
"tidak mungkin kamu pasti berbohong kan?" Bryan menatap nanar pada Nadira
Nadira tak menyahut, ia menolehkan wajahnya menahan air matanya yang sudah menggenang di pelupuk mata
"Aku tau kamu bohong Nadira. tidak mungkin kamu mau menikah dengannya" Bryan menunjuk Alvaro yang hanya diam mematung memperhatikan keduanya
Nadira menarik tangan Alvaro untuk pergi dari hadapan Bryan.
Alvaro melepaskan tangan Nadira begitu mereka tiba di parkiran, lalu menatap tajam pada sahabat kecilnya itu, "jelasin" ucap Alvaro dengan wajah datar
"Var, sorry.." lirih Nadira
"Nad, loe tau kan Varo mau nikah. Gimana kalo Aletta sampe tau atau cowok tadi buat masalah" kata Angga yang ikut menyusul keduanya
"Jelasin siapa dia Nadira?." Ucap Nathan yang tak kalah geramnya
"Dia..." Nadira sedikit ragu- ragu menjelaskan siapa Bryan sebenarnya, "Dia..."
"Beib..."
Angga menoleh matanya terbelalak melihat Andin dan Alea yang baru saja keluar dari mobilnya. Nathan pun tak kalah terkejut melihatnya.
Astaga situasi macam apa ini, umpat Nathan dalam hati
"Hai, beb" balas Angga berusaha menetralkan ekspresi terkejutnya
"Yank..." Alea langsung merangkul tangan Nathan begitu melihat Nadira
"Kalian dari mana?" Tanya Nathan
"Abis ketemu designer yank." Jawab Alea
"Cuma berdua?" Tanya Angga
"Aletta disana tuh lagi jajan" kata Andin menunjuk sebrang jalan, "kalian lagi ngapain di luar?" Tanya Andin penasaran
"Kita baru mau pulang." Jawab Angga , "oh ya beb kenalin ini Nadira sahabat aku dulu waktu masih SMP"
"Hai, Andin" sapa Andin sambil tersenyum
"Nadira"
Angga dan Nathan berusaha bersikap biasa, sementara Alvaro masih diam menahan amarahnya.
Aletta berjalan sambil tersenyum menghampiri Alvaro dengan membawa sekantong plastik makanan yang baru dibelinya, "hai..." Sapanya
Alvaro langsung merangkul Aletta, "kamu beli apa?"
"Ga tau ini kue apa namanya." Ucapnya sambil mengunyah, "cobain deh enak loh" Aletta menyodorkan sepotong kue ke mulut Alvaro, "gimana?"
"Hmm.. enak" komentar Alvaro
"Nih bagi- bagi.. gue beli banyak tadi. Kasian tau kakeknya dia jualan dari pagi baru laku dikit terus belom makan juga dari pagi.." cerita Aletta
__ADS_1
"Kenapa ga loe kasih uang aja?" Ucap Angga sambil mengunyah
"Kalo loe kasian mending loe beli aja jualannya dari pada loe kasih uang secara cuma- cuma karena mereka ga mau minta- minta atau dikasihani. mereka memilih berkerja walaupun hasilnya ga seberapa tapi itu lebih terhormat dari pada minta- minta" jelas Aletta
"Setuju gue sama loe.." sahut Nathan
"Oh iya, kamu kan yang waktu itu,.." Aletta baru sadar kehadiran Nadira saking sibuknya dia bercerita
"Hai, sorry ya waktu itu aku belum sempat bilang terima kasih karena kamu udah nolongin mama aku" kata Nadira
"Santai lah.. gimana keadaan mama kamu?".
"Alhamdulillah udah sembuh."
"Syukurlah.."
Nadira memaksakan senyumnya, ia sungguh tak enak hati sekarang.
*****
setelah dari Caffedia Alvaro meminta Aletta menemaninya kembali ke rumah sakit karena masih ada pekerjaan yang harus ia selesaikan
Sebelum mengantar Aletta pulang mereka mampir ke taman yang tak jauh dari rumah Aletta.
Merasa penat berjalan mengitari taman akhirnya keduanya duduk di salah satu bangku bangku taman yang kosong, malam itu tidak begitu ramai pengunjung hanya ada beberapa pasangan muda mudi disana termasuk mereka.
Sebelah tangan Alvaro memainkan rambut Aletta yang sedang bersandar di bahunya. Langit malam sedang memamerkan keindahannya ditemani rembulan dan bintang- bintang.
"Oh ya mamy tanya kamu mau honeymoon kemana?
"Ga kepikiran mau kemana, aku cuma pengen libur tanpa gangguan"
"kenapa begitu?
"soalnya kita ga punya waktu bebas tanpa telpon dari rumah sakit lah, dari inilah, dari itulah."
"yaudah, kita pikirin nanti enaknya kemana"
Aletta mengangguk, "okey"
"Al"
"Iya"
"Mau janji sesuatu."
Aletta mendongak menatap Alvaro yang sedari tadi menatapnya, "apa?"
"Janji apapun yang terjadi kamu harus percaya kalo aku sayang sama kamu dan ga mungkin berbuat sesuatu yang menyakiti kamu"
Aletta mengerutkan keningnya, tidak biasanya Alvaro begini, "Are you okay?"
Alvaro mengangguk, entah mengapa setelah kejadian dengan Nadira tadi ia jadi tidak tenang. bagaimana cara menjelaskan pada Aletta.
__ADS_1
"kamu kenapa, kalo ada masalah cerita sama aku. biar ga jadi beban di tanggung sendiri"
"aku cuma khawatir"
"tentang?"
"banyak hal"
Rasanya Aletta ingin bertanya apa yang terjadi pada Alvaro tapi ia urungkan, ia ingat pesan mama April katanya menjelang menikah banyak sekali cobaan yang akan datang. Mungkin Alvaro khawatir, mengingat banyak sekali gangguan dihubungkan mereka.
Aletta menangkup wajah Alvaro, "aku janji"
Alvaro tersenyum sambil mengeratkan pelukannya
"Aku bakal jagain kamu" ucap Aletta
"Kebalik non"
"Abisnya banyak banget yang naksir sama kamu"
"Tapi kan aku ga naksir sama mereka"
"Tapi tetep aja, kamu tuh jadi idola para wanita. Tapi aku heran kok bisa ya kamu milih aku padahal yang deketin kamu lebih cantik, lebih hebat, lebih..."
Alvaro membungkam mulut Aletta dengan tangannya, "kamu yang terbaik."
Aletta melepaskan tangan Alvaro yang membekap mulutnya, "ishh... Ga romantis banget"
Alvaro mengerutkan keningnya, lalu sedetik kemudian ia menyentil kening Aletta hingga gadis itu mendelik kesal, "kenapa kamu jadi mesum begini?"
"Hehehe"
"Jangan kebanyakan nonton drama"
"Tapi aku penasaran gimana rasanya" Aletta mendekatkan wajahnya hingga Alvaro menahan nafasnya lalu mendorong kening Aletta dengan jari telunjuknya
"Ayo kita pulang, ga baik lama- lama deket kamu"
Aletta memukul lengan Alvaro kesal.
"kenapa aku di pukul?"
"sebel aja"
"Sabar ya ga lama lagi kok." Kata Alvaro mengusap kepala Aletta
"Ck! Aku cuma godain kamu doang" Aletta berdecak sebal
"Godain apa pengen?"
"Dua- duanya sih." Setelah berkata begitu Aletta langsung kabur. Bisa- bisanya ia jadi mesum begini , "tapi emang bibirnya menggoda gimana dong?" keluh Aletta yang merasa sudah tidak waras lagi
Alvaro hanya menggelengkan kepalanya lalu menyusul Aletta yang sudah lebih dulu pergi.
__ADS_1