Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
65


__ADS_3

Keesokan paginya, Ferdinan menjemput Albert dirumahnya bersama Aletta.


"Pih mau kemana?" Tanya Alvaro


"Papy mau ketemu teman papy. Kamu mau ikut?"


Alvaro mengangguk, ini hari libur rencananya ia ingin mengajak Aletta pergi.


Mereka pergi dengan dua mobil, Alvaro bersama Aletta dan Ferdinan dan Albert.


"Kamu sudah buat janji dengan Jani Fer?"


Ferdinan hanya tersenyum samar mendengar pertanyaan Albert bagaimana cara menjelaskan pada pria itu.


"Kamu masih berhubungan dengannya, kenapa kamu tidak menikah dengannya?"


Lagi- lagi Ferdi tidak sanggup menjawab pertanyaan Albert.


"Kamu akan tau jawabannya nanti Al."


Albert mengangguk, ia tidak bertanya lagi. Rasanya tidak sabar ingin bertemu sahabat kecilnya itu.


"Fer, kamu bilang kita mau ketemu Jani kenapa malah membawaku ke pemakaman umum?" Tanya Albert saat Ferdinan menghentikan mobilnya didepan pemakaman umum


Perasaan Albert mulai tidak enak, ia tetap berfikir positif mungkin Ferdinan ingin berziarah dulu sebelum mereka bertemu dengan Rinjani.


Ferdinan meminta Albert untuk mengikutinya, dari kejauhan terlihat anak- anak mereka sudah tiba lebih dulu.


"Fer jangan membuatku takut" kata Albert yang sudah tidak bisa lagi berfikir positif apalagi melihat Ferdinan yang sudah aneh sejak semalam.


Ferdinan berhenti ditempat Alvaro dan Aletta menunggu tanpa mengatakan apa-apa.


Lutut Albert lemas seketika begitu membaca nama yang tertera di batu nisan, "Fer jangan bercanda"


"Aletta putriku dengan Jani, itulah mengapa dia begitu mirip dengannya" ucap Ferdinan dengan suara bergetar


"Ini tidak mungkin" kata Albert yang sudah berlutut didepan makam Rinjani, "aku bahkan belum menepati janjiku padanya..bagaimana bisa ini terjadi?"


Ferdinan menceritakan pada Albert tentang ia yang menikahi Rinjani atas permintaan istrinya April dan Rinjani yang meninggal karena pendarahan saat melahirkan Aletta.


Aletta dan Alvaro mulai paham, ternyata sahabat kecil yang pernah diceritakan Albert itu tak lain adalah Rinjani mendiang ibunya Aletta.


"Maafkan aku yang belum bisa memenuhi janjiku.." sesal Albert


Saat itu Albert baru saja lulus sekolah menengah pertama sementara Rinjani baru saja lulus sekolah dasar. Usia. Mereka beda tiga tahun tapi karena mereka bertetangga sejak kecil membuat keduanya berjanji untuk terus bersama.


Namun saat kelas 2 SMA Albert harus pindah ke luar negeri mengikuti orangtuanya yang pindah tugas ke sana.


Saat itu Albert berjanji akan menemui Rinjani setelah ia berhasil menjadi seorang dokter dan akan membelikan hadiah untuk wanita itu dengan gaji pertamanya.


Albert masih menyimpan gaji pertamanya, karena setelah ia pulang ke Indonesia ia tidak bisa menemukan wanita itu bahkan teman sekolah Rinjani tidak ada yang tahu kemana Rinjani dan keluarganya pindah.


"Aku tidak menyangka kamu akan menikah dengan Ferdi, sebentar lagi kita akan menjadi besan. Putrimu akan menjadi menantuku. Aku janji akan menjaganya seperti putriku sendiri. "Albert menghapus air matanya menepuk bahu Ferdinan.


"Terima kasih.. berkatmu aku bertemu dengannya walaupun ini tidak seperti yang ku bayangkan"


Ferdinan mengangguk, "maaf karena tidak mengatakan lebih awal karena aku tidak sanggup..."


Albert paham, ia pun tidak bisa membayangkan bagaimana jika dirinya di posisi Ferdi kehilangan istri yang sangat dicintainya.


Setelah membaca doa, Albert dan Ferdinan pamit lebih dulu. Mereka ada janji dengan Danuarta untuk melihat lokasi yang bisa mereka gunakan untuk membangun usaha baru mengisi hari- hari tua mereka nanti.


*****

__ADS_1


"Kita kemana?" Tanya Aletta saat keduanya sudah berada di jalan entah kemana.


"Suatu tempat."


"Suatu tempat?"


Alvaro mengangguk, ia tidak menjawab hanya fokus menatap jalan membiarkan Aletta menebak kemana tujuan mereka.


Mobil Alvaro memasuki area perumahan elit, terlihat bangunan- bangunan dua lantai yang tampak sama satu sama lainnya.


Dengan kening berkerut Aletta bertanya saat Alvaro menghentikan mobilnya tepat didepan sebuah rumah, "kita dimana?"


"Dirumah kita"


"Rumah kita?"


Alvaro tak menjawab, ia langsung mengajak Aletta masuk ke dalam rumah bergaya clasic modern yang cukup besar untuk ditinggali berdua.


Bangunan dua lantai itu terdiri dari dua kamar utama dan tiga kamar tamu, lengkap dengan ruang keluarga, ruang tamu, ruang kerja, tempat khusus untuk beribadah dan dapur.


Halaman belakang yang cukup luas dibuat taman dan ada kolam ikan bergaya Jepang lengkap dengan air mancur dan beberapa tananam hias yang menyegarkan mata benar-benar memberi kesan nyaman dan menenangkan.


Aletta takjub, selera lelaki disebelahnya ini benar- benar patut diacungi jempol. Empat jempol malah.


"Kalau ada yang gak kamu suka kamu bilang aja, rumah ini baru 65% rampung"


"Hah? 65%?"


Astaga 75% aja segini apalagi 100%, pikir Aletta


"Iya, mungkin kamu pengen nambahin sesuatu,.."


Aletta menggeleng, "ini udah lengkap banget, aku ga kepikiran buat nambahin ataupun ngurangin. Ini bener- bener keren"


"Kamu suka?"


"Nanti kita tinggal disini"


"Kita?"


"Iya ini rumah kita setelah menikah nanti"


Mata Aletta membulat, ia tidak tahu harus berkata apa tapi pipinya terasa panas saat mendengar ucapan Alvaro barusan


Rumah kita setelah menikah, astaga


"Kamu serius?"


"Kamu bagian dari rencana masa depan aku Al..."


Panas!! Meleleh sudah hati Aletta. Alvaro memang irit bicara, tapi sekalinya ngomong selalu to the point dan berujung bikin hati Aletta ambyar saking bapernya.


Aletta menutup wajahnya yang sudah mirip kepiting rebus saking merahnya. Ia tidak menyangka jika diam- diam lelaki itu sudah merancang rumah masa depannya, bahkan Aletta yang sudah di dateline Eyang untuk segera menikah pun tidak punya planning ke depannya ingin tinggal dimana, setelah menikah bagaimana dan lain- lain.


"Kamu mau kan nikah sama aku?"


"Hah?"


Belum juga nyawa Aletta kumpul gara- gara rumah masa depan sekarang laki- laki itu dengan gamblangnya mengajak menikah.bener- bener to the point sekali kamu mas


Alvaro masih menunggu jawaban Aletta dengan sebuah cincin yang berada di telapak tangannya yang membuat Aletta kembali membelalakkan matanya.


Aletta nutup mulutnya tak percaya, diajak melihat rumah sekaligus diajak untuk hidup bersama, tanpa sadar air matanya langsung terjun bebas.

__ADS_1


Sambil menghapus air matanya Aletta mengangguk, "ya, aku mau nikah sama kamu"


jadi begini rasanya dilamar. Dirinya bahkan belum punya bayangan ingin dilamar seperti apa. Kalo di film yang ia tonton biasanya ia akan melihat si lelaki berlutut sambil menyodorkan Kotak berisi cincin berlian atau sejenisnya dan mengatakan 'will you marry me?'


Tapi sayangnya Alvaro tidak berlutut dan tidak menggunakan kotak cincin, bahkan Aletta bingung sejak kapan cincin itu berada di telapak tangan Alvaro


Alvaro memasangkan cincin dengan permata yang unik berwarna biru kehijauan ke jari manis Aletta, "ini cuma ada satu di dunia"


"Kenapa begitu?"


" Karena aku bikin sendiri waktu di Jerman"


Ambyar!!!! senyum Aletta mengembang sempurna seperti adonan roti yang di beri pengembang.


"Kamu suka?"


Sambil memperhatikan cincin yang melingkar di jari manisnya ia pun mengangguk, "suka. Ini apa namanya?"


"Kata orang Jerman ini batu permata Tanzanite yang artinya kelahiran cinta yang baru di bulan Desember.."


Astaga, bahkan ada maknanya dan Desember kan bulan kelahirannya Aletta


"Makasih" Aletta langsung melingkarkan tangannya di pinggang Alvaro dengan air mata yang sudah hampir jatuh lagi.


"Jangan nangis" katanya sambil menghapus air mata Aletta


"Aku nangis karena aku seneng.."


Alvaro tersenyum mendengarnya lalu memeluk Aletta.



Alvarowilliam dia bilang, "ya"


โค๏ธ Like by rin_aletta and 789,543 others


Rin_aletta ditunggu undangannya dokter @alvarowilliam๐Ÿ˜‹


Nathannavelino wow!!! Congrats @alvarowilliam, @rin_aletta. Kalah start gue


Aleaaprilia astaga๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ congrats @rin_aletta, @alvarowilliam Adek gue udah mau nikah aja๐Ÿคญ


Andin_citra oh my God @rin_aletta, @alvarowilliam congrats ya, lancar sampe hari H๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Iam_anggaprawira diam-diem mengejutkan, congrats bro @alvarowilliam, @rin_aletta


Alice_willi oh my God, you did it๐Ÿ˜ฑ๐Ÿ˜ฑ


Alanna.willi congrats my lil bro @alvarowilliam, @rin_aletta


Olshopkeren congrats ๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ๐ŸŽŠ


Peninggibadan selamat qaqa, semoga lancar


Coganindo patah hati nasional, congrats both of you too


Fanscecan hari patah hati Nasional ๐Ÿ˜‚


Doktergans ditunggu undangan resminya dokter @alvarowilliam


FansAlvaro oh my God potek hati Adek bang๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Alvarocalonimamku belom rela๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

__ADS_1


Intan.prames congrats dokter @alvarowilliam, @rin_aletta


lambetumpeh oh my God kirain sama dokter @Vanessahanindya


__ADS_2