Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
77


__ADS_3

"Bryan stop it!!!!"


Bryan yang kenal suara itu langsung mematung ditempatnya.


"Nadira..." Panggil Bryan saat Nadira sudah ada didepannya


Plak


Bryan memejamkan matanya saat Nadira menampar dirinya. Kini mereka menjadi tontonan hampir semua karyawan Gemilang Group.


"Ikut aku!!!"


Nadira menarik tangan Bryan menjauh dari kerumunan orang di Gemilang Group.


Pak Salim membubarkan kerumunan saat Aletta dan Nathan datang menghampiri Alvaro dan Angga


Aletta diam menatap Alvaro yang babak belur, ada beberapa lebam di pipi dan sudut bibirnya berdarah.


"Kamu anggap aku apa sih?"


Alvaro diam, ia tau Aletta sedang marah padanya


"Kenapa aku harus tau dari orang lain, hah. Kamu anggap aku apa????"


Alvaro menarik Aletta ke pelukannya, gadis itu terus memukuli dirinya sambil menangis


"Kamu anggap aku apa Alvaro?"


Flashback on


"Al.. aku mau ngomong sesuatu sama kamu." Kata Nadira saat keduanya berada di kantor polisi menunggu Nathan membuat laporan karena baik Aletta maupun Nadira tidak membawa kartu identitas dan lain- lain yang dibutuhkan untuk melapor


"Apa?"


"Aku tau ini ga tepat, tapi aku takut kejadian Nathan terulang lagi. Jujur aku jadi sedikit trauma"


Aletta mengerutkan keningnya, "ada apa?"


Nadira menarik nafasnya sebelum bercerita pada Aletta kejadian di cafe tempo hari dan alasannya melakukan itu, "aku terima kalo kamu marah Al, tapi aku mohon jangan marah sama Varo apalagi sampai membatalkan pernikahan kalian. Aku ga mau Al, kalo itu terjadi aku akan merasa bersalah dan menyesal seumur hidup."


Aletta memeluk Nadira, "apa kamu baik- baik aja Nad?"


"Al"


"Aku tau ini pasti berat buat kamu, harus melepaskan orang yang cinta, dan ngorbanin perasaan kamu demi kebahagiaan orangtua kamu. Kamu hebat Nadira.."


Tangis Nadira seketika pecah jujur ia tidak baik- baik saja. Berat rasanya harus melepaskan Bryan tapi ia juga tidak ingin melihat ayahnya terluka jika harus berpisah dengan calon istrinya. Itulah sebabnya ia memutuskan hubungannya dengan Bryan lalu kembali ke Indonesia dan tinggal bersama ibunya.


"Al, aku..."

__ADS_1


"aku ga marah sama kamu, terimakasih kamu udah jujur sama aku.." kata Aletta tersenyum samar


"jangan marah sama Varo Al, dia pengen ngasih tau kamu tapi mungkin nunggu waktu yang tepat"


"aku ngerti...."


"Aletta..."


"Nad, aku punya seorang teman yang punya masalah seperti kamu. lalu dia cerita masalahnya dia sama guru ngajinya terus gurunya bilang kalo secara hukum dan agama hubungan mereka masih bisa di lanjutkan kerena mereka ga ada hubungan darah."


"Maksud kamu Al?"


"Aku ga begitu paham secara detailnya tapi saran aku coba kamu pergi konsultasi dengan pakar agama atau ustad yang lebih paham tentang hal ini. Karena temanku juga begitu. Sekarang mereka sudah menikah bahkan punya anak "


"beneran Al?"


Aletta mengangguk


" kalo gitu Aku bakal ngikutin saran kamu Al."


" kamu juga secepatnya harus kasih tau semuanya sama pacar kamu itu alasan kamu putus dan pulang ke Indonesia bahkan sampe bilang kalo Varo calon suami kamu, aku takut kalo pacar kamu salah paham dan menuduh Alvaro cowok brengsek yang mempermainkan kita berdua."


"Kamu bener Al. Tapi aku ga tau dia dimana?"


"Aku bakal bantuin kamu cari dia, kamu tolong kirimin fotonya sama aku biar aku minta anak buah papaku untuk mencarinya"


"Makasih banyak ya Aletta. Kamu baik banget"


Nadira mengirim foto Bryan ke ponsel Aletta, saat membukanya mata Aletta membulat, "Bryan"


"Kamu kenal?" Tanya Nadira kaget


"Iya,pernah nolongin aku dulu, dan sekarang dia kerja di kerja di kantor papaku."


"Astaga"


Aletta melirik jam tangannya masih ada waktu sebelum jam pulang kerja, "kita bisa pergi sekarang aku yakin Bryan belum pulang"


Flashback off


"Kenapa kamu ga cerita sama aku, kenapa aku harus tau dari orang lain, kamu anggap aku apa? Kamu.. jahat"


Alvaro hanya diam membiarkan Aletta meluapkan kekesalannya


Nathan dan Angga memilih untuk menjauh membiarkan keduanya menyelesaikan masalah mereka


"Kamu dengerin aku ga sih?"


"Aku denger"

__ADS_1


"Aku lagi marah sama kamu"


"Aku tau.."


Aletta mendongak lalu menyentuh sudut bibir Alvaro yang berdarah, "sakit?"


Alvaro menggeleng


"Harusnya aku yang bikin kamu babak belur." Sinis Aletta


Alvaro hanya menganguk pasrah sambil menghapus sisa air mata di pipi Aletta, "maaf ya Al, aku belum sempet cerita sama kamu karena aku bingung gimana caranya cerita ke kamu. Aku terlalu khawatir kalo pacarnya Nadira berbuat sesuatu ke kamu"


Aletta membuang wajahnya, "apapun alasannya aku tetap marah sama kamu"


"iya aku tau."


"Ishhh ngeselin"


"Terus aku harus apa supaya kamu maafin aku?"


"Ga tau"


"Kamu beneran ga mau maafin aku?"


"Ga semudah itu."


"Jadi kamu bales dendam nih ceritanya?"


"Ga"


"Beneran ga mau maafin kau nih?"


"Aku marah sama kamu, aku kesel sama kamu, kamu tuh hmmmm..."


Alvaro menangkup wajah Aletta lalu mengecup bibir Aletta selama beberapa saat.


Aletta menerjapkan matanya berkali- kaki, jantungnya berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya.


"Kenapa kamu malah nyium aku?" Tanya Aletta dengan wajah bersemu merah


"Bukannya kamu pengennya kaya gitu?"


"Kamu bilang nanti aja abis nikah"


"aku harus melakukannya sekarang untuk menyelamatkan rencana pernikahan kita"


Aletta mengigit bibirnya agar tidak tersenyum, rasanya kedua pipinya masih panas akibat adegan tadi.


"Gimana rasanya?" Tanya Alvaro

__ADS_1


Aletta balik badan karena tidak kuat menahan senyum, ia langsung pergi meninggalkan Alvaro yang menatap sambil tersenyum samar


Ahh!! Akhirnya dia melakukannya juga.


__ADS_2