
Alea dan Aletta tiba dirumah setelah acara perayaan anniversary orangtua mereka berakhir.
Tentu saja diantar mas pacar hingga selamat sampai rumah, tanpa lecet atau kurang sedikitpun.
Mama sama papa menginap di hotel, honey moon yang entah ke-berapa. Katanya sih mau ngasih adek buat Alea dan Aletta. Kita doakan semoga berhasil.
Sebenarnya tadi Alea memaksa para mas pacar untuk mampir tapi karena udah malem jadi ya besok lagi ketemunya. Mumpung besok libur mereka mau triple date sebelum lusa Alvaro berangkat ke Jerman.
Alea dan Aletta masuk sambil tertawa entah apa yang mereka bicarakan tapi sepanjang obrolan mereka terus tertawa.
"Alea.. Aletta"
Kedua gadis itu langsung menghentikan tawa mereka juga berhenti di tempat menatap Eyang.
Ada apa lagi sih, pikir mereka
"Dari mana kalian?" Interogasi Eyang
"Dari hotel Eyang abis acara mama sama papa kan tadi Eyang juga di sana" jawab Alea
"Kenapa baru pulang jam segini? Kalian keluyuran kemana?"
Alea menarik nafasnya pelan, " kan acaranya baru selesai Eyang, kita ga kemana- mana dari hotel langsung pulang."
"Eyang ga suka kalo kalian keluyuran ga jelas sama pacar ga jelas kalian"
Pacar ga jelas, astaga!!! Batin Aletta
"Maksud Eyang apa?" Tanya Aletta
"Mulai hari ini Eyang melarang mereka untuk dateng ke rumah ini" kata Eyang dengan suara lantang
Alea dan Aletta saling pandang tidak terima, apa salah pacar mereka, pikirnya
"Eyang kok gitu sih?" Protes Aletta, "salah mereka apa?"
"Eyang ga suka, mereka ga jelas bibit bebet dan bobotnya"
Alea jadi teringat saat ia dan Aletta mengenalkan pacar mereka pada Eyang tadi di hotel
Flashback on
"Selamat malam Eyang" sapa grup NA⁵ ramah
"Malam"
"Eyang kenalin ini Nathan pacar Alea"
"Selamat malam" Nathan mengangguk sopan pada Eyang.
"Ini Alvaro Eyang, pacar Aletta" giliran Aletta yang mengenalkan Alvaro pada neneknya itu.
"Selamat malam Eyang" Alvaro mengangguk sopan
Eyang hanya diam memperhatikan kedua pemuda itu dari ujung rambut hingga ujung kaki setelah itu berlalu pergi tanpa sepatah kata pun.
Alea dan Aletta saling pandang, tidak enak hati dengan sikap Eyang barusan.
"Yank sorry.."
"Gak papa sayang" kata Nathan tersenyum
"Maafin Eyang ya" kata Aletta
Alvaro mengangguk, "gak papa Al.. "
Flashback off
"Eyang egois" kata Aletta langsung pergi
Alea menatap Eyang sekilas tak berniat mengucapkan apapun lalu pergi menyusul Aletta.
__ADS_1
Percuma membantah karena Semua yang Eyang perintahkan itu mutlak harus di taati.
****
Aletta melemparkan clucth dan sepatunya dengan kesal. Benar- benar kesal
"Eyang apaan sih bener- bener deh"
"Mending dari awal ga usah ngasih kesempatan kalo ujung- ujungnya kaya gini" Alea langsung menghempaskan tubuhnya di kasur
"Kalo mereka ga boleh ke sini jangan harap calon Eyang juga bisa seenaknya keluar masuk rumah ini"
"Setuju" kata Alea
"Terus besok gimana????" Tanya Aletta
"Bisa kali Al, lagian kan mereka yang ga boleh main ke rumah bukan berarti kita ga bisa main sama mereka diluar kan" Alea tersenyum sambil menggerakkan alisnya
"Besok kita pergi pagi- pagi sebelum Eyang bangun." Usul Aletta
Kedua kakak adik itu kini tengah membuat rencana dengan wajah evilnya.
****
Pukul 4 pagi dimana ayam masih tidur nyenyak belum bangun untuk berkokok bahkan adzan subuh belum berkumandang
Kedua gadis cantik itu mengendap- endap turun lewat balkon kamar mereka dilantai dua.
Berpakaian rapi dengan menyandang ransel berisi baju- baju untuk pergi ke pantai hari ini. Mereka berlari ke arah gerbang. Jarak dari mension ke pintu gerbang kira- kira 1,5 KM jauhnya.
Bayangin aja pagi- pagi buta udah olahraga, sebenarnya ada fasilitas golf car tapi kalo pake itu bisa ketauan nanti kalo mereka pergi diam- diam.
Mau tidak mau ya terpaksa jalan kaki. Jauh sih tapi yaudah lah ya mau gimana lagi.
"Perasaan gue pintu gerbang dari tadi kagak sampe- sampe dah" keluh Alea dengan peluh yang sudah membasahi dahinya
"Nanti gue kalo punya rumah kagak mau dah yang modelan kaya gini, apalagi pintu gerbangnya jauh banget "
"Loe udah pesen taxi online?" Tanya Aletta sambil menyeka keringat yang bulir- bulirnya sebesar biji jagung
"Andin yg jemput"
"Whatt!! Andin? Loe percaya gitu sama dia?" Aletta menghela nafas pasrah, "dia bangun tidur aja siang mulu Lea"
"Ya sorry Al, tapi mungkin dia nyuruh Angga"
"Terserah deh yang penting kita nyampe ke rumah Andin"
Hampir 20 menit lamanya mereka berjalan dari istana megah milik papa Ferdi kini mereka tiba di gerbang yang untungnya sepi penjaga sehingga dengan mudah mereka keluar dari gerbang.
Seperti dugaan tidak ada yang menjemput mereka sesuai janji manis Andin pada Alea. Akhirnya kedua kakak adik itu berjalan ke arah jalan raya yang jaraknya dua kali lipat jarak antara rumah ke pintu gerbang.
"Pesen taxi online. Gue udah ga sanggup lagi jalan kaki" Alea duduk di trotoar jalan yang sepi sambil selonjoran
Dengan sebal Aletta mengeluarkan ponselnya membuka aplikasi layanan taxi online.
"Ale- Ale"
Alea dan Aletta langsung menoleh ke sekitar mencari sumber suara.
"Woiiii!!!!"
"Astaga.. Nathan"
"Yank"
"Kok,..bisa"
"Dijelasinya nanti sekarang ayo masuk mobil" ajak Nathan yang hanya menggandeng tangan Alea menuju mobil berwarna hitam tak jauh dari mereka,
"depan Al" kata Nathan yang menyuruh Aletta duduk di kursi depan
__ADS_1
Aletta manut langsung membuka pintu depan mobil matanya membulat, "kamu..."
Alvaro tersenyum dibalik kemudi, "buruan masuk "
Aletta mengangguk masih dengan perasaan bingung kenapa bisa jadi mas pacar yang jemput.
Mobil Alvaro langsung meluncur menuju jalan raya. Tujuan mereka saat ini adalah ke rumah Andin mengantar kedua gadis cantik itu ke sana.
Sepanjang jalan Aletta menguap, matanya mengantuk karena hampir terjaga sepanjang malam. Ditambah abis jalan sehat pagi- pagi buta membuatnya merasa lelah dan ingin tidur
"Tidur aja nanti kalo udah sampe di bangunin" kata Alvaro
Aletta hanya mengangguk, matanya mulai terasa berat. Ia masih mendengar Alea sedang bercerita dengan Nathan di kursi belakang. Hingga akhirnya ia pun terlelap
Di kursi belakang Alea sedang gibah dengan Nathan, sementara Alvaro fokus menyetir sambil mendengarkan.
"Jadi kamu turun lewat balkon kamar terus jalan kaki ke gerbang?" Tanya Nathan sambil geleng- geleng kelapa setelah mendengar cerita Alea
"Eum, abisnya kesel sama Eyang masa ngelarang kalian buat dateng ke rumah. Kalian bahkan ga punya salah sama Eyang" gerutu Alea
"Tapi yank.. ya jangan nekad kaya gini juga kalo jatoh gimana"
" hehe tenang yank, aku udah profesional" cengir Alea " lagian kalo Eyang tau aku sama Aletta mau keluar jalan- jalan sama kalian pasti ga bakal boleh."
Nathan bingung harus berkomentar bagaimana. Kalo keadaanya sudah rumit begini ditambah restu Eyang masih nun jauh dimata bisa- bisa nih ya ia dengan Alea bakal terus- terusan backstreet
Hadeeh yang satu calon LDR yang satunya lagi calon backstreet. Ternyata perjuangan cinta mereka tidak semudah kata Ferguso.
"Yank aku tidur bentar ya ngantuk"
"Tidur aja yank, nanti aku bangunin kalo udah sampe"
Alea langsung merebahkan kepala di bahu Nathan..tak membutuhkan waktu yang lama gadis itu telah menyusul adiknya menyebrangi lautan mimpi.
****
Hujan mengguyur ibu kota dengan begitu lebatnya, rencana pergi ke pantai pun sirna berganti acara mager didepan TV sambil menonton film horor diruang tengah milik Andin.
Para gadis duduk lesehan di bawah sambil nyemil makan pizza. Sementara para lelaki bertengger diatas sofa.
Ketika hantu difilm itu muncul para gadis langsung berteriak histeris bersembunyi dibalik bantal sofa.
"Setannya masih ada?" Tanya Andin
"masih beb, masih jalan kaki dia tuh" jawab Angga menahan tawa
"Mana ada setan jalan kaki!!!" Sahut Alea melempar bantal ke arah Angga
"Lagian udah tau takut malah nonton film beginian. Yank kamu tidur sediri loh, loe juga Al.. yang lebih parah si Andin di rumah sendirian" kata Nathan
"Kampret emang elu yee!!" Andin menimpuk Nathan dengan boneka beruangnya, "ganti film lain"
Angga langsung meraih remote mengganti channel film menjadi genre romantis, "ini film baru katanya bagus. penasaran gue"
Film pun dimulai berkisah tentang pasangan kekasih yang harus melakukan hubungan jarak jauh. Si pria yang seorang tentara sedang mendapat tugas diluar negeri, meninggalkan kekasihnya namun mereka berkomitmen untuk menjaga hubungan mereka.
Adegan paling sedih ketika sang wanita mengantar kekasihnya untuk bertugas dan mereka pisah di bandara.
"Gue ke kamar mandi dulu ya perut gue mules" kata Aletta yang langsung berlari menuju kamar mandi
"Al... Aletta" panggil Andin
"Gue susul Aletta ya.." kata Alea yang hendak bangkit
"Biar gue aja" cegah Alvaro yang langsung pergi
"Kamu sih beb"
"Sorry beb, mana aku tau kalo ceritanya bakal begini"
"Udah jangan saling menyalahkan, siapin ide buat ngehibur Aletta, besok bakal jadi hari terberat buat mereka berdua" kata Nathan
__ADS_1