Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
78


__ADS_3

Aletta mengobati luka Alvaro setelah ia berhasil mengendalikan perasaannya dari adegan tadi


"Kalo mau senyum ya senyum aja kali Al" goda Alvaro yang melihat wajah Aletta bersemu merah


Aletta menepuk tangan Alvaro yang sedari tadi terus menggodanya, "Bisa- bisanya mau foto prewedding malah bonyok begini" keluh Aletta setelah selesai mengobati Alvaro


"3 hari juga sembuh Al..."


"Tetep aja kamu jadi bonyok begini..."


"Yang penting masalah kita udah kelar dan kamu ga marah lagi."


Aletta menghela nafasnya, "lusa kita fitting baju. Minggu depan aku sama Alea udah di pingit jadi kita ga bakal ketemu"


Alvaro mengangguk, mamy Alda sudah menjelaskan beberapa tradisi dan ritual adat yang harus mereka lakukan sebelum pernikahan.


"Oh iya tadi kamu ngapain di kantor polisi?"


Aletta menepuk jidatnya ia baru ingat lalu menceritakan semuanya pada Alvaro tentang motor pak Salim yang hilang di curi gara- gara mengira Nathan bunuh diri di rel kereta api , " akhirnya motor pak Salim di curi"


"Serius?


Aletta mengangguk, "kamu harus temenin aku ke dealer motor buat gantiin motor pak Salim yang baru"


"Kayanya sekarang ga keburu Al, tokonya pasti udah tutup" Alvaro menunjukan jam tangannya sudah hampir jam 6 sore, "besok pagi kita pergi beli"


"Iya deh,.." Aletta pasrah ia akan bertemu dengan pak Salim besok dan menjelaskan pada pria itu tentang motornya yang hilang.


"Alea gimana?"


Aletta menggeleng, ia belum bertemu lagi dengan Alea, " kita bawa Nadira dan jelasin semuanya setelah itu terserah Alea mau gimana"


"Kita doain yang terbaik buat Alea sama Nathan" Alvaro mengusap pipi Aletta menenangkan gadis itu


"Ayo kita cari Nadira.."


Keduanya baru saja akan mencari Nadira tapi gadis itu lebih dulu menghampiri mereka bersama Bryan.


"Varo, maaf gara- gara gue loe jadi babak belur." Sesal Nadira


"Alvaro, Aletta aku minta maaf" kata Bryan


Alvaro mengangguk, "aku bisa memahami situasimu"


"kita bakal maafin kalian kalo kalian udah baikan." Ucap Aletta

__ADS_1


Bryan mengangguk, "berkat kamu, Aku bisa bersama dengan Nadira."


"Kami akan kembali ke London Al dan menjelaskan semuanya dengan orangtua kami" ucap Nadira


"Kok balik sih?" Raut wajah Aletta berubah sedih


"Kami harus menyelesaikan masalah yang aku buat disana gara- gara Nadira pergi." Jelas Bryan


"Baiklah, kalau itu keputusan kalian. Tapi sebelum itu kamu mau kan ketemu sama Alea dan jelasin semuanya?" Tanya Aletta


"Ya aku mau"


*****


Aletta, Alvaro, Nadira dan Bryan sudah sampai di Mension keluarga Ferdinan, Angga dan Andin sudah menunggu disana.


Sementara Nathan kembali ke rumahnya untuk menenangkan diri.


"Gue udah jelasin tapi Alea tetap aja ngeyel" kata Andin yang sedari siang menemani Alea


"Ck!" Aletta berdecak kesal


"Al..." Alvaro menarik tangan Aletta, "jangan terlalu keras sama Alea"


"Mau apa loe bawa dia ke sini?" Sinis Alea melirik Nadira


"Nad jelasin!" Perintah Aletta


"Buat apa loe.."


"Diem loe!!! Jangan berani nyela apa yang bakal Nadira jelasin ke loe" sela Aletta menatap tajam ke arah Alea


Ketiga lelaki yang melihat Aletta marah hanya bisa saling berbisik.


"Calon bini loe galak Var, bae- bae" bisik Angga


"Aku tidak percaya gadis sekalem Aletta sangat menyeramkan ketika marah" timpal Bryan


"Loe berdua diem, salah- salah kita yang di omelin" kata Alvaro membuat Angga dan Bryan langsung diam


"Alea, sebelumnya aku minta maaf kalo karena aku kamu jadi salah paham sama Nathan, " Nadira menggandeng tangan Bryan, "dia pacarku, namanya Bryan kalung ini adalah hadiah darinya saat kami pertama kali jadian. Waktu itu kalung ku hilang dan Nathan membantuku mencarinya. Itulah sebabnya kalung ini ada pada Nathan. Aku harap kamu tidak salah paham menuduh Nathan selingkuh dengan ku."


"Aku, Nathan, Alvaro sudah berteman sejak kecil lalu bertemu dengan Angga saat SMP. Mereka menganggap ku seperti adik mereka sendiri. Jadi untuk suka sama mereka rasanya sulit karena aku tau bagaimana mereka." Jelas Nadira


Alea diam tak bergeming masih dengan egonya.

__ADS_1


Aletta menarik nafasnya bertambah kesal melihat Alea yang tak bergeming sedikit pun.


Oke, kita liat seberapa besar ego loe bertahan Alea!!


"Loe..." Tunjuk Aletta pada Alea, "loe tau gara- gara loe papa berantem sama om Danu."


Alea menatap Aletta dengan wajah terkejut


"Gara- gara loe juga motor pak Salim hilang"


Kening Alea berkerut, "apa hubungannya sama gue?"


"Iya karena elo, gue harus ngejar papa pake motor pak Salim tapi gue sama Nadira malah ngeliat Nathan nyaris bunuh diri di rel kereta api."


"Apa!!!!"


Aletta puas melihat wajah panik Alea


"Kalo gue sama Nadira sedetik aja telat nyelametin Nathan mungkin sekarang loe lagi nangis dan menyesal di depan jasadnya."


"Loe pasti bohong?"


"Loe ga percaya, Nadira saksinya."


"Iya Alea, aku sama Aletta ngeliat Nathan ada di rel kereta Api." Kata Nadira


"Kalo loe sayang sama dia, temuin dia sekarang. Minta maaf ke dia, tapi gue ga yakin dia mau maafin loe begitu aja...'


Wajah Alea semakin pias mendengar ucapan Aletta


"Papa udah ngebatalin pernikahan loe sama Nathan. Kalo sampe Eyang tau... Siap- siap deh loe di jodohin lagi sama Eyang"


Alea menggeleng , "ga mungkin" Alea langsung turun dari tempat tidurnya berlari keluar kamarnya.


"Al kamu terlalu keras sama Alea" kata Alvaro


"Biarin aja,... kalo ga di gituin dia bakal tetap sama egonya. itung- itung bales dendam gara-gara Nathan bohongin aku waktu itu"


"tapi kan itu Nathan Al, bukan Alea..."


"gak papa demi kebaikan mereka juga... kasian tau Nathan... belom lagi om Danu terus motor pak Salim..."


"mending kita ikutin. gue takut Alea kenapa-kenapa di jalan. " ucap Andin


Mereka sepakat menyusul Alea yang sudah lebih dulu pergi ke rumah Nathan.

__ADS_1


__ADS_2