
Aletta masih di rumah Alvaro. Alice sedang menidurkan Derril sementara Alanna pergi berbelanja ke minimarket membeli bahan - bahan makanan untuk masak hidangan spesial katanya.
Alvaro mengajak Aletta berkeliling rumahnya, bangunan bergaya Eropa itu begitu luas bahkan ada ruang khusus untuk gym dan musik.
"Kamu bisa main alat musik?"
"Dikit..."
"Coba main. aku pengen denger.."
"Mau yang mana?" Tanya Alvaro
"Hmm gitar aja deh."
Alvaro menarik Aletta duduk di sofa, jemari lelaki itu kini sudah menekan senar gitar yang ada di pelukannya.
"Maaf ya kalo jelek, udah lama ga pernah main" Aletta mengangguk
Tangan Alvaro mulai memetik senar gitar, perlahan terdengar alunan merdu yang begitu sopan masuk ke dalam gendang telinga.
Aletta kenal lagu ini, Alvaro memainkan penggalan lagu 'photograph 'milik Ed Sheeran untuknya
Melodi yang indah benar- benar memanjakan telinga Aletta. Ia yakin para gadis diluar sana jika melihat Alvaro seperti ini akan bertekuk lutut, jingkrak- jingkrak kesurupan dan pingsan.
Pipi Aletta merona, rasanya ikut melayang entah kemana. Matanya menatap Alvaro kagum. Paket komplit limited edision, pikirnya
Alvaro menyudahi permainannya, ia menggeser posisinya agar berhadapan dengan Aletta lalu menempelkan keningnya dengan kening gadis itu, saking dekatnya Mereka bisa merasakan hembusan nafas satu sama lain
Jantung Aletta berdegup kencang ia bahkan tanpa sadar memegang baju Alvaro.
Alvaro tersenyum samar lalu mengecup kening Aletta cukup lama hingga Gadis itu memejamkan matanya.
"Aku pasti bakal kangen banget sama kamu.." Alvaro memeluk Aletta
"Aku juga.." Aletta balas memeluk Alvaro lebih erat seolah tidak ingin lelaki itu pergi.
*****
Sorenya setelah dari rumah Alvaro, grup NA⁵ berkumpul dirumah Andin. Ini bukan nama unsur kimia ya tapi singkatan nama mereka berenam.
Rencananya mereka mau latihan dansa. Tapi realitanya mereka cuma ngeliatin cewek- cewek lagi teriak histeris nonton boy band idolanya sedang live streaming.
"Kamvret!" Maki Nathan kesal bisa- bisanya ia melihat Alea seantusias itu, "nyesel gue ke sini"
"Apa bagusnya sih mereka?" Alvaro tak habis pikir ia kira cuma kedua kakaknya yang gila ternyata Aletta juga sama. Untung saja mereka tidak membahasnya tadi jika iya Alvaro memilih untuk kabur ke Rumah sakit.
"Lo baru sekali ngeliat. Lah gue 3 tahun pacaran sama Andin dan udah 3 tahun lebih gue ngeliat mereka kaya gini. Apalagi pas ke acara konsernya.. nyesel gue ikut waktu itu. Pulang-pulang gue mabok...kuping gue berasa budeg sampe apal gue sama yel- yel mereka" keluh Angga
"Separah itu?" Tanya Nathan menelan Salivanya membayangkan jika ia diposisi Angga saat itu. Ia langsung bergidik ngeri.. jangan pernah mencoba kalau begitu
__ADS_1
"Yeeee gue dapet tiket konser mereka.." pekik Andin sambil menunjukan layar ponselnya
"Wahhh minggu depan???"
"Siap- siap kita berangkat"
"Oppa we're coming" teriak mereka bersamaan
Ketiga gadis berpelukan bahagia. Bahkan saking senengnya mereka sambil joget- joget ga karuan.
"Tuh loe liat.. reaksi mereka seheboh itu. Pas jadian aja mereka ga kaya begitu" kata Angga
"Yank,, minggu depan kita mau ke Singapura? Mau ikut ga?" Tanya Alea
Buset!! Nonton konser doang bela- belain sampe ke luar negeri segala, batin Nathan
"Hhe... Ga yank.. kamu have fun aja sama mereka. Aku disini cari uang yang banyak buat kita nikah" kata Nathan
"Kamu mau ikut beb?" Gantian Andin yang bertanya pada kekasihnya itu
"Ga usah beb, aku trauma kalo kamu lupa" cengir Angga
Andin mengangguk paham, saat itu tahun pertama mereka jadian, Angga sebagai pacar yang baik ingin menjaga kekasihnya yang pergi keluar kota untuk nonton konser bersama sahabatnya.
Siapa sangka niatnya mau melindungi malah berakhir dengan penyesalan. Bagaimana tidak ,satu Stadion berisi fans yang dominan perempuan ada juga sih yang laki- laki teriak histeris pas Idolnya muncul.
Akhirnya pulang dari konser Angga demam, bahkan mama Angga bilang anaknya itu mengigau berteriak kencang dimalam hari. Sejak itu Angga tidak pernah ikut kemanapun Andin pergi untuk menonton konser.
ia lebih memilih diajak naik roller coaster berkali- kali dari pada di ajak nonton konser lagi. Cukup sekali, Tidak lagi,terima kasih!
Aletta hanya tersenyum penuh makna menatap Alvaro dan lelaki itu hanya mengangguk mengiyakan. Toh minggu depan Alvaro sudah di Jerman jadi tidak bisa melarang gadis itu.
"Var lo jadi berangkat?" Tanya Angga
Alvaro mengangguk, "jadi"
"Aletta gimana?" Giliran Nathan bertanya
"Semalam dia nangis sih, tapi katanya dia ngedukung gue."
"Pasti berat sih LDR apalagi kalian belom lama jadian. Tapi anggap aja ini ujian cinta kalian." Kata Nathan bijak
"Gue titip Aletta ya, tolong jagain dia selama gue pergi. Ya kalo soal melindungi diri gue percaya dia bisa, tapi jangan biarin dia sendiri kalo lagi sedih. Kalo dia tiba- tiba ngilang tanpa kabar cari dia di makam nyokapnya." Ucap Alvaro sambil terus menatap Aletta yang tengah fokus menonton
"Lo tenang aja, Aletta calon adek ipar gue. Pasti gue jagain" Nathan menepuk bahu Alvaro
"Iya Var, lo fokus aja di sana. Aletta ada kita- kita kok di sini." Timpal Angga
"Thanks"
__ADS_1
****
"Al lo mau baju yang mana?" Tanya Alea yang langsung masuk ke kamar adiknya itu tanpa mengetuk pintu
"Ishh masuk ketok dulu kek," gerutu Aletta kesal. Ia paling tidak suka ada yang sembarangan masuk ke dalam kamarnya sekalipun itu mamanya.
"Sorry tangan gue bawa baju nih" Alea menunjukan dua gaun berwarna putih ditangannya
Ada dua gaun ditangan Alea. Sama- sama berwarna putih hanya saja modelnya berbeda.
Ditangan kanan Alea ada gaun berwarna putih gading dengan model off shoulder dress atau biasa di kenal dengan sebutan dress Sabrina Sedangkan yang satunya adalah gaun putih tanpa lengan dengan jenis Sheath dress.
"Lo pilih aja deh gue bebas"
"oke kalo gitu gue yang Sabrina aja"
Aletta hanya mengangguk pasrah, ia sebenarnya tidak terlalu menyukai dress hanya saja karena konsep acara yang di rencanakan Alea mengharuskan dirinya menggunakan baju tersebut.
"Sayang... Makan malem yuk udah ditungguin Eyang" panggil mama April yang muncul dari balik pintu
"Ehm kita udah makan tadi ma masih kenyang" kata Alea
"Tapi kata Eyang ada yang mau di omongin sama kalian" ucap mama April menatap kedua putrinya bergantian
Kedua gadis itu akhirnya mengangguk ikut turun bersama Mama April.
Dibawah terdengar suara Eyang sedang mengobrol. Alea dan Aletta sengaja memperlambat jalan mereka guna mendengar obrolan Eyangnya.
"Loe ngerasa kaya de Javu ga sih?" Bisik Alea
Aletta mengangguk, "kita pernah kaya gini.. apa emang kalo ngobrol sama Eyang selalu begini ya.. pasti ada something gitu".
"Bener banget terakhir kita ketemu Eyang beberapa bulan lalu ngebahas jodoh sekarang apa lagi coba?"
"Elo di suruh kawin" celetuk Aletta yang langsung mendapat jitakan di kepalanya
"Asal banget kalo ngomong"
Aletta nyengir sambil memegang kepalanya yang lumayan sakit kena jitakan dari Alea.
"Halo pa ... Eyang" sapa keduanya sambil menundukan sedikit kepala mereka tanda hormat
"Duduk" perintah Eyang
Keduanya duduk disebelah papa Ferdi sambil menatap bingung dua orang pemuda didepannya.
"Alea... Aletta. Kenalin ini calon suami kalian yang Eyang pilihkan untuk kalian berdua."
Kedua gadis itu terbelalak, "Apa!!! Calon suami!!!!
__ADS_1