Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
73


__ADS_3

Alea masih menunggu Nathan yang tengah berbicara pada salah satu anak buahnya di Caffedia.


"Yank, tolong ambilin flashdisk di saku jas aku dong" kata Nathan


Alea mengangguk, ia langsung merogohkan tangannya ke saku jas milik Nathan, tangan Alea tidak sengaja menarik sebuah benda dari dalamnya.


"Apaan nih?" Mata Alea berbinar melihat sebuah kalung dari saku jas milik Nathan


"Bagus banget"


"Yank ada ga?"


"Oh iya" Alea kembali memasukan kalung yang ia lihat tadi ke dalam saku jas milik Nathan lalu menghampiri Nathan membawakan benda yang minta oleh lelaki itu ," nih"


"Makasih ya" Nathan kembali fokus pada anak buahnya sementara Alea menduga- duga apa Nathan ingin memberi hadiah kepadanya.


Setelah selesai dengan urusannya Nathan mengantar Alea pulang.


"Kamu mau mampir ke mana dulu ga?" Tanya Nathan yang fokus menyetir


"Langsung pulang aja yank.."


Sepanjang perjalanan Alea bercerita tentang gaun pengantin yang dipesannya, lalu ia juga menjelaskan kalau seminggu sebelum menikah nanti ia dan Aletta akan di pingit jadi tidak boleh bertemu bahkan berkomunikasi dengan calon suaminya.


"Hah? Serius kamu yank?" Wajah Nathan berubah pias pasalnya hampir setiap hari ia bertemu dengan Alea bagaimana ia sanggup jika seminggu dilarang bertemu dengan calon istrinya itu


"Iya"


"Ga boleh ketemu?"


Alea menggeleng, "enggak"


"Telponan?"


Alea kembali menggeleng," ga boleh juga"


"Video call?"


"Enggak boleh yank"


"Mana sanggup aku yank" keluh Nathan


"Seminggu doang yank, kita pasti bisa"


"Lama yank"


Alea terkekeh melihat Nathan yang protes dengan acara pingit yang akan mereka lakukan nanti.


"Kalo kamu mau bantah Eyang ya silahkan"


"Enggak deh, aku coba sabar walaupun sulit" Nathan pasrah tidak mungkin menentang Eyang yang ada bisa batal nikah mereka.


Nathan menghentikan mobilnya didepan mension keluarga Ferdinan.


"Aku masuk dulu ya, makasih udah nganter pulang"

__ADS_1


"Yank bentar deh"


"Kenapa?"


Nathan mengambil sesuatu didalam tas kerjanya lalu mengeluarkan sebuah kotak berwarna putih dan memberikannya pada Alea.


"Apa ini?" Tanya Alea bingung


"Buka aja"


Alea membuka kotak itu dengan perlahan wajahnya langsung terkejut bercampur bahagia "yank... Ini bagus banget" mata Alea berbinar melihat sebuah kalung dan sepasang anting berada yang di balik kotak itu



"Ini kan..." Alea inget beberapa waktu lalu salah seorang teman mama April yang memiliki toko perhiasan menawarkan berbagai jenis perhiasan dengan model terbaru dan ia sudah mengincar salah satunya


Alea baru saja ingin membelinya tapi perhiasan itu sudah laku terjual dan ia harus menunggu bulan depan untuk mendapatkan model yang sama , tapi siapa sangka ia justru mendapatkan yang sama persis seperti yang ia inginkan dari Nathan


"Kamu suka?"


"Suka banget, aku tuh udah mau beli ini tau ga, tapi kemaren pas telpon Tante Dwi katanya udah ada yang beli dan harus nunggu bulan depan baru ada lagi. Maksih ya"


"Sini aku pakein" Nathan mengambil kalung itu lalu memakaikannya dileher Alea


"Cocok ga?"


"Calon istri aku cantik banget"


"Gombal" Alea langsung melepas anting-anting miliknya dan mengganti dengan yang baru


Pipi Alea bersemu merah "Makasih ya, aku seneng banget." Alea mengecup bibir Nathan sekilas


"Sama-sama sayang."


"Yaudah aku masuk dulu ya"


Nathan mengulum senyumnya, "eh bentar yank" Nathan buru- buru keluar dari dalam mobil lalu berjalan mengitarinya membukakan pintu untuk Alea


"Makasih ya"


"Makasih mulu yank ga bosen apa" sahut Nathan karena sedari tadi Alea mengucapkan kata terimakasih terus, "aku pulang ya"


"Hati-hati sampe rumah nanti kabarin aku ya"


Nathan mengangguk melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam mobil.


Alea masih menunggu hingga mobil milik Nathan menghilang dari pandangannya barulah ia masuk ke dalam rumah.


"Cieee yang dapet hadiah"


"Ngapain loe di kamar gue" omel Alea begitu masuk ke dalam kamarnya ada Aletta yang sudah berbaring di atas kasurnya


"AC dikamar gue mati, jadi gue tidur di sini ya"


"Tadi loe bilang apa ?"

__ADS_1


"Numpang tidur"


"Bukan sebelumnya"


"Oh cie yang abis dapet hadiah"


"Kok loe tau sih, .. jangan-jangan..."


Aletta tersenyum sebagai jawaban.


Alea menatap cermin memperhatikan penampilannya, ia kemudian teringat kalung yang ada disaku jas milik Nathan.


"Seinget gue yang di jas ga begini deh, sama- sama ada sayapnya tapi modelnya beda deh.." gumam Alea


"Kenapa?"


"Tadi gue liat di saku jas Nathan ada kalung, mirip sih kaya gini tapi beda modelnya."


"Mungkin itu kalung punya Nadine kali"


"Apa iya ya"


"Positif thinking aja sih sama Nathan. Lagian Dia cuma beli satu doang kok"


Alea mengangguk, "mungkin punya Nadine" gumamnya


****


Keesokan paginya Nathan berpapasan dengan Nadira didepan kantor ia teringat kalung Nadira yang sudah beberapa hari disimpannya kerena lupa.


"Nad, sorry gue lupa terus mau balikin ini" Nathan merogoh tas kerjanya semalam ia baru saja mengeluarkannya dari dalam saku jas dan meletakkan di tas


Mata Nadira berbinar , "loe ketemu dimana?"


"Bukan gue tapi pak Ilham yang nemuin beberapa hari yang lalu sorry gue baru inget ngasih ini ke loe sekarang karena gue sibuk makanya ga gue lupa"


"Makasih ya Nat, padahal gue udah pasrah kalo kalung ini beneran ilang"


"Itu artinya masih rejeki loe"


Nadira tersenyum sambil memakai kalung miliknya.


"Sepenting itu ya Nad sampe loe takut banget pas ilang?"


Nadira mengangguk, "banget"


"Oh ya Nad, loe belom ngasih penjelasan kemaren soal siapa cowok itu dan kenapa loe bilang kalo Varo calon suami loe" kata Nathan


Senyum diwajahnya Nadira langsung pudar, "sorry, tapi secepatnya gue bakal jelasin ke Varo."


"Loe bisa jelasin itu sekarang"


Nadira dan Nathan menoleh Alvaro berdiri tak jauh dari mereka sambil melipat kedua tangannya.


"Varo..." Lirih Nadira

__ADS_1


__ADS_2