
"Alvaro belom ngabarin?" Tanya Alea yang melihat adiknya terus- terusan menatap handphone miliknya sejak tadi pagi bahkan makanan yang di masak pak Salim pun belum disentuhnya.
Aletta menggeleng, "semalam doang pas dia lagi transit di Amsterdam"
"Yaudah ntar juga dia ngabarin elo santuy.. lagian disana pasti masih malem bisa aja pas nyampe Varo langsung tidur capek banget pasti dia.."
"Iya sih"
"Loh, kok belom di makan?" Tanya papa Ferdi yang baru saja datang
"Si Aletta pa masih nungguin kabar dari Varo" kata Alea
"Nanti juga dia telpon kamu Al, mungkin dia lagi istirahat kan capek dari sini ke Jerman bisa 24 jam lebih baru sampe itu pun berapa kali transit" jelas papa Ferdi
"Iya pa"
"Makan dulu, abis ini kita ada rapat direksi papa ga mau ya kamu absen cuma karena persoalan cinta"
"Ya ga lah pah, Aletta profesional kok"
"Bagus kalo gitu."
"Selamat siang om"
"Selamat siang Rey, silahkan duduk"
Aletta memutar bola matanya malas, dia lagi, pikirnya
"Kok ga dimakan Al?" Tanya Reynar yang melihat makanan di piring Aletta masih utuh, "gak suka ya, nih aku bawain kue dari mama aku" Reynar meletakan paper bag berwarna orange lengkap dengan nama toko kue tersebut.
Melihat putrinya tak bergeming papa Ferdi menyenggol lengan Aletta, "Al"
"Makasih" ucapnya pelan
"Sama- sama semoga kamu suka" sahut Reynar dengan senyum paripurna, "makan Al nanti kamu sakit"
Aletta tak menyahut ia hanya diam dan mulai menyuap makanannya.
"Oh ya Al, kamu ada waktu ga, mama aku mau ketemu sama kamu. Katanya pengen liat calon menantunya.."
Aletta yang baru saja akan menyuap nasi ditanggannya menatap Reynar, ingin memaki lelaki itu tapi ponselnya berdering foto dirinya bersama Alvaro memenuhi layar ponselnya tanpa menunggu Aletta langsung mengangkatnya.
"Halo"
"Halo Al"
Mendengar suaranya saja mood Aletta langsung bahagia
"Kamu udah sampe?"
"Udah, Maaf ya baru ngabrin handphone aku lowbat"
"Syukurlah, yang penting kamu udah sampe dengan selamat."
"Disana pasti udah siang. Jangan lupa makan siang"
"Eum... Ini aku lagi istirahat. Kamu jangan lupa hmm disana jam berapa?"
"Disini baru menjelang pagi.."
"Jangan lupa sarapan kalo gitu"
"Aku mungkin mau istirahat dulu. Nanti siangan baru sarapan terus ke laboratorium om Dito"
"Hmm semangat kalo gitu"
"Yaudah aku tau kamu belom makan. Lanjut makan dulu gih. Nanti aku telpon lagi. Bye sayang."
Pipi Aletta bersemu merah, "bye" ucapnya seraya mematikan panggilan tersebut
"Valo udah sampe?" Tanya Alea
Aletta mengangguk, "udah"
"Yaudah, ayo makan." Kata papa Ferdi yang ikut senang melihat wajah bahagia putrinya
"Eum" Aletta langsung menyantap makanannya hingga habis tak bersisa.
****
Sorenya sepulang dari kantor Aletta mengantar Alea ke cafe Vanilla Latte untuk bertemu Nathan.
"Gue langsung balik ya"
"Gak mau masuk dulu?" Tanya Alea
__ADS_1
"Ogah jadi obat nyamuk loe berdua"
Alea terkekeh lalu keluar dari mobil, "hati- hati loe"
Aletta mengacungkan jempolnya lalu melanjukan mobilnya keluar dari cafe.
Alea masuk ke dalam, disana sudah ada Nathan yang menunggu dirinya, " udah lama yank?" Tanya Alea sambil menggeser kursi disebelah Nathan
"Belom kok..."
"Kamu udah pesen?"
"Udah kok, aku pesenin ice Latte buat kamu"
"Makasih yank"
Ponsel Alea berdering ada panggilan masuk dari Ferel.
"Siapa yank?" Tanya Nathan
"Ferel. Ada apa ya?"
"Angkat aja siapa tau penting"
"Halo"
"Alea loe dimana?"
"Gue di cafe Vanilla Latte"
"Gue ke sana sekarang. Ada hal penting yang mau gue omongin"
"Okay"
"Kenapa yank?" Tanya Nathan setelah Alea menyudahi telponnya
"Katanya Ferel mau ke sini ada yang mau di bahas, penting"
"Hmm"
Mereka menunggu Ferel sambil ngobrol, sudah lama Alea tidak ikut latihan karena kesibukannya di kantor jadi kangen momen bareng Nathan di sirkuit.
"Eh itu Ferel" Alea melambaikan tangannya
Ferel langsung menghampiri meja Alea dan Nathan, "Sorry ganggu waktu loe berdua"
"Nathan"
"Ferel"
Kedua lelaki itu saling berjabat tangan.
"Oh ya ada apa katanya mau ngomong?"
"Jadi gini Alea, Nathan.. beberapa hari yang lalu orangtua gue ngeliat gue jalan sama pacar gue. Dan mereka marah. Akibatnya mungkin ini juga bakal berimbas ke loe sama adik loe.. orangtua gue bersikukuh nyuruh kita buat bertunangan"
"Apa!!!!!!!" Pekik Alea dan Nathan
"Sorry Alea, gue ga maksud gara- gara kecerobohan gue semuanya jadi tambah rumit."
"Tapi Eyang belom bilang apa- apa sih cuma ngelarang pacar gue sama Aletta dateng ke rumah"
"Emang belom tapi begitu orangtua balik dari luar negeri mereka mau ketemu sama Eyang buat bahas rencana pertunangan ini"
Alea memijit pelipisnya pening, "terus kita harus gimana?"
"Gue belom dapet solusinya Alea, gue bingung orangtua gue ngancem bakal bikin kehidupan Selena dan keluarganya menderita kalo mereka tau gue masih pacaran sama dia dan ga mau tunangan sama loe"
"Astaga Ferel" keluh Alea
Nathan sedari tadi hanya diam menyimak, hubungannya ternyata lebih rumit dari sekedar backstreet.
*****
Aletta tiba dirumah jam 7 malam setelah terjebak macet, untung di temenin mas pacar sambil video call.
Sebenarnya Aletta tak ingin menganggu Alvaro, tapi lelaki itu bersikeras menemaninya walau jarak jauh.
"Aku udah sampe nih..."
"Oke deh, aku lanjut lagi ya."
"Okay, semangat." Aletta tersenyum lebar, "Alvaro... I miss you"
Alvaro balas tersenyum, "i miss you too"
__ADS_1
Aletta melambaikan tangannya lalu memutuskan panggilan video tersebut.
Keluar dari mobil, Aletta heran tumben pintu rumahnya terbuka. Apa ada tamu, pikirnya
Ia pun masuk ke dalam rumah sambil mengucapkan salam, "Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
"Astagfirullah.." ucap Aletta pelan kenapa dimana- mana ada dia sih.
"Al kamu udah pulang?" Tanya Reynar menghampiri Aletta
Menurut loe, jawab Aletta dalam hati mana berani dia jawab begitu langsung didepan orangtuanya bisa dipecat jadi anak nantinya.
"Al, mama aku mau ketemu kamu"
Aletta langsung menyembunyikan tangannya dibalik badan ketika Reynar ingin menarik tangannya.
"Wah ternyata lebih cantik aslinya" kata seorang wanita paruh baya
Aletta mengangguk senyum sambil menyalami wanita itu, "selamat malam Tante"
"Mama setuju Rey kamu sama Aletta" kata mama Rey
Aletta melirik mama April meminta bala bantuan sang mama dengan wajah memelas.
"Al, mandi dulu gih.. seharian kamu dari luar, pasti lengket" kata mama April
Sarang Hae mama, i love you, mama emang dabest batin Aletta
"Iya ma" jawab Aletta, " permisi semuanya" pamit Aletta yang langsung kabur dari ruang tengah
Aletta sengaja berlama- lama di kamar dengan alasan mandi, tapi setelah setengah jam mama April memanggilnya untuk makan malam bersama.
Mau tidak mau Aletta turun apalagi ada Eyang disana mana bisa ia membantah.
"Al, ini tante bawa masakan kesukaan Rey. Dicoba ya nanti kalo kamu nikah sama Rey kamu bisa masak ini buat Rey..."ujar Shintia mamanya Rey mengambil sepotong Ayam ke piring Aletta
"Rey itu suka banget makam ayam Betutu. Makanya hampir setiap hari tante masak ini buat dia. Ayo dicoba Al"
Glek!
Aletta menelan salivanya, dari tampilannya sudah menggugah selera. Mbok Sum pernah membuatnya beberapa kali tapi Aletta tidak memakannya karena pedas.
"Aletta, ayo cicipi. Ga sopan kaya gitu" kata Eyang
"Ma, Aletta ga bisa makan pedas seperti mas Ferdi." Ucap mama April yang melihat keraguan putrinya itu
"Ini ga pedes kok Jeng" kata Shintia
Melihat tatapan Eyang yang tidak bersahabat ,Aletta terpaksa menyuap potongan ayam ke dalam mulutnya
1
2
3
Wajah Aletta langsung memerah, matanya berair, dengan cepat ia meraih gelas yang berada di dekatnya langsung menenggaknya hingga tandas, "air ma...."
Mama April langsung menuangkan air ke gelas putrinya, "pelan- pelan sayang"
Aletta mengibas- ngibaskan tangannya, "pedes ma, lidah Aletta panas"
"Bentar ya sayang" mama April memanggil mbok Sum, "mbok tolong ambilin susu di kulkas"
"Iya bu"
"Sabar ya sayang" kata mama April yang tidak tega melihat wajah memerah putrinya itu.
"Ini bu" mbok Sum menyodorkan segelas susu kepada mama April yang langsung kembali diminum oleh Aletta hingga tandas
"Gimana? Masih pedes? Mau lagi?"
Aletta menggeleng, "mendingan ma" ia tidak sanggup jika harus minum lagi perutnya sudah kembung dengan cairan
"Mau lanjut makan" tanya mama April
Aletta menggeleng
"Yaudah kamu balik ke kamar kalo sakit bilang sama mama ya"
Aletta mengangguk, "maaf semuanya sudah mengganggu acara makan malamnya" pamit Aletta yang langsung naik ke lantai atas dimana kamarnya berada.
"Maaf ya Jeng, Aletta dari kecil emang ga bisa makan pedas sama sekali. Dulu waktu kecil dokter bilang dia ada alergi makan pedas jadi kita ga pernah masak pedes dirumah" jelas mama April
__ADS_1
"Tapi ini beneran ga pedes loh jeng" kata mama Shintia
Mama April mengangguk sambil tersenyum, tidak ingin menyahut