
Aletta baru saja keluar dari kelas usai mata kuliah Pengantar Bisnis. Ponselnya bergetar tertera nama "my dad" di ponselnya dengan cepat ia menggeser tombol hijau dilayar.
"Assalamualaikum pa"
"Waalaikumsalam sayang, kamu sibuk?"
"Nggak, Al baru selesai kelas pa, kayanya mau pulang"
"Papa boleh minta tolong ga nak?"
"Apa pa?"
"Kamu bisa ke kantor papa sekarang?"
"Iya pa bisa"
"Yaudah kamu ke sini ya nak, papa tunggu. Hati- hati di jalan ya. Assalamualaikum"
"Iya pa, Waalaikumsalam" Aletta mengerutkan keningnya bingung, "tumben papa nyuruh ke kantor" Aletta yang penasaran langsung memesan taxi online
****
Aletta tiba di kantor sang papa setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya.
"Selamat siang mbak Aletta" kata salah seorang security yang sudah mengenal Aletta sambil membukakan pintu
"Siang pak Karim" balas Aletta ramah
Gadis itu masuk ke dalam gedung pencakar langit milik keluarganya , Gemilang Group. Perusahaan turun temurun yang sudah berdiri hampir setengah abad, siapa yang tak kenal dengan Gemilang Group, perusahaan expor- impor terbesar di Indonesia.
Aletta langsung masuk ke dalam lift menuju lantai paling atas dimana singgasana papanya berada.
"Hai mbak Anggi, papa ada?" Tanya Aletta pada asisten sekaligus sekretaris pribadi ayahnya begitu tiba disana
Wanita berusia 35 tahun itu tersenyum ramah, "langsung masuk aja mbak, bapak susah menunggu."
Aletta mengangguk, "makasih mbak"
Gadis itu menghampiri pintu bertuliskan 'Direktur Utama' mengetuknya beberapa kali lalu masuk setelah mendengar suara dari dalam.
"Hai, pa"
Ferdi yang tengah berkutat dengan berkas mengalihkan perhatiannya, "hai sayang.."
Aletta langsung duduk disalah satu kursi didepan meja sang papa, "ada apa pa? Papa mau minta tolong apa?"
"To the point banget sih. Kenapa kamu sibuk? Ada janji sama pacar?" selidik Ferdi
"Ish... Papa, Al tuh nanya gini karena tau papa sibuk banget makanya langsung to the point."
"Bener? Bukan karena mau ketemu sama pacar kamu?" Tanya Ferdi
"Bener papa lagian Aletta ga punya pacar pa"
"Masa sih anak papa yang cantik ga punya pacar?" Ferdi mengoda putrinya itu
__ADS_1
"Berarti Aletta ga cantik pa, buktinya ga ada yang mau jadi pacar Aletta" ucapnya sambil menghela nafas
"Hush!! Sembarang.. kamu cantik sayang, sangat cantik. Mereka bukan ga mau jadi pacar kamu tapi mereka ngerasa minder sama kamu." Ucap Ferdi sambil menepuk tangan putrinya, "papa yakin suatu hari nanti akan ada laki- laki yang langsung datang minta izin ke papa buat jadiin kamu istrinya, laki- laki yang tulus mencintai kamu dan akan menjaga kamu"
"Aamiin... Udah deh pa jadi ngelantur bahas jodoh. Kembali ke topik utama, papa mau minta tolong apa ke Aletta?"
"Papa mau mulai dari sekarang kamu belajar menghandel perusahaan papa"
Aletta sudah menduga hal ini akan terjadi. Hari dimana Ferdi memintanya untuk terjun langsung membantunya mengurus perusahaan sebagaimana perjanjian mereka dulu.
Flashback on
5 tahun yang lalu
Tepat dimana kedua gadis itu masih mengenakan seragam putih abu- abu. Alea dan Aletta yang masih remaja ingin sekali seperti anak- anak seusianya bisa bebas dan berprestasi.
Malam itu keduanya memberanikan diri meminta izin kepada orangtua mereka dan Eyang Putri untuk mengejar impian mereka menjadi altet.
"Apa? Jadi Atlet??" Suara Eyang mulai meninggi
"I-iya Eyang." Kata Alea gugup
Eyang memijit keningnya, kepalanya terasa sakit begitu mendengar permintaan dari cucunya yang ingin menjadi Atlet. Dirinya tidak keberatan jika kedua cucunya itu ingin meraih prestasi di bidang akademik maupun non- akademik itu sangatlah bagus, ia pun tidak keberatan jika memang mereka ingin menjadi atlet tapi ini tidak sesuai dengan pikirannya.
Dirinya justru dibuat naik darah ketika mendengar Alea ingin menjadi atlet pembalap Nasional dan Aletta ingin menjadi altet bela diri profesional. Benar- benar diluar ekspektasinya yang mengira kedua cucunya ini lemah lembut sebagaimana selama ini selalu ia ajarkan kepada mereka.
"Tapi itu profesi laki- laki nak, Kalian ini perempuan.." Eyang tak tahu lagi harus berkata apa
"Eyang, please. Kali ini aja kasih kita kesempatan . Kita janji ga bakal ngecewain Eyang, papa sama mama" Aletta memasang wajah memelasnya
"Gila loe ngomong kagak disaring dulu, nurutin semua kemauan Eyang sama aja menyerahkan diri tanpa syarat." Bisik Aletta
"Yang penting kita dapet izin Al, lagian selama ini hidup kita juga selalu dan harus patuh kan sama kemauan Eyang.." balas Alea
Aletta menghembuskan nafasnya, yang dikatakan kakaknya itu benar. Mungkin selama hidupnya ia akan terus mengikuti keinginan sang nenek.
"Baiklah, Eyang beri izin dengan syarat kapanpun Eyang minta kalian untuk berhenti dan fokus mengurus perusahaan kalian tidak boleh menolaknya." Ucap Eyang tegas
'baik Eyang kita janji." Sahut Alea
Flashback off
"Al...Aletta.." Ferdi menepuk punggung tangan anaknya yang sedari tadi hanya diam
"Ehh.. iya pa.. maaf Al ngelamun" kata Aletta
"Papa ga minta kamu langsung menghandle semuanya, papa cuma minta kalo kamu senggang sesekali dateng ke kantor papa mau kamu belajar pelan- pelan supaya kamu ga kaget nantinya" jelas Ferdi
"Iya pa Al ngerti kok"
"So?"
Aletta mengangguk pasrah, "iya pa, nanti setiap selesai kuliah Al bakal sering ke kantor buat belajar."
"Good girl.. makasih sayang"
__ADS_1
"Sama- sama pa"
Mungkin kalo gue sibuk gue ga terlalu mikirin dokter Varo, batin Aletta
"Yuk, papa tunjukin ruangan kamu" Ferdi langsung bangkit sambil merangkul putrinya keluar dari ruangan
*****
Alea tengah mengemasi barang- barang miliknya, bersiap untuk pulang. ia berencana untuk mengajak Andin hangout nanti malam.
"Hai Lea"
Alea menoleh mendapati Andin menghampirinya.
"Panjang umur lo, gue baru aja mau nelpon lo" kata Alea yang teringat rencananya yang ingin mengajak Andin keluar malam ini.
"Nelpon gue? Kenapa? Tumben?" Cecar Andin pasalnya ia tahu Alea jarang menghubunginya kecuali ada perlu
"Heheh,,, gak papa gue cuma mau ngobrol aja."
"Yakin?" Selidik Andin
Alea mengangguk yakin, "iya, ga percaya banget sih lo sama gue."
"Mau ngobrol apa?" Tanya Andin yang kini sudah duduk disebelah tas milik Alea
Alea menggaruk rambutnya, ia bingung haruskah ia bertanya tentang Nathan pada Andin. Ia takut sahabatnya ini akan meledeknya nanti.
Tanya ga ya? kalo ga nanya gue penasaran, kalo nanya gue malu pasti Andin bakal ngeledek gue,batin Alea
"Lama banget sih Le,.lo mau nanya apa? Tentang cowok?" Tanya Andin mulai tak sabar
"Hmm Ndin..."
"Iya.."
"Lo kenal sama Nathan udah berapa lama?"
Andin terbahak setelah mendengar pertanyaan Alea.
"Kok lo malah ketawa sih?" Tanya Alea yang bingung
"Apa yang mau lo tentang Nathan?" Tanya Andin setelah berhenti tertawa
"Masa lalunya..."
"Maksud lo mantannya?" Tanya Andin yang langsung diangguki Alea.
Andin menghela nafasnya, "setau gue ya Le, Nathan punya mantan namanya Renata. Mereka putus 2 tahun yang lalu karena Rena selingkuh sama temennya Nathan. Abis putus Nathan langsung ke luar Negeri buat lanjutin S2 nya di Malaysia. Kalo kata Angga sejak saat itu Nathan ga pernah punya hubungan serius lagi sama cewek."
"Maksud lo dia trauma gitu?"
"Bisa di bilang begitu Le"
Alea menghela nafas, sepertinya perjalanan ia menaklukan hati Nathan tidaklah mudah.
__ADS_1
To Be Continue