Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
107


__ADS_3

"Lo Kenapa Le?" Tanya Aletta sedari tadi heran melihat Alea yang bolak balik ke kamar mandi terus


"Perut gue ga nyaman Al.." Alea memegang perutnya yang sedari tadi pagi terasa tidak nyaman bahkan makanan yang dimakannya pun terus ia muntahkan


"Masuk Angin?"


"Mungkin Al, semalem Nathan ngajak gue tempur sampe pagi"


"Astagfirullah, itu mulut di filter kenapa sih..."


Alea hanya nyengir seketika, "maaf"


"Le..."


"Hmm"


"Lo ngerasa ada yang aneh ga?"


"Sama?"


"Diri lo sendiri lah masa orang lain."


"Maksud lo?"


"Be-"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


ucapan Aletta terjeda karena Alvaro dan Nathan yang baru pulang kerja.


"Bau obat" protes Aletta saat Alvaro mencium keningnya, "kamu mandi gih bajunya udah aku siapin abis itu aku mau minta tolong jagain si kembar"


"Mau kemana?"tanya Alvaro


"Ada urusan sama Alea. Nat lo juga mandi sana gue sama Alea mau pergi sebentar. Lo bantuin kak Varo jaga si kembar ya"


"Mau kemana Al?" Tanya Nathan


"Udah ga usah kepo. Buruan sana mandi" usir Aletta


Akhirnya mau tidak mau kedua lelaki itu pergi ke kamar mereka masing-masing.


"Mau kemana Al?" Giliran Alea yang bertanya


"Lo siap-siap gih. Nanti juga lo tau kita kemana."


Alea hanya mengangguk pasrah memaksa bertanya pun tidak akan diberi tahu oleh Aletta.


*****


"Var, udah malem nih, Aletta ngajak bini gue kemana???..." Tanya Nathan cemas pasalnya sudah tiga jam kedua perempuan itu pergi tanpa memberitahu kemana tujuan mereka


"Iya Nat gue udah nelfon, sms, whatapp tapi cuma di read doang sama Aletta.."


Alvaro merasa sama cemasnya, untung saja si kembar tidak rewel sehingga ia tidak kewalahan menjaga mereka.


"Aletta sama Alea belum pulang?" Tanya Mama April yang baru saja menengok si kembar


"Belum ma,,," jawab Alvaro

__ADS_1


"Kalian ga tau istri- istri kalian pergi kemana?" Giliran papa Ferdi bertanya


"Kata Aletta ada urusan pah.." jawab Nathan


"Ini udah malem loh masa belum pulang.. awas aja kalo pulang nanti..." Ancam papa Ferdi


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam..."


"Panjang umur mereka..." Kata papa Ferdi yang sudah tidak sabar ingin memarahi kedua putrinya., "Dari mana sih ibu-ibu ini udah malem loh?"


"Maaf ya pah. Hehe" cengir Aletta


"Dari mana sih Al"


"Maaf ya kak tadi ada urusan"


"Urusan apa sih?" Tanya Nathan siap mengintrogasi adik iparnya itu


"Lo tanya istri lo" jawab Aletta santai


Nathan mengerutkan keningnya, "yank?"


Alea yang ditanya hanya senyam senyum ga jelas, "nih, aku tadi beli hadiah buat kalian semua" katanya sambil memberikan sebuah kotak berukuran sedang yang sudah dibungkus rapi lengkap dengan pita


"Kok cuma satu? Katanya buat kalian semua..." Tanya Nathan heran


"Udah buka aja..." Jawab Alea sambil terus tersenyum


Nathan perlahan membuka kotak tersebut, sambil diikuti rasa penasaran oleh Alvaro dan kedua mertuanya..


Nathan masih tak paham sementara mama April langsung berhambur memeluk putrinya.


"Dasar bego.. itu tespek.. lo liat tuh garis dua yang artinya positif..." Jelas Alvaro


Nathan sontak menoleh tak percaya dengan ucapan Alvaro, "serius yank...???"


Alea mengangguk malu- malu


"Alhamdulillah..." Pekik Nathan kegirangan, "gue mau jadi bapak benerannnn..." Nathan langsung memeluk Alea menghujaninya dengan kecupan yang bertubi- tubi


"Woyyy... Depan umum neh liat sikon dong." Sindir Alvaro


Nathan tersenyum malu, pasalnya ia terlalu bahagia.. akhirnya penantian mereka berbuah manis.


flashback on


"Al, kita kok kesini??" Tanya Alea heran begitu Aletta menghentikan mobilnya dirumah mertuanya


"Lo ikut gue..."


Alea tak urung mengikuti Aletta masuk ke rumah orangtua Alvaro. "Assalamualaikum mamy..."


"Waalaikumsalam.. "


"Nih mih, orangnya..." Kata Aletta begitu mereka tiba diruang praktek mamy Alda sebelum pergi tadi Aletta sudah menelepon ibu mertuanya dan Mamy Alda menyuruhnya untuk langsung datang ke rumah.


"Kenapa gue disini Al, emang gue kenapa?" Tanya Alea bingung


"Alea inget kapan terakhir menstruasi?" Tanya mamy Alda

__ADS_1


"Hmmm.. tanggal 2 bulan lalu deh mih..." Jawab Alea sambil mengingat- ingat kembali kapan terakhir tamu bulanan datang


"Sekarang udah tanggal 20.. lo udah telat ..." Pekik Aletta


"Hah? Maksudnya...?" Tanya Alea yang tak paham


Mamy Alda hanya tersenyum lalu menyodorkan sebuah tespek pada Alea, "kita coba ya..."


Alea ragu- ragu menerima tespek dari mamy Alda, "mamy tau Alea takut kecewa tapi ga ada salahnya kita coba..."


Alea mengangguk, ia langsung menuju toilet yang ada disudut ruangan


Beberapa menit kemudian terdengar teriakan dari dalam, "Alettaaaaaaaa"


Aletta yang sedang ngobrol dengan mamy Alda dibuat panik oleh teriakan Alea dari dalam toilet, "Le."


Alea langsung memeluk Aletta sambil meneteskan air mata, "garis dua Al..."


Aletta ikut bersorak mendengarnya, "alhamdulillah gue ikut seneng..."


"Mamy.. makasih ya ...." Gantian Alea memeluk mamy Alda


Mamy tersenyum membalas pelukan Alea lalu meminta Alea berbaring diatas brankar untuk melakukan USG.


Alea menangis begitu mamy Alda menjelaskan bahwa yang ia dengar adalah detak jantung bayinya.


"6 week... Janinnya sudah terbentuk, detak jantung baik... Selamat ya sayang kamu sekarang jadi calon ibu..."


Alea tak henti- hentinya bersyukur sambil menitikan air mata, "makasih ya mih, makasih Al.."


Flashback off


"Terus kenapa lo punya pikiran kaya gitu Al?" Tanya Nathan saat ini mereka tengah berkumpul diruang keluarga


"Lo ga liat betapa anehnya bini lo.. dan gue yang selalu jadi korbannya..." Jawab Aletta sebal


"Mama udah duga sih, mama juga heran kenapa Alea jadi nempel banget sama Aletta ." timpal mama April


"Udah gitu seleranya jadi parah banget..." Sambung Aletta


"Al... Lo kok gitu sih..." Protes Alea


"Suami lo nanya ya gue jelasin Le..." Kata Aletta kalem


"Apapun itu, papa seneng dapat kabar baik.. akhirnya cucu papa nambah lagi.." Kata papa Ferdi menengahi perdebatan kakak adik tersebut


"Besok aku mau ke salon mau ganti model rambut kaya Aletta" ujar Alea sambil tersenyum sumringah


"hah?"


"kamu kenapa yank?" tanya Alea heran dengan reaksi Nathan


"kenapa harus Aletta sih sayang?" Protes Nathan pasalnya rambut panjang Aletta sudah dipangkas hingga sebatas bahu karena waktu itu sebagian rambut Aletta dipotong untuk kepentingan operasi. Ia tidak rela jika rambut panjang istrinya harus di pangkas juga karena ia menyukai perempuan dengan rambut panjang.


Alea hanya terkekeh pelan, "aku senengnya sama Aletta yank aku mau punya rambut kaya Aletta.. kamu jangan ngelarang aku.. ini demi anak kamu .apa kamu mau anak kamu nanti jadi ileran karena kamu gue mau nurutin kemauan dia..."


"Ee- enggak gitu yank" kata Nathan terbata-bata


Aletta puas melihat wajah pasrah Nathan, "lanjut Le.. lanjutkan"


"Apa ini yang dinamakan ngidam?" Nathan menghela nafas pasrah yang langsung mengundang tawa seisi rumah

__ADS_1


__ADS_2