Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
69


__ADS_3

Nathan berangkat ke kantor pagi- pagi, ia ingin menyelesaikan pekerjaannya sebelum jam makan siang karena ia ada janji dengan Alea untuk melakukan sesi foto pre-wed.


"Astagfirullah..." Nathan memekik kaget


"Nathan... Loe ngagetin gue aja..." Kata Nadira sambil mengelus dadanya


" Yang harusnya kaget itu gue,.. loe ngapain pagi-pagi dikantor???"


"Ohh itu,,, kalung gue ilang Nat.. gue udah cari di rumah gak ada makanya gue sengaja dateng pagi- pagi buat nyari kalung gue.."


"Bentuknya kaya gimana?"


"Kalung emas putih Nat.. liontinnya ada sayap hati gitu, bentar..." Nadira meraih ponselnya lalu menunjukan sebuah gambar pada Nathan



Ohh ya gue sering liat loe make..."


"Nah.. itu gue baru sadar semalem pas abis mandi kalung gue gak ada..."


"Yaudah gue bantu cari..."


Akhirnya Nathan membantu Nadira mencari kalung miliknya yang terjatuh entah dimana sampai keduanya harus menghentikan aksi mencari kalung karena sebagian karyawan sudah mulai berdatangan.


"Carinya nanti lagi Nad.. nanti gue minta tolong OB, siapa tau pas mereka bersih- bersih terus nemu kalung loe.."


"Iya deh..."


"Penting banget ya?"


Nadira mengangguk, "iya Nat.."


Nathan ingin bertanya lebih jauh tapi Dimas datang menghampirinya membawa laporan untuk di periksa.


****


"Al, gue cuma sampe siang aja ya soalnya abis ini gue mau foto pre-wed" kata Alea saat keduanya baru selesai meeting


"Okeh"


"Loe kapan mau foto pre-wed?"


"Minggu aja deh, kata Varo dia libur hari Minggu."


"pake tema apa loe?"


"Paling monokrom, gue ga kepikiran pengen foto sebenarnya tapi ya buat kenang-kenangan lah ya."


"Btw loe sama Nathan mau foto dimana?"


"Di pantai"

__ADS_1


"Astaga, jadian di pantai, lamaran di pantai, prewedding di pantai jangan-jangan resepsi di pantai juga lagi"


"Pengennya sih tapi liat nantilah, tanggal nikah kita bareng otomatis resepsi juga bareng jadi gue ga mau egois lah masa ngajak kalian ngadain resepsi di pantai juga." Alea mengangkat kedua alisnya


"Kenapa ga prewedding ala pembalap aja. Loe berdua kan pembalap. Pasti keren kalo konsepnya gitu jadi anti mainstream gitu."


"Eh iya ya kok gue ga kepikiran ya.. kayanya boleh masuk list deh. Thanks idenya."


"Sama-sama.."


"Btw kata Nathan, Vanessa balik ke Amerika ya?"


Aletta mengangguk, "hmm"


"Gue udah denger ceritanya, syukurlah akhirnya masalah pelakor kelar. Gue juga lega sih Renata udah ga pernah ganggu hubungan gue sama Nathan lagi sejak Nathan bilang dengan tegas ga mau ada hubungan lagi sama Renata"


"Syukurlah..." Aletta ikut senang mendengarnya


"Gue harap niat baik kita dipermudah dan lancar sampe hari H"


"Aamiin"


"Ga nyangka kurang dari tiga Minggu lagi kita bakal nikah"


"Iya, rasanya baru kemaren deh gue masuk sekolah. Sekarang udah siap- siap mau nikah aja"


"Hahaha ga berasa ya Al..."


"satu- satu aja dulu, nanti baru ngebayangin yang lebih jauh" kata Alea


"iya iya"


Kedua kakak adik itu lalu keluar dari ruang meeting melanjutkan pekerjaan mereka kembali.


****


Nathan datang menjemput Alea di kantornya karena mereka akan melakukan foto pre-wedding


"Al, Alea mana?" Tanya Nathan yang berpapasan dengan Aletta


"Di ruangannya ga ada?"


"Baru dari dalem tapi ga ada orangnya" kata Nathan yang baru saja keluar dari ruangan Alea


"Ohh iya dia keluar sebentar tadi ngambil baju di butik Andin. Loe tunggu aja bentar lagi juga dia balik"


Nathan mengangguk.


"Kita nunggu Alea sambil makan siang gimana? Gue tau loe belom makan, kalo Alea kayanya ga bakal makan deh dia mau diet katanya.."


"Hayok.. laper nih gue.."

__ADS_1


Keduanya menuju cafetaria alias kantin kantor, Aletta meminta dua porsi makanan untuk dirinya dan Nathan.


"Gue baru loh ke sini, suasananya enak banget" komentar Nathan


"Harus enak lah Nat, biar karyawannya betah. Hehe" Aletta mengeluarkan ponselnya ritualnya yang makan sambil melakukan panggilan video dimulai.


Sejak Alvaro di Jerman hingga lelaki itu kembali setiap makan siang Aletta akan menelponnya.


"hai" sapa Aletta saat wajah Alvaro memenuhi layar ponsel miliknya


"hai"


"Masih juga?" Tanya Nathan yang heran dengan kebiasaan kedua sejoli itu


"Udah kebiasaan sih, loe kan tau gue sama dia itu ga bisa sering ketemu"


"Iya juga sih, by the way kalung loe bagus Al..." Nathan tidak sengaja melihat kalung milik Aletta


"Biasa mas pacar yang beli.. eh iya kemaren gue ditawarin kalung unik banget, Alea suka sama modelnya. Nanti gue kirim gambarnya ke loe"


"Eh boleh tuh, gue kayanya belom pernah ngasih dia kado deh lebih sering ngajak dia dinner"


"Gue belom pernah candle light dinner" Aletta memasang wajah sedihnya


"Var kode tuh Var..." Nathan ikut nimbrung


Terdengar kekehan dari sebrang sana.


"Al, aku visit dulu ya, nanti aku telpon lagi."


"Oke. Jangan lupa makan siang"


"Bye"


Aletta meletakkan kembali ponselnya, kini ia fokus pada makanan dihadapannya sambil sesekali ngobrol dengan Nathan


"Yank" Alea menghampiri Nathan dan langsung duduk disebelahnya


"Hei... Kamu dari mana?" Tanya Nathan


"Ambil baju di butik Andin."


"Kamu ga makan?"


Alea menggeleng, "aku makan buah tadi"


"Loe udah mau nikah, jangan diet extreme ntar malah tepar lagi" kata Aletta yang sudah menghabiskan seporsi nasi tim ayam


"Iya bawel" sahut Alea


Setelah menghabiskan makan siangnya Nathan dan Alea pergi untuk melakukan sesi foto prewedding sementara Aletta kembali bekerja.

__ADS_1


__ADS_2