Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
56


__ADS_3

Selesai makan Aletta mencari permen di dalam tasnya, tapi ia tidak menemukannya. Ia butuh sesuatu yang manis.


Alvaro yang sempat izin ke toilet kembali sambil membawakan es krim coklat untuk kekasihnya itu. Ia tahu kebiasaan gadis itu yang selalu mencari makanan manis setelah makan.


Ia pernah bertanya apa alasannya dan Aletta berkata jika setelah makan ia akan merasa mual dan butuh makanan manis untuk menghilangkan rasa mualnya itu.


Melihat es krim didepannya Aletta langsung tersenyum, "makasih"


Alvaro mengangguk, "abisin"


"Eum"


"Gila, loe ga kenyang apa udah makan banyak sekarang malah makan es krim" cibir Nadine


Aletta mengacuhkan cibiran Nadine baginya es krim dihadapannya lebih menarik dari pada meladeni gadis itu.


"Justru mamy khawatir sama kamu Nad, kamu makan dikit banget" kata mamy Alda


"Gak mih, Nadine kenyang kok.." Nadine benar-benar menghindari makanan berkalori tinggi demi menjaga berat badannya


"Loe ga takut gendut apa?" Nadine masih berusaha mengganggu Aletta


Aletta menggeleng


"Gue yakin pulang dari sini loe pasti muntahin semua makanan loe lagi, loe cuma pura-pura makan banyak di depan orang buar di puji makan banyak tapi tetep langsing"


Aletta memutar bola matanya jengah, dikepalanya kini sudah tersusun kata demi kata untuk membalas ucapan jelmaan Mak lampir itu.


"Abisin abis itu pulang" kata Alvaro yang langsung memasukkan sesendok es krim ke mulut Aletta sebelum gadis itu sempat membalas cibiran Nadine


Aletta mendelik kesal sementara si pelaku hanya masih sibuk menyuapinya es krim. Maksud Alvaro baik sih supaya kekasihnya itu tidak meladeni Nadine yang jelas-jelas sedang berusaha mengganggu dirinya, Tapi ya ga begitu juga.


Nadine mencebik kesal niatnya mau bikin Aletta kesal dengan mengganggu gadis itu, ternyata malah dirinya yang dibuat kesal melihat Alvaro yang bermesraan dengan Aletta.


"******


Sorenya setelah dari rumah Alvaro, keduanya berada kini keluar untuk jalan- jalan. Rencananya mereka ingin memberi kejutan pada para teman- temen mereka bahwa Alvaro sudah kembali


...Grup NA⁵ (bukan senyawa kimia)...


^^^Aletta^^^


^^^Oiii ngumpul yuk, ^^^


Alea


Loe kemana aja dari pagi ga pulang- pulang?


Angga


Kuy di caffe nya Nathan ya


Andin


Otw


^^^Aletta^^^


^^^Biasalah mencari gebetan baru 😊^^^


Nathan


Varo, ternyata Aletta tidak setiah


Angga


Loe sih Var kelamaan di sana.

__ADS_1


Andin


Kenalin Ta, cakep ga?


^^^Aletta^^^


^^^Cakep banget😍^^^


^^^Gue otw ya^^^


Aletta terkekeh sambil membalas pesan teman- temanya di grup sementara Alvaro fokus menatap ke arah jalan


"Kita ke Caffedia"


Alvaro mengangguk, matanya terus menatap jalan yang masih basah karena guyuran hujan "Apa selama aku ga ada Nadine selalu gangguin kamu?"


"Lumayan sering kalo ga sengaja ketemu. kayanya Dia suka sama kamu lebih dari seorang kakak deh"


"Perasaan kamu aja kali"


"Seriusan, dia tuh hmm apa ya namanya terobsesi sama kamu. kaya ga rela kamu deket sama siapapun kecuali dia "


Alvaro tersenyum samar menanggapi ucapan Aletta, bukannya ia tidak tahu tapi ia tidak ingin meladeninya. Lagi pula mereka bersaudara dan dirinya menganggap Nadine seperti adiknya sendiri tidak lebih.


"udah biarin aja"


"kamu mah, aku serius tau..."


"ya terus mau diapain?"


"yaudah deh biarin aja" kata Aletta pasrah toh diladeni pun tak ada habisnya. mungkin Nadine perlu di ruqyah


Tiba di Ceffedia, Aletta turun lebih dulu menunggu Alvaro yang sedang mengangkat telpon.


Beberapa pengunjung memperhatikannya terutama yang berjenis kelamin laki- laki, bahkan ada yang terang- terangan menggodanya


"Manies, kenalan yuk?"


"Nungguin abang ya!"


"Sayang, maaf lama" Alvaro langsung merangkul Aletta dan memberi tatapan tajam begitu ada yang mendekati kekasihnya


"yah, ada pawangnya kuy cabut!!!"


Aletta mengulum senyum saat beberapa pemuda yang menggodanya tadi langsung bubar.


"Apa selama aku ga ada banyak yang gangguin kamu?"


"ga juga sih"


Alvaro masih merangkul Aletta sampai masuk ke dalam.


"Alvaro!!!!!!" Pekik Andin yang lebih dulu melihat keduanya masuk


"Kampret!!! Balik ga ngasih tau. Ini lagi satu pas gue tanya kemaren loe kapan pulang dia bilang ga tau" omel Nathan, "padahal gue mau nitip baju"


"Ohh jadi loe pergi pagi- pagi tadi karena mau jemput Varo" Alea berdecak sebal


"Varo my best Friend" Angga langsung merangkul sohibnya itu


Karena heboh sebagian pengunjung terusik terutama pengunjung perempuan yang matanya langsung seger pas liat yang kinclong bin good looking gimana gitu


"Eh liat ke arah meja 17 deh banyak cogan"


"Demi dewa kaya artis"


"Gans banget, jadiin story ahh"

__ADS_1


"Jadi penelitiannya udah kelar?" Tanya Nathan


"Dibilang kelar kayanya belom sih, belom uji coba juga. Karena kondisi om Dito yang udah ga stabil lagi. Mungkin setelah pulih nanti bakal dilanjutin"


"Loe berangkat ke Jerman lagi dong" Ujar Angga


Alvaro menoleh pada Aletta, "tergantung Aletta nanti mau ikut gue apa enggak"


Yang ditatap cuma malu- malu meong pengen dimasukin ke karung.


"Cie Aletta.."


"Akhirnya obat nyamuk udah pensiun juga"


"Sumpah pacar loe kasian banget Var, kita pacaran dia cuma diem main hape doang" ledek Nathan


"Dasar kaleng" Aletta langsung menepuk bahu Nathan


"Heh, durhaka loe ya jadi adek ipar!!!"


"Loe yang mulai duluan"


"Yank, adek kamu tuh" adu Nathan pada kekasihnya


"Aku ga ikutan yank" Alea sibuk dengan ponselnya. bukan hal baru pasalnya kedua orang itu kalo sudah bertemu entah mengapa jadi kurang akur.


Aletta menjulurkan lidahnya meledek Nathan.


"jitak nih"


"Loh kak Varo disini juga?"


"jelmaan jin dateng lagi" bisik Andin


" Kebetulan banget ya kak kita ketemu lagi jangan- jangan kita jodoh lagi kak" Nadine langsung menarik kursi disebelah Alvaro diikuti Renata dan kedua pengikut setianya


"Bukan kebetulan tapi elonya aja yang ngebuntutin kita" cibir Aletta


"dih siapa juga yang ngebuntutin kurang kerjaan banget gue"


"emang loe kurang kerjaan"


"Kalo gue jodoh sama kak Varo loe mau apa?" Tantang Nadine


"Ga mungkin!!"


"Kenapa ga mungkin, di dunia ini ga ada yang mustahil"


"Tapi pengecualian buat elo Markonah. Kaya ga ada cowok lain aja, dia sepupu loe yang pasti baik orang tua loe mau orangtua Varo ga bakal ngasih restu" sahut Aletta kesal


Alvaro berusaha menenangkan Aletta yang kesal dengan Nadine, "Al udah jangan di ladenin.."


"gak bisa" bantah Aletta


"Nad kalo loe cuma mau bikin keributan mending pindah aja deh masih banyak tepat juga" kata Nathan yang ikut kesal mendengarnya karena Nadine kini terang- terangan mengakui perasaannya pada Alvaro yang notabene masih sepupunya


"Apaan sih kak! Kok loe belain cewek itu dari pada adek loe sendiri"


Alea yang berada disebelah Nathan menggenggam tangan lelaki itu agar tidak tersulut emosi, "yank.. tahan emosi kamu..." Bisik Alea


"Belain aja pacar loe sama Adiknya itu. Loe emang udah buta kak, orang lain dibela giliran adik sendiri disalahin"


"udah- udah jangan pada ribut, ga enak diliatin pengunjung lain" Angga berusaha menengahi jangan sampai terjadi perang dunia disini


"dia duluan tuh" Nadine menunjuk Aletta


"lohh kok..." Alvaro membekap mulut kekasihnya itu agar menyudahi ajang adu mulut dengan Nadine, "Nadine bisa diem Enggak!

__ADS_1


Nadine mendesis pelan, mau tidak mau ia diam. dari pada diusir mending tahan aja dulu biar bisa nempel sama Alvaro


__ADS_2