Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
23


__ADS_3

Setengah jam kemudian Alvaro dan Aletta tiba di cafe Vanila Late sesuai perintah Nathan.


Angga mengangkat tangannya begitu melihat kedua sejoli itu masuk ke dalam Cafe. Kelima orang itu pindah ke bagian dalam cafe yang lebih sepi agar tidak mengganggu acara ulang tahun pak Tommy.


"Kenapa Nat?" Tanya Alvaro to the point, ia di buat bingung dengan sikap sepupunya itu yang terdengar seperti orang marah ditelpon tadi.


"Lo jalan sama Aletta?" Tanya Nathan dengan wajah datar


"Gak sengaja ketemu di mall tadi. Kenapa?" Tanya Alvaro semakin bingung


"Bohong! Mana ada orang ga sengaja ketemu sampe makan bareng segala" kata Renata


"Kok lo tau gue makan bareng sama dia?" Tanya Aletta menatap wanita asing didepannya.


Aletta memperhatikan wajah Renata ia seperti pernah bertemu dengan wanita itu, tapi dimana, pikirnya


Aletta mencoba mengingat- ingat dimana ia pernah melihatnya.


Dia kan yang tempo hari dirumah sakit, batin Aletta


"ohh gue paham sekarang.. jadi selama ini lo mata- matain gue?" Tanya Aletta sambil mendorong bahu Renata


"Maksud lo Al?" Tanya Alea


"Gue pernah ketemu dia dirumah sakit, waktu gue check up dia nabrak gue dan sengaja numpahin kopi ke baju gue.. " jelas Aletta ia sengaja tidak membahas bahwa wanita ini juga yang menyuruh orang yang menyebabkan tangannya cedera.


ia takut Alea akan marah jika mengetahui hal ini apalagi yang menyebabkan wanita gila itu berbuat nekad karena salah menduga hubungannya dengan Nathan. Aletta tidak ingin membuat Alea membenci Nathan. Meskipun semua ini bukan salah Nathan tapi tetap saja karena lelaki itu, mantan kekasihnya menjadi sedikit gila.


"Lo mata- matain dia?" Bentak Nathan


"Dasar saico udah jadi mantan masih aja terobsesi" cibir Andin


"Apa pun yang gue lakuin bukan urusan lo. Gue cuma mau Nathan sadar kalo cewek ini ga sebaik yang dia kira, bisa- bisanya dia selingkuh sama sepupunya sendiri." Ucap Renata sambil menunjuk Aletta


Aletta yang kesal melakukan tendangan memutar 180 derajat, ujung sepatunya nyaris mengenai wajah wanita itu. Renata yang terkejut mematung ditempatnya. Bukannya hanya Renata tapi kelima orang yang menyaksikan itu dibuat terkejut.


"Lo tau kalo tendangan tadi kena muka lo yang mulus ini gue ga tau apa yang bakal terjadi sama lo entah itu gigi lo yang copot atau yang lebih parah lo kena geger otak ringan." Aletta menyeringgai , "mending lo pergi sekarang sebelom gue bertambah muak dan berbuat sesuatu yang bikin lo nyesel seumur hidup lo karena lo salah memilih lawan"


Glek!


Renata menelan salivanya, wajahnya masih pucat karena shock ditambah aura mengintimidasi Aletta membuatnya memutuskan untuk pergi. ia masih sayang tubuhnya, ia tak ingin berakhir babak belur dihajar oleh gadis pemegang sabuk hitam taekwondo itu.


Cih! Tunggu aja Gue bakal balas suatu saat nanti! Batin Renata


Renata berlalu pergi, menyisakan kelima orang yang sedang menatap punggung Aletta yang naik turun menahan amarahnya.


"Al..." Panggil Alea

__ADS_1


Aletta diam lalu beberapa detik kemudian membalikan badannya, 'gue gak papa" ucapnya sambil tersenyum


Alea berjalan mendekati adiknya itu lalu memeluknya, "lo bikin gue takut, seumur hidup gue ga pernah liat lo marah kaya tadi."


Aletta menepuk punggung Alea pelan, " maaf"


Alea melepas pelukan mereka, mengajak Aletta duduk disebelah Andin dan Angga langsung memesan minuman untuk mereka.


"Al..." Panggil Nathan


"It's okay Nat, cuma salah paham" sela Aletta sambil menggeleng pelan dengan tatapan memohon agar lelaki itu tidak membahas bahwa Renata lah dalang yang membuatnya cedera


Nathan mengangguk paham, "thanks"


"Salah paham gimana Al?" Tanya Andin penasaran


"Gue pernah ketemu Cewek tadi, dia itu ngira gue pacarnya Nathan karena dulu pas pertama kali ketemu Nathan waktu mobil gue mogok, Nathan nolongin gue dan nganter gue balik kostan" jawab Aletta


"Terus kenapa di mata- matain lo segala?" Alea masih tak paham


"Ya karena dia masih cinta sama Nathan apalagi coba alasannya, dia sengaja ngikutin gue, nyari celah keburukan gue supaya Nathan benci sama gue." Jelas Aletta mencoba menjawab selogis mungkin


"Tapi..."


"Gue ga punya hubungan apa- apa sama Nathan, Lea. Kita udah pernah bahas ini. Lo ga percaya sama gue?" Sela Aletta


"Jangan mudah percaya sama orang, apalagi orang yang ga lo kenal.. lo kakak gue kita udah tinggal bareng dari lahir, lo tau gue kaya gimana ,baik dan buruknya gue kaya apa lo tau itu tapi kenapa lo punya pikiran kaya gitu.." Aletta kesal bagaimana bisa kakaknya berfikiran seperti itu tentangnya.


"Maafin gue.." lirih Alea


Aletta diam tak menjawab ia masih kesal bukan hanya pada Alea.


Andin melirik kedua kakak adik itu bergantian, tidak ingin berpihak pada salah satu diantara mereka karena keduanya adalah sahabat baiknya.


"Oh ya Al tadi pas lo pulang ada yang dateng ke kampus nyariin lo..." Kata Andin mencoba mengalihkan perhatian Aletta


"Siapa?" Tanya Aletta


"Cowok Ta, ganteng cuma udah dewasa gitu. hmm seumuran om Radit lah" Jelas Andin


Raditya atau biasa di panggil om Radit adalah sepupu Alea dan Aletta, anak Tante Faradila Kakaknya papa Ferdi.


Aletta mengerutkan keningnya, "siapa?" Ia merasa tidak punya kenalan laki-laki seusia om-nya, "gue ga punya kenalan om- om" celetuknya


"Jangan- jangan calon suami lo Al.." kata Angga menimpali


Aletta bergidik ngeri jika itu benar adanya, "semoga bukan... Eyang bener- bener gila kalo ngejodohin gue sama om- om"

__ADS_1


"Tapi Al, seinget gue anak kolega bisnis Eyang ga ada yang seumuran kita" ucap Alea yang langsung membuat tubuh Aletta merosot disandaran kursi.


Melihat mood Aletta yang semakin buruk dan ia pun tak ingin membahas kemungkinan pria itu adalah calon suami dari gadis yang disukainya Alvaro mengalihkan pembicaraan "Udah jangan dibahas, udah jam 9 nih. Mendingan kita pulang" kata Alvaro


Yang lain mengangguk setuju mengingat hari sudah malam dan tubuh mereka sudah merasa lelah.


"Dokter aku pulang sama Alea aja.." kata Aletta saat mereka berada diluar cafe


"Ehh Al gue tadi ke sini sama Alea.." ucap Nathan


"Ck! Loe pulang sama Varo." Omel Aletta yang langsung merebut helm dari tangan Nathan


"Itu helm gue..."


"Gue pinjem" sela Aletta ketus


Nathan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "serah lo dah Al..."


"Kamu hati- hati pulangnya, besok aku jemput jam 7" kata Alvaro


Aletta mengangguk, "okay" lalu naik ke atas motor


"Kita duluan ya guys!!!" Pamit Alea yang langsung menjalankan motornya


"Eh Var lo mau kemana sama Aletta?" Tanya Nathan


"Ke undangan temen SMA" jawab Alvaro


"Eh iya besok kan nikahan si Aldo ketua OSIS SMA kita dulu. Dia ngundang kita semua sekalian reunian katanya" jelas Angga


"Kenapa lo ngajak Aletta?" Tanya Nathan


"Lo ga baca di grup cewek- cewek banyak yang ngajak Varo buat dateng ke sana bareng salah satu dari mereka." Kata Angga sambil menunjukkan chat grup


"Notifikasi grup gue silent abisnya berisik" ucap Nathan jujur


"Pantesan kudet, tapi anak- anak belom banyak yang tau lo udah balik ke Indo. Kalo tau gue yakin cewek-cewek bakal neror lo juga.." sahut Angga , "Nat, saran gue ya mending lo ajak Alea aja ke reunian besok. Gimana?"


"Tapi..."


"Tapi apa? Lo ga denger tadi kata Aletta, Alea tadi cemburu ngira lo beneran ada hubungan sama adeknya. Mana tadi lo nelpon Varo kaya marah begitu, lo tau ga tadi Alea hampir nangis." Ucap Angga


"Serius lo?" Tanya Nathan


"Tanya Andin kalo lo ga percaya"


Nathan tersenyum penuh arti. Alvaro dan Angga yang melihat hanya bisa geleng- geleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2