
Alvaro sedang mengajak Aletta jalan- jalan ke aquarium terbesar yang ada di ibukota. Ia ingin memanfaatkan waktu liburnya untuk quality time bersama istrinya.
"Capek?" Tanya Alvaro setelah mereka puas berkeliling
"Duduk dulu ya aku capek banget" jawab Aletta yang merasa mudah sekali lelah akhir- akhir ini
"Kamu duduk ini, aku ke sana sebentar beli minum."
"Ikutttttttt"
"Yaudah sekalian makan siang gimana?"
Aletta mengangguk, "oke"
Keduanya berjalan ke salah satu restoran yang ada disana. Seperti biasa Aletta akan duduk menunggu sementara Alvaro memesan makanan.
"mau makan apa?"
"aku mau ice cream strawberry."
"makan Aletta bukan dessert"
"hehehehe kamu yang pilih aja "
Alvaro mengangguk, lalu pergi memesan makanan.Aletta menunggu sambil memainkan ponselnya. memilih foto mereka yang akan di post di media sosial miliknya
"Aletta"
Aletta mendongak lalu tersenyum, "dokter Fian"
Alfian tersenyum pada Aletta, "sama siapa?"
"Siapa lagi kalo bukan babang Varo." Jawab Aletta sambil terkekeh, "dokter Fian sama siapa?"
"Oh ya kenalin.. ini Viviane tunangan saya. Vi ini Aletta istrinya Alvaro" Alvian mengenalkan seorang perempuan cantik disebelahnya
"Viviane"
"Aletta"
"Kalian liburan ke sini juga?" Tanya Alfian
"Enggak dok, saya mau mancing duyung ke sini" jawab Aletta asal yang langsung ditertawai oleh tunangan Alfian
"Kamu nanyanya aneh sih beb" ledek Viviane
"padahal aku cuma basa basi Hun, Alettanya aja tuh" sahut Alfian
"lagian dokter Fian Aneh ke sini ya liburan lah"
Alfian memutar bola matanya malas, beberapa kali bertemu Aletta gadis itu selalu saja meledeknya "Hai Ro..." Sapa Alfian ketika melihat Alvaro datang membawa nampan beisi makanan
"Halo juga double Vi" balas Alvaro
"Kalo gitu kalian double Al" kekeh Viviane
"Kamu kapan pulang dari Ausie?" Tanya Alvaro yang mengenal Viviane salah satu adik kelasnya dulu
__ADS_1
"Sebulan yang lalu"
"Viviane ini adik kelas aku dulunya, dia ambil spesialis kandungan. Tapi sayang mereka ga bisa kerja dirumah sakit yang sama" jelas Alvaro
"Kamu dokter juga Aletta?" Tanya Viviane
Aletta menggeleng, "bukan cuma karyawan biasa."
"Cih! Merendah banget. Kamu tahu Ferdinan pemilik Gemilang Group orang kaya nomor dua di Asia?" Viviane mengangguk, "nah dia anak bungsunya pak Ferdinan"
"Ck!" Aletta berdecak kesal sementara Viviane membelalakkan matanya tak percaya
"wah... kalian kok bisa saling kenal?" tanya Viviane penasaran bagaimana Alvaro bisa bertemu dengan Aletta kalau di pikir- pikir ruang lingkup mereka berbeda
"Aletta dulunya pasien aku" jawab Alvaro
"oalah jadi dokter cinta ternyata,.."
Mereka kembali melanjutkan obrolan sambil makan siang bersama hingga ponsel Alvaro berdering ada panggilan dari rumah sakit
"Kenapa?" Tanya Aletta
"Aku harus ke rumah sakit sekarang"
"Yaudah ayo."
"Kamu aku anter pulang dulu nanti aku..."
"Kelamaan dokter Varo. Aku ikut aja." Sela Aletta
"Yaudah kalo begitu. Fian, Viviane kita duluan ya"
Alvaro mengangkat jempolnya, menggandeng Aletta bergegas menuju rumah sakit
****
Alvaro langsung pergi ke ruang VVIP, meninggalkan Aletta yang masih ada di lobby.
"Maaf ya mbak Aletta jadi ganggu waktu liburannya" kata suster Intan
"Gak apa- apa ,udah resiko. Pasiennya kenapa sih?" Tanya Aletta
"Saya kurang tau juga sih mbak, tapi pasien VVIP itu katanya cuma mau ditangani sama dokter Alvaro"
"Emm begitu.."
"Saya tinggal ya mbak, mau nyusul dokter Varo"
"Okay"
Aletta berkeliling rumah sakit, melihat ruang demi ruangan yang ada. Beberapa perawat yang mengenalnya menyapa.
Hari libur begini tidak semua dokter ada, hanya dokter umum dan perawat yang standby di rumah sakit khusunya di UGD. sementara para dokter Spesialis di hari libur mereka hanya akan datang jika keadaan darurat.
"Capek juga..."
Aletta duduk disalah satu kursi di depan ruangan pasien. Samar- samar ia mendengar suara Alvaro. Ya ia yakin tidak salah dengar itu suara suaminya. Aletta berdiri samping tembok mendengarkan pembicaraan suaminya dengan seorang wanita paruh baya.
__ADS_1
"Terima kasih ya nak Varo" kata wanita paruh baya setelah Alvaro memeriksa pasien
"Sama- sama ibu sudah tugas saya sebagai dokter"
"Ternyata nak Varo aslinya lebih tampan dari pada di foto"
Alvaro hanya menanggapi dengan anggukan pasalnya ia tidak mengenal siapa wanita itu.
"Mamah" wanita paruh baya itu dan Alvaro menoleh
"Sarah"
"Bagaimana keadaan Oma ?" Tanya Sarah dengan nafas terengah- engah sehabis berlari
"Untung saja segera ditangani oleh calon suami kamu. Dan Oma cuma mau di tangani oleh nak Varo" Kata wanita paruh baya yang di panggil mama oleh Sarah tadi
Alvaro mengerutkan keningnya menatap Sarah dan ibunya bergantian.
"Mama tinggal dulu ke dalem kasian Oma sendiri" mama Sarah langsung kembali masuk ke dalam
Kini hanya tersisa Sarah dan Alvaro. Sarah menundukkan kepalanya merasa takut melihat Alvaro yang menatap tajam ke arahnya.
"Tolong jelasin apa maksud semua ini dokter Sarah"
"Dokter, tolong saya. Berpura-puralah jadi kekasih saya demi Oma saya" ucap Sarah memohon
"Apa dokter Sarah sadar dengan apa yang baru saja dokter katakan?"
"Dokter Varo..."
"Maaf dokter Sarah, silahkan cari lelaki lajang yang bersedia membantu dokter."
"Saya mohon dokter, hanya dokter Varo yang bisa menolong saya. Kalau Oma tau Oma bisa ..."
"Apapun itu maaf dokter Sarah saya tidak bisa. Saya laki-laki beristri. Ada hati yang harus saya jaga, ada nama keempat orangtua saya yang harus saya jaga. Diluar sana masih banyak laki- laki lajang yang mungkin bisa membantu anda."
"Tapi dokter Varo..." Sarah meraih tangan Alvaro tetap memohon pada lelaki itu. Ini kesempatan terakhirnya
"Wahhh"
Kedua orang itu menoleh, Alvaro langsung melepaskan tangan Sarah
"Al... Ini ga seperti yang kamu liat" kata Alvaro mencoba menjelaskan pada Aletta
Aletta langsung berlari pergi meninggalkan Alvaro
"Aletta...." Alvaro baru akan mengejar Aletta tapi dokter Reno sudah memanggilnya
"Dokter Varo pasien sudah sadar"
Alvaro mengumpat dalam hati, ia tidak bisa mengejar istrinya, "suster Intan tolong saya cari istri saya."
"Baik dokter" kata suster Intan yang tadi tidak sengaja mendengar perdebatan antara Alvaro dan Sarah.
Alvaro kembali masuk ke dalam ruangan Oma Sarah untuk memeriksa keadaan pasien ia harus bisa bersikap profesional dan berharap suster Intan bisa menemukan Aletta.
*****
__ADS_1
crazy update gara- gara kemaren ga update
happy reading😊