
Acara Anniversary mama April dan papa Ferdi diadakan salah satu hotel bintang lima di ibukota.
Para tamu mulai berdatangan dan memenuhi meja yang disediakan. Para kolega bisnis, keluarga dan karyawan Gemilang Group ikut memeriahkan acara perayaan ulang tahun pernikahan direktur utama Gemilang Group Ferdinan Bratayudha.
Lantunan lagu dari penyanyi papan atas dalam negeri pun turut menghibur para tamu undangan. Diantaranya ada BCL , Afgan, Rossa, Tulus dan Judika. Masing- masing mengambil peran menghibur para tamu.
Malam ini Papa Ferdi tampil gagah dengan tuxsedo hitam lengkap dengan Dasi kupu- kupu yang melingkar di lehernya.
Sementara mama April tampak cantik dengan gaun pengantin model kebaya berwarna cream lengkap dengan hijab berwarna senada yang membuat wanita cantik berusia hampir setengah abad itu begitu elegan diusianya yang tidak muda lagi.
"Anak mama pada cantik- cantik" puji mama April yang tengah bersama Alea, Aletta dan Andin
"Mama juga cantik"
"Ini kalian kenapa bikin konsep begini sih?"
"Biar so sweet ma" jawab Andin yang ikut memanggil mama April dengan sebutan mama karena sudah dianggap seperti ibunya sendiri
"Dasar kalian"
"Mama cantik deh" puji papa Ferdi
Mama April menutup mulutnya merasa malu, "papa ih udah tua juga"
"Loh emangnya salah papa muji mama?"
"Enggak cuma malu sama anak- anak"
"Kita tutup mata ma" sahut Aletta menunjukan wajahnya yang ditutup kedua telapak tangannya
Mama April hanya geleng- geleng kepala melihatnya.
Tak berapa lama mas Agung selaku EO mengisyaratkan bahwa acara segera di mulai.
"Yuk pa, ma.." kata Alea
Papa Ferdi mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh mama April yang melingkarkan tangannya di lengan suaminya itu.
Mereka berjalan menuju grand ballroom hotel diiringi para bridesmaid dan groomsman yang tak lain adalah Alea dan Aletta serta sahabat- sahabatnya dari grup NA⁵
Suara Judika mengalun merdu menyanyikan lagu Westlife yang berjudul beautiful in white mengiringi langkah raja dan Ratu malam ini.
Begitu tiba di Ballroom papa Ferdi memutar tubuhnya menghadap mama April.
Tiba- tiba musik berganti , papa Ferdi meraih micropon yang diberikan oleh MC acara dan mulai melantunkan sebuah lagu dengan suara bariton miliknya.
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertakhta
Kuinginkan dia yang punya setia
Dan mampu menjaga kemurniaannya
Saat ku tak ada ku jauh darinya
Amanah pun jadi penjaganya
Hatimu tempat berlindungku
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu
__ADS_1
Dijadikan engkau istriku
Engkaulah bidadari surgaku
Mata mama April berkaca- kaca mendengar lantunan lagu yang di nyanyikan suaminya itu.
Tiada yang memahami s'gala kekuranganku
Kecuali kamu, bidadariku
Maafkanlah aku dengan kebodohanku
Yang tak bisa membimbing dirimu
"Are u okay?" Alvaro menggenggam tangan Aletta
Aletta mengigit bibir bawahnya sambil menganghuk, mati- matian ia menahan air matanya.
"Semua orang disini pada nangis terharu, nangis aja kalo kamu mau.. biar lega" bisik Alvaro
Hatimu tempat berlindungku
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku
Hatimu tempat berlindungku
Dari kejahatan syahwatku
Tuhanku merestui itu
Dijadikan engkau istriku
Engkaulah bidadari surgaku
"Aprilia istriku tercinta terima kasih selalu membersamaiku dalam suka dan duka. Menjadi rumah untukku, menjadi teman dikala perjalananku, menjadi ibu dari anak- anaku, terima kasih sayang." Papa Ferdi memeluk mama April dengan mata memerah.
Mama April menangis haru di pelukan suaminya, "terima kasih juga mas , selama ini mas selalu sabar menghadapi aku. Mas terima kekurangan aku, meskipun awalnya kita dijodohkan dan tidak saling mencintai."
"Mas cinta sama Adek."
"Adek juga mas"
Setelah cukup lama pasangan suami istri itu berpelukan gantian Alea yang memeluk sang mama sementara papa Ferdi mendekati Aletta yang sedari tadi sudah menangis dalam rangkulan Alvaro.
"Al.."
"Pah.." isaknya dengan mata memerah
"Jangan nangis.. walaupun raga mama tidak lagi disini, tapi mama akan selalu ada dihati kita" ucap papa Ferdi mengecup kening putrinya itu
Bukannya ingin merusak suasana, tapi hari bahagia ini pula menjadi hari pernikahan mendiang ibunya dengan papa Ferdi yang berlangsung atas permintaan mama April kala itu
Walaupun pernikahan itu hanya berlangsung 1 tahun lebih, tapi papa Ferdi tidak akan pernah melupakan cinta pertamanya itu.
"Maafin mama Al..." Lirih mama April yang gantian memeluk Aletta
"Kenapa mama harus minta maaf, mama ga salah. Aletta bahagia liat mama sama papa bisa menua bersama. Aletta sayang mama, walaupun bukan mama yang melahirkan Aletta tapi mama adalah mama Aletta selamanya mama adalah mamanya Aletta"
"Al..." Mama April menghujani kecupan diwajah putrinya itu. Ia kira gadis itu tidak menerimanya setelah mengetahui dirinya bukanlah ibu kandungnya.
Saat itu Aletta kecil berusia 8 tahun, ia baru mengetahui jika April bukanlah ibunya, sikap Aletta sedikit berubah menjadi gadis yang lebih tertutup padanya.
Hubungan mereka memang baik layaknya ibu dan Anak, bahkan mama April menganggap Aletta seperti darah dagingnya sendiri karena ia yang mengurus Aletta semenjak gadis itu di lahirkan. Sebagai mana janjinya pada mendiang Rinjani.
Tapi, saat Aletta tahu ia bukanlah ibunya, Aletta seperti menjaga jarak dengannya. Dan mama April merasa seolah ada dinding pembatas tak kasat mata diantara mereka. Walaupun dekat tapi rasanya asing.q
__ADS_1
Namun malam ini ketika Aletta mengatakan isi hatinya, mama April merasa lega. Ia sangat bahagia.
Alea dan papa Ferdi ikut berpelukan bersama, suasana malam itu begitu haru. Bahkan beberapa tamu undangan ada yang ikut meneteskan air mata
*****
Setelah acara penuh bawang, kini para bridesmaid dan groomsman alias grup NA⁵ tengah berkumpul menikmati hidangan yang disediakan.
Ternyata nangis bikin laper, itu yang dirasakan Aletta. Entah berapa banyak makanan yang sudah masuk ke perutnya.
"Elo ga kenyang dari tadi makan mulu Al?" Tanya Angga yang melihat Aletta makan dia yang kenyang
"Tadi pagi gue ga sarapan, siang gue cuma makan dikit gara- gara ada gangguan dan sekarang gue abis nangis jadi butuh energi" sahut Aletta
""Loe pada ga usah heran dia emang begitu." Kata Alea
"Eh iya lanjutin dong cerita loe berdua yang semalem Eyang bawa calon" ucap Andin yang penasaran
"Jadi..."
"Hai"
Belum sempat Alea menjawab orang yang baru aja mau jadi bahan gibah udah dateng duluan.
"Tuh kalo elo penasaran" desis Alea
"Reynar" kata Alvaro terkejut
"Alvaro?" Balas Reynar yang tak kalah terkejut
Begitu pula dengan kelima personil grup mahluk ciptaan Tuhan yang ikut tercengang bagaimana bisa mereka saling mengenal.
"Kamu kenal sama dia?" Tanya Aletta mewakili teman- temannya yang penasaran
Alvaro mengangguk, "dia tetangga apartemen di Surabaya dulu waktu kuliah. Satu Universitas tapi beda fakultas"
"Hai semuanya kenalin gue Reynar Adiyaksa calon suami Aletta" sapa Reynar penuh percaya diri
Aletta mendelik "Calon suami, gundulmu" sahutnya kesal
"Loh emang kenyataannya begitu kok"
Aletta menggumpat dalam hati, ingin rasanya memaki- maki lelaki didepannya ini, percaya dirinya bener- bener overdosis.
"Itu cuma loe nya aja yang terlalu percaya diri bung, Aletta aja belom tentu mau sama loe. " Kata Nathan
"Sekarang mungkin belum tapi sebentar lagi pasti dia jatuh cinta sama gue" Reynar mengedipkan sebelah matanya
Aletta mengepalkan tangannya menahan diri buat gak nonjok muka tuh cowok. Minimal mulutnya deh biar kalo ngomong ga asal jeblak.
Alvaro yang tahu kekasihnya itu tengah kesal mengusap pelan punggung tangannya berusaha menenangkan gadis itu.
"Pengen nonjok.." begitulah gerak bibir Aletta yang diartikan oleh Alvaro
Alvaro menggeleng pelan, "jangan merusak acara bahagia mama sama papa kamu." Bisiknya
Aletta memejamkan matanya, mulai menarik nafas pelan lalu menghembuskannya sampai emosinya stabil.
"Oh iya Al, kamu mau dansa sama aku?" Tawar Reynar
"Sorry gue ga bisa dansa" jawab Aletta ketus
"Eh... Judika Nyanyi tuh, ikutan ke sana yuk" kata Angga mengalihkan pembicaraan karena suasana yang mulai tidak nyaman
"Hayok!!!!"
Mereka semua bubar meninggalkan Reynar sendiri. Ada yang menarik perhatiannya saat sekumpulan orang itu meninggalkan dirinya. Ia melihat Aletta mengandeng tangan Alvaro
Jadi pacar Aletta yang katanya dokter itu Alvaro, hmm menarik, pikirnya
__ADS_1