Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
25


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya mereka tiba disalah satu hotel ternama di ibukota.


Aletta dan Alea berpisah begitu tiba disana karena Nathan menghampiri teman- teman sekelasnya dulu. Alvaro dan Nathan memang satu sekolah namun mereka beda jurusan. Nathan mengambil jurusan IPS sementara Alvaro memilih jurusan IPA.


"Alvaro..." Seorang pria berwajah oriental datang menghampiri mereka


"Bastian" keduanya terlibat adu tos lalu merangkul sesaat.


"Pacar lo?" Tanya Bastian melirik ke arah gadis yang berdiri disebelah Alvaro


Alvaro tersenyum "kenalin Ini Aletta..."


"Hai, Aletta"


"Bastian" keduanya bersalaman sambil menyebutkan nama masing- masing


Bastian dan Alvaro terlibat obrolan seru seputar karir dan kesibukan masing- masing. Hingga akhirnya Bastian pamit menemui teman yang lain.


Alvaro menggandeng tangan Aletta agar mengikutinya. Aletta tentu saja kaget, ia terus melirik tangannya yang digandeng lelaki itu seketika wajahnya memerah, jantungnya ikut berdisco.


Keduanya berjalan menuju pelaminan dimana sepasang pengantin tengah berbahagia.


"Do, congrats yah semoga langgeng sampe maut memisahkan" kata Alvaro sambil menjabat tangan pengantin pria


"Wihh dokter Alvaro...Thanks bro,, lo kapan nyusul?" Tanya Aldo sambil melirik Aletta


"Coming soon, tunggu undangannya aja nanti." Jawab Alvaro


Aldo tergelak mendengar ucapan Alvaro namun tak urung ia meng-Aamiin-i ucapan lelaki itu.


Setelah mengucapkan selamat pada Aldo dan istrinya keduanya turun, mencari tempat untuk duduk karena semua meja sudah terisi penuh.


Alvaro terus menggandeng tangan Aletta, mereka juga melewati meja- meja yang berisi para wanita Alumni SMA Alvaro yang sedari tadi terus memangil namanya mengajaknya untuk bergabung bersama mereka namun tak dihiraukan oleh lelaki itu.


"Kamu dipanggilin tuh" kata Aletta


"Udah ga usah di ladenin. Itu Angga" kata Alvaro


keduanya menghampiri meja Angga yang masih kosong hanya ada Angga dan Andin disana


"Hai Al"

__ADS_1


Alvaro beradu tos dengan Angga sementara Aletta langsung duduk disebelah Andin.


"Lo udah jadian sama Varo?" Todong Andin


Aletta menggeleng, "belom"


"Masa sih?" Tanya Andin tak percaya ,"gemes deh gue ngeliat kalian berdua"


Aletta hanya geleng- geleng kepala mendengarnya. Keduanya kembali melanjutkan obrolan receh seputar percintaan.


Belum lama mereka duduk, ada beberapa wanita datang menyapa Alvaro yang tengah ngobrol dengan Angga dan beberapa teman SMA mereka dulu


"hai Al, apa kabar?" tanya seorang wanita dengan rambut sebahu


"baik"


"Var, kok kamu ga bales chat aku sih?" Kata salah seorang wanita dengan suara yang dibuat- buat semanja mungkin membuat Aletta mendadak mual


"Sibuk." Jawab Alvaro dengan wajah datar


Alvaro yang terkesan cool ditambah parasnya yang tampan sedari sekolah dulu membuat para wanita semakin penasaran. apalagi sekarang lelaki itu sudah bertambah dewasa, jadi dokter pula. Lengkap sudah


Aletta jengah menatap para wanita yang berada di sekeliling Alvaro, mulai dari bersikap manja, tebar pesona hingga tak sungkan menyentuh lelaki itu dengan sengaja.


"Al hati- hati ntar lo keselek " kata Andin yang agak ngeri melihatnya


"Varo, kalo kamu butuh temen curhat kamu bisa hubungin aku kapan aja dan kalo kamu mau aku siap kok buat bantu kamu move on"


Uhuk... Uhuk... Uhuk


Aletta yang mendengar ucapan wanita entah yang mana itu tersedak, rasanya kue coklat yang ia makan tersangkut di tenggorokan.


"Al kamu gak papa?" Tanya Alvaro khawatir


Aletta menepuk- nepuk dadanya, Andin yang berada disebelahnya langsung memberikan segelas air pada gadis itu.


Dengan sabar Alvaro mengusap punggung Aletta, "lain kali hati- hati Al.."


Aletta terengah-engah , wajahnya merah padam.


"Udah baikan?" Tanya Alvaro yang dibalas Aletta dengan anggukan, "kok bisa sampe keselek sih?"

__ADS_1


"Tuh loh Var, Aletta makan kue coklat segede umat sekali suap" celetuk Andin


Alvaro menatap Aletta meminta penjelasan, namun gadis itu diam tak menjawab.


"Hai gaes!!!" Nathan datang bersama Alea setelah puas bercuap- cuap dengan teman lamanya.


Alea duduk disebelah Andin meraih salah satu gelas berisi orange juice. Ia benar- benar haus setelah menemani Nathan berkeliling hampir satu jam lamanya.


"Eh besok siang balik kampus ke mall yuk" ajak Andin


"Ga bisa Ndin, abis pulang kuliah gue sama Aletta harus ke kantor sekarang belajar ngurus perusahaan papa" jelas Alea


Tadi pagi saat sarapan papa Ferdi memintanya untuk mulai ke kantor, dengan berat hati Alea menyetujuinya dengan syarat ia masih boleh menjalani karirnya sebagai pembalap.


"Lah terus latihan lo?" Tanya Andin


"Ehm bagi jadwal.. 3 hari ke kantor, 3 hari latihan dan hari minggu waktunya istirahat" jelas Alea


"Yah udah ga bisa hangout dong kita" Andin menatap kedua sahabatnya dengan wajah sedih


"Masih bisa hari minggu, atau malem lah masih bisa " kata Aletta sambil menepuk bahu Andin


"Lo pada udah sibuk, tinggal gue yang masih bingung abis kuliah ngapain?" Keluh Andin sambil menopang dagu


"Nikah aja sama Angga." Sahut Alea yang langsung mendapat toyoran dari Andin


"Lo kan demen tuh sama fashion kenapa ga nyoba buka toko baju atau butik gitu? Usul Aletta, " waktunya juga fleksibel terus lo bisa buka lowongan kerja buat yang membutuhkan"


"Pengen sih Al tapi modalnya.."


Alea mendelik kesal, "Ndin.. gue tau gue lebih pinter dari lo tapi gue ga nyangka kalo lo separah ini. Buat apa lo kuliah bisnis kalo ga lo praktekin." Alea gemas sekali dengan sahabatnya itu saking gemasnya ingin ia lempar ke rawa- rawa


"Andin orangtua lo itu pengusaha kenapa lo ga coba pinjem modal sama mereka dengan sistem bagi hasil atau kalo lo udah sukses lo balikin uangnya." Jelas Alea mencoba sabar


"Eh iya ya kenapa gue ga kepikiran" cengir Andin


"Isi kepala lo kan Angga semua mana bisa mikir sampe ke sana." Cibir Alea


Andin berdecak begitulah Alea "girls liat tuh.." Andin menunjuk sesuatu dengan dagunya


Alea mengikuti arah pandang Andin, dilihatnya banyak perempuan yang sudah mengelilingi Nathan.. eh bukan cuma Nathan tapi Alvaro dan Angga juga.

__ADS_1


Alea memutar bola matanya jengah, sejak mereka masuk para wanita yang notabene Alumni SMA Budi Sentosa terutama yang masih single dan tidak membawa gandengan. Mereka terus menyapa Nathan bahkan ada yang langsung merangkulnya dan terang- terangan menunjukan ketertarikan mereka.


Alea hanya bisa diam sambil menatap tidak suka pada mereka. Bukannya Alea tidak ingin berbuat sesuatu, ia cemburu itu sudah jelas. hanya saja statusnya sekarang bukanlah kekasih Nathan, ia hanya seorang teman yang tengah menemani temannya. Ya hanya sebatas teman tidak lebih.


__ADS_2