Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
52


__ADS_3

"om, saya bisa..."


Papa Ferdi mengangkat sebelah tangannya tanda dirinya tidak menerima alasan apapun.


Flashback on


Alea ikut bernyanyi di bangkunya sambil melakukan finger heart pada Nathan. Tak lama ponselnya bergetar mama April menelponnya


"Assalamualaikum ma,"


"Waalaikumsalam, kamu dimana?"


"Lagi kumpul sama anak- anak ma"


"Lea itu kaya suara Aletta ya?"


"Iya ma, dia lagi nyanyi tuh.."


"ganti video call sayang mama mau lihat"


Alea langsung mengubah mode panggilan video dan menunjukkan Aletta yang lagi konser solo pada mamanya.


"Mas liat deh Aletta lagi nyanyi." Mama April menunjukan ponselnya pada sang suami


Papa Ferdi tersenyum, melihat putrinya itu ia kembali teringat pada mendiang istrinya dulu saat pertama kali mereka pertama bertemu saat acara pensi sekolah.


Saat itu papa Ferdi yang sudah lulus sedang mengunjungi sekolahnya yang mengadakan Reuni sekaligus bazar amal. Disaat papa Ferdi baru datang telinganya langsung disuguhi suara merdu seorang gadis.


Karena penasaran papa Ferdi mendekat ke arah panggung dan saat itulah pertama kalinya ia melihat Rinjani dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama pada mendiang istrinya itu.


"Tanya ma, mereka dimana papa pengen liat"


"Alea kalian Dimana?"


"Di Caffedia ma, di jalan Merdeka"


Papa Ferdi menambah kecepatan laju mobilnya agar segera tiba karena posisinya tidak jauh dari tempat yang disebut Alea tadi.


"Loh.. kok ada Reynar...mas kok Rey narik Al kasar banget" kata mama April yang melihat Reynar tiba- tiba datang dan langsung menarik Aletta


Papa Ferdi dan mama April mendengar semua yang Reynar ucapkan, tanpa sadar papa Ferdi mencengkram kemudi hingga buku jarinya memutih menahan marah


"Brengsek!" Makinya


Tak tahan melihat putrinya diperlukan seperti itu papa Ferdi langsung ngebut menuju lokasi.


Begitu tiba ia langsung turun dari mobil dan melihat Reynar tengah menarik paksa putrinya itu


Flashback off


Dengan marah papa Ferdi menarik kerah baju Reynar, "berani kamu berbuat kasar pada anak saya!!!"


"Al kamu gak papa nak?" Tanya mama April

__ADS_1


Aletta menggeleng namun papa Ferdi melihat pergelangan tangan putrinya yang memerah.


"Brengsek!!!!"


"Mas udah mas.. banyak orang" kata mama April menahan tangan suaminya dibantu Nathan dan Angga


"Denger baik- baik saya membatalkan perjodohan ini.!! Belom jadi siapa- siapa saja kamu sudah berani berbuat kasar. Gimana kalo sudah jadi suaminya bisa- bisa anak saya mengalami KDRT"


"Om saya ga bermaksud"


"Pergi! Dan jangan pernah muncul dihadapan saya dan keluarga saya lagi!"


"Om"


"Mending loe pergi sebelum bokap gue bertambah murka" kata Alea


Reynar mau tidak mau pergi dari sana, dengan wajah yang sulit diartikan. antara menyesal dan merasa dipermainkan.


"Kenapa kamu ga hajar dia?" Tanya papa Ferdi pada Aletta


"Dia bahkan narik tangan Aletta yang cedera pah, kalo papa lupa Aletta masih pemulihan" jawab Aletta


"Tangan kamu sakit? Ayo kita ke dokter." Kata Papa Ferdi


"Cuma nyeri dikit pa, Ale gak papa kok. Makasih ya papa udah datang"


"Untung tadi lagi video call sama kakakmu kalo enggak papa ga akan pernah tau kalo ternyata dia itu orang yang kasar"


Sudut bibir Aletta sedikit terangkat. Sebenarnya ia tidak selemah itu, ia ingin sekali menghajar si Reynar saat laki- laki itu bilang mampu membayar dirinya.


Flashback on


"Permisi mbak Aletta"


"Iya, ada apa?"


"Ini mbak, semua informasi tentang Reynar yang mbak Aletta minta" Stefanie menyerahkan sebuah amplop besar berwarna coklat


"seperti dugaan mbak Aletta, Reynar cukup terkenal dikalangan pembisnis karena latar belakang keluarganya. ibunya dulu seorang mantan model ternama. Ayahnya sebentar lagi akan mencalonkan diri menjadi wali kota. Makanya kehidupan mereka banyak disorot oleh media."


Aletta mengangguk paham, "ada lagi?"


"Ada gadis yang mengaku pernah menjalin hubungan dengannya, mereka putus karena Reynar malu punya pacar yang tidak selevel dengan keluarganya"


"Lah, kenapa pacaran kalo tau ga selevel?"


"sebenarnya gadis itu berasal daeri keluarga yang kaya dan juga terpandang mbak, tapi karena orangtuanya bercerai dan papanya menikah lagi gadis itu tinggal bersama ibunya dan menjalani kehidupan yang sederhana, bahkan gadis itu harus bekerja di sebuah cafe demi untuk membantu ibunya."


"Parah banget tuh cowok, harusnya bersyukur punya pacar tangguh kaya gitu, ini malah ditinggalin. Bener-bener berengsek!"


Sedetik kemudian sebuah ide bersarang di kepalanya, "Stef apa wartawan itu bakal ngikutin aku terus?"


"Kayanya mbak bakal terus di ikutin deh mbak."

__ADS_1


Aletta tersenyum evil, membuat Stefanie sedikit bergidik ngeri.


Ternyata mbak Aletta kalo lagi jahat bisa serem juga ya, batinnya.


Flashback off


Tujuan utama Aletta sebenarnya untuk menguji Reynar, selama ini lelaki itu terus menuntut dirinya agar mengikutinya seleranya.


makanya Aletta menguji lelaki itu untuk melihat seberapa serius Reynar tertarik padanya dan menerimanya, tapi Aletta tidak menyangka jika reaksi lelaki itu diluar dugaannya.


lelaki itu marah dan menganggap dirinya merusak reputasi seorang Reynar yang Aletta sendiri tidak tahu seberapa terkenalnya lelaki itu. kalo emang dia terkenal banget pasti Aletta tau.


Dan dirinya lebih tidak menyangka lagi kalau papa Ferdi ikut menyaksikan kejadian hari ini dan langsung memutuskan perjodohan antara dirinya dan Reynar.


Bener-bener kata pepatah sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, pikirannya


emang rejeki anak Soleha, batin Aletta


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Setelah insiden di cafe waktu itu papa Ferdi langsung berangjat ke Jogjakarta untuk mengatakan pada Eyang bahwa papa Ferdi sudah menolak segala jenis perjodohan untuk kedua putrinya.


Ia tidak ingin kejadian pada Aletta terulang lagi. Ia tidak suka bila ada laki-laki yang menyakiti perempuan apalagi itu adalah anak- anaknya yang selama ini ia besarkan dengan kasih sayang dan penuh cinta.


"Tapi ibu akan mempertimbangkan Ferel untuk Alea. Dia pemuda yang baik"


"Apa sih Bu yang ibu cari dari calon suami untuk putri ku?" Tanya papa Ferdi tak mengerti jalan pikiran ibunya itu


"Kita dari keluarga baik- baik Fer, ibu mau calon suami Alea dan Aletta juga dari keluarga baik-baik, yang jelas bibit bebet bobotnya."


Papa Ferdi meraup wajahnya frustasi, "Bu, yang baik menurut ibu belum tentu baik untuk anak-anak Ferdi Bu. Buktinya so Reynar ibu bilang dia baik tapi dia berbuat kasar sama anakku bu."


" sudahlah Bu, biarkan saja mereka mencari calon suami sendiri. Mereka sudah besar, mereka bisa membedakan mana yang baik dan tidak untuk mereka."lanjut papa Ferdi


"Tidak bisa!!!"


Papa Ferdi menarik nafasnya, " kalo ibu tetep maksa jodohin anak- anak Ferdi, jangan salahin Ferdi kalo Ferdi bakal nyuruh mereka keluar negeri. Biar mereka melanjutkan kuliah atau tinggal disana sekalian."


"Ferdi kamu mau menentang tradisi di keluarga kita, hah ? Kamu tahu kan di keluarga kita anak gadis harus menikah sebelum usia mereka 21 tahun"


"Yasudah bu kalo ibu tetep memaksa mereka harus menikah biarkan mereka yang menentukan pilihan mereka sendiri. Ibu bisa menguji calon mereka kalau ibu mau."


Eyang hanya diam sambil menatap putranya itu.


"Bu.." suara papa Ferdi melembut," sama seperti ibu pengen yang terbaik, Ferdi juga pengen liat anak-anak bahagia, Ferdi akan tenang melepaskan mereka dengan pria yang tulus mencintai mereka dan bertanggung jawab."


Melihat kesungguhan putranya Eyang pun luluh, "baiklah, tapi ini tidak akan mudah"


Papa Ferdi mengangguk, "terimakasih Bu. Ibu tenang saja, Ferdi sudah menguji pemuda itu dan latar belakangnya mereka dari keluarga baik-baik"


Eyang mengangguk pasrah, bagaimana pun Ferdinan lebih berhak menentukan yang terbaik untuk kedua putrinya.


Kedua ibu dan anak itu saling berpelukan, walaupun Gyatri terlihat seperti wanita yang tegas dan keras sebenarnya ia adalah wanita yang berhati lembut.

__ADS_1


Pembawaannya yang terkesan tegas dan dingin membuat orang-orang segan padanya, semua itu ia lakukan sejak mendiang suaminya meninggal. Ia tidak ingin diremehkan sebagai wanita singel parents.


__ADS_2