Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
90


__ADS_3

...Haiiiii ada yang nungguin????...


...happy reading...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Aletta pergi ke rumah sakit mengantar berkas milik ibu mertuanya. Saat di lorong ia melihat seseorang yang dikenalnya


Orang yang sudah lama tidak ditemuinya karena keputusan bodoh orang itu. Mengingat hal itu Aletta jadi kesal sendiri.


Diam- diam Aletta mengikuti orang itu, tidak mungkin lelaki itu ingin menemui kekasih barunya yang jelas- jelas sedang keluar kota.


Cukup lama Aletta memperhatikan lelaki itu, hingga ia penasaran apa yang membuat wajah lelaki itu menegang.


Perlahan Aletta mendekat dan melihat sahabatnya tengah di rangkul oleh seorang pria berjas putih. Senyuman mengejek terbit di bibir Aletta


"Loe cemburu?"


Lelaki itu menoleh dengan wajah terkejut, "Aletta"


Aletta tersenyum, "hai Angga"


Angga berusaha menetralisir wajah terkejutnya," ngapain loe disini?"


"Suka- suka gue lah, rumah sakit punya mertua gue inih. Yang harusnya nanya tuh gue ngapain loe ngikutin Andin diem-diem kaya gitu? Loe mau jadi penguntit?"


Angga terbelalak lalu menarik Aletta hingga ke taman rumah sakit tidak ingin Andin mengetahui keberadaannya.


"Kenapa? Takut ketauan kalo loe nguntit?" Ejek Aletta


"Bukan urusan loe Al..."


"Emang bukan urusan gue sih, cuma ya gue heran aja ngapain loe ngikutin Andin? Loe masih peduli sama dia?"


Angga tak menyahut


"Namanya Keenan, dokter spesialis bedah. Mereka udah deket kurang lebih dua mingguan lah, gue denger dia pengen serius sama Andin. Menurut loe gimana?"

__ADS_1


Angga menoleh pada Aletta masih tak ingin menyahut tapi hatinya cukup panas mendengar informasi yang baru saja Aletta katakan.


"Loe kenapa sih Ngga, jelas- jelas loe masih sayang sama dia tapi malah tunangan sama orang lain. Gue ga habis pikir deh sama loe."


"Gue punya alasan Al, tolong hargai keputusan gue"


"Karena loe sakit"


Angga menatap Aletta tajam, "loe,.."


"Kenapa? Loe kaget kalo gue tau?"


"Tau dari mana loe?" Selidik Angga


"Ga penting gue tau dari mana, tapi gue yakin,.."


"Apa yang loe yakinin huh? Gue udah ga punya kebanggan Al, gue ga bisa ngasih Andin keturunan karena penyakit gue,...."


Aletta tercengang mendengar ucapan Angga, jujur ia tidak tahu Angga sakit apa. Ia hanya pernah melihat Angga beberapa kali di rumah sakit saat mengantar bekal untuk Alvaro. Makanya tadi ia hanya asal menembak saja, tapi justru ia di buat terkejut dengan pengakuan Angga.


"Loe serius?" Tanya Aletta menatap Angga tak percaya


Angga meraup wajahnya, "please jangan kasih tau Andin..."


"Kenapa emangnya kalo aku tau?"


Angga menoleh, ada Andin yang berdiri tak jauh dari mereka dengan meta memerah.


"Andin.,." Angga mematung ditempatnya apa Andin mendengar semuanya. Apa semua ini sudah direncanakan, pikirnya


Aletta menepuk bahu Angga, "semua bisa di omongin baik- baik..." Setelah mengatakan itu Aletta pergi tidak benar- benar pergi ia hanya sedikit menjauh memberi ruang untuk kedua sahabatnya itu.


"Kenapa kak? Kenapa aku ga boleh tau?" Tanya Andin dengan suara bergetar menahan tangis, " aku pikir 4 tahun bukan waktu yang singkat buat kita.. tapi kenapa kamu anggap aku orang asing. Kenapa kamu harus sembunyi dan menanggung ini semua sendiri hm?" Tangis Andin pecah, ia sudah tidak kuat menahannya lagi.


Hati Angga terasa di tusuk ribuan jarum, rasanya sakit melihat orang yang ia sayang menangis. Ia sendiri yang berjanji tidak akan membiarkan Andin menangis, tapi sekarang justru ia yang menjadi penyebab gadis itu menangis.


"Maaf"


"Apa segitu ga pantesnya aku kak buat jadi pendamping kamu?"


Angga menggeleng, "enggak, aku yang ga pantes buat kamu"


"Masalah pantes atau enggaknya kamu buat aku itu semua keputusan aku. Dan aku akan tetap ada di samping kamu apapun keadaan kamu"


"Kamu berhak dapet laki- laki yang lebih dari Aku Andin" Angga menutup matanya dengan sebelah tangan, ia sudah menyakiti gadis itu tapi mengapa Andin tidak membencinya


Andin memeluk Angga yang menangis, menepuk pelan punggung lelaki itu menenangkannya" buat aku kamu yang terbaik kak, mulai sekarang kamu ga sendiri.. ada aku disini. Kita hadapi ini sama- sama ya..."


Angga balas memeluk Andin lebih erat, Andin tetaplah Andin gadis lemah lembut yang akan selalu memahami apapun keadaan Angga.


"Janji sama aku kak, ini yang terakhir kalinya kamu berbuat bodoh kaya gini. Kamu masih terlalu ceroboh untuk jadi seorang pembohong."


"Maksud kamu?"


"Aku tau kamu ga pernah tunangan apalagi di jodohin sama orangtua kamu."


Angga mengurai pelukan mereka menatap Andin bingung.

__ADS_1


Flashback on


Andin sedang berjalan- jalan di salah satu pusat perbelanjaan di Paris, sudah seminggu ia berada di Paris dan ia baru memberanikan diri untuk keluar hari ini, Ia butuh udara segar agar tidak larut dengan masalahnya.


Saat Andin mampir ke salah satu butik, ia dikejutkan oleh seorang wanita yang tiba- tiba memeluknya


"Andin, sayang.. kamu kok di sini ga bilang- bilang mama?"


Andin yang masih terlalu kaget hanya mengedipkan matanya berkali- kali dan belum menjawab pertanyaan dari wanita itu.


"Angga juga ga ngasih tau mama kalo kamu ke Paris. Kamu tinggal sama siapa disini sayang?" Tanya wanita itu lagi


"Andin sendiri ma..." Jawab Andin akhirnya pada wanita paruh baya itu yang tak lain adalah mamanya Angga


"Tunggu, kalian lagi ada masalah ya?" Tebak mama Fani


"Enggak ma..." Andin menggosok hidungnya salah satu kebiasaan gadis itu jika berbohong


Mama Fani tersenyum, ia kenal betul bagaimana kekasih anaknya itu, "kamu terlalu lemah untuk bisa membohongi mama ayo ikut mama dan ceritain semuanya ke mama"


Andin mau tidak mau mengikuti mama Fani ke salah satu restoran dan berakhir di todong untuk menceritakan apa yang terjadi pada hubungan mereka.


"Apa!!!! Minta di pites tuh anak... Mama sama papa ga pernah ngejodohin Angga sama perempuan lain karena mama tau Angga tuh cinta sama kamu" mama Fani bahkan sambil menggebrak meja saking marahnya, bukankah putranya itu sangat mencintai Andin, bahkan Angga sudah merengek ingin segera melamar kekasihnya.


"Tapi Angga bilang..."


"Ck! Bisa- bisanya bohong bawa-bawa mama, awas nanti mama pulang mama ulek jadi sambel dia" kata mama Fani geram


Jadi Angga bohong, tapi kenapa? batin Andin


"Pasti ada yang di sembunyiin Angga. Kamu tenang aja sayang mama akan cari tau ada apa sama Angga. Andin ga benci kan sama Angga?" Tanya mama Fani sambil menggenggam tangan Andin


Andin menggeleng, dari awal ia yakin ada yang tidak beres dengan kekasihnya itu. Ia akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Flashback off


"Maaf" Angga lalu menjelaskan awal pertemuannya dengan Sarah dan kesepakatan mereka untuk saling membantu berpura- pura menjadi pasangan.


"Trus sekarang gimana?"


"Udah berakhir, keluarga Sarah sudah membatalkan perjodohan Sarah sama pria itu"


"Terus kamunya gimana? Keluarga Sarah taunya kamu pacar Sarah..."


"Biar itu jadi urusan Sarah."


Andin mengangguk paham.


"Jadi?"


"Apa?"


"Kamu udah maafin aku?"


Andin menggeleng, "ga semudah itu."


"Aku ngerti..." Ucap Angga sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2