
Alvaro, Nathan dan Angga tengah bermain game dirumah Nathan. Sepulang dari Cafe Nathan menyeret kedua orang itu untuk menginap dirumahnya yang sepi.
"Elu pada kalo mau minum ambil sendiri aja ya, gue males nyiapin. Gue juga udah delivery makanan kalo lo laper nanti tinggal di panasin aja." Ucap Nathan
Tak ada sahutan dari Angga maupun Alvaro keduanya tengah fokus bermain game milik Nathan.
"Emang kampret lu berdua ya!! " Nathan yang kesal melempar bantal kerah dua sahabatnya itu
"Ganggu Nat, gue kalah nih..." Gerutu Angga yang lagi- lagi kalah dari Alvaro
"Lagian gue ngomong dicuekin.." sahut Nathan
"Jangan kaya cewek PMS deh Nat..." Kata Alvaro datar
"Eh ngomong- ngomong soal cewek, lo berdua udah jomblo berapa lama?" Tanya Angga yang sudah meletakan stik PS miliknya
Nathan tampak berpikir, ia sudah lama tidak menjalin hubungan dengan perempuan setelah putus dari Renata 2 tahun yang lalu, "2 tahun lebih lah.. kalo si Varo kayanya 2 tahun lebih juga mau tiga malah.."
"Lo berdua betah gitu jomblo terus?" Tanya Angga penasaran
"Bukan soal betah sih, tapi gara- gara Rena gue jadi lebih selektif lagi dalam urusan percintaan" Jawab Nathan
"Kalo lo Ro?" Tanya Angga pada Alvaro yang sangat tertutup dalam masalah pribadi
"Belom move on dari Valery," jawab Nathan yang memang lebih paham dengan sepupunya itu
"Cobalah lu berdua buka hati. Nat ga semua cewek ga setia kaya Rena. Dan Varo, Valery udah bahagia disana Ro," Angga mencoba menasehati kedua sahabatnya itu, "masa sih ga ada cewek yang bikin lo berdua tertarik.. apa lo berdua udah berubah haluan jadi pelangi?"
Nathan bergidik ngeri sementara Alvaro menjitak kepala Angga kesal karena ucapannya yang ngelantur itu.
"Ya abisnya gue heran, betah banget jadi lajom." Tiba- tiba sebuah ide terlintas dipikiran Angga untuk menjodohkan kedua sahabatnya ini dengan sahabat pacarnya itu.
"Gue punya banyak setok temen cewek single, bukan temen cewek gue sih tapi temen Andin. Tapi gue lumayan akrab sama mereka jadi ya bisalah gue kasih informasi ke lo berdua kalo niat mau pedekate" pancing Angga
"Sebanyak apa?" Tanya Nathan penasaran
"Ada Alea, Aletta, Anggi, Hana, Laura, Karen sama Caludia. Nah diantara mereka lo mau nanya siapa.. gue kasih tau semua yang gue tau tentang mereka." Angga melipat kedua tangannya menunggu jawaban
"Yang cocok.buat gue sama Varo." Kata Nathan
"Kalo gue sih ngerekomendasiin Alea sama Aletta." Cengir Angga
"Kenapa?" Tanya Alvaro yang baru bersuara sejak tadi
"Sadar ga sih kalo kalian tuh saling melengkapi..." Kata Angga
"Maksudnya?" Nathan mulai bingung dengan jalan pikiran Angga yang menurutnya Aneh
"Gue ga bakal jelasin tentang hobi sama latar belakang mereka karena gue yakin loe berdua udah kenal juga sama mereka." Angga menatap kedua lelaki disampingnya itu bergantian sebelum melanjutkan ucapannya
__ADS_1
"Secara hobi loe sama Alea itu sama Nat, gue yakin loe berdua nyambung. Nah lo Var lo gue rasa Aletta orang yang cocok buat lo muvon, dia anaknya asik, ga neko- neko tipe lo banget"
Nathan mengangguk, "Awalnya gue suka sama Aletta, anaknya ceria tapi agak tertutup. Beda sama Alea yang lebih cerewet dan agak galak menurut gue tapi itu yang gue suka dari dia.." ucap Nathan sambil tersenyum mengingat bagaimana bawelnya Alea
Angga tersenyum ternyata sahabatnya itu diam- diam sudah memiliki rasa bahkan sebelum dirinya berniat menjodohkan mereka. Angga kini menatap Alvaro yang sepertinya sedang larut dalam pikirannya sendiri.
"Var.. lo ga lagi mikir yang aneh- aneh kan?" Tanya Nathan
Bukannya menjawab Alvaro justru menyeringai, " otak lo sampah banget isinya"
"Lu suka sama Aletta ga Var?" Tanya Angga
"Kenapa?" Tanya Alvaro balik
"Ya gue nanya.." kata Angga geram dengan sikap Alvaro yang dinginnya ngalahin freezer lemari es
"Gue ga tau..." Ucap Alvaro yang masih bingung dengan perasaannya
"Apa yang bikin lo bingung?" Tanya Nathan yang mulai penasaran
"Kenapa jadi gue di interogasi?" Protes Alvaro
"Ini momen langka,kita cuma ga mau lo Terlambat menyadari." Kata Nathan sok bijak
"Var buruan..." Desak Angga
"Gue harus cerita apa coba..." Kata Alvaro bingung
Sabar Nat, ada waktunya lo ngejitak sepupu laknad lo itu nanti, batin Nathan
Alvaro tersenyum melirik kedua orang dihadapannya secara bergantian "Kepo lo!!!" Sahut Alvaro yang berlalu keluar dari kamar Nathan meninggalkan kedua mahluk yang kini tengah menahan emosi dengan sikap Alvaro.
"Jangan halangi gue buat gelud ama tuh bocah" Nathan menyusul Alvaro yang langsung dibuntuti Angga.
*****
Keesokan harinya di sirkuit, Alea tengah beristirahat sambil menikmati segelas es cendol yang baru saja dipesannya.
"Wihh enak tuh.. bagi dong..." Nathan langsung merebut gelas berisi es cendol milik Alea dan langsung meminumnya hingga tandas tak bersisa
"Nathan!!!!!!!!!!"
Nathan tekekeh pelan, "ampun kanjeng Alea."
"Gak mau tau ganti pokoknya!¡!" Alea melipat kedua tangannya didada
Nathan berdecak niatnya hanya menjahili gadis itu tadi, "iya nanti gue ganti"
"5 gelas" Alea mengangkat 5 jarinya ke udara
__ADS_1
"Jangankan lima abang sama gerobaknya juga gue bayarin buat lo..."
"Dih, anak Sultan mana lo..."cibir Alea
Nathan tak menggubris, ia mengeluarkan ponselnya yang sedari tadi bergetar disaku celananya
Alea memperhatikan Nathan tengah sibuk dengan ponselnya, bahkan lelaki itu kini tengah tersenyum sambil menatap layar datar itu.
Nathan lagi chat sama siapa ya? Apa sama pacarnya, batin Alea
"Tan.."
"Hmm" sahut Nathan tanpa menoleh masih sibuk dengan ponselnya
"Tan..."
"Apa Le?" Jawab Nathan masih tetap fokus pada ponselnya
Alea mendengus kesal "Nathaaaaannnn" teriak Alea di telinga lelaki itu
"Astaga Alea. Kuping gue bisa budeg" Nathan menatap Alea kesal sambil memegang kupingnya
"Abisnya lo gue panggilin ga nengok. Lo sibuk pacaran?" Tanya Alea
"Gak Alea, gue lagi bales chat Adek gue" jawab Nathan sabar
"Bohong. Bilang aja pacar lo."
Nathan menghela nafas, Alea lagi kenapa sih, pikirnya
"Gue ga punya pacar Alea... Itu tadi Adek gue"
Ada perasaan senang ketika mendengar jawaban Nathan yang mengatakan dirinya tidak memiliki kekasih, "kenapa ga punya?"
Nathan menggeleng, "belom pengen aja"
"Terakhir kali lo pacaran kapan?" Tanya Alea penasaran
"2 tahun yang lalu lah"
"Kenapa putus?"
"Selingkuh" jawab Nathan ketus
Mendegar jawaban Nathan yang terdengar ketus Alea tidak ingin bertanya lebih jauh sepertinya ini pembahasan yang cukup sensitif bagi lelaki itu, "sorry Nat gue ga maksud.."
"Iya gak papa..."
Alea memilih diam berpura- pura sibuk dengan ponselnya walaupun di dalam hati dan pikirannya dipenuhi tanda tanya tentang hubungan masa lalu lelaki itu.
__ADS_1
Apa gue tanya Andin aja ya, mungkin Andin tau, batin Alea
Bersambung