
Aletta menopang dagunya matanya tertuju ke arah pintu masuk. Matanya membola ketika melihat Alvaro dan Nathan yang masuk ke dalam cafe menuju ke arahnya
Gue ga lagi halu kan ya saking pengennya ketemu sama dokter Varo? Batin Aletta
"Hai Nat, Var.." sapa Angga yang melakukan adu tos dengan kedua sahabatnya itu
"Sorry lama, nih susah banget ngajak gunung es.." ucap Nathan sambil menyenggol Alvaro disebelahnya
"Santuy lahh, yang laen juga belom dateng kok.." kata Angga, "Var, tumben Free biasanya ga balik- balik loe dari rumah sakit?"
"Ngisi seminar jadinya seminggu kedepan agak senggang kecuali ada telpon dari rumah sakit" jawab Alvaro datar
"Duduk gih, langsung pesen aja.. " Angga menyuruh sahabatnya itu duduk. Nathan langsung menghampiri Alea sementara Alvaro duduk disebelah Aletta
Aletta melirik lelaki disebelahnya itu berbeda dari biasanya kini Alvaro mengenakan pakaian santai baju kaos putih polos yang dipadu dengan kemeja berwarna senada yang sengaja tidak dikancing dengan lengan yang digulung hingga ke siku dan celana jeans . Tidak akan ada yang menyangka jika lelaki itu seorang dokter jika berpenampilan seperti ini.
"Ta.. Letta.. Aletta"
"Hah?" Aletta terperanjat mendengar Andin berteriak memanggil namanya
"Gila lo ya gue panggilin dari tadi ga nyaut- nyaut" omel Andin
Aletta menggaruk rambutnya yang tak gatal, "sorry gue lagi ga fokus... Kenapa?"
"Angga dari tadi manggilin lo tuh dari panggung.." jawab Andin
"Ngapain?" Tanya Aletta bingung
"Kan lo disuruh nyanyi tadi Al, lo lagi kenapa sih?" Giliran Alea yang bertanya
"Oh... Iya sorry lagi ga fokus.." jawab Aletta yang langsung bangkit menghampiri Angga yang sedari tadi memanggil- manggil namanya
"Tuh anak kenapa sih?" Tanya Alea
"Lagi galau katanya.." jawab Andin
"Galau?" Gumam Alea
"Mungkin mikirin perjodohan yang Eyang lo itu kali Le..." Kata Andin
Nathan melirik Alea yang tampak sedang memikirkan sesuatu hingga bibir gadis itu mengerucut tampak sangat lucu "Bibir biasa aja dong ga usah maju begitu.." ledek Nathan
"Apa sih Nat, ganggu orang ajah.." Alea mendelik kesal jika Nathan sudah mode usil
"Le... Gue kok ga pernah denger lo nyanyi sih?" Tanya Nathan penasaran
"Gue ga bisa nyanyi"
"Masa? Ga mungkin Le.. Aletta aja bisa masa loe ga bisa" Nathan tak percaya
"Gue ga bisa nyanyi Nathan. Aletta bisa nyanyi karena bakat yang diturunkan dari mama Jani. Gue juga heran sih padahal dulu mama sempet manggil guru les vokal tapi tetep aja suara gue fals. Jadi gue ga berani buat nyanyi" Jelas Alea
Nathan mangut- mangut mendengarkan penjelasan Alea, "terus apa yang lo bisa tapi Aletta ga bisa?"
Alea tersenyum jumawa, "banyak"
Nathan memutar bola matanya jengah menyesal bertanya.
Alea diam memperhatikan Nathan dan Alvaro secara bergantian kedua lelaki berparas diatas rata- rata itu mengundang tatapan lapar para gadis pengunjung cafe. bagaimana tidak Nathan dengan kesan bad guynya dan Alvaro dengan tampang coolnya, gadis mana yang akan tahan dengan pesona kedua lelaki itu.
Nathan selalu tampil casual, lebih nyaman dengan setelah kaos dan jaketnya. Alea baru sadar Nathan selalu menggunakan jaket sebagai outernya. Berbeda dengan Alvaro yang nyaman menggunakan kemeja.
"Heh mata jelalatan benget sih" ucap Nathan sambil meraup wajah Alea
Alea yang kepergok sedang menatap kedua lelaki itu hanya bisa nyengir, sementara Alvaro lelaki itu menatap lurus ke arah gadis yang tengah berdebat dengan sahabatnya di atas panggung.
Dipanggung Angga tengah membujuk Aletta, "please Ta.. mau ya.."
"kenapa ga lo aja yang nyanyi?"
"kok gue?"
"ya biar lebih romantis, itung-itung ngasih surprise buat Andin. dia pasti ga bakal nyangka kalo lo yang bakal nyanyi buat dia. gimana?"
"maksud Lo?" Angga menatap Aletta dengan wajah bingung
"lemot Lo" cibir Aletta yang langsung menarik kuping Angga dan membisikan sesuatu di telinga lelaki itu
Angga menatap Aletta yang kini tengah menaik turunkan alisnya lalu sedetik kemudian lelaki menjentikkan jarinya
"gimana?"
__ADS_1
"gue suka ide Lo"
Aletta tersenyum lebar, gadis itu lalu mengambil gitar akustik yang tidak jauh darinya, meminta band pengiring untuk membantunya sementara Angga lelaki itu sudah menghilang dari atas panggung.
"Halo!!! Selamat malam semuanya, maaf mengganggu waktu kalian. Malam ini saya ingin membawakan sebuah lagu untuk sahabat saya yang sedang merayakan anniversary dengan kekasihnya kita doakan semoga hubungan mereka langgeng sampai ke pelaminan dan sampai maut memisahkan. Dan buat yang masih singel atau yang sedang mencari cinta mari kita doakan semoga segera bertemu dengan pasangannya. Baiklah tanpa membuang waktu.. semoga kalian terhibur.."
Setelah tepuk tangan penonton hening, Aletta mulai memetik senar gitarnya di ikuti lantunan musik dari band pengiring mengalun merdu.
..."Senyuman terlukis di wajahku...
...Di saat ku mengingat kamu...
...Tawamu manjamu membuatku rindu...
...Tak sabar, ingin bertemu"...
Andin menutup mulutnya tak percaya begitu mendengat suara Angga yang muncul dari sisi berlainan panggung. pantas saja ia tidak melihat kekasihnya itu saat Aletta sudah bersiap memulai konsernya
Angga tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya hingga Andin tersenyum malu-malu dibuatnya, jangan lupakan rona merah di wajah gadis itu benar-benar menggemaskan.
"cie Andin.." goda Alea yang membuat wajah Andin semakin merah karena malu.
..."Suara lembut menyapa aku...
...Lembutnya, selembut hatimu...
...Tulusnya, setulus cinta padaku...
...Kusadar beruntungnya aku"...
..."Hidupku tanpamu...
...Takkan pernah terisi sepenuhnya...
...Karena kau separuhku"...
..."Berbagi suka duka...
...Saling mengisi dan menyempurnakan...
...Karena kau separuhku...
Semua pengunjung cafe bertepuk tangan, terpukau dengan penampilan Angga dan Aletta . Gadis itu membungkukkan badannya mengucapkan terima kasih lalu turun dari panggung
"Lah yang nyanyi kan pacar lo kenapa makasih sama gue?" tanya Aletta bingung
"gila lo keren banget Al, makin jatuh cinta gue sama lo, sayang gue udah punya pacar kalo belum lo udah pasti jadi pacar kesayangan gue." ucap David
Aletta hanya menghela nafas mendengar ucapan David si playboy cap minyak angin.
"Aletta mana mau sama lo!!!!" cibir Alea
"namanya juga usaha Le" sahut David
"Kayanya gue harus buka label deh Al buat lo.. sayang bakat lo." kata Alea setelah menyudahi debatnya dengan David
Aletta menggeleng mendengar ucapan Alea, tanpa sengaja mata gadis itu bertemu dengan mata Alvaro yang sedari tadi terus menatap ke arahnya, buru-buru Aletta mengalihkan pandangannya. ia tidak bisa berlama-lama menatap lelaki itu, detak jantungnya tidak bisa berkerja dengan normal jika Berhadapan dengan lelaki bertitle dokter itu.
"happy Anniversary beb" kata Angga sambil memberikan buket bunga mawar pada kekasihnya itu
Andin lagi-lagi dibuat terkejut, dari mana datangnya buket bunga ini, pikirnya, "kamu..." Andin tidak bisa berkata-kata hanya bisa memeluk kekasihnya itu, "makasih ya, i love you"
"i love you more" Angga tersenyum sambil sesekali mengecup kepala Andin
"woyyyy!!! lepas woyy banyak jomblo di sini" cibir Nathan
Angga mendelik kesal, "ngerusak moment deh lo Nat, dasar jones!!!"
Nathan yang tidak terima di katai 'jones' langsung melayangkan jitakan ke kepala sahabatnya itu, "gue single dan itu pilihan"
acara berlanjut dengan Nathan dan Angga yang saling mencibir satu sama lain.
Andin_citra happy anniversary Beib @iam_anggaprawira
❤️ like by iam_anggaprawira and 787.997 Others
iam_anggaprawira happy Anniversary my lovely girl @andin_citra
rin_aletta nyari duit yang jatoh yak pak 🤪🤪🤪
__ADS_1
Alvarowilliam hati-hati kepentok bro!!
aleaaprilia gaya Lo ndro... ndroo🤪
nathannavelino si buchien 🙄
anggahalu kak Angga Gans bet😍😍😍
haterscecan alay!! dikit² posting
coganindo langgeng buat kalian!!!
pejuang.jodoh meresahkan!! Gans bet sih kak😍!
****
"lo janji katanya lo mau cerita?" Todong Aletta yang kini tengah berada dikamar Alea setelah mereka pulang dari cafe
"Mandi dulu kali Al..." Kata Alea sambil melepaskan sepatunya
Aletta menggeleng ," ntar aja, ntar lo lupa lagi.. buruan.."
Alea menghembuskan nafasnya menatap Aletta.
Apa gue harus ngomong ke Aletta ya kalo gue suka sama Nathan.. tapi gue takut nantinya gue bakal musuhan sama Aletta gara- gara masalah cinta..
"Le., Lo kenapa?"
"Al,, maafin gue"
Aletta mengerutkan keningnya, "lo buat salah apa sama gue???"
"Kalo gue jujur lo jangan marah ya"
"Kenapa?" Tanya Aletta tak sabar
"Janji dulu" paksa Alea
Aletta menghembuskan nafasnya, "okeh gue janji.."
Alea menarik nafas lalu menghembuskan perlahan, ia gugup, "Al gue suka sama Nathan" ucap Alea sambil memejamkan matanya
Hening
Hening
Hening
Jangan- jangan Aletta marah sama gue, batin Alea
Alea membuka sebelah matanya sebelum akhirnya membuka kedua matanya. Ia ingin melihat reaksi adiknya itu.
"Al, kok lo diem? Lo marah ya sama gue... Al sumpah gue ga maksud mau nikung lo atau apa.. gue juga ga tau kenapa gue bisa suka sama Nathan. Sumpah Al gue bakal buang jauh- jauh perasaan gue ke Nathan.. gue janji asal lo ga marah sama gue.."
"Sejak kapan?" Tanya Aletta datar
"Gue ga tau Al,. Itu terjadi begitu aja. Mungkin karena gue udah terbiasa sama Nathan setiap hari, tanpa sadar perasaan itu tumbuh dengan sendirinya.. Al please maafin gue..."
Alea jadi menyesali pengakuannya. Kalau tau akan seperti ini lebih baik ia pendam saja.
Aletta tak tahan lagi, ia tertawa terbahak- bahak melihat reaksi kakaknya itu. Alea yang melihat Aletta tertawa hanya menatap adiknya itu bingung.
"Al..."
"Lo lucu banget sumpah.." katanya disela- sela tawa
"Loel ga marah sama gue?"
Aletta menarik nafas perlahan mencoba berhenti tertawa lalu menatap Alea , " gue ga marah kok.. gue juga ga suka sama Nathan"
"Seriously? Lo ga suka sama Nathan?"
Aletta menggeleng, "gue aja jarang ketemu sama dia, tapi dari awal gue cuma anggap dia temen aja sih.. gue ga punya perasaan sama dia.."
Alea langsung memeluk adiknya itu, "makasih ya Al.. makasih.. gue kira gue udah jahat sama lo karena udah suka sama Nathan.."
"Ga lah, tapi bukannya lo bilang suka sama Varo?"
Alea menggeleng, "awalnya iya gue suka, tapi kayanya sekedar kagum aja deh.. gue ngerasa lebih nyaman sama Nathan"
"Syukurlah kalo begitu..."
__ADS_1
Itu artinya gue ga jahat sama lo Le kalo gue suka sama Varo
Bersambung..