Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
35


__ADS_3

Hari Minggu tiba!!! Nathan dan Alvaro sudah berada didepan pintu rumah calon mertuanya. Mereka tiba pukul 6 kurang 15 menit sesuai perintah papa Ferdi tempo hari mereka datang lebih cepat dari jam yang di janjikan.


Semalam Nathan menginap di apartemen Alvaro, dengan alasan ingin pergi bersama karena takut kesiangan.


Semalaman pula kedua lelaki itu tidak bisa tidur memikirkan apa yang akan di lakukan tuan Ferdinan kepada mereka.


Pikiran mereka sudah traveling kemana- mana memikirkan hari esok. Mungkinkah papa Ferdi akan menyuruh mereka melakukan hal- hal di luar nalar demi menguji ketulusan mereka.


Rasanya semakin di pikirkan semakin sakit kepala karena tidak menemukan jawaban.


Ceklek


Pintu terbuka Aletta dan Alea muncul dari balik pintu.


"Hai" sapa keduanya yang masih terlihat cantik dengan balutan pyama


"Hai sayang " sahut Nathan


Alea langsung mengajak Nathan masuk sementara Alvaro masih berdiri didepan pintu bersama Aletta.


"Ayo masuk" Aletta menarik tangan Alvaro Agar mengikutinya


Dahi Alvaro berkerut ketika Aletta menariknya ke arah tangga "Kemana?"


"Ketemu papa lah, papa udah nunggu di rooftop"


"Kita disuruh ngapain disana?" Tanya Nathan penasaran siapa tau dapet spoiler gitu


"Hmm ga di apa- apain kok yank tenang aja" kata Alea menenangkan Nathan


Mereka berempat menaiki tangga satu persatu hingga tiba di rooftop yang berada di lantai 3.


"Aku cuma boleh nganter sampe sini. Good luck ya." Ujar Aletta


Alvaro menarik nafasnya, ia gugup. Sudah pasti. Rasanya lebih menegangkan dari pada diruang operasi, fiuhh


Cup


Alvaro menatap Aletta tak percaya dengan apa yang baru saja gadis itu lakukan padanya. Seketika Senyum terbit dibibir tipisnya.


Aletta yang malu langsung kabur setelah aksi nekatnya mencium pipi kanan Alvaro,


benar- benar nekad. Pikirnya


"Yank, aku tinggal ya. Semoga berhasil" kata Alea


"Makasih yank..." Tangan Nathan masih menggenggam kedua tangan Alea. Boleh dibawa ga sih biar jadi pawang gitu, pikirnya


Nathan menghela nafas, perjuangannya dimulai. masa depan percintaannya dipertaruhkan


Alea mengecup pipi kanan dan kiri Nathan, "semangat" ucapnya


Nathan tersenyum bahagia, rasanya seperti mendapat tambahan energi. Energi cinta maksudnya. hehe


"Bismillah"


Keduanya melangkahkan kaki masuk ke area rooftop ya didesain menjadi tempat bersantai yang cozy abis.



Ada dua buah meja disana. Diatas meja itu masing- masing tersedia papan catur.


Nathan dan Alvaro saling pandang seolah apa yang mereka pikirkan sama 'kita disuruh main catur?'


Masih larut dengan pikiran masing-masing, keduanya bahkan tidak sadar papa Ferdi sudah berdiri didepan mereka.


"Ehem"


Keduanya tersentak lalu tersenyum.


"Selamat pagi om"

__ADS_1


"Pagi, kalian ternyata datang lebih awal ya.. bagus." Kata papa Ferdi tersenyum singkat sedetik kemudian wajahnya berubah serius, "ga usah bertele-tele didepan kalian ada papan catur.. sudah tau toh mau ngapain?"


"Main catur om"


Papa Ferdi tersenyum, "masuk"


Glek!!


Kedua pemuda itu langsung membelalakkan matanya melihat orang yang muncul dari belakang papa Ferdi.


Buset!!! Lawan atlet catur. Ya Allah seumur hidup bisa diitung ga lebih dari lima jari gue main catur. Nyesel gue selalu kabur kalo papa ngajak main, tau gitu dari dulu gue tekunin, keluh Nathan dalam hati


Wajah Alvaro terlihat datar namun tidak dengan hatinya , ia sibuk mengingat- ingat kapan terakhir dirinya bermain catur


Ini kalo lawannya profesional begini bisa langsung kalah telak!! Pikirnya


"Ayo silahkan duduk, kita mulai pertandingannya" kata Papa Ferdi


Permainan dimulai masing-masing melawan pemain catur profesional yang sengaja didatangkan oleh papa Ferdi sebagai ujian penerimaan calon menantu.


15 menit awal permainan masih terlihat santai, bahkan mereka saling berkenalan dan bercerita kesibukan masing-masing hingga 15 menit kedua rasanya kepala Nathan mulai berdenyut nyeri memikirkan strategi menyerang lawan.


"Sambil main, om mau ngasih kalian beberapa pertanyaan. Jawab dengan jujur" kata papa Ferdi


Buset!!!! Lagi mumet dikasih pertanyaan ya Gusti beri hamba pencerahan, batin Nathan


"Buat Nathan, apa yang kamu suka dari Alea?" Tanya papa Ferdi


Peluh membasahi kening Nathan, pertanyaan awal ini masih mudah baginya, "saya suka sama Alea karena dia unik om, dia beda dari perempuan lain. Dia tekun dan berkomitmen."


Papa Ferdi mengangguk lalu beralih pada Alvaro, "kalo kamu Varo apa yang kamu suka dari Aletta?"


"Semua yang ada pada Aletta saya suka om."


Papa Ferdi geleng-geleng kepala mendengar jawaban singkat Alvaro. Sesuai informasi yang ia dapat pemuda itu dingin, irit bicara dan to the point.


Permainan semakin rumit, rasanya kalau bukan lagi berjuang dapetin restu dengan senang hati mereka berdua menyerah tanpa syarat.


"Ga masalah om, saya menikah sama Alea karena saya cinta sama dia, masalah keturunan kita cuma bisa berusaha selebihnya udah ada yang ngatur om" Jawab Nathan


" saya ga masalah om, lagi pula menikah ga melulu harus punya anak. Saya ga mau membebani Aletta setelah menikah harus punya anak, saya maunya setelah menikah nanti Aletta bebas mengejar mimpinya. Masalah ga bisa ngasih keturunan kita masih bisa berusaha om, teknologi udah canggih, selain itu kita juga bisa program bayi tabung atau mengadopsi anak.." ujar Alvaro


"Kalo kalian dipaksa nikah lagi, gimana?"


"Maaf om saya ga bisa, prinsip saya menikah sekali seumur hidup" jawab Alvaro tegas


"Sekali pun Alea maksa, saya tetap pada pendirian saya om.. saya hanya akan menikah sekali seumur hidup dengan wanita yang saya cintai" ujar Nathan


Papa Ferdi tersenyum puas, "kalian berdua berdiri"


Walaupun bingung tak urung keduanya mengikuti perintah papa Ferdi.


papa Ferdi tersenyum penuh makna, "jagain anak om ya.. jangan coba-coba bikin mereka nangis apalagi nyakitin mereka"


"om"


"Bulan depan ikut om ke Jogja kita kenalan sama Eyang Gyatri"


Nathan mengedipkan matanya beberapa kali, ia tidak salah dengar kan?


"Om udah ngasih restu?" Tanya Alvaro


Papa Ferdi mengangguk


"Makasih om.. makasih banyak. Saya janji om bakal menjaga kepercayaan om" ucap Nathan terharu


"Om percaya kalian anak baik, jangan lupa pesen om"


"Insyaallah om" kata Alvaro


Papa Ferdi merangkul kedua calon menantunya itu. Permainan tidak dilanjutkan hanya sekedar intermezo dari papa Ferdi untuk calon menantunya.

__ADS_1


****


Selesai ujian kenegaraan penerimaan calon menantu di keluarga Ferdinan, mereka semua kini tengah sarapan pagi bersama.


Akhirnya ujian penerimaan calon menantu idaman tahap pertama keduanya dinyatakan lolos, tapi tunggu dulu masih ada sesi yang lebih menegangkan yaitu bertemu Eyang putri.


Berdasarkan desas desus Eyang sudah punya kandidat terkuat untuk jadi calon cucu menantunya.


"Abis ini mama sama papa mau keluar kota, kalian berdua Baik- baik di rumah. Asisten papa akan menghandle urusan kantor" kata papa Ferdi usai sarapan


"Siap bos" sahut keduanya bersamaan


"Yaudah mama siap- siap dulu. Inget pesen mama tadi..."


"Jangan pulang malem- malem, jaga diri baik- baik, pacaran jangan kebablasan dan jangan lupa sholat" ucap keduanya kompak


"Good girl.. papa tinggal ya.. Nathan, Varo om titip mereka. Inget jangan macem-macem sama anak om" papa Ferdi memperingatkan keduanya


"Siap om"


Papa Ferdi dan Mama April pergi ke kamar mereka meninggalkan keempat anak muda yang masih sarapan bersama.


****


"Gimana tadi?" Tanya Aletta yang sedang sibuk menghias cupcake yang baru saja matang beberapa saat yang lalu


"Rasanya mumet lebih mumet dari ngerjain tugas akhir pas kuliah dulu."


"Maafin papa ya,.." Aletta jadi tak enak hati


"Kenapa harus minta maaf, wajar kok. Papa kamu sayang sama kamu makanya kaya gitu. Mungkin nanti kalo aku punya anak gadis aku bakal ngelakuin yang lebih dari itu"


"Ck! Ngaco deh"


Alvaro terkekeh, " lega juga rasanya udah direstuin sama papa kamu. Nantinya secepatnya kalo orang tua aku udah pulang dari Kanada aku mau ngelamar kamu"


Pipi Aletta bersemu merah, "ngelamar?'


Alvaro mengangguk, "kenapa?


Aletta menggeleng, " gak papa sih"


Aletta kembali berkutat dengan cupcake miliknya sementara Alvaro masih setia menunggu sambil bermain game di ponselnya.



rin_Aletta ciee yang abis ujian penerimaan calon mantu 🥳🥳🥳 welcome to ferdinan's family @alvarowilliam


❤️ Like by alvarowilliam and 987.322 others


alvarowilliam 🤪🤪🤪


Iam_anggaprawira wis gimana bro, lancar?


andin_citra hangout yukk????


aleaaprilia welcome to Ferdinan's family


nathannavelino 😝


haterscecan alay!!!


Peninggibadan yang mau tinggin kaya pacarnya @rin_aletta yuk diorder!!!


FansAlvaro hiks potek hati aku bang melihatmu bersama dia 😭😭😭


bobbypramana dia siapa Al @rin_aletta


Olshopcantiq pasangan kaporit ceweknya cantik cowoknya ganteng


Fanscecan aaaa akhirnya di public.. selamat ya kakak cantik🥰

__ADS_1


Alvarocalonimamku aku belum rela😭


__ADS_2