Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
58


__ADS_3

"Al maaf kita ga jadi nyari tanamannya aku harus kembali ke rumah sakit, Suter intan bilang ada kecelakaan lalu lintas banyak korban yang cedera aku harus ke rumah sakit sekarang" jelas Alvaro setelah menerima panggilan dari rumah sakit


"Yaudah gak papa, kamu pergi aja biar aku turun disini.".


"Aku antar kamu pulang"


"Jangan, nanti kelamaan. Aku turun disini aja. Kamu langsung ke rumah sakit. Disana banyak orang yang membutuhkan kamu. Aku bisa jaga diri"


Alvaro akhirnya mengalah, "tapi kamu hati- hati. Kabarin aku kalo udah dirumah."


"Kamu juga hati- hati" Aletta turun dari mobil Alvaro yang langsung melaju kencang menuju rumah sakit.


Aletta memesan taxi online, sambil menunggu ia mampir ke warung yang tak jauh dari tempat berdiri.


"Bu, air mineralnya satu"


"Ini mbak"


Aletta menerima air mineral yang di sodorkan padanya lalu mengeluarkan uang untuk membayar, "terima kasih Bu"


Taxi online yang dipesan Aletta sudah tiba ia langsung masuk ke dalam mobil dan menuju jalan pulang.


*****


Keesokan harinya sepulang dari kantor Aletta melirik ponselnya yang sejak kemarin siang sama sekali tidak berbunyi seperti biasanya.


biasanya benda pipih itu selalu bergetar atau berdering. apa ponselnya mulai rusak ya. bahkan pesan cinta dari operator seluler yang rutin mengirimkan promo atau sekedar mengingatkan kuota internet sudah dibawah rata- tata pun tidak ada. fix, handphonenya rusak!!


Pesan yang ia kirim ke Alvaro sejak kemarin juga belum di baca oleh lelaki itu.


Apa Varo sibuk banget ya, apa gue ke rumah sakit sekalian bawain dia makan, batin Aletta


Setelah berdebat cukup lama akhirnya ia memutuskan untuk piknik ke rumah sakit membawakan makanan untuk Alvaro. Ia khawatir lelaki itu sakit karena lelah bekerja.


Aletta tiba di rumah sakit, sebelumnya ia mampir ke salah satu restoran untuk membeli makanan favorit Alvaro.


Dengan langkah pelan ia masuk ke gedung bertingkat dimana orang-orang yang sakit diobati.


"Mbak Aletta"


Aletta menoleh melihat suster Intan tengah berjalan ke arahnya, "suster Intan"


"Mau ketemu dokter Varo ya, dokter Varo ada diruangannya baru selesai operasi"

__ADS_1


"Sibuk banget ya sus?"


"Iya mbak dari kemarin siang banyak pasien kecelakaan yang cedera jadi semua dokter turun tangan langsung"


Aletta mengangguk paham, kemarin ia melihat beritanya di televisi terjadi kecelakaan beruntun di jalan tol yang memakan banyak korban.


"Saya permisi mbak, mau lanjut tugas.."


"Iya,, semangat ya suster"


Suster Intan tersenyum meninggalkan Aletta karena tujuan mereka berbeda arah.


Setibanya didepan ruangan milik Alvaro, Aletta mengetuk pintu beberapa kali sebelum akhirnya masuk ke dalam karena tidak terdengar sahutan.


Aletta masih berdiri didepan pintu saat melihat Alvaro dipeluk oleh seorang wanita berjas putih, sepertinya mereka satu profesi. Aletta tidak bisa melihat wajah wanita itu karena posisi mereka membelakangi Aletta.


"Aku kangen sama kamu Var.."


Alvaro melepaskan pelukan wanita itu, "tolong jaga sikap anda dokter Vanessa"


"Kamu berubah Var, semenjak Valery meninggal kamu berubah. Apa kamu sudah tidak mencintainya lagi?" Tanya wanita bernama Vanessa itu


"Jangan bawa- bawa Valery, dia sudah tenang disana"


"Apa kamu masih belum bisa menerimaku Varo? Aku dan Valery sama.. wajah kami sama.. apa kurangnya aku Var?"


"Bohong!"


"Terserah anda mau percaya atau tidak dokter Vanessa"


"Al, aku mencintai sejak dulu, mengapa kamu selalu menghindar, Valery sudah tiada, aku bersedia menggantikannya Varo ..."


"Dokter Vanessa lebih baik anda keluar."


Vanessa menatap tajam Alvaro, "aku gak bakal nyerah buat dapetin kamu"


Begitu melihat Vanessa berbalik, Aletta langsung bersembunyi dibalik pot tanaman yang cukup besar.


Ia melihat Vanessa keluar dengan wajah kesal.


siapa dia? dan Valery, apa dia tunangannya Varo yang sudah meninggal itu? terus hubungannya apa sama tunangan Varo.. apa jangan- jangan mereka bersaudara gitu...


"Loh, mbak Aletta lagi ngapain disitu?" Tanya suster Intan

__ADS_1


Aletta kaget, ternyata ia sedari tadi belum berpindah posisi malah larut dengan pikirannya yang sudah traveling kemana- mana.


"Tadi, saya ga sengaja ngejatuhin kunci mobil saya sus, tadi jatuhnya deket sini" Aletta langsung berpura- pura mencari kunci mobilnya


"Mbak Aletta yakin kunci mobilnya jatuh?"


Aletta mengangguk, "iya tadi saya buru-buru pas angkat telpon terus jatoh"


Suster Intan tersenyum lebar, "kunci mobilnya kan di tangan mba Aletta"


Aletta melotot saat melihat kunci mobil yang sedari tadi ada di genggamannya lalu nyengir seketika, "astaga saya udah error kayanya"


"Aletta kamu disini? Suster Intan"


"Dokter Varo" suster Intan mengangguk sopan


Aletta hanya mengangkat tangannya untuk menyapa, rasanya jadi aneh setelah ia diam- diam menguping pembicaraan Alvaro dengan wanita tadi.


"Saya permisi dokter, mbak Aletta saya duluan" pamit suster Intan meninggalkan keduanya


"hati- hati suster" Aletta melambaikan tangannya pada suster Intan, berusaha menghindari tatapan Alvaro padanya


"Kamu ngapain jongkok disitu?"


"Eh... Oh nyari ini" Aletta menunjukan kunci mobilnya


"Ayo..." Alvaro menarik tangan Aletta membantu gadis itu berdiri lalu mengajaknya masuk ke dalam


ruangannya


"Al..."


"Aku mau nganterin makanan buat kamu, sekalian liat keadaan kamu takut kamu belum makan saking sibuknya"


Alvaro menjawil hidung Aletta, "pacarku perhatian sekali"


Aletta tersenyum samar, entah mengapa ia jadi merasa bersalah pada Alvaro.


"Kamu kenapa?" Tanya Alvaro yang merasa aneh dengan sikap Aletta l, seperti ada yang dipikirkan gadis itu.


"Aku gak papa."


"Yakin?"

__ADS_1


"Iya"


Alvaro mengalah, ia tidak lagi bertanya walaupun ia penasaran dengan perubahan sikap kekasihnya itu.


__ADS_2