Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
30


__ADS_3

Keesokan paginya saat sarapan bersama mbok Sum lagi- lagi membawa buket bunga mawar yang sama seperti kemarin.


"buat non Aletta" ucapnya


"Buat mbok aja.." kata Aletta tak berminat


"Loh kok dikasih mbok Sum, sayang? Emang dari siapa? tanya mama April


"Dari kakak tingkat di kampus ma" jawab Alea kini tengah membuka kartu ucapan yang terselip lalu membaca ya, "kamu tuh kaya kota Jogja 'ISTIMEWA. Love Bobby"


"Duhh Aletta..." Goda mama April


"Kamu ga suka sama dia Al?" Tanya papa Ferdi


"Enggak"


"Dia pernah nyakitin kamu? Tanya papa Ferdi


Aletta menggeleng, "enggak, cuma ga suka aja"


"Ganteng ga anaknya?" Tanya mama April


"Ganteng ma, cuma lebih ganteng dokter Varo sih" jawab Alea sambil mengulum senyum


Mama April ikut tersenyum, "kalo kaya gitu peluang kakak tingkat kamu deketin Aletta ga ada"


"Al berangkat ke kantor dulu, nanti siang Al ke kampus ya pa" pamit Aletta sambil mencium tangan kedua orangtuanya


Papa Ferdi hanya geleng- geleng kepala melihatnya, anak kita sudah besar Jani, dia cantik persis seperti kamu. Batin papa Ferdi


****


Aletta menyibukkan dirinya di kantor, apapun ia kerjakan untuk mengalihkan pikirannya. Hingga waktu makan siang tiba ia harus ke kampus untuk bertemu dengan dosen pembimbingnya.


Satu jam mengendarai mobilnya Aletta tiba di kampus, ia masih punya waktu satu jam sebelum bertemu dengan pak Sultan


Alea tadi mengabarinya mereka sedang berada di kantin, Aletta memutuskan menghampiri mereka disana.


"Hai Al..."


Aletta berdecak sebal, ada Angga dan Nathan disana yang sudah pasti sedang wakuncar. Dasar bucin!!!


"Gue udah pesenin nasi goreng buat lo" kata Alea


Aletta mengangguk "thanks", ia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas banyak pesan dan email yang masuk.


Aletta mengabaikan pesan masuk dari Bobby dan memilih membuka email yang di kirim asistennya di kantor.


Nasi goreng pesanan Alea sudah tersaji, Aletta langsung melahapnya karena ia belum sempat makan siang tadi.


"Al, kapan sidang?" Tanya Angga


"Minggu depan" jawab Aletta selesai mengunyah


"Kamu kapan yank?" Tanya Nathan


"Masih lama yank, tugas akhir aku belom kelar" jawab Alea


"Kamu beb?" Tanya Angga

__ADS_1


"Belom tau beb masih bimbingan" jawab Andin


"Hai Al" sapa Bobby yang langsung menarik kursi dan duduk disebelah Aletta meletakan setangkai mawar merah didepan gadis itu


Melihat Bobby selera makannya hilang, bukannya Aletta membenci lelaki itu, tidak sama sekali tidak. tapi kenangan kurang menyenangkan yang dibuat lelaki itu membuatnya malas berurusan dengannya lagi.


Tekadnya hari ini ia akan menyelesaikan urusannya dengan laki- laki jelangkung ini yang tiba- tiba saja datang menggangu ketenangannya.


"Kak, aku mau ngomong" kata Aletta


"Yaudah ngomong aja disini aja" sahut Bobby dengan senyum paripurna


"Yakin?" Tanya Aletta


Bobby mengangguk yakin, "kamu lagi makan, udah ngomong aja disini"


Aletta melirik Alea dan Andin keduanya mengangguk. lalu menarik nafasnya perlahan , "kak, sebelumnya aku mau bilang makasih atas perhatian dan perasaan kakak ke aku tapi maaf kak aku ga bisa nerima perasaan kakak."


Senyuman Bobby pudar setelah mendengar pernyataan Aletta barusan namun sedetik kemudian lelaki itu kembali tersenyum, "aku ngerti. Aku yang minta maaf karena tiba- tiba bilang suka sama kamu. Pasti kamu kaget dan ga nyaman. Tapi Al aku serius suka sama kamu dan aku ga bakal nyerah sama perasaan aku ke kamu."


Kepala Aletta berdenyut nyeri, "maksudnya ?"


" mungkin hari ini kamu nolak Aku Al, tapi aku ga akan nyerah. Aku akan terus berjuang sampe kamu mau buka hati kamu buat aku" jelas Bobby


"Tapi kak, aku..."


"Kamu tenang aja aku ga bakal maksa kamu, aku akan sabar menunggu" Bobby melirik jam tangannya, "maaf ya Al aku harus pergi ada kelas" pamit Bobby mengelus kepala Aletta sebelum berlalu


Aletta langsung merebahkan kepalanya diatas meja ingin berteriak rasanya.


"Al..." Panggil Andin


"Gue ketemu pak Sultan dulu. Le tolong bayarin.. bye" pamitnya


"Hati- hati Al" kata Nathan yang entah didengar atau tidak oleh gadis itu


"Beb, Varo kapan pulang?" Tanya Andin


"Aku ga tau Beb, nanti aku tanyain sama dia" jawab Angga


"Sebenernya ada hubungan apa sih antara cowok tadi sama Aletta?" Tanya Nathan penasaran


"Enggak ada hubungan apa- apa sih. Dulu dia kakak kelas waktu kita masih SMA. Dia kelas 3 aku sama Al kelas 1. Dia tuh dulu pernah deketin Aletta cuma ya Aletta cuek aja sih sampe satu hari kak Bobby jadian sama kak Gita anak SMA sebelah. Padahal satu sekolahan tau kalo dia lagi pedekate dan ngejar- ngejar Aletta eh malah jadian sama orang lain." Jelas Alea


"Terus si Aletta gimana?" Tanya Angga penasaran


"Biasa aja sih cuma satu sekolah jadi kasian sama dia gara- gara di kejadian itu." Jawab Andin


"Ga malu banget tuh cowok" cibir Angga


"Jadi gedek gue" ujar Nathan


"Kita pantau terus Nat, kalo dia macem- macem kita sikat" kata Angga


Nathan mengangguk setuju, misinya kini menjadi calon kakak ipar yang baik dimulai.


****


Beberapa hari berlalu, seperti yang dikatakan oleh Bobby bawa ia akan terus berjuang. Sama seperti sebelumnya lelaki itu setiap hari rutin mengirim sebuket bunga mawar merah ke rumah Aletta.

__ADS_1


Dan setiap hari pula banyak kata- kata puitis yang diselipkan di kartu ucapan atau pesan singkat ke ponsel Aletta.


...Aku rindu kamu, udah itu aja...


...Aku bertahan karena aku yakin akan perasaanku...


...Entahlah...


...Saat mereka berbicara tentang rasa, kamu muncul begitu saja dalam benakku begitu saja. Mungkin aku mencintaimu...


Begitulah setiap harinya, hingga di setiap sudut dan meja di mesion Ferdinan di penuhi oleh bunga mawar kiriman lelaki itu.


Aletta tiba dirumah sekitar pukul 8 malam dari kantor, akhir- akhir ini ia banyak menghabiskan waktu di sana pergi pagi pulang malam begitu seterusnya.


Begitu masuk ke dalam dilihatnya anggota keluarganya tengah berkumpul diruang tengah dan ada Nathan juga disana.


"Kamu lembur lagi Al?" Tanya papa Ferdi saat melihat Aletta lalu menepuk sofa agar putrinya duduk disebelahnya


"Lagi persiapan buat sidang beberapa hari lagi pa, enakan di kantor lebih konsen" jawab Aletta


"Jaga kesehatan sayang kamu mau sidang jangan kecapean" kata mama April menyodorkan segelas coklat hangat untuk putrinya itu


"Iya ma" sahut Aletta


"Al,, Varo udah pulang" ujar Alea yang sedang membuat tugas kuliahnya ditemani sang pacar


Aletta mengangkat sebelah alisnya, mendengar namanya saja hati Aletta sudah berdebar. Benar- benar gila pikirnya


Ngomong- ngomong soal Alvaro sejak pulang dari pantai tempo hari lelaki itu sama sekali tidak menghubunginya.


Entah sesibuk apa dokter itu hingga tidak ada kabar sama sekali. Benar- benar menyebalkan tapi tak bisa di pungkiri Aletta merindukan lelaki itu.


"Permisi tuan, nyonya, maaf menganggu ada kiriman bunga buat non Aletta" kata mbok Sum sambil memberikan sebuket buka tulip berwarna putih pada Aletta


Aletta yang lagi senderan disebelah papa Ferdi mengerutkan keningnya, tumben bunga tulip biasanya juga bunga mawar,.pikirnya


Bahkan bunga itu tak ada kartu ucapan seperti yang biasa ia dapatkan dari Bobby, tunggu ini kan dari toko bunga langganannya. tidak salah lagi, ia hafal betul karena selama bertahun- tahun ia membeli bunga ini untuk mama Jani ditoko itu.


"Bunganya non? " Tanya mbok Sum yang sudah hafal dengan kebiasaan anak majikannya itu. Setiap ada kiriman bunga gadis itu akan memberikan padanya atau pelayan lain yang menerima kiriman bunga itu.


Aletta menggeleng, " yang ini punya Aletta mbok" katanya sambil mendekap buka tulip di tangannya


"Tumben?" Tanya mama April heran


"Itukan bunga favoritnya ma" jawab Alea, "dari Bobby?"


Aletta menggeleng, "ga ada nama pengirimnya"


"Yakin loe bukan dia?" Tanya Alea lagi


Aletta mengangguk yakin, " yakin, ini dari toko bunga langganan gue"


"Siapa tau die beli disana Al" kata Nathan


Aletta menggeleng, " ga mungkin tempatnya aja jauh banget, dia ga mungkin seniat itu dan dia juga ga tau kalo gue suka tulip" sahut Aletta yang langsung berdiri "udah ahh mau mandi" katanya sambil berlalu


"Mau mama siapin makan malem Al?" Tanya mama April


"Nanti aja ma kalo laper Aletta turun. Al ke kamar ya.. "

__ADS_1



__ADS_2