Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
54


__ADS_3

Alea pulang di antar Nathan setelah membuntuti Nathan seharian alias menjadi pawang agar dijauhkan dari segala bala Renata.


Alea bertambah kesal ketika dengan tidak tahu malunya Renata menulis komen emoticon hati berwarna merah dan menandai kekasihnya.


Ini sih namanya mengibarkan bendera perang!! Loe jual gue tawar. Begitulah slogan Alea


"Yank... Udah dong. Kamu kesel sama Rena kenapa jadi ngambeknya sama aku sih yank?" Kata Nathan setibanya mereka di depan mension


Alea tak menyahut hanya melipat kedua tangannya didada. Ia masih kesal


"Yank..."


Alea langsung keluar dari mobil dengan segara Nathan menyusul namun Alea sudah lebih dulu berlari masuk ke dalam rumah.


Nathan meraup wajahnya frustasi.


"Kenapa loe?"


Nathan menoleh saat Aletta berdiri diambang pintu sambil menggendong kucingnya.


"Berantem sama Alea?" Tanya Aletta lagi karena Nathan tak menjawab pertanyaannya tadi


"Biasalah Alea kesel sama Rena."


"Berantem dia sama mantan loe?"


Nathan menggeleng, "gua kurang tau jelas masalahnya tapi Alea jadi uring-uringan karena komentar Rena di sosmed"


Karena penasaran Aletta membuka akun media sosialnya dan menemukan postingan terakhir milik kakaknya itu.


Ia membuka kolom komentar dan menemukan perdebatan antara Alea dan Renata disana.


"Astaga!!!" Aletta tak tahu harus berkata apa


"See, karena gambar hati doang" keluh Nathan


"Tapi Nat, buat cewek sensitif loh ini. Tapi kakak gue orangnya emang cemburuan sih,.. tapi itu artinya dia takut kehilangan elo"


"Iya gue tau Al, tapi kan gue ga ngeladenin si Rena kenapa jadi dia ngambeknya ke gue?"


"Ya karena mantan elo lah.. jadi elo deh pelampiasannya.."


Apa kalo cerita ama cewek tetep salah cowok semua ya,. Ga paham gue kenapa cewek selalu benar, pikir Nathan


"Yang sabar ya Nat kakak gue emang begitu, kedepannya kalo Rena terus- terusan ganguin loe sama Alea, gue khawatir Alea itu mudah banget salah paham kalo lagi cemburu."


"iya loe bener, btw Thanks Al, loe udah dengerin cerita gue"


"Sama- sama.. kalo loe ada masalah sama Alea loe bisa cerita ke gue. Mungkin gue bisa bantu."


Nathan mengangguk, "iya Al. Oh ya Varo kapan pulang?"


Aletta menggeleng, "ga tau kapan"


"Loe ya sabar ya, nanti juga kalo urusan dia udah kelar dia pasti pulang"


"Iya"


"Yaudah gue balik ya udah malem nih"


"Hati- hati"


Nathan mengacungkan jempolnya lalu masuk ke dalam mobil meninggalkan mension keluarga Ferdinan.


"Nathan udah pulang Al?"

__ADS_1


Aletta menaikan sebelah alisnya, "bukannya loe lagi ngambek sama dia"


"Ga juga sih cuma kesel aja sama mantannya sama dia enggak, cuma ya karena dia yang di deket gue jadi ya gitu deh" kata Alea gak jelas


"Kasian dia Le, kalo loe ngambek- ngambek ga jelas gitu. Ntar kalo dia ga tahan sama loe gimana?"


"Gue juga ga mau sih, cuma ya gue lagi kesel aja.."


"Gue tau loe cemburu, tapi kalo loe terus- terusan begini yang ada nantinya loe malah berantem sama Nathan terus pelakor datang menyusup loh"


"Ya gimana gue ga kesel coba loe bayangin aja kalo Varo yang di gituin?"


"Ya biarin aja sih, anggap aja fans karena punya pacar ganteng"


"Loe terlalu cuek Al..."


"Bukan soal cuek Lea, tapi kalo cuma karena komentar aja loe segini cemburunya gimana kalo yang lebih parah dari itu"


Alea diam tak menyahut


"Dari pada loe kesel begini mending loe bales tuh cewek dengan cara yang lebih elegant"


"Caranya?"


Aletta langsung membisikan sesuatu ditelinga Alea. Keduanya lalu tersenyum ala pemeran antagonis yang ada di sinteron.


"Tunggu pembalasanku Renata. Hahahhaha"


*****


Keesokan harinya sepulang dari kantor Alea dan Aletta janjian dengan Andin mau ke mall. Sudah lama tidak hangout bareng.


"Gue mau ganti model rambut deh" kata Alea


"Ini kan masih bagus Lea.." sahut Andin


Saat ini mereka sedang berada didalam salon. Niatnya sih pengen belanja eh pas liat salon langganan ada promo jadi belok deh.


"Gue mau potong rambut" cetus Aletta


"Rambut loe bagus kali Al, kenapa di potong?" Tanya Andin


"Cuma ganti model doang biar..."


"Kalo menurut gue sih ya mau ganti model rambut kaya apa juga kalo emang aslinya jelek ya jelek aja sih"


Aletta memutar bola matanya ada Nadine ,Renata dan kedua teman Nadine yang pernah mereka lihat di acara ulangtahun Andin beberapa waktu yang lalu.


"Kok gue tiba- tiba gerah ya" Alea mengibas- kibaskan tangannya


"Eh, biasanya kalo udara disekitar berubah tiba-tiba suka ada jin pengganggu" sahut Aletta


"Iya bener loh, biasanya kalo hawanya panas itu gangguan saiton betina yang lepas" timpal Andin


Alea bergidik ngeri, "kita pergi dari sini yuk.. gue kok merinding ya"


"Loe ngatain kita Setan maksudnya?" Tanya Renata sewot


"Loh kok loe yang sewot, ngatain loe juga enggak... Ehh jangan- jangan loe merasa ya" Alea tersenyum meledek


"Loe...." Geram Renata sambil menunjuk Alea


"Apa? Loe mau ngapain gue?" Tantang Alea maju beberapa langkah sambil melipat kedua tangannya


"Alea udah kita ke sini mau refreshing bukan ngeladenin orang ga penting kaya mereka" kata Aletta yang jengah melihat Nadine dan sekutunya karena setiap bertemu gadis itu selalu mencari gara- gara dengannya

__ADS_1


"Bilang aja loe takut" sahut Nadine


"Waktu gue terlalu berharga buat ngeladenin orang kaya loe." Aletta menarik tangan Alea dan Andin agar keluar dari Salon tidak ingin membuat keributan disana.


Ternyata diam-diam Nadine Cs ikut keluar menyusul Triple A yang kini menuju area pakaian wanita.


"Lea, loe bukannya mau ketemuan ya sama Nathan. Loe ga mau beli baju gitu biar Nathan makin Cinta sama loe" ucap Aletta dengan suara agak keras karena jarak mereka cukup berjauhan


"Iya Lea, yang agak seksi gitu, gue yakin Nathan ga bakal berkedip ngeliat loe"


"Eh baju ini bagus deh buat loe Lea.." Andin mengambil sebuah crop top tanpa lengan berwarna hitam pada Alea


"Nih bawahnya pake ini" Aletta menyodorkan short skrits berwarna pastel


"Mbak saya mau yang ini" kata Renata menunjuk baju yang dipegang Andin dan Aletta


"Maaf mbak bajunya ga ada stok lagi" kata si mbak Pramuniaga dengan sopan


"Saya duluan yang liat baju itu mbak" sela Renata


"Tapi mbak..."


"Jangan banyak ngebantah deh, mau gue laporin sama atasan loe" Ancam Sella


"Ambil aja mbak, kita bisa cari yang lain kok" Andin menyerahkan baju yang dipegangnya pada si mbak pramuniaga tidak ingin wanita itu mendapat masalah ancaman Nadine cs


"Lea ini bagus loh.." Aletta sengaja mengambil baju tanpa melihat modelnya lebih dulu


"Loe..." Melihat kode yang Aletta berikan Alea mengikuti permainan adiknya itu "Kayanya buat loe bagus deh, Alvaro kan paling suka cewek lemah lembut gitu Al, kalo loe pake pasti lebih CANTIK!"


"Bener tuh Al, apalagi Alvaro tuh paling ga suka sama cewek yang make baju kurang bahan gitu." Timpal Andin


"Beneran Ndin Varo pasti suka?" Tanya Aletta girang


"Bukan cuma suka tapi cinta mati sama loe" jawab Andin mantap


Aletta baru saja akan memilih warna baju yang ia ambil tadi namun Nadine langsung memborong semua pakaian itu


"Loe serius Nad, itu bukan selera loe banget." Komentar Sarah


"Udah jangan bawel. Kalo Varo suka gue bakal beli semuanya"


Sarah dan Sella hanya geleng- geleng kepala, masalahnya baju yang dipegang Aletta tadi menurut mereka benar- benar jauh dari kata bagus lebih mirip daster malah.


Nadine... Nadine.. bucin loe akut parah, pikir keduanya


Puas mengerjai Nadine dan Renata yang membeli semua barang yang mereka sentuh Triple A langsung pergi makan disalah satu food court yang cukup ramai pengunjungnya.


"Parah si mereka niat banget pengen saingan sama loe berdua" ucap Andin sambil mengunyah makanannya


"Namanya juga pelakor" sahut Alea


"Udah ah loe ngomongin mereka, noh dateng lagi " tunjuk Aletta yang melihat Nadine CS masuk


"Dia mau ngeborong makanan disini juga?" Andin penasaran apakah Nadin cs akan memborong semua makanan yang ada di food court ini


"Mereka ga makan makanan yang berkalori tinggi" Alea ingat beberapa waktu lalu Nathan pernah mengatakan jika adiknya itu sangat menjaga pola makanannya demi memiliki tubuh yang ideal


"Sayang banget ya, padahal makanan yang ga sehat itu enak loh" komentar Aletta si tukang jajan dan penikmat makanan enak


Dari tempat yang tak jauh dari mereka Nadine Cs mengamati ketiga gadis itu


"Cih! Apa sih bagusnya dia." Desis Nadine


"Mata dokter Varo udah rabun kali Nad demen yang modelan begitu, selera pakaiannya aja biasa aja, mana makanan banyak lagi" cibir Sarah

__ADS_1


"Mereka makan banyak kaya gitu ga takut gendut apa ya?" Tanya Sella polos


"Nathan udah gila bisa- bisanya nyari pengganti yang levelnya jauh dibawah gue" cibir Renata


__ADS_2