Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
17


__ADS_3

Aletta duduk disalah satu bangku taman di kampus yang cukup ramai, masih tersisa satu jam untuk kelas berikutnya. Ia ingin menjernihkan pikirannya sejenak


Flashback on


"Kalo saya anggap serius tawaran kamu waktu itu gimana?" Tanya Alvaro sambil menatap Aletta yang kini wajah sudah pucat pasi


Aletta menegang tak menyangka mendapatkan serangan mendadak seperti ini.


Ponselnya berdering menyadarkannya dirinya yang tengah terhanyut dalam pikirannya. Buru- buru ia mengangkat panggilan tersebut


"Iya ma... Iya bentar lagi Al pulang kok.. iya ma.. bye.."


Aletta menatap lelaki disebelahnya, "dok, maaf saya harus pulang sekarang, mama nyariin"


Alvaro mengangguk, "yaudah saya Anter kamu pulang"


"Eh ga usah dok saya naik taxi aja.."


"Udah nurut aja, ga bakal saya apa- apain kok.."


Aletta menurut mengikuti lelaki itu menuju mobilnya"


Flashback off


Aletta menghembuskan nafasnya, memegang dadanya berdegup kencang jika bersama lelaki itu.


Gue kenapa ya....


"Aletta..."


"Astaghfirullah" ucapnya masih memegang dadanya karena terkejut, "Andin... Lo mau bikin gue mati muda"


"Hehe sorry Ta.. lagian lo serius banget ngelamunnya. Mikirin apa sih?" Tanya Andin yang kini sudah duduk disebelah Aletta


"Ga ada sih.. "


"Masa sihhhh.... Ga percaya gue..."


Aletta mengangkat bahunya acuh, ia melirik sekilas pada sahabatnya itu, "Ndin.. lo pernah jatuh cinta ga?"


Andin mengangguk, "ya pernahlah Al, lo aneh deh gimana ceritanya gue bisa jadian sama Angga kalo gue ga jatuh cinta sama dia.."


"Terus lo bisa tau kalo lo jatuh cinta sama Angga tuh dari mana?" Tanya Aletta polos


Ingin rasanya Andin tertawa ngakak mendengar pertanyaan polos sahabatnya itu tapi ia urungkan karena tidak ingin mengubah mood sahabatnya itu. Jarang- jarang loh seorang Aletta membahas tentang percintaan


"Tiap kali gue deket sama Angga gue tuh ngerasa nyaman sama dia.. kaya lo tuh ngerasa aman sama dia walaupun dia orang asing buat loe."


"Terus Ndin?" tanya Aletta penasaran


"Tiap hari dimana pun, kapan pun gue selalu kepikiran tentang dia. Kaya pengen ketemu terus, pengen ngeliat dia terus. Abis itu pengen tau segala hal tentang dia, apa yang dia suka, gimana kesibukannya, pokoknya pengen tau semua hal tentang dia..." Ucap Andin sambil tersenyum


"Abis itu?"


"Ada perasaan cemburu kaya kesel gimana gitu waktu dia tuh deket cewek lain. Rasanya tuh ga rela."


Aletta mengangguk- angguk, "apa lagi Ndin?"


"Satu hal yang pasti, jantung lo berdegup kencang pas lagi sama dia.. kaya gini.. deg-deg.. deg-deg" jawab Andin sambil memegang dadanya


"Masa sih Ndin?" Tanya Aletta tak percaya

__ADS_1


Andin mengangguk, "kalo lo ga percaya buktiin aja."


Jadi, gue jatuh cinta beneran sama dokter Varo????


Aletta meraup wajahnya frustasi


Aaaaaaaa kenapa nasib cinta pertama gue tragis banget sih. Cowok yang gue suka ditaksir kakak gue dan parahnya si cowok belum move on dari tunangannya, argh... Kenapa rumit banget sih. Apa ini jawaban dari Tuhan kalo gue harus pasrah nerima calon dari Eyang?


"Ta.. Aletta... " Andin menepuk bahu Aletta pelan merasa aneh dengan sikap sahabatnya itu, "lo gak papa?"


Aletta menggeleng lemah, ia sedang patah hati disaat ia mengetahui dirinya baru saja jatuh cinta , "gue gak papa Ndin."


"Lo lagi jatuh cinta?" Tanya Andin hati- hati niatnya ingin meledek sahabatnya itu tapi melihat wajah murung Aletta, ia mengurungkan niatnya tadi.


"Lagi patah hati Ndin.." jawab Aletta


"Kenapa?"


"Terlalu rumit untuk dijelaskan Ndin.."


Andin mengangguk ia tidak akan memaksa jika gadis itu belum ingin berbagi padanya, "kalo lo udah siap lo bisa cerita ke gue kapanpun"


"Thanks Ndin.."


Andin merangkul bahu sahabatnya itu, berusaha menghiburnya.


❤️❤️❤️❤️


Alvaro tengah merebahkan dirinya di atas ranjang, pikirannya berkelana. Ia teringat ucapannya pada Aletta semalam


"Kalo saya anggap serius tawaran kamu waktu itu gimana?"


Alvaro bangkit membuka laci lemari kecil disebelah tempat tidurnya. Mengambil sebuah bingkai foto dari dalam laci.


"Valery..." Gumamnya lirih


Ceklek


"Ro"


Alvaro mendongak menatap tajam Nathan yang masuk ke kamarnya tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


"Sorry Ro" cengir Nathan tanpa merasa bersalah lalu merebahkan diri di atas kasur sepupunya itu


"Ngapain lo?" Tanya Alvaro dingin


"Suntuk dirumah sepi pada keluar kota jadi gue mau ngungsi ke sini." Jawab Nathan yang bangkit dari tidurnya ia penasaran apa yang sedang dilakukan sepupunya itu, "lo masih belom move on Ro?"


Alvaro diam tak menjawab, masih terus memegang foto dirinya bersama Valery.


"Ro, gue tau rasanya kehilangan orang yang dicintai. Bedanya gue diselingkuhin sementara lo ditinggal pergi jauh dan tak pernah kembali. But, life must go on Ro. Valery pasti ga suka liat lo kaya gini. Dan lo ga bisa begini terus lo harus belajar membuka hati buat orang lain.."


Alvaro tak menyahut, membuat Nathan geram sendiri mengapa ia punya sepupu modelan begini sih, "Ro.. ini udah 2 tahun berlalu cobalah belajar buat buka hati lo, banyak cewek yang naksir sama lo. Gue yakin satu gedung cewek di rumah sakit kalo lo buka lowongan nyari pacar pasti pada ngantri."


"Gue yakin Var, pasti ada cewek yang bisa buat lo move on dari Valery.." lanjut Nathan


Apa aku beneran bisa move on dari kamu Val? Batin Alvaro


Nathan menghela nafas gusar, "mending lo ikut gue dah kita refreshing. " Nathan menarik kerah baju Alvaro memuat lelaki itu mau tak mau mengikutinya


"Nathan... Setan.. lepasin.. lo mau bikin gue mati" Alvaro memegang lehernya yang sakit akibat kerah bajunya ditarik

__ADS_1


Nathan mengacuhkan ucapan Alvaro, ia tetap menyeret sepupunya itu


"Sialan lo Nat, tunggu aja gue bales nanti." Gerutu Alvaro kesal


*****


"Hai beb,.." Andin cipika cipiki dengan kekasihnya, "udah lama?"


Angga menggeleng, "baru Dateng bareng Alea"


"Hai Le.." Andin menghampiri Alea yang baru saja selesai menelpon memeluk sahabatnya itu


"Hai Ndin.. lo sama Aletta kan?" Tanya Alea yang mencari keberadaan adiknya itu


"Iya, dia ke toilet tadi." Jawab Andin yang memilih duduk disebelah kekasihnya


"Woy jangan mesra- mesraan disitu. Gue ga mau jadi obat nyamuk lo berdua ya..." Kata Alea sambil melempar kentang goreng pada dua sejoli yang sedang bucin didepannya itu


"Makanya cari pacar Le.." ledek Angga


"Gue nanti langsung nikah ga pake pacaran." Sahut Alea


"Wesss udah siap nikah nih kakak gue.." goda Aletta yang baru saja bergabung


"Kalo gue nikah otomatis lo juga nikah Oneng" ucap Alea sebal


"Gue minta dispensasi waktu, nikah belakangan setelah lo.."


"Kagak bisa. Harus bareng pokoknya.."


"Sstttt... Udah akh lo berdua ya mau nikah aja ribet kaya udah punya calonnya aja " kata Angga menengahi perdebatan kakak adik didepannya itu


"Kalo itu coming soon lah.." jawab keduanya kompak membuat Angga menggelengkan kepalanya menyerah


"Oh ya yang lain mana Beb?" Tanya Andin


"Masih dijalan Beb.. nanti juga nyusul.. oh ya berhubung ini hari anniversary gue sama Andin.. Al lo mau ya nyanyi buat kita..."


"Dih ogah.. lo kira gue biduan.." tolak Aletta


"Ayolah Al.. masa lo tega sih sama sahabat sendiri.." bujuk Andin


"Gak papa Kali Al ,sesekali doang... Hibur gue yang lagi galau" kata Alea


"Galau kenapa lo?" Tanya Aletta menatap kakaknya itu


"Nanti dirumah gue ceritain..."


"Bener ya.. awas lo bohong!" Ancam Aletta


"Iya.. iya..." Alea mengiyakan ucapan adiknya itu.


"Tapi nyanyi lagu apa?" Tanya Aletta


"Lagu cinta sejati " jawab Andin


"Berat banget lagunya... Ga ada yang lain apa?" Protes Aletta


"Gue pengen Andin jadi yang pertama dan terakhir buat gue ta.." kata Angga membuat Andin tersipu malu sementara kedua kakak adik itu memasang wajah ingin muntah dan bergidik ngeri, "tadi gue udah bilang kok ke band pengiring lo nanti kalo gue request lagu itu.."


Aletta hanya mendesah pasrah, "serah lo dah..." Aletta menopang dagunya pikirannya berkelana memikirkan lelaki yang tengah memenuhi pikirannya.

__ADS_1


Alvaro


bersambung....


__ADS_2