Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
64


__ADS_3

Malam harinya Nathan, Alvaro beserta kedua orangtua mereka tiba di mension keluarga Ferdinan


Mama Nia dan Mamy Alda berpelukan karena sudah lama tidak bertemu. terakhir setengah tahun yang lalu saat acara syukuran empat bulanan Alanna sebelum mamy Alda berangkat ke Kanada.


"ga nyangka ya kita malah mau jadi besan juga" kata mama Nia


mamy Alda terkekeh mendengarnya


"Kalo mereka jadi nikah, kita jadi besan juga Al" kata papa Danu


"Ck! " Papy Al hanya berdecak sepertinya lingkaran pertemanan kedua putra mereka kurang luas bisa- bisanya punya calon istri adik kakak untungnya bukan kembar.


Mama April dan Alea menyambut kedatangan mereka didepan pintu. Setelah berkenalan mama April mengajak calon besannya untuk mengobrol di ruang tengah.


"Loe nyariin pacar loe ya?" Goda Alea yang melihat Alvaro terus menoleh ke sana kemari mencari Aletta


Alvaro hanya tersenyum mendengar ucapan Alea


"Aletta sama papa lagi keluar. Nah itu mereka udah pulang" kata Alea sambil menunjuk adik dan ayahnya yang baru saja tiba


"Udah kali ngambeknya Al" bujuk papa Ferdi


"Papa bohong sama Al, katanya mau ke tempat mama malah ke rumah dokter Musa."


"Kalo ga begitu kamu mana mau diperiksa dokter. Tapi papa janji besok kita beneran ke tempat mama"


"Eh..." Aletta terkejut melihat ruang tengah yang ramai ada orangtua Alvaro dan Nathan disana


"Sudah datang rupanya. Selamat malam, maaf saya terlambat" kata papa Ferdi menghampiri calon besannya


"Kamu Ferdi kan?" Tanya papy Al saat bersalaman dengan papa Ferdi


"Albert?" Papa Ferdi mengerutkan keningnya lalu gantian menatap papa Danu, "Danuarta"


Ketiga pria paruh baya itu langsung gantian merangkul seperti sahabat lama yang baru bertemu kembali.


"Kamu papanya Alea?" Tanya papa Danu


Papa Ferdi mengangguk, "tentu saja, kamu kira aku kakeknya, huh? Aku belum setua itu untuk jadi seorang kakek"


Papa Danu terkekeh mendengar jawaban papa Ferdi. Semua yang berada di ruangan itu heran melihat keakraban para pria itu.


"Yank..."

__ADS_1


Alea hanya mengangkat bahu, ia pun tidak tahu kalau orangtua mereka saling mengenal.


"Papa kenal sama papanya Nathan dan Varo?" Tanya mama April mewakili rasa ingin tahu semua orang


"Kami berteman saat SMP sampai SMA. Danu ini dulunya temen sebangku papa waktu SMA, nah kalo Albert ini teman tapi rivalnya papa" jelas papa Ferdi


"yah karena kamu selalu mengajak gelut untuk membuktikan siapa yang lebih hebat" sahut Papy Al


"kalian harus tau, Ferdinan dulunya playboy saat masih SMA" cerita papa Danu


"hei jangan fitnah. aku bahkan tidak pernah pacaran saat SMA" bantah papa Ferdi


keenam orang didepan mereka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah ketiga pria paruh baya itu.


setelah bersalaman dengan kedua orangtua Alvaro dan Nathan Aletta pamit untuk mengganti baju ke kamarnya.


obrolan sekaligus renuni nostalgia karena sudah hampir 30 tahun lamanya mereka tidak bertemu sejak lulus SMA pun berlangsung seru. kini mereka terpisah menjadi beberapa kelompok yaitu kelompok pria dewasa, ibu- ibu sosialita dan anak muda.


"Kamu dari mana?" Tanya Alvaro setelah Aletta kembali dari kamarnya mengganti baju


"Dari rumah dokter Musa." Jawab Aletta sambil membersihkan hidungnya dengan tissu


Alvaro memeriksa kening Aletta yang terasa sedikit hangat, "kamu demam?"


"lain kali jangan main hujan-hujanan lagi,.."


"oh iya.." Aletta teringat ia harus menyelesaikan urusannya dengan Nathan


Aletta menghampiri Nathan dan menimpuk lelaki itu dengan bantal sofa, "loe ya kebangetan banget ngerjain gue"


"Ampun Al...gue cuma bercanda kemaren. Seriusan" kata Nathan yang sudah meringkuk di karpet


"Gara- gara loe gue demam dan dibawa ke dokter sama papa. Loe harus tanggung jawab pokoknya.."


"Aduh Al sakit!! Yank tolongin aku"


"Aku udah bilang kemaren aku ga ikut campur ya kalo Aletta ngambek sama kamu" kata Alea


"Ampun Al, gue minta maaf. Gue bakal kabulin permintaan loe apa aja."


"Beneran?"


"Iya"

__ADS_1


"Kalian berdua saksinya ya" Aletta menunjuk Alea dan Alvaro ,"kalo dia bohong gue bawa ke kandang macan punya om Radit"


Nathan melotot mendengarnya, "gila loe gue belom nikah masa gue mati pas masih perjaka, loe ga kasian sama Alea?"


"Enggak, dia cantik, tajir , gue yakin banyak cowok yang mau sama dia" jawab Aletta santai


"Sadis bet pacar loe Var" keluh Nathan yang kini penampilannya sudah tidak karuan, "eh ini apaan?" tanya Nathan yang melihat cairan bening ditangannya dari teksturnya sedikit kental dan seperti lendir


"astaga itu ingus yank" kata Alea


"Aletta" geram Nathan


"sorry Nat, ga sengaja" ucap Aletta yang kini sudah bersembunyi dibalik badan Alvaro sambil menutup hidung yang sedang meler


"ishh.. jorok banget loe Al.." keluh Nathan


"cuci yank... ihhh" Alea bergidik jijik melihatnya


Nathan menggerutu masuk ke dalam kamar mandi. untung ditangan bukan di baju, keluhnya.


Para orangtua yang melihat tingkah anak- anak mereka hanya geleng- geleng kepala.


Obrolan ditunda karena makan malam. Mbok Sum dan beberapa pelayan sudah menyiapkan berbagai makanan lezat untuk disantap.


*****


Usai makan malam mereka kembali membahas kelanjutan hubungan anak- anak mereka yang akan di bahas pada pertemuan selanjutnya menunggu Eyang pulang dari luar negeri.


"Fer.. apa aku boleh bertanya sesuatu?" Tanya Albert


"Tanyakan saja"


"Apa kamu tau dimana Rinjani?"


DEGG!!!


"Aku sudah lama mencarinya setelah lulus kuliah. Tapi tidak ada satu pun yang tahu dimana keberadaannya. Aku ingat saat pertama kali mengenalkan kalian berdua di acara pensi sekolah dulu kamu bilang kamu menyukainya." Cerita Albert


"Maaf bukan maksudku mengungkit cerita lama, hanya saja aku sudah mencarinya kemana- mana sekali saja aku ingin bertemu dengannya. Seperti apa dia sekarang, apakah ia sudah meraih impiannya , atau mungkin sekarang dia sudah bahagia dengan keluarganya, punya anak yang cantik dan tampan. Kamu tau Fer, pertama kali melihat putrimu aku seperti melihat Rinjani. Matanya, hidungnya, bahkan senyumannya benar- benar mirip Rinjani." Albert menatap Aletta yang tengah bermain bersama Alvaro, Alea dan Nathan


Mata Ferdinan memerah, ia ingin mengatakan pada sahabatnya itu namun ia tidak sanggup.


"Kamu kenapa Fer?" Tanya Albert yang khawatir melihat perubahan sahabatnya

__ADS_1


"Besok, ikutlah denganku, aku akan mempertemukan kamu dengan Rinjani" jawab Ferdinan


__ADS_2