
Alea pulang ke rumah dengan segala penyesalan dihatinya, ia berpapasan dengan mama April yang juga baru pulang dari rumah sakit. Tidak seperti biasanya mama April hanya diam saat melihat Alea dan langsung masuk tanpa menyapa anak semata wayangnya itu.
"Mah..."
"Mama capek Alea..."
"Mah, Alea minta maaf ma" ujar Alea yang langsung menahan tangan mama April sebelum wanita itu masuk ke dalam kamar
"Maafin Alea ma, Alea tau Alea udah kelewatan hari ini, Alea... Alea..."
Melihat putrinya menangis dan sepertinya menyesal mama April langsung memeluk Alea. Tangis Alea pecah di pelukan sang mama.
"Maafin Alea ma"
"Iya, mama udah maafin kamu..."
Alea makin mengeratkan pelukannya pada sang mama, dengan sabar mama April menenangkan putrinya itu, "kamu ada masalah nak?"
Alea mengangguk, "mama mau dengerin cerita Alea?"
Mama April mengurai pelukan mereka, "ayo kita duduk"
Alea menarik nafasnya perlahan sebelum ia mulai menceritakan masalah rumah tangganya dengan Nathan semua berawal dari tawaran di club.
Mama April menutup mulutnya tak percaya, "jadi kamu minum pil supaya kamu ga hamil nak?"
Alea mengangguk, ia sungguh menyesal telah menjadi egois demi mimpinya, "Alea nyesel ma... Alea nyesel"
Mama April memijit pelipisnya pening, belum selesai satu musibah kini musibah lain datang diwaktu yang bersamaan, dengan sabar mama April mengusap punggung Alea menenangkan anaknya itu, "mama ga bisa ikut campur urusan rumah tangga kamu, tapi mama bersyukur kamu nyesel dan mama harap kamu bisa mengambil pelajaran dari masalah yang sudah terjadi."
"Nathan gimana ma? Alea takut kalo Nathan jadi benci sama Alea."
"Kasih waktu buat Nathan sendiri dulu ya Nak, setelah itu kamu jelasin semuanya. Kamu akui kesalahan kamu dan kamu minta maaf dan berjanji ga bakal mengulanginya lagi"
"Alea janji ma, tapi Alea takut"
__ADS_1
"Kamu tenang aja, mama percaya sama Nathan dia pasti maafin kamu tapi ya itu butuh waktu dan kamu harus berjuang buat dapetin maaf dari suami kamu."
"Iya ma, Alea bakal berusaha buat dapetin maaf dari Nathan. Oh ya ma, Aletta.."
Wajah mama April berubah sendu memikirkan nadib putrinya yang lain, "Aletta koma"
Alea menutup mulutnya tak percaya, "apa ma.. ga mungkin kan..."
Mama April memejamkan matanya, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri kecelakaan yang menimpa putrinya itu, "kecelakaannya parah Le, mama.." mama April tak sanggup melanjutkan kata-katanya
Alea diliputi perasaan bersalah yang semakin dalam, dirinyalah penyebab Aletta mengalami kecelakaan itu, kalau saja ia tidak terpengaruh dengan kata-kata Sarah dan mengatakan hal buruk pada Aletta mungkin saat ini mereka sedang berkumpul dan tertawa bersama.
"Ini semua salah Alea ma, ini semua salah Alea,.. " ia kemudian teringat pertemuannya dengan Alvaro tadi wajar kalo Alvaro membenci tadi.. ia yang sudah membuat Aletta dan anak-anaknya kecelakaan
"Kamu ga perlu menyalahkan diri sendiri, ini semua musibah, sudah diatur sama yang maha kuasa. Sekarang kita sama-sama berdoa semoga Aletta cepat sadar"
"Anaknya Aletta gimana ma?"
"Mereka kondisinya lemah, karena memang belum waktunya untuk lahir kamu doain mereka juga ya semoga mereka kuat. Kamu tau mereka bayi yang tampan juga cantik." Tutor mama April yang mengingat kedua cucunya yang masih berada didalam inkubator
"Kamu istirahat gih, tenangin pikiran kamu dan jangan lupa berdoa semoga Allah ngasih jalan keluar untuk masalah kamu sama Nathan."
"Aamiin"
"Yaudah mama mau ke kamar dulu mau mandi." Mama April berlalu menuju kamarnya meninggalkan Alea yang masih menangis ruang tengah menyesali perbuatannya.
****
Alvaro kembali ke ruangan istrinya setelah selesai bekerja. Rumah sakit sudah menjadi rumah keduanya setelah Aletta dan kedua anaknya dirawat disana.
Hampir semua aktifitasnya ia lakukan dirumah sakit selama beberapa hari ini. Sudah hari ke-tiga dimana Aletta belum juga membuka matanya.
Usai shalat dan mengaji, Alvaro duduk ditepi ranjang sambil membersihkan wajah Aletta dengan handuk basah.
"Al, kamu ga kangen apa sama aku? Anak- anak kita sudah lahir loh, mereka anak yang hebat mereka tampan dan juga cantik tapi sayangnya mereka mirip sama aku kecuali matanya, persis seperti kamu" cerita Alvaro sambil tersenyum getir
__ADS_1
Dengan telaten Alvaro membersihkan setiap bagian tubuh Aletta, dan ia sangat berhati-hati membersihkan luka dibeberapa bagian tubuh Aletta pasca operasi.
Ya, kejadian naas itu membuat Aletta menjalani beberapa operasi seperti di kepala dan juga kakinya. Tak hanya itu bahkan Aletta pun harus rela rahimnya diangkat, bersyukur kedua anak mereka lahir dengan selamat meskipun belum waktunya, Alvaro yakin anak-anaknya pasti kuat mereka akan baik- baik saja. Ia harus berjuang untuk kesembuhan anak dan istrinya, entah apa jadinya kalau Alvaro harus kehilangan mereka. Rasanya sungguh tidak sanggup untuk dibayangkan
"Al, bangun yuk. Jangan lama- lama tidurnya. Apa disana lebih indah dari pada disini? Aku, dan anak- anak butuh kamu disini. Oh ya aku sudah memberi mereka nama, sisanya tugas kamu yang melengkapi nama mereka. Bangun ya sayang.." Alvaro mengecup singkat bibir istrinya yang kini terasa dingin
Di dekat pintu, Nathan, Angga dan Andin ikut meneteskan air mata mereka. Terlebih Andin yang menyaksikan kejadian itu, gadis itu terus menyalahkan dirinya.
Andai ia ikut bersama Aletta, Andai ia bisa menenangkan sahabatnya itu dan mencegahnya pergi, Andai ia lebih cepat mengejar Aletta, sahabatnya itu pasti masih disini masih menjalani hari- hari menunggu kelahiran buah hatinya, pasti Aletta akan sibuk membantu mengurus pernikahannya bersama Angga bulan depan, pasti....
"Var, malam ini gantian sama papa aja ya jagain Aletta" kata Papa Ferdi yang baru masuk
Alvaro menggeleng, "biar Varo aja pah, papa istirahat papa juga lagi kurang sehat."
Papa Ferdi menyerah, Alvaro hanya meninggalkan Aletta saat bertugas dirumah sakit dan selalu menyempatkan menjenguk anak dan istrinya dikala jam senggang atau istirahat.
Satu gedung rumah sakit tidak hanya rekan seprofesi dan perawat tapi pasien yang dirawat dirumah sakit ini pun tau keadaan yang menimpa Alvaro, mereka turut mendoakan juga sesekali menjenguk Aletta dan kedua bayi mereka.
Alvaro bersyukur masih banyak orang yang peduli padanya dan keluarga kecilnya untuk itu ia mencoba ikhlas menerima keadaanya saat ini
🍃🍃🍃🍃
mau promosiin tetangga baru
judul : Jungkir Balik Dunia Jihan
genre : Teen
Blurb : Jihan Arsylla atau yang kerap di sapa Jihan gadis berusia 17 tahun yang sudah menyandang status sebagai istri. Bukan karena perjodohan melainkan karena sebuah kesalahpahaman.
Dilihat dari segi manapun kedua manusia yang dipersatukan tanpa sengaja itu benar-benar berbeda 180 derajat Selain beda sifat, kehidupan disekolah mereka juga bertolak belakang Jihan si murid teladan sementara suaminya si bad boy idaman.
Ini kisah tentang jungkir balik dunia Jihan menjadi istri rahasia dari Antariksa.
jangan lupa mampir baca ya😌😌😌
__ADS_1