Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
24


__ADS_3

Drtt... Drtttt


Alea yang masih terlelap terusik ketika ponselnya berdering diatas meja kecil. Tangannya meraih benda pipih itu menekan tombol hijau tanpa melihat siapa yang menelponnya.


"Halo..." Ucapnya dengan suara parau


"Halo Le, lo masih tidur ya?"


Mata Alea melek seketika, ia menjauhkan ponselnya dari telinga melihat nama 'Nathan' tertera dilayar handphonenya.


"Kalo lo masih tidur gue telpon lagi nan.."


"Ehh, gue udah bangun kok Nat. Ada apa?" Sela Alea buru- buru sebelum lelaki diujung sana menyudahi penggilan itu


"Oh kirain belom bangun. Hmm lo nanti malem sibuk ga?"


"Enggak kok. Kenapa?"


"Kalo lo ga sibuk gue mau minta tolong".


"Minta tolong apa?"


"Nanti malem ada undangan nikahan temen gue sekaligus reuni SMA. Lo mau ga nemenin gue pergi ke sana?"


Alea bersorak tanpa suara mendengar ajakan Nathan


"Alea.... Halo... Lo masih disana kan?"


Alea mengatur nafasnya agar berbicara dengan nada normal, "iya Nat masih ada. "


"Jadi?"


"Hmm oke gue mau.."


"Yesss!! Okeh gue jemput nanti jam 7."


"Okay"


"See you"


"See you"


Alea melempar ponselnya, gadis itu kini tengah lompat- lompat diatas kasur saking bahagianya.


"Gue harus pake baju apa?" Alea melompat dari atas kasur menghampiri lemari pakaiannya , lalu mengeluarkan semua pakaiannya ke atas ranjang dan mulai memilah


"Yang ini... Enggak cocok.. ini.. terlalu formal.. yang ini ketinggalan jaman.. yang ini ga cocok... "


Alea menghela nafas, semua baju miliknya tidak ada yang cocok untuk dipakai nanti malam. Ia lalu menjentikkan jarinya, "pinjem baju Aletta..."


Tanpa membuang waktu Alea keluar dari kamarnya menuju kamar Aletta, "Al.." panggil Alea sambil mengetuk pintu kamar Aletta


"Gue dibawah" teriak Aletta


Alea menuruni tangga, dilihatnya Aletta tengah sarapan bersama kedua orangtuanya, "pagi ma, pa"


"Pagi sayang.." sahut mama April


"Kenapa?" Tanya Aletta sambil mengunyah makanannya


"Gue pinjem baju lo ya" kata Alea yang ikut bergabung untuk sarapan


Aletta menaikan sebelah alisnya curiga, "mau kemana lo?"

__ADS_1


"Mau pergi nanti malem"


"Kemana?" Tanya Aletta tak puas dengan jawaban sang kakak


"Ehm Nathan ngajak gue ke acara nikahan plus reuni SMA nya nanti malam." Lalu beralih menatap papa Ferdi, "boleh ga pah?" Izinnya


"Oh ya Al juga sekalian mau izin pa mau pergi sama dokter Alvaro nanti malem" kata Aletta


"Mau kemana sayang?" Tanya mama April


"Ke acara nikahan temennya ma" jawab Aletta


"Mereka jemput ke rumah kan?" Tanya Ferdi


Kedua gadis itu mengangguk.


"Okeh papa izinin tapi jangan pulang larut malam dan jangan macem- macem" ucap Ferdi


"Siap papa" jawab Aletta & Alea bersamaan.


****


Alea memutar tubuhnya didepan cermin. Ia memilih dress Sabrina berwarna hitam yang menampakan bahu mulusnya. Rambut panjangnya ia buat bergelombang dan di biarkan tergerai.


Tak lupa high heels berwarna putih dan tas tangan yang ia pinjam berwarna senada milik ibunya.


Dengan riasan ringan diwajahnya Alea tampak sangat cantik, "perfect " pujinya. Ia takjub dengan hasil karyanya malam ini, meskipun terkesan tomboy Alea bisa berdandan karena mama April mengajarkan kedua putrinya untuk tetap pandai merawat diri dan berhias.



Alea keluar dari kamarnya menghampiri Aletta yang masih berada di kamarnya.


"Al" panggil Alea


Alea menggeleng lalu duduk di atas kasur, dilihatnya Aletta menggunakan setelan kemeja lengan panjang berwarna biru dan celana kulot berwarna putih. Rambutnya yang bergelombang diikat tinggi memperlihatkan leher jenjangnya.


"Gue kira lo pake dress"


Aletta menggeleng, semalam ia sudah membongkar isi lemari miliknya. Ia tidak percaya diri menggunakan baju terusan berjenis dress tidak seperti Alea.


Aletta mengambil tas selempang berwarna putih dari dalam lemari senada dengan sneaker yang ia pakai. "Tinggal nunggu dijemput" ucapnya



****


Alvaro tiba didepan mension kediaman Ferdinan. Ia turun dari mobil sambil melirik jam tangan miliknya lalu menarik nafasnya sebelum menekan bel.


"Selamat malam tante." Ucapnya begitu melihat mama April membukakan pintu


"Selamat malam nak Varo, ayo masuk" mama April mempersilahkan Alvaro untuk masuk


Alvaro mengangguk sungkan, "makasih tante." Alvaro mengikuti mama April menuju ruang tamu dimana papa Ferdi tengah duduk sambil memangku laptop miliknya, "selamat malam om"


"Malam.." sahut papa Ferdi


"Duduk dulu nak, tante panggilin Aletta." Pamit mama April


"Makasih tante.." jawab Alvaro sungkan


"Kalian mau kemana?" Tanya Papa Ferdi melepaskan kacamata dan menutup laptop miliknya mulai menatap Alvaro dengan wajah serius layaknya seorang ayah tengah mengintrogasi laki- laki yang berani mendekati putrinya.


"mau acara nikahan temen saya om sekaligus reunian SMA. Hmm saya mau minta izin ke om buat ngajak Aletta. Boleh ga om?" Tanya Alvaro

__ADS_1


"Kalo om ga ngizinin gimana?" Tanya papa Ferdi sambil melipat kedua tangannya didada


"Saya ga akan maksa om.."


"Permisi tuan, Maaf mbok ganggu. tuan ada temennya non Alea.." kata Mbok Sum


Papa Ferdi dan Alvaro menoleh, ada Nathan dibelakang Mbok Sum, "selamat malam Om"


"Selamat malam, duduk" kata papa Ferdi


"Makasih om" Nathan duduk disebelah Alvaro


"Ini kalian satu acara?" Tanya papa Ferdi


"Iya om.." jawab Nathan, "om, saya mau izin mau ngajak Alea pergi. Boleh ga om?"


"Kalo saya ga kasih izin gimana?" Tanya Papa Ferdi mengulang pertanyaan yang sama


"Kalo om ga kasih izin ya saya ga bakal maksa om." Jawab Nathan


Papa Ferdi mengangguk, ' okay, om izinin tapi..."


"Tapi apa om?" Tanya kedua pemuda itu bersamaan


"jangan pulang larut malam dan jaga baik- baik anak gadis om, jangan di macem- macemin. Kalo kalian berani nyakitin anak om siap- siap aset masa depan kalian om potong." Ucap papa Ferdi dengan seringgainya


Glek!


Pikiran kedua pemuda itu kini telah berkelana mendengar ucapan pria paruh baya didepannya itu.


"Iya om saya bakal jagain putri om sebaik- baiknya " ucap Nathan


"Iya om, saya janji ga bakal macem- macem apalagi nyakitin putri om" timpal Alvaro


Papa Ferdi tersenyum, "baiklah om pegang janji kalian ya.."


Kedua pemuda itu mengangguk..bukankah pria sejati dipegang dari ucapannya?


Sambil menunggu ketiga pria beda generasi itu terlibat obrolan ringan seputar pekerjaan dan latar belakang keluarga mereka.


"Oh.. jadi kalian itu sepupuan toh?" Tanya papa Ferdi dengan logat yang kental


"Iya om jadi kakek saya sama Varo itu adik kakak, nah kalo keluarga Varo semuanya jadi dokter dan tenaga medis, nah kalo keturunan kakek saya semuanya jadi pengusaha om." Jelas Nathan


"Ehem"


Obrolan terjeda ketika mendengar mama April berdehem.


Ketiga pria itu menoleh menatap wanita cantik yang tengah berdiri dibelakang mereka.


Nathan berdecak kagum, untuk pertama kalinya ia melihat Alea menggunakan gaun.


Cantik, batinnya


Alvaro tersenyum menatap Aletta, gadis itu tampak cantik dengan riasan simple yang melekat diwajahnya, perfect, batinnya


"Ehem"


Kedua pemuda itu terkesip, "udah jangan diliatin terus nanti kemalaman lagi" kata Papa Ferdi yang membuat kedua pemuda itu menunduk malu.


"Iya om"


Setelah berpamitan mereka bergegas pergi dengan pasangan masing- masing.

__ADS_1



__ADS_2