, kedua kakinya tidak kuat menahan beban tubuhnya, dunianya seketika hancur memikirkan bagaimana nasib istri dan calon anaknya.
Alvaro langsung masuk ke ruang UGD, ia bertemu dengan dokter Bima yang sempat menangani istrinya.
"Dokter..."
"Dokter Varo..."
"Bagaimana..."
"Saya tidak bisa mengkonfirmasi bagaimana kondisi pasien, tapi saat dibawa kesini pasien dalam keadaan kritis dan sekarang tim dokter sedang melakukan operasi untuk menyelamatkan bayi yang ada di kandungan pasien"
Tubuh Alvaro seakan tak berdaya mendengar penjelasan dokter Bima, segala hal yang di takutkan mulai menyerang pikirannya.
Angga menghampiri Alvaro berusaha memberikan dukungan pada sahabatnya itu, ia tahu ini tidaklah mudah tapi bagaimanapun ini sudah kehendak yang maha kuasa.
"Ro... Aletta pasti Baik-baik aja"
__ADS_1
Alvaro tak menyahut, sebelah tangannya menutupi wajahnya lelaki itu menangis. ada rasa takut kehilangan menghampiri Alvaro, mereka baru saja bahagia, sebentar lagi akan menjadi orangtua, tapi kini entah bagaimana nasib istri dan anak-anaknya didalam sana.
****
Nathan memutuskan untuk pulang ke kediaman keluarga Ferdinan, ia sedang bersama Alvaro dan Angga saat Andin menelpon mengabarkan kalau Aletta mengalami kecelakaan setelah bertengkar dengan Alea.
Bukannya ingin memperkeruh suasana, Nathan hanya ingin menyelesaikan masalahnya dengan Alea, apalagi saat mengetahui cerita sebenarnya, membuat Nathan geram sekaligus kecewa.
"Dari mana aja kamu?" Tanya Alea sinis ketika Nathan masuk ke dalam kamar mereka, "udah puas jalan sama selingkuhan kamu?"
"Maksud kamu apa sih?"
"Pasti kamu ke sini mau marahin aku kan karena udah bikin Aletta marah dan pergi dari rumah"
"Ya itu salah satu tujuan aku tapi yang pertama tolong jelasin apa maksud ini semua?" Nathan meletakan botol berisi obat dan kontrak kerjasama Alea dengan London Racing Team yang ia dapatkan dari pak Tommy.
Wajah Alea berubah pias seketika, bagaimana bisa Nathan tahu lebih dulu padahal ia berencana ingin memberi kabar bahagia ini pada semua orang tapi momen itu rusak karena Aletta.
"Kamu.."
"Kamu sendiri yang pernah janji kalau selesai perlombaan akhir tahun ini kamu bakal berhenti terus ini apa Alea?"
"Nat aku..."
"Apa?kamu mau jelasin apa? Selama ini aku selalu mencoba mengerti maunya kamu, soal anak aku paham kamu ga siap, tapi aku ga abis pikir kamu sampe minum obat itu cuma buat mencegah kamu hamil karena kamu punya tujuan lain. Kamu keterlaluan Alea..."
Nathan menjambak rambut frustasi," Sampe kapan kamu mau egois seperti ini Alea, aku ngerti kamu punya impian tapi apa salahnya kalo kamu jujur sama aku, kita bisa omongin ini baik-baik mungkin aku ga akan sekecewa ini sama kamu.."
"Aku keterlaluan? Kamu juga keterlaluan Nat, selama ini kamu lebih perhatian sama Aletta dari pada sama aku, istrinya kamu itu aku atau dia sih atau jangan-jangan anak yang di kandung Aletta itu anak kamu?"
Nathan mengepalkan tangannya, jika yang dihadapi seorang laki-laki Nathan tidak segan-segan memberikan hadiah berupa bogem mentah untuk memberikan pelajaran, tapi yang ada dihadapan ini seorang perempuan yang merupakan istrinya, wanita yang dicintainya.
"Alea, yang kita bahas itu masalah kamu kenapa ga cerita sama aku tentang balapan dan obat sialan itu. kenapa kamu jadi bawa-bawa Aletta dan menuduh aku seperti itu?"
__ADS_1
Nathan menatap Alea yang hanya diam tak menyahut, "Aku ga ngerti kenapa kamu bisa berpikir sejauh itu Alea, berhenti melemparkan kesalahan sama orang lain.. masalah kita itu bersumber di kamu kenapa harus bawa-bawa orang lain."
Nathan menganguk paham "ternyata kamu ga pernah belajar dari kesalahan ya, cemburu ga masuk akal kamu itu selalu menimbulkan korban. Kamu ga inget Sebelum kita menikah gara-gara kamu cemburu dan salah paham sama Nadira hampir saja persahabatan papa aku dan papa kamu rusak. Dan kali ini aku yakin kamu belum tau, orang yang kamu cemburui lagi berjuang antara hidup dan mati sama calon keponakan kamu" Nathan langsung pergi meninggalkan Alea yang berdiri mematung
DEG
Tubuh Alea menegang, apa maksud perkataan Nathan tadi.
"Enggak.. gak mungkin..." Alea berlari menyusul Nathan lelaki itu harus menjelaskan apa maksud perkataannya tadi.
*****
Beberapa jam berlalu kini lampu berubah menjadi hijau Alda dan beberapa tim dokter keluar dengan wajah yang sulit diartikan. Alvaro langsung menghampiri ibunya menanyakan keadaan istrinya.
"Mih..."
"Mamy dan tim dokter sudah berupaya semaksimal mungkin, kamu yang kuat ya..."
Alvaro menatap Alda dengan tatapan penuh tanya, ia lalu melihat dua orang suster yang tengah membawa box bayi keluar dari ruang operasi.
"Selamat ya nak, sekarang kamu sudah resmi menjadi seorang ayah, bayimu kembar laki-laki dan perempuan mereka sangat tampan dan juga cantik, Mereka sehat tapi kondisinya masih lemah karena memang belum cukup umur." Jelas Alda
Alvaro menitikan air matanya, bahagia dan haru bercampur menjadi satu, tapi masih ada satu hal yang mengganjal "Aletta?"
Alda menarik nafas panjangnya Sebelum memberi tahu keadaan menantunya, tapi tak berapa lama beberapa petugas mendorong brankar pasien yang mereka yakini itu adalah Aletta meskipun tubunya tertutup kain putih. Mama April dan Andin langsung jatuh pingsan.
Papa Ferdi yang baru tiba mematung ditempatnya memegang dada kirinya yang terasa nyeri.
"Gak mungkin, Al kamu ga boleh ninggalin papah"
Alvaro merasa dunianya seketika hancur, ia jatuh berlutut sambil memukul dadanya yang terasa sesak, Alda memeluk putranya, sebagai ibu Alda ikut merasakan bagaimana hancurnya Alvaro saat ini, tapi sungguh ia dan rekan-rekannya sudah berusaha namun mereka hanyalah perantara karena semuanya sudah diatur yang mahakuasa.
***
__ADS_1
Gimana bab ini??? komen yuk jangan lupa di like😉