Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
63


__ADS_3

Alea dan Nathan tengah menikmati makan malam mereka disalah satu restoran seafood.


"Yank, Varo beneran ke Jerman?" Tanya Alea penasaran


"Enggak, aku cuma ngerjain Aletta doang" Nathan nyengir memamerkan giginya yang tersusun rapi


"Jail kamu yank, aku ga ikutan kalo Aletta ngambek sama kamu ya"


"Gak papa yank, yang penting mereka baikan. Lagian selama ini mereka juga sering bantuin kita kalo lagi berantem jadi gantian."


"Iya sih kamu bener. Oh ya yank Vanessa itu beneran kembarannya almarhum Valery?"


Nathan mengangguk, "dia kakaknya Val, Nessa itu dulunya suka sama Varo tapi Varo sukanya sama Val dan jadian sama Val setelah lulus SMA."


"Tapi kalo dia..."


"Kamu tenang aja, Valery sama Vanessa itu memang secara wajah mirip banget, tapi kalo sifat mereka berdua berbeda. Alvaro udah move on dari Val, dia udah menentukan masa depannya sendiri jadi ga mungkin dia bakal berpaling ke Vanessa cuma karena wajahnya mirip Val."


Alea tersenyum lega setidaknya apa yang dia pikirkan itu tidaklah benar.


"Nathan"


Nathan menoleh merasa ada yang memanggil namanya, "astaga Dira" Nathan bangkit lalu mereka berdua berpelukan, "apa kabar?"


"Gue baik, loe gimana?"


"Baik juga. Loe kok ada disini bukannya di luar negeri ya?" Tanya Nathan


"Iya, gue pindah ke sini sekarang"


Alea membuang muka setelah memperhatikan interaksi yang membuat matanya sakit, bisa- bisanya Nathan seakrab itu dengan seorang perempuan, pelukan segala lagi.


"Eh iya, Ra kenalin ini Alea.. dan Yank ini Nadira temen kecil aku sama Varo"


"Halo gue Nadira"


"Alea"


Keduanya bersalaman lalu tersenyum.


"Oh ya gue duluan ya Alea, Nathan..."


"Kok buru- buru banget?" Tanya Nathan


"Iya, gue ada janji sama orang. Gue duluan ya. Bye"


"Nad, tunggu" kata Nathan


"Kenapa?"


"Tukeran nomer telpon, lain kali kita hangout bareng sama Varo, Angga."


Nadira mengangguk lalu menekan beberapa nomor di ponsel Nathan dan memberikannya, "gue duluan ya"


"Hati-hati" Nathan melambaikan tangannya dengan wajah bahagia


"Seneng banget kamu yank?"


"Iya yank, aku seneng bisa ketemu lagi sama Dira. Kamu tau aku, Varo, Nadine udah temenan dari kecil sama Dira karena kita tetangga. Tapi dia pindah ke luar negeri pas lulus SMP awalnya masih kontekan tapi lama-lama hilang kabarnya.. eh sekarang malah ketemu lagi."


"Oh begitu" Alea tidak tahu harus menanggapi seperti apa, rasanya melihat Nathan begitu bahagia Ketika membicarakan teman kecilnya itu hati Alea menjadi panas.


"Yank aku udah kenyang" kata Alea


"Bentar, aku bayar bill dulu"


Setelah membayar semua tagihan, Nathan mengantar Alea pulang.

__ADS_1


****


Keesokan harinya, Nathan yang sudah mulai mengurus perusahaan milik sang ayah harus disibukan dengan berkas- berkas yang sudah menumpuk diatas meja.


Setelah usaha bengkelnya maju, ayah Nathan melebarkan sayap bisnisnya ke perusahaan periklanan, nanti perusahaan ini akan diberikan pada Nadine tapi gadis itu belum mau menekuninya jadilah Nathan yang mengambil alih sementara waktu.


"Astaga bisa botak gue ngerjain beginian sendiri" keluh Nathan


Tok.. tok


"Masuk" sahut Nathan tanpa menolehkan wajahnya ia terlalu sibuk berkutat dengan laporannya.


"Permisi pak, hari ini ada interview dengan calon asisten baru bapak yang menggantikan pak Dewa"


"Oke suruh dia masuk sekarang."


"Baik pak"


Nathan masih sibuk dengan laporannya saat calon asisten barunya sudah berdiri didepan


"Selamat pagi pak"


"Pagi" Nathan mendongak, "astaga Nadira"


"Nathan.. eh pak Nathan maksudnya" kata Nadira yang sama terkejutnya dengan Nathan


"Jadi loe calon asisten baru gue" kata Nathan


"Iya pak"


"Ga perlu formal Ra..."


"Tetep aja ini di kantor Nat, apa kata karyawan loe nantinya"


Nathan terkekeh membaca dokumen yang disodorkan Nadira padanya.


Nathan tertawa, "ini perusahaan bokap gue, masa loe lupa nama bokap gue.. parah loe"


"Gue ga tau nama lengkapnya."


"Sekarang gue yang ambil alih perusahaan ini, bokap gue fokus di bengkel"


Nadira mengangguk, "jadi gimana pak?"


"Ga usah pake interview segala, loe gue terima jadi asisten pribadi gue"


"Serius Nat? Maksih banyak ya Nat. Gue janji bakal kerja dengan baik dan ga ngecewain loe"


"Harus itu. Btw loe disini sama siapa?"


"Nyokap"


"Tante Elma apa kabar? Gue udah lama ga ketemu beliau"


"Baik Nat. Mama Nia gimana?"


"Baik, Alhamdulillah baik. Kapan-kapan main ke rumah mama pasti seneng ketemu loe lagi."


"Iya.."


"Yaudah loe bisa mulai kerja hari Senin. Maaf ganggu waktu libur loe buat interview."


"Bos aneh.. yang namanya interview kapan aja sesuka hati yang punya perusahaan lah kenapa harus minta maaf sama peserta coba."


"Iya juga sih. Hahahah"


Nadira hanya geleng-geleng kepala, dasar Nathan tidak pernah berubah, pikirnya

__ADS_1


"Oh ya gue mau ketemu sama Angga sama Varo. Loe ikut ya?"


"Tapi Nat..."


"Udah ayo, gue mau bikin surprise buat mereka. Pasti kaget banget ketemu sama loe"


Nadira pasrah ketika Nathan menyeretnya untuk ikut menemui kedua sohibnya itu.


****


Nathan dan Nadira lebih dulu tiba di Caffedia, ia menyuruh Nadira untuk bersembunyi saat Alvaro dan Angga datang.


"Ganggu libur orang aja loe" keluh Angga


"Gue punya suprise buat loe berdua. Loe pasti seneng banget" kata Nathan sumringah


"Apa?" Tanya Alvaro yang tidak sabar, ia ingin segera pulang dan melanjutkan tidurnya mumpung libur


"Nad..."


Nadira keluar dari balik meja kasir tersenyum menatap kedua temannya yang tercengang.


"Nadira!!!!!"


Angga dan Alvaro gantian merangkul Nadira. Mereka sudah bersahabat sejak lama.


"Loe apa kabar? Gila pangling gue, loe berubah banget" kata Angga berdecak kagum


dulu Nadira gadis tomboi dengan rambut yang tidak pernah lewat dari bahu kini gadis itu berubah menjadi lebih feminim dengan rambut coklatnya yang panjang dan polesan makeup di wajahnya yang dulu Angga ingat gadis itu tidak pernah menyentuh yang namanya makeup


"Baik, loe gimana?"


"Gue baik."


"Loe apa kabar Var?" Tanya Nadira


"Gue baik"


"Varo yang paling sibuk diantara gue sama Angga.." kata Nathan


"Oh ya"


"Emm" Angga mengangguk, "dokter mah begitu ga punya waktu"


"Serius? Ga heran sih keluarga Varo dokter semua" kekeh Nadira


Alvaro hanya tersenyum, "begitu lah"


"Gue ke toilet bentar ya" pamit Nadira


"Oh ya Var gimana? Udah baikan sama Aletta?" Nathan menggerakkan kedua alisnya


"Tega loe Nat, dia sampe lari hujan-hujanan ke apartemen gue.."


"Hah? Serius loe Var?" Pekik Nathan


Alvaro mengangguk, "jalanan macet, dia nekat turun dijalan terus lari ke apartemen gue. Untung gue pulang cepet kalo enggak ..."


"Sorry Var, gue spontan aja. Tapi yang penting loe sama dia udah fine- fine aja kan?"


Alvaro mengangguk


"Eh loe berdua jadi nanti malam pertemuan keluarga?" Tanya Angga yang inget beberapa waktu lalu keduanya pernah bercerita tentang undangan makan malam dirumah papa Ferdi


"Jadi, kok. Mamy sama papy bisa Var?" Tanya Nathan


"InsyaAllah bisa, udah gue bilang dari jauh- jauh hari supaya bisa kosong jadwal buat nanti malem"

__ADS_1


"okelah, janjian ya biar sampenya bareng" kata Nathan


__ADS_2