Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
45


__ADS_3

Jam istirahat kantor tiba!! waktunya mengisi energi dengan makan siang. seperti yang di lakukan Alea, Aletta dan papa Ferdi yang sedang makan bersama di kantin.


Gemilang Group memfasilitasi semua karyawannya mendapat makan siang di kantin perusahaan .


Bahkan menunya makanan yang disajikan beragam setiap harinya membuat para karyawan merasa tidak bosan dan betah untuk tidak jajan diluar.


selain itu ada fasilitas lainnya seperti gym untuk para karyawan yang ingin berolahraga. yang kapan pun mereka bisa ggunakan dan juga fasilitas kesehatan yang disediakan oleh Gemilang group untuk karyawannya yang sakit agar dapat ditangani langsung oleh dokter.


"Silahkan pak" kata pak Salim selaku koki di kantin


"Makasih pak Salim" ucap papa Ferdi


Hari ini menunya nasi ayam Hainan dan sayur capcay. Benar- benar menggugah selera


"Eum masakan pak Salim emang markotop deh. Gue mau bungkus boleh ga ya" ujar Alea


"Mbok Sum juga bisa kali Le bikin beginian" sahut Aletta


"Oh ya pah nanti malem jangan lupa di Hotel Grand Prix jam 7" Alea mengingatkan papa Ferdi untuk tidak lupa datang ke acara yang sudah di rancang khusus untuk perayaan anniversary papa Ferdi dan mama April


Ga lucu kan kalo yang jadi bintang utamanya justru malah tidak hadir


"Iya sayang nanti papa sama mama langsung ke hotel" jawab papa Ferdi


"Langsung ya pa, jangan dandan dirumah udah kita siapin semuanya di hotel." Kata Aletta


"Iya sayang papa yang bawel" papa Ferdi mencubit pipi kedua putrinya dengan gemas


"sakit pa" ucap keduanya bersamaan


papa Ferdi hanya terkekeh, rasanya senang sekali menjahili kedua putrinya itu.


"Selamat siang om"


Papa Ferdi menoleh agak terkejut melihat Reynar disana, " selamat siang nak Rey. Ada apa?"


"Gak papa om saya cuma mampir pengen ketemu Aletta"


Aletta yang sedang minum air putih langsung tersedak mendengarnya


Uhuk... Uhuk


"Al.. pelan- pelan" Alea mengusap punggung adiknya itu


"Kamu baik- baik aja kan sayang?" Tanya papa Ferdi khawatir


"Al gak papa pah" jawab Aletta


"Sorry Al..."


Aletta hanya mengangguk


"Silahkan duduk nak Rey" kata papa Ferdi menyuruh Reynar duduk


"Makasih om" Reynar menarik kursi kosong yang masih tersisa satu


Haduh males banget gue, batin Aletta


Aletta melirik Alea meminta kakaknya untuk melakukan sesuatu, agar tidak terjebak bersama lelaki bawel didepannya itu.


"nak Rey kalo mau makan om minta pak Salim bawakan" tawar papa Ferdi


"terima kasih om saya udah makan siang tadi." kata Reynar sopan


papa Ferdi mengangguk kembali melanjutkan makan siangnya


"Aletta suka makanan apa om?" Tanya Reynar


"Hmm anak- anak om ga pilih- pilih makanan kok." Jawab papa Ferdi


"Hmm kalo..."


Ponsel Aletta bergetar di kantongnya, "pa permisi mau angkat telpon dulu" pamit Aletta langsung kabur


"Pa, Alea juga permisi udah selesai mau lanjut kerja" Alea langsung pergi tak ingin berlama- lama disana.


"Maaf ya nak Rey"


"Gak papa om" Reynar tersenyum

__ADS_1


"tadi nak Rey mau tanya apa?"


"Apa bener Aletta sudah punya pacar om?"


Papa Ferdi mengangguk, "sudah"


"Siapa om? Emm maksud saya apa mereka satu profesi?"


"Pacarnya Aletta dokter."


"Apa om merestui mereka?" Tanya Reynar hati-hati


"om Sudah merestui, mereka pemuda yang baik."


"Tapi om..."


"Nak, om cuma mau yang terbaik buat anak- anak om. Mungkin kamu masih punya kesempatan kalo Anak om suka sama kamu dan kamu adalah laki- laki yang baik untuknya bisa melindunginya, mencintainya dan bisa di percaya, om akan merestui. Semuanya terserah Aletta karena dia yang menjalani. Kamu ngerti kan maksud om?"


Reynar mengangguk, "saya paham om"


Gue pasti bisa meluluhkan hatinya Aletta, batin Reynar


*****


Pulang kantor Alea dan Aletta langsung bersiap. Masih tersisa dua jam lagi sebelum acara.


Niatnya mau pulang cepet tapi si Reynar ada dimana- mana membuat Aletta harus main kucing- kucingan biar bisa kabur dari tuh cowok.


Bener- bener kurang kerjaan, pikir Aletta.


Setelah ritual mandi kembang 7 rupa, Alea kini tengah memoles wajah cantiknya dengan beberapa make up ternama.


Rambut panjangnya ia buat sedikit bergelombang dan menambah sedikit aksesoris berupa bando silver dengan hiasan bunga-bunga. Setelah selesai Alea memakai gaun yang diberikan oleh mamanya lalu memilih open to ankle strap heels berwarna silver yang menambah kesan elegan padanya.


Tok.. tok


"Iya"


"Non, den Nathan udah di depan"


"bentar lagi Alea turun, makasih mbok"



Tuk


Tuk


Tuk


Suara heels menuruni tangga, Alea turun dengan anggunnya. Tersenyum menatap kekasihnya yang sangat tampan hari ini dengan balutan jas berwana biru.


Alea terpukau dengan penampilan Nathan hari ini, bagaimana tidak ini pertama kalinya bagi Alea melihat Nathan dengan setelan formal seperti ini, bener-bener berbeda dari yang biasa Alea lihat. Nathan sangat tampan.



"Kamu cantik yank"


"Kamu juga ganteng banget"


Saat keduanya saling memuji Alvaro datang datang dengan setelan formalnya yang sama dengan Nathan kenakan karena hari ini keduanya di daulat menjadi groomsmen bersama dengan Angga yang mungkin sudah lebih dulu meluncur ke tempat acara.



"Wih brooo" Nathan langsung adu tos dengan Alvaro


"Aletta buruan. Alvaro udah nunggu nih!!!!" Teriak Alea


"Iya!!!!"


Terdengar derap langkah kaki orang berlari menuruni tangga dengan terburu- buru membuat ketiga orang yang menunggu mendongakkan kepala mereka ke arah tangga.


Buk!!!


Aletta menjatuhkan sepasang Sling back shoes berwarna cream ke lantai lalu memakainya.


Alea melongo seketika melihat penampilan adiknya yang cantik dengan gaun putih dan rambut panjang ikalnya di ikat setengah tersenyum lebar sambil memasang tali sepatunya


"Lo ngerusak image deh Al" gerutu Alea yang melihat adiknya

__ADS_1


Gimana ga merusak penampilan kalo dari atas sampe lutut udah cantik eh turun tangga malah nyeker plus sepatunya di tenteng ditangan. hadeh Aletta


"Hehehe takut jatoh gue.." cengir Aletta yang langsung merapikan rambutnya, "yuk gue udah siap"



...(abaikan mic) ...


Mereka mengangguk langsung berangkat dengan pasangan masing- masing. Alea menggandeng tangan Nathan mereka jalan lebih dulu keluar meninggalkan Aletta dan Alvaro.


"kamu cantik" puji Alvaro


Aletta mengulum senyumnya, wajahnya memerah karena malu, "kamu juga keren"


"Oh ya.. aku mau ngasih sesuatu buat kamu." Alvaro mengeluarkan sebuah kotak putih dari saku jasnya lalu menyodorkannya pada Aletta


"apa nih?" Aletta menerima kotak putih itu dengan wajah bingung menatap Alvaro yang hanya tersenyum lalu mengedipkan matanya sebagai isyarat 'bukalah'


Dengan perlahan Aletta membuka kotak itu, matanya terbelalak, "ini..."



"Kamu suka?"


"Bagus banget" cicitnya


Alvaro mengambil kalung dengan bandul bintang dan bulan sabit itu lalu memasangkannya ke leher jenjang milik Aletta


Aletta memegang kalung pemberian Alvaro itu sambil tersenyum, "makasih ya"


Alvaro mengangguk mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Aletta, "pegangan nanti jatoh"


Aletta menepuk bahu Alvaro pelan, "ga gitu juga"


*****


Didalam mobil Nathan tak henti- hentinya menatap kekasihnya yang cantik itu.


"udah kali yank ga usah di liatin mulu. liat jalan tuh.. "


"abisnya kamu cantik"


"gombal"


"beneran sayang.. oh iya aku baru inget kamu katanya mau cerita sama aku"


Alea menepuk jidatnya ia lupa, "jadi semalem Eyang bawa calon pilihan Eyang"


"calon suami pilihan Eyang kamu maksudnya gitu?"


"iya, jadi semalam tuh ada dua cowok yang satu namanya Reynar yang satu lagi namanya Ferel. nah si Rey itu kayanya tertarik sama Aletta dan jadilah aku sama si Ferel"


"kamu suka sama dia Yank?" tanya Nathan mulai was- was


"dengerin dulu yank aku belom kelar cerita."


"oh oke"


"jadi si Ferel ini sebenernya ga mau di jodohin karena dia juga punya pacar tapi orangtuanya ngancem bakal bikin perusahaanya bangkrut kalo dia ga nerima perjodohan ini"


"terus?"


"terus dia ngajak aku buat kerja sama, kaya pura- pura nerima perjodohan ini padahal aslinya enggak. sampe kita dapet solusi gimana caranya menolak perjodohan ini tanpa merugikan siapapun"


"Wah aku dukung yank, kamu tenang aja kita pasti bakal cari jalan keluarnya sama- sama"


"iya yank, mudah- mudahan aja Eyang tuh bisa ngerti."


"aamiin"


Β 


halo readers πŸ‘‹πŸ‘‹


gambar- gambar di atas hanya referensi saja karena kebetulan Riy belom lama abis nonton drama dua cogan diatas jadi masih ke bawa suasana. hehehe jadi hanya sebagai pemanis aja ya😊


tinggalkan jejak kalian dengan like, komen sebagai bentuk dukungan ya.. support kalian adalah mood booster buat RiyπŸ€—


happy Reading

__ADS_1


__ADS_2