
hari terus bergulir tidak terasa sudah dua Minggu berlalu, masih tidak ada perubahan yang terjadi pada Aletta. Seperti biasa selepas pulang kerja Alvaro menemani isterinya setelah menengok kedua bayi kembar mereka.
"Al.. kamu tau anak sudah berusia dua minggu sekarang dan sudah dua Minggu juga kamu masih betah tidur begini. Apa kamu ga capek Al tidur terus kaya gini? Apa kamu ga kangen sama aku, hm?"
"Kamu sekarang jadi manja ya Al, setiap hari aku yang mandiin biasanya juga kalo diajak mandi bareng kamu pasti ga mau Al..."Alvaro tertawa getir dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya, ia tidak malu jika ada orang yang akan mengejeknya dengan sebutan lelaki cengeng sebab demi apapun kalau orang itu berada diposisi tidak mungkin ia tidak merasakan sedih kecuali hatinya sudah sekeras batu.
Alvaro naik ke atas ranjang merebahkan dirinya disebelah Aletta, hampir setiap malam selama menjaga Aletta ia tidur diranjang yang sama sambil memeluk istrinya itu berharap saat ia bangun Aletta sudah membuka matanya seperti yang biasa mereka lakukan sebelum kecelakaan itu menimpa Aletta.
Alvaro mengecup lembut tangan istrinya itu, "aku harap besok pagi saat aku bangun kamu juga udah bangun ya Al.. good night Momma" ucap Alvaro Sebelum memejamkan matanya
****
Tidur Alvaro terusik karena sentuhan lembut di pipinya. hanya terusik tapi sama sekali tidak terbangun. bahkan ia mengeratkan pelukannya di pinggang ramping isterinya.
Pintu ruangan itu terbuka, disana ada dua orang berjas putih yang langsung terdiam dengan mulut menganga. dengan perlahan keduanya mendekati ranjang dimana sepasang suami istri itu tengah tidur berpelukan. Bukan hal yang aneh karena mereka sudah terbiasa melihatnya. namun kali ini berbeda, jika biasa hanya si lelaki yang memeluk kali ini pelukan itu berbalas.
"Ale-"
Gadis itu menggeleng memberikan isyarat pada kedua orang itu yang tak lain adalah ibu dan ayah mertuanya untuk tidak berisik.
Alda dan Albert mengangguk sambil menangis haru, mereka mengerti pasti menantunya itu ingin memberikan kejutan pada orang yang sedang dipeluknya itu perlahan mereka meninggalkan ruangan.
Aletta
Perempuan cantik itu kini sudah membuka matanya, ia telah sadar setelah dua minggu yang lalu mengalami kecelakaan lalu dinyatakan koma oleh dokter.
"Kak Varo" Aletta mendekatkan wajahnya mengecup singkat bibir Alvaro.
Merasakan ada sentuhan hangat di bibirnya Alvaro membuka matanya perlahan, rasanya ia seperti sedang bermimpi kembali pada masa sebelum Aletta dinyatakan koma, setiap pagi saat membuka matanya ia mendapati Aletta tengah tersenyum sambil menatapnya.
Jika ini mimpi Alvaro tidak ingin bangun untuk sementara waktu. Ia ingin menikmati saat-saat bertatapan dengan mata coklat milik istrinya itu, tatapan yang sangat ia rindukan.
Sebelah tangan Aletta mengusap pipi Alvaro yang langsung dikecup oleh si empunya, "makasih ya kak"
Alvaro tak menjawab, ia hanya terus menatap Aletta dengan mata sendunya.
"Kak"
Tidak ada jawaban.
__ADS_1
"Kak Varo!!!"
Lagi, tidak ada jawaban dari Alvaro, lelaki itu masih sibuk memperhatikan Aletta.
Aletta yang gemas mencubit pipi Alvaro yang terlihat lebih tirus dari terakhir yang diingatnya karena sedari tadi panggilannya diabaikan, "kak Varo, ikhhhh"
Alvaro meringis sambil mengusap pipinya. Ia mengedipkan matanya berkali- kali lalu merubah posisinya menjadi duduk. Ia menepuk pipinya kuat, pandangannya tidak berubah. Apa yang ia lihat beberapa menit yang lalu bukanlah mimpi apalagi khayalannya.
"S-sayang?"
"Iya kak Varo"
Alvaro memeluk Aletta sambil menangis haru "Ka-kamu beneran udah sadar? Ini ga mimpi kan?"
"Kamu ga lagi mimpi kak, ini aku Aletta."
"Kamu beneran udah bangun kan Al,. Aku ga lagi mimpi kan sayang?"
"E-enggak.. tapi kak Varo ini sakit. Kakak meluknya terlalu erat"
Alvaro melepaskan pelukan diciumnya seluruh bagian wajah Aletta hingga si pemilik wajah hanya tersenyum geli, "aku panggil dokter dulu.."
Alvaro terkekeh tak lama kedua orangtuanya muncul dari balik pintu, "Mih, pih Aletta udah sadar" kata Alvaro sambil memeluk kedua orangtuanya secara bergantian.
"Iya sayang, syukur Alhamdulillah Aletta udah sadar" sahut Alda sambil memeluk putranya
Tak berapa lama kedua orangtuanya Aletta, Nathan, Alea, Angga dan Andin pun datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar Aletta sudah sadar.
Alea yang baru datang langsung memeluk Aletta, "maafin gue Al.. gue minta maaf gara-gara omongan gue loe jadi kecelakaan maafin gue karena gue loe sama anak-anak loe harus jadi korbannya"
Mendengar ucapan Alea, Aletta langsung melepaskan pelukannya. Ia meraba perutnya yang kini sudah terlihat rata. Perasaannya kini berubah menjadi cemas.
"Kak, anak kita?"
"Kamu tenang ya Al.. mereka ada. Nanti aku bakal ajak kamu buat ketemu sama mereka.
Aletta mengangguk pasrah meskipun dalam hati ia sudah sangat cemas memikirkan nasibnya kedua anaknya.
****
__ADS_1
Setelah melewati serangkaian pemeriksaan barulah Alvaro mengajak istrinya untuk menjenguk kedua buah hati mereka yang berada di ruangan bayi.
Tangis Aletta pecah dalam pelukan Alvaro saat mengetahui kondisi kedua anak mereka. Rasa bahagia bercampur dengan rasa sedih dirasakan olehnya. Bahagia merea bisa selamat namun ia juga sedih melihat kondisi bayinya yang harus lahir sebelum waktunya.
Ibu mertuanya sudah menjelaskan, bahwa kedua bayi mereka akan kembali normal sesuai dengan perkembangan usia mereka. Namun si kembar harus berada Dirumah sakit lebih lama karena mereka harus dalam pemantauan.
Alvaro mengajak Aletta untuk kembali ke kamar namun istrinya itu menolak dan memintanya untuk diajak ke taman ia sudah bosan dan badannya terasa sakit karen terus -terusan berbaring diatas ranjang rumah sakit.
"Sini" Aletta meminta Alvaro untuk mendekat, dengan patuh lelaki itu menekuk lutut untuk mensejajarkan posisi mereka
"Makasih ya kak..."
"Buat?"
"Semuanya..." Saat melakukan pemeriksaan tadi ibu mertuanya menceritakan bagaimana kacaunya Alvaro dan semua hal yang dilakukan oleh suaminya itu selama dirinya koma.
Air mata Aletta menetes sambil menatap wajah Alvaro yang sedikit berubah dari yang terakhir dilihatnya pipinya yang agak tirus, lingkar hitam dan kantung mata yang begitu jelas terlihat karena seringnya Lelaki itu begadang atau terjaga sepanjang malam menemaninya, rambutnya pun sudah mulai panjang tak terurus namun tetap terlihat tampan.
"Kok nangis sih, ada yang sakit?" Tanya Alvaro
Aletta menggeleng, "peluk" cicitnya sambil merentangkan kedua tangannya
Dengan terkekeh Alvaro memeluk istrinya itu, "makasih sudah kembali"
*****
mau promosiin tetangga baru
judul : Jungkir Balik Dunia Jihan
genre : Teen
Blurb : Jihan Arsylla atau yang kerap di sapa Jihan gadis berusia 17 tahun yang sudah menyandang status sebagai istri. Bukan karena perjodohan melainkan karena sebuah kesalahpahaman.
Dilihat dari segi manapun kedua manusia yang dipersatukan tanpa sengaja itu benar-benar berbeda 180 derajat Selain beda sifat, kehidupan disekolah mereka juga bertolak belakang Jihan si murid teladan sementara suaminya si bad boy idaman.
Ini kisah tentang jungkir balik dunia Jihan menjadi istri rahasia dari Antariksa.
jangan lupa mampir baca ya, seperti biasanya cerita dengan konflik yang gak ringan, bikin senyam- senyum ga jelas. hehe
__ADS_1