Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
61


__ADS_3

"hai yank, kamu lagi apa?"


"Baru pulang yank, tadi abis dari alun- alun besok sore aku pulang" kata Alea sambil menatap Nathan dilayar ponselnya mereka tengah melakukan panggilan video


"Mau dijemput ga?"


"Terserah kamu aja yank,..."


"Oh ya yank, handphone Aletta ga aktif ya?"


"Oh itu hapenya rusak yank, kenapa? Ada perlu sama Aletta?"


"Ada yang mau ditanyain."


"Apaan?"


Nathan menjelaskan pertemuannya dengan Alvaro di cafenya tadi sore, "jadi gitu yank ceritanya"


"Hah? Masa sih? Masalahnya tadi pagi sebelum berangkat Aletta pamit ke rumah sakit mau ketemu Varo. Masa ga ketemu sih"


"Tapi Varo bilang ga tau yank. Kayanya mereka lagi ada masalah deh yank.."


"Aku ngerti. Nanti aku telpon kamu lagi... Bye"


"Bye"


Alea langsung keluar dari kamarnya menuju kamar Aletta tapi gadis itu tidak ada disana.


Alea langsung keluar rumah, biasanya kalau ada masalah adiknya itu pergi ke rumah pohon yang ada dihalaman belakang mension Eyang


"Untung loe disini. Kalo ga nemu kagak tau dah harus nyari loe kemana apalagi loe ga punya hape" kata Alea yang melihat Aletta sedang duduk


"Jujur sama gue loe lagi ada masalah apa sama Varo?" Alea langsung to the point bertanya


"Ga ada"


"Bohong! Tadi Nathan ketemu Varo masa dia ga tau loe ke Jogja. Bukannya loe tadi pagi ke rumah sakit?"


"Iya cuma ga ketemu."


"Jujur sama gue Aletta"


Aletta menghembuskan nafasnya kasar, ia malas membahas ini tapi melihat Alea yang menatap tajam ke arahnya akhirnya ia menjelaskan semuanya dimulai dari ia yang kejadian di ruangan Alvaro hingga kejadian tadi pagi.


"Al, loe serius?" Alea menatap adiknya tak percaya, " loe orang yang paling cuek diantara gue dan Andin, loe ga pernah peduli orang mau ngomong apa tentang loe tapi kenapa sekarang loe jadi minder begini. Ini bukan loe banget Al"


Aletta menyodorkan tab miliknya, Alea mengerutkan keningnya lalu membaca berita online yang di update disalah satu media sosial.


"Inilah sosok kekasih Vanessa Hanindiya Dokter muda cantik dan berbakat lulusan terbaik universitas di Amerika"

__ADS_1


Alea mengerutkan keningnya membaca berita online itu yang memuat kabar tentang hubungan Vanessa dan Alvaro bahkan menyertakan beberapa foto keduanya yang terlihat mesra.


"Ini editan Al... Masa loe minder cuma baca berita beginian doang" katanya berusaha menghibur adiknya itu tapi beberapa saat kemudian matanya membulat saat membaca kolom komentar yang membandingkan Aletta dan Vanessa.


Astaga separah ini, batin Alea yang membaca komentar- komentar julid dari netijen yang budiman, bahkan ada yang menandai Aletta langsung.


Buru- buru Alea menonaktifkan notifikasi media sosial milik Aletta. Jika ini menimpa dirinya sudah pasti ia galau 7 hari 7 malam bahkan lebih.


"Al.."


"Dia kembarannya Valery..."


Alea menutup mulutnya tak percaya, walaupun mereka orang yang berbeda bagaimana kalau itu mempengaruhi perasaan Alvaro.


"Al, gue yakin Varo ga mungkin suka sama dia"


Alea menatap iba pada Aletta, gadis itu benar- benar kehilangan rasa percaya dirinya. Kalau sudah begini urusannya Alvaro yang harus turun tangan sendiri.


*****


Alea kembali ke kamarnya setelah menghibur Aletta walaupun itu sia- sia nyatanya gadis itu hanya diam.


Sudah jam 10 malam, Alea yakin Alvaro belum tidur. Ia harus melakukan sesuatu untuk adiknya itu.


Pada deringan kedua Alvaro mengangkat panggilan telepon dari Alea


"Belom, gue baru pulang"


"Var gue mau ngomong sesuatu ke loe"


"Bukannya dari tadi loe udah ngomong ya"


"Astaga" ingin rasanya Alea melempar sendal ke arah lelaki itu bisa- bisanya membuat lelucon padahal Alea lagi serius, "gue serius ini menyangkut pacar loe"


Terdengar helaan nafas dari ujung sana, Alea yakin Alvaro pasti bingung dengan sikap Aletta padanya.


Alea langsung menjelaskan semuanya kepada Alvaro tanpa dikurangi atau dilebih- lebihkan.


"Gue ngerti" sahut Alvaro


"Besok sore gue sama Aletta pulang"


"Kabarin gue kalo kalian udah sampe"


"Oke"


"Thanks Alea"


"Sama- sama"

__ADS_1


Selesai menelpon Alvaro, Alea langsung merebahkan tubuhnya ke atas kasur dan tidur


****


Keesokan harinya, pesawat yang di tumpangi Alea dan Aletta mendarat di bandara Soekarno - Hatta dengan selamat


Stefani dan Nathan sudah menunggu, di dekat pintu kedatangan domestik menyambut keduanya.


Nathan langsung memeluk Alea begitu gadis itu berada didepannya.


"Please deh loe berdua cuma ga ketemu dua hari ga usah menebar kemesraan didepan gue sama Stefanie" cibir Aletta


"Iri tinggal bilang ke Varo" sahut Nathan


"Oh ya mbak Aletta ini handphonenya sudah saya ambil" Stefanie menyodorkan ponsel Aletta yang baru saja diambilnya ditempat service


"Makasih, padahl besok juga gak apa- apa"


"Sekalian saya jemput pacar saya mbak"


"Oh ya"


"Iya mbak, pacar saya kuliah dan kerja di Singapur jadi kita ketemuannya tiga bulan sekali" jelas Stefanie


"Wah, kalo gitu have fun ya besok kan weekend"


"Makasih mbak, saya pamit dulu." Stefanie pergi karena ia harus menjemput kekasihnya


"Kita kemana yank?" Tanya Alea


"Mau pulang atau makan dulu?" Tanya Nathan


"Makan dulu deh yank, aku laper..." Jawab Alea lalu beralih melirik Aletta yang sibuk dengan ponselnya, "mau ikut ga Al?"


"Ogah gue jadi obat nyamuk."


"Kamu ga ngajak Varo yank?"


Nathan menepuk jidatnya, "kamu ga tau ya, Varo lagi siap- siap mau ke Jerman lagi yank"


"Apa? Ke Jerman." Aletta yang fokus dengan handphonenya langsung menoleh


"Masa loe ga tau sih?" Aletta menggeleng, 'Om Dito nyuruh Alvaro buat balik ke Jerman hari ini juga darurat katanya dia berangkat jam 11 malam ini, kayanya sekarang dia lagi packing di apartemennya , denger- denger kali ini pulangnya lebih lama karena dia dapet beasiswa S3 disana"


Mata Aletta membulat, ia melirik jam di ponselnya masih jam tujuh malam masih ada waktu untuk menemui lelaki itu di apartemennya.


"Al loe mau kemana?" Teriak Alea yang melihat Aletta berlari


"Pak, kita ke Apartemen Laguna Spring sekarang, kalo bisa ngebut pak"

__ADS_1


__ADS_2