Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
37


__ADS_3

Alvaro, Angga dan Nathan tengah battle main game. Saat mereka tengah seru bermain Nathan mendapat pesan dari nomor yang tidak ia kenal.



Seketika mood Nathan berubah ia meletakan stik PS yang dipegangnya lalu masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu


Angga dan Alvaro saling pandang, heran dengan perubahan sikap Nathan.


"Tuh anak kenapa?" Tanya Angga


Alvaro hanya mengangkat bahunya, ia pun tahu.


Keduanya langsung menyudahi acara main game mereka. Alvaro membuka pintu kamar Nathan.


Sepupunya itu sedang berdiri di balkon kamarnya. Nathan yang diam membuat Alvaro menduga- duga apa yang menyebabkan lelaki itu mendadak aneh.


"Loe kenapa Nat?" Tanya Angga


Bukannya menyahut Nathan malah menendang keset kaki yang ada didekatnya.


Angga menghela nafas, sahabatnya yang satu itu sepertinya tengah marah. Terlihat dari bahu Nathan yang naik turun menahan marah.


"Cerita loe kenapa? Siapa tau kita bisa bantu masalah loe" kata Angga


"Tinggalin gue sendiri"


Angga menoleh pada Alvaro, lelaki itu mengangguk, "yaudah loe tenangin diri loe kalo ada apa- apa kabarin gue" Angga menepuk bahu Nathan lalu pergi meninggalkannya sendiri.


Tangan Nathan mencengkram pagar pembatas balkon hingga buku jarinya memutih.


Ponsel Nathan berdering, ada panggilan masuk dari Alea. Namun ia mengabaikannya.


Nathan masih tak bergeming, hingga panggilan ke-10 barulah ia mengangkatnya.


"Halo"


"Halo yank, aku udah sampe rumah"


"Baguslah"


"Hmm kamu lagi sibuk ya?"


"Iya"


"Yaudah deh, maaf ya aku ganggu. Jangan begadang. Good night"


"Good night"


Nathan melemparkan ponselnya ke atas sofa. Ia meremas rambutnya kesal. Ia ingin bertanya pada Alea dengan siapa ia pergi. tapi entah mengapa ia tidak menanyakannya.


Masuk ke dalam kamarnya tanpa menutup pintu balkon, Nathan langsung merebahkan diri diatas kasur. Mencoba memejamkan matanya guna mengusir kekesalannya.


*****


"Lea... Suttt.. Lea...."


Aletta berbisik memanggil nama Alea namun sang empu tak bergeming terlalu nyaman dengan lamunannya.


Karena kesal tak direspon Aletta menendang kaki gadis itu hingga mengaduh kesakitan.


"Aduhh!!! Loe gila" pekik Alea

__ADS_1


Seisi ruangan langsung hening mendengar teriakan Alea. Bahkan pak Gibran yang tengah presentasi langsung diam.


Aletta menepuk jidatnya, "maaf semuanya kita break dulu. Dilanjutkan setelah makan siang. terima kasih"


Sesuai perintah, meeting ditunda. Tanpa menunggu dan basa- basi, para staf langsung bubar meninggalkan kedua kakak adik itu.


"Loe lagi kenapa sih Le, dari pagi bengong terus. Nah sekarang pas meeting loe malah ngelamun. Loe ada masalah, huh?"


Alea meraup wajahnya frustasi, "Nathan Al, dari semalem aneh banget sikapnya sama gue"


"Cerita"


Alea menceritakan sikap Nathan yang aneh sejak semalam. Dari telpon yang tidak diangkat hingga jawaban yang singkat, padat dan tidak jelas.


biasanya jika lelaki itu sibuk dan tidak bisa menerima telpon darinya, Nathan akan minta maaf lalu menjelaskan alasannya.


Tapi, semalam lelaki itu benar- benar dingin. Terlalu cuek malah


pagi hari biasanya Nathan akan mengirim pesan padanya, tapi hari ini ia tidak melakukannya.


bahkan Chat dan telpon Alea diabaikan olehnya.parahnya lagi sekarang ponselnya tidak aktif. Gimana Alea gak uring- uringan coba kalo sikap Nathan seperti ini


"Loe yakin ga berantem?"


Alea menggeleng, "kita baik- baik aja kemaren."


"Mungkin Nathan lagi ada masalah kali Le, makanya moodnya jadi jelek. Biarin dia tenang aja dulu nanti kalo dia udah baikan dia pasti bersikap kaya biasanya."


"Apa gue samperin aja kali ya?"


Aletta menggeleng, "jangan'


"Kenapa? Gue khawatir Al.. gue takut dia kenapa- kenapa.."


"Tapi Al..."


"Kasih dia waktu buat sendiri. Loe inget kan Nathan pernah kaya gini sebelumnya?"


Alea mengangguk, ia ingat beberapa waktu lalu Nathan sempat menjauhinya karena sedang memastikan perasaannya.


Lalu apa sekarang dia sedang memastikan perasaannya juga? apa Nathan sudah ragu dengan perasaannya.


"ga usah negatif thinking, percaya aja sama dia. Nanti dia pasti baik lagi kok. Sabar dulu aja ya..."


Alea mengangguk mengikuti saran Aletta, "okay"


"Yaudah kita makan siang yuk, nanti loe ga usah ikut rapat lagi biar gue aja. Dari pada loe ikut tapi pikran loe dimana- mana"


Alea tersenyum, "makasih ya"


*****


Jam pulang tiba!!! Alea masih bertengger diatas kursinya. Dari tadi handphonenya sunyi.


Entah kemana Nathan yang biasanya cerewet mengingatkannya ini dan itu. yang biasanya selalu mengirim pesan atau menelponnya .


Nathan lagi apa ya? dia baik- baik aja kan? apa gue ada salah sama dia, batin Alea


Aletta masuk ke ruangan Alea tanpa mengetuk pintu, 'balik yuk capek banget gue.."


Alea tak menyahut, ia langsung mengemasi barang- barang miliknya dan bersiap untuk pulang.

__ADS_1


"Mau mampir dulu gak?" Tanya Aletta saat keduanya sudah di lobby


"Langsung balik aja."


Aletta mengangguk tak bertanya lagi. pak Agung sudah menunggu didepan. Karena hari senin biasanya jalanan super sibuk apalagi di jam- jam kerja. membuat keduanya malas mengendarai mobil sendiri.


Baru saja akan membuka pintu mobil Aletta melihat Alvaro menghampirinya.


"Kamu disini?"


"Mau ngajak kamu ke suatu tempat" jawab Alvaro


Aletta melirik Alea yang sudah duduk manis di kursi penumpang, gadis itu hanya mengangguk.


"okay"


Alea langsung pulang bersama pak Agung, supir pribadi papa Ferdi.


"Alea kenapa?" Tanya Alvaro heran melihat gadis itu hanya diam. tidak seperti biasanya yang selalu heboh


"Galau gara- gara Nathan tanpa kabar"


"Semalam Nathan juga aneh sih tiba- tiba marah ga jelas"


Aletta menghembuskan nafasnya, "ehm kamu mau anterin aku ketemu Nathan, aku pengen tau Nathan kenapa sampe nyuekin Alea kaya gitu."


Alvaro mengangguk, ia juga khawatir dengan keadaan sepupunya itu, "okay"


Mobil yang dikendarai Alvaro membelah jalan ibukota yang padat merayap karena jam pulang kerja.


Aletta mengeluarkan ponselnya, menghubungi Andin.


"telpon siapa?" Tanya Alvaro saat mobilnya berhenti di lampu merah


"Andin"


"halo, Andin loe sibuk ga?"


"enggak Al, kenapa?"


"gue mau minta tolong, loe temenin Alea dirumah ya"


"Alea kenapa?"


Aletta langsung menjelaskan yang terjadi pada kakaknya itu, "bisa gk Ndin, gue sama Varo mau nyari Nathan"


"Bisa kok, bentar lagi gue ke sana smaa Angga"


"okay thank you ya Ndin,. tapi loe jangan bilang kalo gue mau ketemu Nathan ya"


"siap"


"makasih ya beb, bye"


"loe hati- hati ya,. bye"


Aletta menghembuskan nafasnya lega, setidaknya Alea tidak sendiri dirumah. semoga saja kakaknya tidak nekat pergi menemui Nathan. ia harus lebih dulu bertemu dengan laki- laki itu. Harus!!!


"kamu pasti sayang banget sama Alea ya, sampe bela- belain kaya gini" ujar Alvaro


"kalo sayang jangan ditanya aku adiknya. tapi kalo dia galau begini kerjaan aku tambah banyak di kantor" kata Aletta

__ADS_1


Alvaro geleng- geleng kepala mendengar jawaban kekasihnya itu.


__ADS_2