
Nathan mengajak Aletta ke kedai Es krim langganan mereka jika sedang berkumpul. Aletta langsung memesan semua jenis es krim rasa buah yang menurutnya enak.
"Nat loe ga mau?"
Nathan menggeleng, "ngeliat loe aja gue kenyang"
"Mana ada Nat, cuma ngeliatin doang kenyang aneh loe!!"
Nathan tersenyum, sambil memperhatikan Aletta yang sedang menyendok es krim lalu memakannya dengan mata berbinar bahagia.
mungkin kalau yang didepannya adalah Alea betapa senangnya hati Nathan. Apapun yang Alea inginkan, seaneh apapun ngidamnya pasti akan Nathan usahakan.
"Nat, kok loe nangis?"
Nathan tersentak kaget lalu mengusap pipinya dan ternyata benar ada sisa air matanya, "gue gak apa- apa Al.."
Aletta meletakan sendoknya, ini pasti karena semalam, "gue yakin, kalo anak gue lahir Alea pasti pengen punya anak juga.. Apalagi kalo nanti Andin udah nikah terus langsung hamil pasti dia ikutan pengen cepet-cepet hamil" hibur Aletta
"Iya Al... Semoga aja"
"Hai..."
Keduanya menoleh saat Alvaro sudah berdiri tak jauh dari mereka.
"Hai kak"
Alvaro mengusap rambut Aletta sebelum akhirnya duduk disebelah istrinya, "sorry ya Nat, ngerepotin"
"Enggak lah, gue yang ngajak kok ga repot sama sekali, buat keponakan gue apa sih yang enggak."
Alvaro tersenyum, "kamu udah makan belum
Al?"
Aletta nyengir seketika, seharian ini ia cuma ngemil buah- buahan sama sekali belum menyentuh nasi dan teman- temannya.
"Pulang nanti kamu harus makan"
"Iya.."
"Ro..."
"Kenapa Nat?"
"Woiiii"
Ketiganya menoleh, ada Angga dan Andin didepan meja kasir sedang memesan lalu ikut bergabung.
"Ngumpul ga ngajak-ngakak" cibir Angga
"Ngajak si bumil nih" kata Nathan
"Si bumil udah 7 bulan masih ngidam aja" kekeh Andin
"Gue bosen di rumah sepi, Kak Varo kerja, Alea kerja, mama sama papa pergi ga tau kemana, Eyang juga" keluh Aletta
__ADS_1
"Kenapa ga telpon gue, padahal gue free di butik"Kata Andin, "Lain kali kalo bosen kabarin gue, nanti gue temenin..."
"Makasih Andinku" Aletta memeluk Andin yang duduk di sebelahnya
"Andin punya gue..." Kata Angga
"Ihhh.. sebelom dia sama loe dia udah dari TK sama gue. Jadi Andin punya gue.." balas Aletta
"Kalo gitu Varo punya gue" ledek Angga tak mau kalah
"Mana mau dia sama loe.. jiwa raga dia masih normal pasti milih gue walaupun gue gendut kaya gini"
"Yaealh si Aletta gue cuma becanda kali.. ambil deh buat loe gue juga masih normal"
"Eh Alea mana?" Tanya Andin yang merasa personil mereka kurang satu
"Belom pulang kerja" jawab Aletta
"Kerja? Masa sih? Bukannya jadwalnya kalo siang sampe sore dia latihan ya" celetuk Angga yang langsung membuat ketiga orang didepannya terkejut, "kok kaget?"
"Latihan???" Tanya Nathan
Angga mengangguk, "loe ga tau kalo Alea bakal di kontrak sama London Racing Team?"
Keempat orang itu kembali terkejut, Aletta, Alvaro dan Andin melirik Nathan yang terdiam
Nathan mulai berperang dengan pikirannya, satu per satu ingatannya kini saling terhubung seperti sebuah puzzle yang sudah menemukan pasangannya, Nathan menyeringai semuanya terasa masuk akal sekarang.
"Nat?" Angga menepuk bahu Nathan ia merasa tidak enak hati saat melihat ekspresi Nathan ,"sorry Nat gue ga tau, soalnya berita ini udah booming di club dari beberapa waktu yang lalu. Gue pikir loe tau"
Aletta menepuk bahu suamianya "Kak, kejar kak. Aku takut Nathan kenapa- kenapa" pinta Aletta
Alvaro mengangguk, "Andin titip Aletta"
"Loe tenang aja Ro, kalian hati - hati"
Angga dan Alvaro mengejar Nathan yang sudah lebih dulu pergi mengendarai mobilnya.
"Ini ada apa sih Al?"
"Gue ga begitu paham Ndin tapi semalem..." Aletta menceritakan kejadian semalam saat Nathan menanyakan obat pada Alvaro
Andin menutup mulutnya tak percaya, "ga mungkin kan Al?"
"Gue ga tau bener apa enggaknya, tapi kayanya Nathan belom ngomong sama Alea.. dan dari apa yang Angga bilang kayanya Nathan udah punya kesimpulan sendiri ....gue jadi takut Ndin..." Kata Aletta yang merasa cemas
"Kita doain semoga ga ada apa-apa.. loe yang tenang jangan banyak pikiran kasian bayi dalam kandungan loe.."
Aletta mengangguk, "iya Ndin.."
"Mending kita pulang sekarang. Loe masih mau makan es krim ga?"
Aletta menggeleng, sudah tidak berselera lagi rasanya.
Andin mengajak Aletta pulang ke rumahnya sambil menunggu kabar, semoga semuanya baik-baik saja.
__ADS_1
*****
Sebelum pulang Alea singgah untuk membeli kue favorit Nathan. Malam ini mereka masih menginap dirumah orangtuanya.
Rencananya Alea akan memberi tahu semua anggota keluarganya tentang tawaran berkarir diluar negeri. Pasti keluarganya akan senang dan mendukungnya.
Saat menunggu pesanannya Alea kaget begitu ada yang menepuk bahunya.
"Dokter Sarah" pekik Alea
"Kamu Alea kan saudara iparnya dokter Varo?"
Alea mengangguk membenarkan, ia malas meladeni perempuan disebelahnya itu. Mengingat hubungan mereka yang kurang baik.
"Kamu sendirian aja disini?"
Alea memutar bola matanya malas seolah mengisyaratkan , menurut loe?
"Kamu ga diajak kumpul sama mereka?"
"Mereka?" Tanya Alea bingung
Sarah langsung menunjukan foto dimana suami, adik beserta sahabatnya tengah berkumpul disalah satu kedai es krim langganan mereka tanpa mengajaknya jangankan mengajak memberitahunya saja tidak, seharian ini ia belum bertukar kabar dengan Suaminya.
"Bahkan kamu aja aja tau"
Alea mengembalikan ponsel Sarah, tidak tertarik meladeninya
"Tadi sih aku liat suami kamu sama istrinya Alvaro yang duluan ke sana. Kok suami kamu begitu sih, harusnya kan merhatiin kamu istrinya bukan malah adik iparnya"
"Gue percaya sama mereka. Lagian mereka berdua udah deket dari dulu" sahut Alea tidak terprovokasi
"Sekarang udah beda Alea, kalian udah nikah ga wajar lah kalo suami kamu lebih perhatian sama adik iparnya .. kamu ga curiga gitu"
"Curiga?"
"Ya curiga bisa aja kan mereka main belakang"
"Ga usah asal ngomong deh loe..."sahut Alea mulai emosi
"Ya kan bisa aja Alea, coba inget- inget kapan terkahir kamu mesra- mesraan sama suami kamu, diajak jalan, di kasih hadiah, minimal di beliin makanan kesukaan kamu"
Alea terdiam mengingat kembali kapan terakhir ia dan Nathan liburan bersama kalau tidak salah waktu itu ke Bali saat peresmian kantor setelah itu bukannya tak pernah tapi ia yang terlalu sibuk, dan kalau ada waktu libur ia hanya ingin istirahat dirumah mengistirahatkan tubuhnya.
Alea tak menampik jika Nathan memang sering memperhatikan adiknya dengan membelikan makanan atau hadiah kecil untuk Aletta yang sedang hamil dan Nathan tulus memberikannya untuk calon keponakannya.
Sama sekali tidak pernah berfikir kalau mereka akan main belakang. Bukannya Aletta sudah terlampau bahagia semua perhatian berpusat padanya, suami yang senantiasa selalu ada, bahkan kalau dipikir-pikir semua anggota keluarganya terlalu sibuk memperhatikannya bahkan kerap kali mengabaikannya
Alea yang larut dalam pikirannya membuat Sarah tersenyum penuh kemenangan.
*****
maafkan author yang jarang update karena sibuk ngehalu di real life 😂// canda elahh... otor sibuk beet
jangan lupa baca karya author yang lain ya klik bio untuk lebih lengkap 👍👍👍
__ADS_1
happy reading.. see you