
"Apa!!!! Calon suami!!!!" Pekik keduanya
"Enggak Eyang!! Alea udah punya pacar" tolak Alea
"Aletta juga".
"Pacar kalian itu belum jelas bibit bebet bobotnya. Sedangkan mereka dari keluarga terpandang dan jelas asal-usulnya" kata Eyang
"Tapi Eyang sendiri yang bilang ngasih waktu ke kita buat cari calon sendiri terus kenapa Eyang bawa mereka ke sini?" Suara Alea mulai meninggi
"Jaga sikap kamu Alea!" Bentak Eyang
"Alea, ga ada salahnya kan nambah temen. Kalo cocok boleh lanjut ga cocok kan bisa jadiin temen sayang." Mama April mencoba menenangkan Alea
"Tapi ma Eyang sendiri yang bilang waktu itu kasih waktu buat kita cari calon pilihan sendiri tapi ini maksudnya apa?? Kalo tau dari awal bakal begini mending ga usah dikasih kesempatan sekalian. Biarin aja langsung di nikahin" Alea meluapkan kekesalannya
"Lea mama ngerti tapi ini cuma kenalan aja sayang" bujuk mama April
"Pa, ga mau say something gitu?" Tanya Aletta pada papa Ferdi yang hanya diam sedari tadi
"Papa udah bilang sama Eyang tapi kamu tau kan Eyang kaya gimana?" Jawab papa Ferdi
Aletta menghela nafas, kalo begini ceritanya mending dari awal ga usah dikasih kesempatan. Terus kalo begini nasib pacarnya gimana? Masa putus pas lagi sayang- sayangnya sih kan nyesek.
"Maaf ya nak, cucu Eyang memang agak keras kepala tapi sebenarnya mereka anak yang baik" kata Eyang pada kedua pemuda itu
"Iya Eyang gak papa. Mungkin dia shock" kata pemuda berkulit sawo matang dengan lesung pipi yang nampak ketika tersenyum memaklumi
Ehh carmuk dia, sindir Aletta dalam hati aja sih jangan langsung bisa di gantung di pohon toge dia kalo ngatain beneran.
"Alea.. Aletta kenalin.. ini Raynar" Eyang menunjuk lelaki berkulit sawo matang dengan potongan rambut undercut yang rapi. berperawakan gagah terlihat dari lengannya yang kekar di balik kemeja slim fit yang dikenakannya tersenyum manis dengan lesung pipi miliknya.
"Dan yang ini Ferel" gantian Eyang menujuk lelaki disebelahnya yang mengunakan kaos polo hitam dengan celana Chino berwarna cream, rambutnya yang sedikit pirang dibuat berjambul tatapan matanya tajam terkesan dingin, gagah dan tampan tentunya.
masih gantengan Nathan, batin Alea
"nak ayo..." kata mama April melihat anaknya yang tak bergeming
Mau tidak mau kedua gadis itu saling berjabat tangan dengan kedua pemuda didepan mereka itu.
"Aletta"
"Alea"
"Raynar"
"Ferel"
Eyang tersenyum melihatnya, benar- benar pasangan serasi, pikirnya
"Mari kita lanjutkan sambil makan malam" ajak Eyang
Mereka langsung mengikuti Eyang menuju ruang makan dimana mbok Sum sudah menyiapkan hidangan yang begitu lezat disana.
Meja bundar itu terisi penuh, mereka duduk di posisinya masing- masing dengan Raynar disebelah Aletta dan Ferel disebelah Alea.
Eyang yang biasanya makan dengan tenang kali ini banyak berbicara dengan kedua pemuda itu.
Mulai dari bisnis, kuliah jurusan apa, tinggal dimana, planning kedepannya dan lain- lain.
Hingga makan malam berakhir Eyang meminta kedua cucunya untuk menemani Raynar dan Ferel ngobrol. Maksud Eyang supaya mereka lebih akrab satu sama lain.
Aletta duduk di ruang tengah bersama Raynar. Lelaki itu terus mengembangkan Senyumnya dan tatapan matanya terus melihat gadis itu.
Aletta yang merasa di perhatikan mulai jengah, ingin segera kabur dari tempat ini sekarang juga.
"Kamu kuliah jurusan apa Al?" Tanya Raynar lelaki itu sudah tertarik dengan Aletta saat pertama melihat foto gadis itu dari sang Ayah
"Ekonomi"
__ADS_1
"Katanya kamu atlet taekwondo ya?"
"Hmm"
"Sekarang masih?"
"Sibuk ngantor"
Raynar tersenyum sepertinya tidak mudah mendapatkan hati Aletta tapi ia tidak akan menyerah.
"Besok..."
"Maaf ya gue bukannya ga sopan tapi ga bisa nemenin lo ngobrol semaleman gue ngantuk besok harus kerja." Sela Aletta maksudnya mengusir secara halus
"Oh kamu ngantuk ya?.. iya udah gak papa... Kita masih punya banyak waktu kok buat ngobrol. Aku pamit kalo gitu.." ucap Reynar
Aletta mengangguk, walau tak menyukai lelaki itu Aletta tetap mengantarnya hingga ke depan pintu.
Setelah Reynar masuk ke dalam mobilnya Aletta bergegas masuk ke kamarnya.
****
Alea dan Ferel ada di taman samping. kedua hanya diam sedari tadi tanpa ada yang berniat memulai pembicaraan lebih dulu.
Alea menggerakkan kakinya dengan tidak sabar, ia ingin lelaki disebelahnya itu cepat pulang dan jangan kembali menemuinya lagi. Kalo bisa
"Gue punya kesepakatan" kata Ferel memulai obrolan lebih dulu
Alea mengangkat sebelah alis, "kesepakatan?"
"Gue tau lo ga mau di jodohin sama gue.. karena sebenarnya gue juga ga mau" jelas Ferel
"Terus kenapa lo ga nolak?"
"Gue udah nolak tapi bokap gue ngancem bakal buat usaha gue bangkrut. Mau ga mau gue nurut. Sebenarnya gue udah punya pacar"
"Sementara ini gue mau kita pura-pura bersikap baik di depan mereka sampai kita punya jalan keluar gimana caranya lepas dari perjodohan ini."
Sudut bibir Alea terangkat sepertinya mereka ada di pihak yang sama, "okay gue setuju, kita buat kesepakatan"
Ferel tersenyum puas " good girl"
Keduanya berjabat tangan dengan ekspresi wajah yang hanya mereka berdua yang paham.
****
Aletta merebahkan dirinya di kasur, matanya menatap langit- langit kamarnya, pikirannya mulai berkeliaran kemana- mana.
kenapa akhir-akhir ini banyak banget kejadian yang menguras emosi, pikirannya
Aletta meraih ponselnya yang tergeletak di kasur lalu menekan beberapa tombol memulai panggilan video.
Beberapa saat kemudian Wajah Alvaro memenuhi layar ponselnya, lelaki itu tersenyum sepertinya baru selesai mandi terlihat dari rambut Alvaro yang masih basah dan berantakan.
hais, kenapa kalo begini jadi ganteng maksimal sih, keluh Aletta dalam hati moodnya seketika membaik
"Kenapa mukanya cemberut gitu?"
"Lagi bete"
"Kenapa?"
"Masa tadi Eyang bawa calonnya ke sini"
"Calon suami pilihan Eyang buat kamu sama Alea?"
Aletta mengangguk masih dengan bibirnya yang mengerucut tanda kesal.
"Terus orangnya gimana?"
__ADS_1
"Biasa aja, bawel nanya melulu kaya netijen"
Alvaro terkekeh, "yaudah ga usah manyun gitu. Kalo dia banyak nanya kayanya dia tertarik sama kamu"
"Kamu ga cemburu gitu?"
"Hmm gimana ya?" Alvaro tampak pura-pura berfikir, "kita liat orangnya kaya gimana dulu."
"Kenapa kaya gitu?" Tanya Aletta polos
"Ya kalo dia baik, semua yang kamu suka ada sama dia aku perlu waspada tapi karena liat kamu sebel kaya gini aku tenang."
"Kenapa tenang?"
"Artinya kamu ga suka sama dia"
"Dasar!!!"
Hening
Keduanya hanya saling menatap satu sama lain.
"Tidur gih udah malem besok kamu harus ke kantor udah itu malamnya kan ada acara"
"Eum"
"Besok aku jemput"
Aletta tersenyum lebar, "siap dokter cintaku"
"Yaudah kamu istirahat ya. Jangan begadang, ga usah bete lagi nanti kebawa mimpi loh."
"iya ... iya Kamu juga istirahat, tapi rambutnya keringin dulu sebelum tidur.."
" iya sayang, yaudah Good night sweetheart"
"Good night juga sayangku, jangan lupa mimpiin aku "
Alvaro tertawa pelan, pacarnya benar- benar menggemaskan lalu panggilan Video pun berkahir menyisakan Aletta yang masih tersenyum sambil menggulung dirinya didalam selimut.
Apa iya gue bisa LDR-an sama Varo, batin Aletta
kalo kaya gini gue ga pengen jadi dewasa, mending jadi bocah yang kerjaannya cuma makan, tidur, sekolah sama main. beda kalo jadi orang dewasa yang harus mikirin masa depan, karir, menikah dan lain- lain
rin_aletta menolak menjadi dewasa @aleaaprilia
❤️ like by alvarowilliam and 890.786 Others
aleaaprilia ternyata gue emang udah cantik dari kecil 🤭🤭🤭
alvarowilliam ternyata emang udah bapao dari kecil 😘
nathannavelino yank kamu yang baju pink ya @aleaaprilia
iam_anggaprawira loe dulu pendek ya Al???
andin_citra gumush😍😍😍
aleaaprilia iya yank @nathannavelino cantik kan aku???
rin_aletta @alvarowilliam 🤭🤭🤭 // @iam_anggaprawira itu si Alea di meja gue di kursi. tinggi kita sama kok😡 // makasih beb @andin_citra
olshopcantiq yuk bund yang mau bajunya samaan sama kakak cantik boleh di order
fanscecan udah cantik dari kecil
coganindo wah bibit unggul sudah terdeteksi dari kecil
__ADS_1