
Aletta baru saja berangkat ke kantor setelah mengurus undangan pernikahannya disalah satu percetakan.
Ditengah jalan mobilnya mendadak mati alias mogok "haduh gue udah siang ini mobil kenapa lagi" keluh Aletta yang turun dari mobilnya
Mau buka bagian mobil pun percuma ia tidak mengerti masalah mesin dan lain- lain. Ia mencoba menghubungi Alvaro, siapa tahu lelaki itu bisa menolongnya.
"Kayanya lagi sibuk deh" keluh Aletta yang sudah sepuluh kali menelpon Alvaro namun tidak di angkat
"Oh iya Nathan" Aletta langsung menghubungi Nathan. Bukankah Nathan punya bengkel, lelaki itu pasti bisa menolongnya
Setelah berkali-kali menelpon Nathan hasilnya pun sama saja tidak diangkat oleh calon kakak iparnya itu.
"Astaga kenapa ga ada yang angkat telpon gue sih.." lirih Aletta ia menengok ke kanan dan ke kiri jalanan ini sepi
Aletta melihat seorang pria yang hendak menyebrang jalan lalu berteriak memanggilnya, "Mas!!!!"
Pria itu menghampiri Aletta, "ya ada apa?"
Astaga bule gue panggil mas, batin Al
"Emm bisa tolongin saya. Mobil saya mogok"
Pria bule itu melirik jam tangannya dengan wajah ragu namun akhirnya ia mengangguk. dengan cekatan pria itu membuka kap depan mobil Aletta dan memeriksanya
Setelah 15 menit berkutat akhirnya mobil Aletta hidup kembali.
"Alhamdulillah, makasih banyak ya mas.." kata Aletta tulus
"Sama- sama" pria itu menyeka keringatnya lalu menghela nafas ketika melirik jam tangannya
"Masnya mau kemana biar saya antar sebagai ucapan terima kasih saya"
"Saya ada interview kerja hari ini. " Ucap pria itu sedikit cemas
"Yaudah ayo masuk biar saya anter."
Pria itu mengangguk mengikuti Aletta masuk ke dalam mobil.
"Dimana tempatnya mas?" Tanya Aletta yang fokus menyetir
"Gemilang Group"
Aletta mengangguk paham, "kita satu tujuan"
Pria itu terus melirik jam tangannya, ia pasrah jika pada akhirnya ia gagal interview karena datang terlambat. Mau bagaimana lagi ia tidak tega membiarkan gadis disebelahnya itu apalagi meninggalkannya ditempat sepi dengan mobil yang mogok
Setengah jam kemudian mereka tiba didepan gedung pencakar langit milik Gemilang group. Aletta turun bersama pria bule itu.
"Terima kasih sudah mengantar" kata pria itu tulus
"terima kasih juga susah menolong saya, semoga interviewnya berhasil"
pria itu mengangguk sambil tersenyum, Mereka berpisah di lobby, pria itu langsung menuju lantai empat dimana ruang HRD berada.
Setelah mencari informasi ternyata interview sudah selesai setengah jam yang lalu. Dengan langkah lunglai pria itu keluar berjalan menuju lift
Saat Pintu lift terbuka, pria itu sedikit terkejut kerena kembali bertemu dengan Aletta.
"Gimana?" Tanya Aletta
__ADS_1
"Interviewnya sudah selesai." Ucap pria itu tersenyum masam
Aletta mengangguk, "ayo ikut"
Pria itu mengerutkan keningnya, ia ingin bertanya namun ia urungkan dan memilih mengikuti Aletta masuk kembali ke ruang HRD.
"Selamat siang pak Ari."
"Selamat siang mbak Aletta"
Aletta berbicara dengan pak Ari selaku HRD di Gemilang Group. Setelah mendapat penjelasan dari Aletta pak Ari mengangguk paham lalu memanggil pria bule tadi kalo Aletta tidak salah dengar namanya Bryan.
"Good luck" ucap Aletta sebelum meninggalkan ruangan
Pria itu tersenyum lalu mengangguk, ia akan berusaha agar di terima di perusahaan ini dan bertemu dengan gadis itu lagi.
****
Nathan merebahkan dirinya di sofa, pekerjaannya sangat banyak hari ini setelah kemarin ia meninggalkan sebagian pekerjaannya untuk melakukan sesi foto prewedding.
"Pak, ini berkas terakhir." Nadira meletakan setumpuk berkas di meja Nathan
"Di situ aja Nat, gue mau istirahat bentar. Kalo pekerjaan loe udah selesai loe bisa pulang"
"Loe mau lembur lagi?" Tanya Nadira
"Enggak, bentar lagi gue pulang kok"
"Ya udah kalo gitu gue duluan ya Nat. Kalo loe ada perlu tinggal kabarin gue aja."
Nathan mengangguk, setelah itu Nadira keluar dari ruang kerja Nathan.
Baru saja Nathan ingin memejamkan matanya, ada saja gangguan, "ya"
"Permisi pak" seorang office Boy masuk sambil membawakan nampan berisi kopi ditangannya, "kopi pesenan pak Nathan"
"Di meja aja pak. Terima kasih"
"Iya pak.. oh iya pak, mbak Nadira sudah pulang ya?"
Nathan mengangguk, "baru aja. Ada apa?"
"Ini pak, saya nemuin kalung mbak Nadira yang hilang beberapa hari yang lalu."
Nathan menerima kalung milik Nadira yang diberikan oleh office boy yang bernada Ilham itu.
"Makasih udah bantu cari" kata Nathan
"Sudah tugas saya pak. Kalo begitu saya permisi pak"
Nathan memasukan kalung Nadira ke saku jas miliknya lalu kembali merebahkan dirinya di sofa.
Ponsel Nathan bergetar lagi- lagi gangguan datang.
...NA⁵ (bukan rumus kimia)...
Aletta
Otw Caffedia
__ADS_1
Angga
Otw
Alea
Otw
Alvaro
Otw
Andin
Otw
"Astaga mau ngapain sih, ga bisa apa gue rebahan, tiduran gitu... Gue lelah," keluh Nathan
Ponsel Nathan kembali bergetar, Aletta mengirim pesan diluar grup.
Aletta
Nat, kalung pesenan loe gue bawa ya
^^^Nathan ^^^
^^^Oke jangan sampe Alea tau^^^
Aletta
👍
Nathan langsung bangkit dari rebahannya, menghabiskan kopi yang sudah dipesannya tadi lalu bergegas menuju perkumpulan unfaedah di Caffedia miliknya.
****
"Guyss... Gue mau kasih pengumuman" kata Andin dengan wajah bahagia
"Apa tuh?" Sahut Alea
Andin melirik Angga lelaki itu mengangguk sambil tersenyum tak kalah lebar dari Andin
"Bulan depan gue mau tunangan sama Angga" katanya dengan wajah merah merona
"Widihhhh... Congrats ya" kata Aletta memeluk Andin
"One step closer bro" Nathan beradu tos dengan Angga
"Selamat ya bro. perasaan belom lama ini loe galau, sekarang udah gercep aja" ucap Alvaro
"heheeh" Angga nyengir memamerkan giginya yang tersusun rapi
"Akhirnya Andin .." giliran Alea memeluk Andin
"doain lancar ya"
"Aamiin"
Andin dan Angga menerima banyak ucapan selamat dari semua teman-temannya, bahkan karyawan Caffedia ikut memberikan selamat pada salah satu sahabat terbaik bosnya itu.
__ADS_1