
"selamat pagi suamiku" sapa Alea yang menunggu Nathan di meja makan, pagi- pagi sekali Alea bangun dan untuk pertama kalinya selama mereka menikah Alea masak untuk Nathan
"Selamat pagi istriku" Nathan mengecup bibir Alea singkat matanya berbinar begitu melihat ada sepiring nasi goreng spesial buatan istrinya, "kamu masak yank?"
Alea mengangguk antusias, "iya, kamu harus coba ini pertama kalinya aku masak"
"Kamu ga makan yank?"
"Aku lagi diet"
Nathan mengangguk segera mengambil sendok yang berada di dekat piring ingin segera mencicipi masakan istrinya dengan percaya diri Nathan langsung menyendok nasi goreng itu dan melahapnya.
Alea menatap Nathan dengan antusias, "gimana yank?"
Nathan mengunyah makanannya dengan pelan, ini masakan pertama Alea yang pertama dan rasanya ...
Alea mulai khawatir dengan melihat ekspresi Nathan, "kenapa diem? Ga enak ya?"
"Enak kok sayang" Nathan tersenyum
"Serius? Aku mau coba"
"Jangan yank ini punya aku." Nathan kembali melahap makanannya hingga habis tak bersisa.
Alea senang melihat suaminya makan dengan begitu lahapnya. Mulai hari ini dan seterusnya ia akan masak untuk Nathan.
"yank, besok kamu ada waktu ga?"
"Kenapa Yank?"
"Temenin aku ke Bali yank, aku ada acara kantor di sana, peresmian kantor baru. Papa ga bisa karena lagi di luar negeri"
"Boleh, berapa lama?"
"2 hari sih tapi kalo kamu mau lebih oke aja"
Nathan menimbang sejenak, sepertinya ini bisa jadi momen bulan madu mereka, "oke"
"Makasih ya"
Nathan mengangguk, ia menyeka mulutnya dengan tissue setelah menghabiskan makanannya, "aku berangkat ya"
Alea mengangguk, "kamu hati- hati" setelah mencium tangan suaminya dan mengantar sampai depan pintu apartemen Alea kembali masuk membereskan meja makan.
Alea melirik nasi goreng yang masih tersisa di wajan berniat mencicipi masakannya yang membuat Nathan makan dengan begitu lahap dan tak mengizinkannya untuk mencicipi makanan itu
Satu sendok nasi goreng masuk ke mulut Alea, "astaghfirullah..."
Alea buru- buru mengambil minum ketika menyadari nasi goreng buatannya sangatlah asin, "kenapa tadi pas masak ga dicicipi dulu sih..."gerutu Alea sambil menepuk jidatnya ia lalu teringat suaminya yang makan dengan begitu lahap dan mengatakan bahwa masakannya enak
Alea langsung masuk ke kamar mengambil ponselnya menghubungi Nathan
"Halo, ada apa yank?".
"Sayang"
"Iya, kenapa? Kamu ga apa-apa kan?"
Alea menggeleng, "aku gak apa-apa..."
__ADS_1
"Terus kenapa? Kangen? "
Alea menggeleng meskipun ia yakin Nathan tidak melihatnya, "makasih ya"
"Untuk?"
"Makasih karena kamu udah menghargai kerja keras aku, padahal masakan aku ga enak.."
"Hmm buat aku apapun masakan kamu, gimana pun rasanya tetep enak. Karena kamu masakannya pake cinta."
Alea tersenyum mendengarnya, "makasih ya, aku janji mulai hari ini aku bakal belajar masak supaya bisa bikin makanan enak buat kamu setiap hari"
"Iya sayang, kamu jangan nyerah ya.. aku yakin kamu bisa"
"Maksih ya yank, yaudah kamu hati- hati dijalan"
"Iyaa kamu juga hati-hati nanti berangkat ke kantornya. I Miss you"
"I Miss you too"
*****
Alvaro pulang lebih awal karena pekerjaannya tidak banyak hari ini, saat masuk rumah ia kaget melihat Aletta tengah menangis di sofa
"Al... Kenapa?"
"Kak Varo" Aletta langsung menangis memeluk suaminya
"Kenapa sayang. Ada apa?" Tanya Alvaro khawatir
Aletta hanya menangis sambil memeluk erat suaminya, dengan sabar Alvaro menenangkan Aletta.
"Aku ga bisa ikut kemu ke Surabaya... Aku.. aku... Harus standby di kantor karena papa ke luar negeri dan Alea besok harus ke Bali..." Isaknya
Alvaro menghela nafas lega setidaknya bukan hal buruk yang terjadi.
"Aku ga mau di tinggal sendiri..." Rengek Aletta
Alvaro mengusap rambut Aletta yang kini sudah berada di pangkuannya, "kamu ga sendiri, nanti selama aku pergi kamu di rumah mamy.. disana rame ada mamy ada kak Alice sama Derril, terus ada kak Anna sama baby Divya"
"Tapi aku maunya sama kamu... Aku ga mau di tinggal"
"Aku ga lama kok Al, 3 hari selesai acara malamnya aku langsung pulang"
"Tetep aja lama kak, aku ga mau ditinggal"
Alvaro menghela nafas bagaimana cara membujuk Aletta kalau sudah begini urusannya, "terus aku harus gimana Al, acaranya Lusa, besok malam aku harus berangkat sama Papy atau aku cancel aja?"
Aletta menimbang sejenak, ia tidak mungkin menyuruh Alvaro membatalkan acaranya dengan alasan konyol karena dirinya tidak ingin di tinggal bisa- bisa suaminya di hujat tidak profesional nantinya.
"Jangan..."
"Jadi?"
"Kamu pergi aja"
"Bener?"
Aletta mengangguk, "iya"
__ADS_1
"Yaudah tapi kamu jangan sedih kaya gini lagi.. kita masih bisa video call, ini cuma 3 hari kok begitu selesai aku langsung pulang.. dulu kita bisa LDR Jakarta- Jerman masa sekarang cuma Jakarta- Surabaya ga bisa?"
"Beda..."
Alvaro tersenyum sambil menghapus air mata Aletta yang terus saja mengalir. Kalau di ingat- ingat ini pertama kalinya Alvaro pergi keluar kota setelah mereka menikah.
"Nanti juga kalo kamu sibuk, pasti lupa dan ga berasa lama.. lagian dirumah mamy rame Al..kamu bisa main sama baby Divya latihan jadi momma"
Aletta tersenyum sambil memainkan jarinya membuat pola aneh didada bidang Alvaro.
"Kamu mau di panggil Mom, momma, mommy, Ammi, Amma, mama, Ibu, Bunda atau Umi?"
"Momma"
"Kenapa?"
"Lucu aja sih.. kamu pasti pengennya di panggil Daddy...?"
Alvaro menggeleng, "ga juga sih..."
"Terus apa dong?"
"Apa ajalah..."
"Daddy aja yah.. muka kamu mendukung soalnya kalo dipanggil Daddy"
"Masa begitu?"
"Eum... Kamu pengen punya anak berapa?"
"Kamu maunya?"
"Dua.. biar ada temennya.. aku pengen punya anak kembar deh, kayanya lucu"
"Kamu sanggup enggak, jangan pengen punya anak karena lucu aja tapi dari Kamunya sanggup apa enggak."
"Sedikasihnya aja deh..."
"Kalo di kasih banyak gimana?"
"Ya gak apa-apa itu artinya kamu harus bekerja keras"
"Kerja keras apa? Mencari uang atau..." Alvaro sengaja tidak melanjutkan ucapannya
"Ishh mulai deh mesumnya. ."
"Siapa yang mesum sih Al.. kamu su'uzan sama suami sendiri..."
Aletta terkekeh mengalungkan kedua tangannya di leher Alvaro, "cepet pulang" ucapnya kembali teringat Alvaro yang akan pergi
"Aku bahkan belum pergi Al..."
Mata Aletta kembali berkaca-kaca
"Jangan nangis sayang, aku kira udah tamat nangisnya ternyata masih bersambung.. gimana kalo kita keluar pergi nonton atau jalan- jalan tadi kata perawat di rumah sakit ada wisata kuliner yang ga jauh dari sini. Kamu mau ke sana ga?"
Mendengar kata wisata kuliner dibenak Aletta langsung terbayang berbagai jenis makanan enak dari berbagai tempat berjejer siap untuk di santap.
Dengan senyum mengembang sempurna Aletta mengangguk "aku mau"
__ADS_1
Alvaro hanya geleng-geleng kepala, kenapa ga dari tadi aja sih,