Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
22


__ADS_3

"Kenapa?" Tanya Alvaro yang heran dengan reaksi gadis itu, " kalo kamu ga mau gak papa saya ga maksa kok"


"Eh.. gak kok.. saya mau.." jawab Aletta cepat


"Bener?" Tanya Alvaro memastikan


Aletta mengangguk, "iya pak dokter..."


Alvaro tersenyum, "makasih.."


Aletta bahkan tak berkedip melihat lelaki bertitle dokter itu tersenyum


Ya Allah sisain satu aja yang kaya gini, atau dokter Alvaro aja boleh ga sih, batinnya


"Kamu mau makan dulu ga?" Tanya Alvaro


"Eh... Kenapa dok?"


"Kita makan dulu" kata Alvaro yang hanya dibalas Aletta dengan anggukan.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Alvaro melihat beberapa restoran berjejer didepannya


Melihat berbagai jenis restoran cepat saji didepannya membuat Aletta bingung ditambah perutnya yang sudah berbunyi mengingat ia melewatkan makan siangnya tadi, " apa aja , terserah dokter"


Kalimat ajaib perempuan sudah keluar, 'terserah' baiklah jangan salahkan para lelaki yang kurang peka jika salah membuat pilihan, "Shusi aja gimana?"


Aletta mengangguk pasrah mengikuti dokter ganteng itu masuk ke dalam restoran. Alvaro menyuruh Aletta duduk menunggu sementara dirinya memesan makanan.


Beberapa menit kemudian Alvaro datang membawa nampan berisi makanan mereka, Aletta dengan sigap membantu meletakan makanan diatas meja.


"Ayo dimakan" kata Alvaro


Aletta mengangguk, keduanya makan tanpa bersuara. Diam- diam Alvaro memperhatikan gadis cantik didepannya itu yang tengah makan dengan lahap.


Aletta yang merasa diperhatikan menghentikan kegiatannya, 'dokter kenapa ngeliatin saya begitu? Saya malu- maluin ya?" Tanya Aletta


Alvaro menggeleng, "enggak, justru saya seneng, kamu ga jaim"


Aletta mengerutkan keningnya meminta penjelasan lebih pada lelaki itu


"Biasanya cewek yang makan sama saya pasti makannya dikit, terus pelan- pelan" kata Alvaro


Aletta mengangkat sebelah alisnya, pikirannya dipenuhi dengan kata- kata Alvaro.


Cewek yang makan sama dokter Varo? Apa jangan- jangan..


"Bukan makan berdua, tapi jamuan makan malam bareng rekan kerja dirumah sakit" lanjut Alvaro seolah mengerti apa yang dipikirkan Aletta


Lo mikir apa sih Al, batin Aletta


"Hmm begitu ya dok"

__ADS_1


"Kamu kenapa sih manggil saya 'dokter' terus? Saya punya nama loh dan kita bukan dirumah sakit, Kesannya jadi formal banget..." Kata Alvaro jujur


Aletta terkekeh, "udah kebiasaan dokter,,"


"Panggil saya Alvaro..."


Aletta menggeleng, "gak mau"


"Kenapa? Apa nama saya jelek?"


"Enggak, cuma lebih nyaman aja manggil kaya gitu. " Sahut Aletta


"Ayolah Aletta, terlalu formal.." kata Alvaro


"Yaudah, aku panggilnya pak Dokter aja gimana?" Tanya Aletta sambil tersenyum jahil


"Ck! Okeh mbak Atlet" jawab Alvaro


"Lah!! Kok mbak Atlet biasanya juga Aletta" protes gadis itu tak terima


Alvaro mengangkat bahunya, "terserah saya dong.."


"Dokter Varo"


"Mbak Altet"


"Jangan lah di panggil mbak Atlet ... "Cicit Aletta


"Yaudah jangan panggil saya pak Dokter maka saya ga bakal panggil kamu mbak Atlet"


"Iya mbak Atlet.." Alvaro mengulum senyumnya melihat Aletta yang kesal, senang sekali rasanya bisa menjahili gadis itu, pikirnya


"Ck! Alvaro!!!!" Ucapnya kesal


"Iya Aletta"


"Puas!!!"


"Sangat puas, terima kasih.."


Aletta mengerucutkan bibirnya, hal itu malah membual Alvaro bangkit lalu mencubit kedua pipi cubby miliknya.


"Ayo kita pulang, udah malem.." ucapnya berjalan lebih dulu meninggalkan Aletta


Aletta menempelkan tangannya di pipi, senyum terukir di bibirnya, wajah cantiknya kini bersemu merah akibat perlakukan Alvaro tadi. Ia langsung bangkit menyusul lelaki itu dan berjalan mengekor dibelakangnya tak ingin Alvaro melihat wajahnya yang bersemu merah.


*****


Nathan, Alea, Andin dan Angga tiba di cafe Vanilla Late usai membeli hadiah untuk pak Tommy selaku manager di club motor yang menanungi Alea dan teman- temannya.


Cafe yang sengaja disewa ini hanya di penuhi oleh keluarga, kerabat, beberapa rekan bisnis dan tentu saja semua anggota Motopedia Racing Clubs.

__ADS_1


"Le, pinjem hape lo, Batre gue lowbat" kata Nathan seraya menunjukan ponselnya yang mati


"Gue ada power bank.." Alea mengeluarkan benda berbentuk kotak dari ranselnya


"Thank you Le.." ucap Nathan menerima power bank dari tangan Alea


Alea mengangguk, keningnya berkerut melihat seorang wanita datang wajah angkuh menghampiri mereka.


"Hai sayang"


mata Alea membulat melihat pemandangan Nathan dipeluk oleh seorang wanita tepat didepan matanya. Ada perasaan yang aneh menjalar di hatinya rasanya tidak nyaman bukan tapi tidak rela.


Andin yang berada disebelah menepuk pelan bahu gadis itu, "dia Renata" bisiknya


Nathan langsung melepaskan pelukan itu sedikit kasar, "lo gila"


"Nat" Angga menggeleng seolah mengisyaratkan 'jangan buat keributan disini'


"Ck! Mau ngapain lo?" Tanya Nathan datar


"Emm aku cuma mau ngasih tau kamu aja. Kalo ternyata pacar baru kamu itu ga baik" jawab Renata


Deg


Seketika lutut Alea lemas mendengar ucapan mantan kekasih Nathan barusan.


Nathan punya pacar? Batin Alea


Angga dan Andin saling pandang penuh tanya 'sejak kapan Nathan punya pacar dan Siapa pacarnya?'


"Maksud lo?" Nathan mengangkat sebelah alisnya


Renata mengeluarkan benda pipih dari tasnya lalu menunjukan sebuah foto yang terpampang dilayar datar itu


Nathan merampas paksa ponsel milik Renata, Angga yang penasaran ikut mendekat bersama Andin dan Alea.


"Loh, itu kan Aletta sama Alvaro" kata Angga yang kaget melihat foto sahabatnya itu


Nathan dengan wajah datarnya langsung mengambil handphonenya, tangannya dengan lincah menekan beberapa tombol lalu meletakkannya di telinga.


"Halo Var.. lo dimana?"


"...."


"Ke Cafe Vanilla Late sekarang. Ajak Aletta juga." Tanpa mendengar sahutan dari ujung sana Nathan langsung menyudahi panggilan itu.


Renata yang melihat reaksi Nathan tersenyum penuh kemenangan, rencananya berhasil.


Alea meremas kedua tangannya melihat Nathan yang tampak emosi. Pikirannya berkelana menduga- duga ada hubungan apa antara Aletta dan Nathan. Bukankah adiknya itu mengatakan jika dirinya tidak menyukai Nathan.


Terus kenapa Nathan harus marah lihat Aletta dan Alvaro jalan bareng? Apa dugaan gue selama ini bener kalo ternyata Nathan suka sama Aletta

__ADS_1


Alea sudah menduga hal ini dan sudah bersiap untuk patah hati jika kenyataannya Nathan menyukai adiknya itu. Tapi kenapa rasanya sakit sekali


Al kenapa lo tega sama gue, batin Alea


__ADS_2