
Siang itu Alea dan Aletta mengunjungi Andin karena sudah beberapa hari sahabatnya yang satu itu susah sekali dihubungi.
Saat tiba di butik, beberapa karyawan Andin mengatakan kalo bosnya itu sudah seminggu tidak datang ke butik, karena cemas akhirnya keduanya pergi ke rumah Andin.
"Eh non Alea sama non Aletta, ada apa ya? " Sapa asisten rumah tangga Andin yang sudah kenal dengan keduanya
"Andin ada bi?" Tanya Alea
"Loh non masa ga tau, non Andin ke Paris non usah dari seminggu yang lalu."
"Hah? Paris kok ga bilang ke kita sih??" Aletta kaget karena tidak biasanya Andin begini
"Bibi kurang tau juga non. Soalnya non Andin perginya mendadak."
"Seinget gue dia ga punya sodara deh di sana. Jadi kalo ada sesuatu sama sodaranya ga mungkin" kata Alea
"Mending kita tanya Angga deh." Usul Aletta
Alea mengangguk setuju, setelah pamit keduanya pergi dari rumah Andin.
"Lea kita ke tempat Angganya sore aja ya sama Varo sana Nathan."
"Boleh Al,. Kita sekarang mending makan aja deh di restoran deket sini. Gue udah laper banget.."
"Hayok"
Alea menghentikan mobilnya disalah satu restoran terdekat. Mereka langsung masuk dan memesan makanan.
Sambil menunggu keduanya sibuk mengabari para suami mereka karena kebetulan sudah jam makan siang.
"Al itu kayanya Angga deh..."
"Mana?"
"Itu yang meja deket jendela sana." Alea menunjuk bagian restoran yang berada didekat jendela
"Eh iya mumpung ketemu samperin yuk."
Alea mengangguk, mereka langsung menghampiri Angga yang tengah duduk memainkan ponselnya.
"Angga"
Merasa namanya di panggil Angga menoleh sambil tersenyum.
"Kalian kok ada di sini?"
__ADS_1
"Kita dari rumah Andin, pas ke sana tuh anak ga ada" jawab Alea
"Ga ada?" Tanya Angga
Alea dan Aletta saling pandang gak mungkin Angga ga tau kalo Andin ke Paris, pikir mereka
"Angga loe ga lagi berantem sama Andin kan?" Selidik Aletta
Angga tak langsung menjawab, ia tersenyum seperti biasanya, "kenapa loe nanya begitu?"
"Loe masa ga tau Andin ke Paris." Kata Alea
"Hah? Paris? Sejak kapan?" Cecar Angga yang terkejut
Fix, something happened
"Jujur Angga loe sama Andin kenapa? Masa iya loe ga tau Andin pergi ke Paris dari seminggu yang lalu." Tanya Alea
"Jawab Angga" kata Aletta
Angga menghela nafasnya, "gue putus sama Andin."
Kedua gadis itu menepuk jidatnya.
Empat tahun mereka menjadi saksi hubungan cinta Andin dan Angga. Entah berapa puluh kali keduanya sering putus nyambung.. hari ini putus kadang sore udah balikan, atau besoknya atau kadang Lusa.
Jadi saat Angga bilang mereka putus, keduanya tidak kaget lagi. Sudah biasa terjadi
"Tapi tunggu, Andin ke Paris seminggu lalu dan loe ga tau sampe sekarang itu artinya loe berdua belom baikan sampe sekarang?" Aletta sedikit terkejut, ini rekor terbaru jangka waktu putus mereka lebih lama dari biasanya, ini pasti ada masalah serius pikirnya
"Angga.. jawab jujur ada apa?" Tanya Alea yang mulai khawatir masalahnya Andin sampai kabur ke luar negeri ga ngajak- ngajak lagi
"Gue ngebatalin pertunangan kami"
"Hah?!? Kok bisa?" Jawab keduanya bersamaan
"Karena gue ngerasa ga cocok sama Andin dan..."
"Hai sayang"
Kedua gadis itu menoleh, seorang wanita cantik dengan jubah putih kebangsaannya datang menghampiri mereka lalu mendekat pada Angga dan mengecup pipi kanan Angga
Mata kedua gadis itu terbelalak. kaget? sudah pasti. Mari tetep positif thinking mungkin sepupunya, tapi kok manggil sayang...
"Mereka siapa?" Tanya wanita itu
__ADS_1
"Mereka sahabat aku, Alea sama Aletta, dan girls ini tunangan gue Sarah." Jelas Angga
"Apa?!!! Tunangan?" Lagi- lagi keduanya di buat terkejut oleh Angga. Ini hari apa sih perasan lagi ga ada yang ulang tahun tapi kenapa Angga terus- terusan ngasih kejutan kaya gini sih.
"Angga, are u kidding me?" Tanya Alea
"Angga ga lucu, ini prank kan?" Tanya Aletta yang mencoba tetap positif thinking walau hatinya sudah ketar ketir mendengar kenyataan yang sebenarnya
"Gue serius. Dia tunangan gue" kata Angga dengan wajah serius
"Ga mungkin.." elak Alea
"Sejak kapan? Kenapa tiba- tiba? Loe ga mungkin secepat itu berubah haluan Angga, gue kenal loe, gimana loe sayang banget ke Andin, sebucin apa loe sama dia... Why Angga, why? Apa ada yang salah sama Andin? Apa kurangnya Andin buat loe?" Aletta nyaris berteriak
"Maaf" hanya itu kata yang keluar dari mulut Angga
"Gue butuh kata maaf loe yang gue butuhin penjelasan Angga penjelasan,,Kenapa loe tega sama Andin huh?.. apa loe lupa siapa yang nemenin loe dari 0 sampe loe sukses sampe sekarang? Begini cara loe memperlakukan orang yang sayang sama loe? Andin kurang tulus apa sih sama Loe, huh?" Ingin rasanya Alea mencekik Angga saat ini juga
"Jawab Angga" Aletta hampir menarik kerah baju Angga namun lebih dulu di tahan
"Al please jangan disini.. ini tempat umum" Alvaro datang dengan segera menahan tangan Aletta yang sudah siap ingin menarik Angga
Angga hanya diam mematung, ia terima konsekuensinya sekalipun di hajar oleh kedua gadis didepannya itu ia sadar sangat sadar telah melukai perempuan yang sangat ia cintai itu.
"Ternyata loe emang ga berubah ya sekalinya buaya tetep aja buaya." Sini Alea
"Yank... Udah yank..." Nathan berusaha menenangkan Alea untung saja mereka datang tepat waktu kalau saja mereka terlambat entah apa jadinya restoran ini akibat marahnya kedua gadis itu
"Kasih gue alasan kenapa loe mutusin Andin dan milih dia. Apa bagusnya dia dari pada Andin?" Tanya Aletta menatap sinis wanita yang berada di sebelah Angga yang sejak tadi matanya bahkan tak pernah lepas menatap suaminya dan Nathan secara bergantian seolah kedua lelaki didepannya itu lebih menarik dibandingkan 'tunangannya'
"Dia dokter.. dan dia gadis yang baik gue udah kenal lama sama dia. Gue ngerasa lebih cocok sama dia.."
Alea tersenyum mengejek, " bush*** tau ga sih loe ngomong begitu. sumpah loe udah ngebuang berlian demi batu krikil kaya gini kalo dia baik dia ga mungkin mau sama loe yang jelas- jelas udah mau tunangan sama Andin.. loe tau artinya apa?" Tanya Alea sambil melipat kedua tangannya di dada
"maksud loe ngomong begitu apa?" Sarah menunjuk Alea tidak terima direndahkan oleh gadis itu
"emang bener kan? kalo loe cewek baik- baik mana mau sama pacar orang. loe perempuan kan ? harusnya loe tau gimana rasanya di posisi pacarnya" sahut Alea
"Yank udah yank jangan ribut disini ga enak" Nathan berusaha menarik tangan Alea agar menjauh
"loe dengar baik- baik ya Angga, suatu saat kalo loe nyesel milih dia dan mau kembali ke Andin gue adalah orang pertama yang bakal menentang hubungan loe dan gue bakal lakuin apapun supaya Andin ga bakal mau nerima loe lagi " kata Alea dengan tatapan tajam sebelum akhirnya pergi karena terlalu muak
"Yank, kamu mau kemana?" Teriak Nathan menyusul Alea
"Jujur gue kecewa sama loe, tapi ya udahlah gue doain semoga loe ga salah milih pasangan dan hidup bahagia." Aletta benar- benar ke kecewa entah apa alasan Angga tapi ia tidak terima kalau Angga terang- terangan selingkuh seperti ini, "ayo kak" Aletta menggandeng tangan Alvaro sambil menatap tajam Sarah yang sedari tadi menatap suaminya
__ADS_1