
"Lea kok lo diem?" Tanya Andin yang menyadari perubahan Alea
"Eh... Enggak kok. Gue gak papa." Jawab Alea
"Le lo pasti bisa" Ucap Andin sambil menepuk bahu Aletta
"Tapi...."
"Lea... Gue pulang bareng lo ya. Motor gue mogok" kata Nathan yang tiba- tiba masuk ke basecamp
"Katanya punya bengkel, masa motor lo bisa mogok sih..." Ledek Andin
"Ya itu diluar kendali gue.." jawabnya lalu beralih menatap Alea," Le gimana?" Tanya Nathan lagi karena gadis itu belum menjawab pertanyaannya.
"Apanya?"
"Gue nebeng sama lo, motor gue mogok" ulang Nathan
"Iya..."
"Oh ya kata pak Tommy jangan langsung pulang kita disuruh ke cafe Vanilla Late" kata Angga yang baru saja muncul
"Ngapain?" Tanya Alea dan Andin bersamaan
"Pak Tommy ulangtahun jadi mau traktir kita semua di sana" jelas Angga
"Oh"
"Kalo udah kelar mending kita jalan sekarang, gue mau nyari kado dulu buat pak Tommy" ajak Angga yang langsung keluar basecamp diikuti oleh Andin
"Alea..."
"iya"
"gue mau ngomong"
"ngomong apa?" Tanya Alea was- was karena Nathan berjalan mendekat ke arahnya
Duh, jangan deket- deket Nat, ga baik buat kesehatan jantung gue kalo deket lo, batin Alea
"Gue..."
"Lo kenapa?" Tanya Alea yang masih menunggu kelanjutan ucapan Nathan
Hening
Hening
Hening
__ADS_1
"Nat...." Panggil Alea karena sedari tadi lelaki itu hanya diam menatapnya
"Gak papa, lo udah selesai?" Tanya Nathan
Alea mengangguk," udah"
"Yaudah ayo jalan biar gak kesorean." Ajak Nathan yang berjalan lebih dulu meninggalkan Alea yang masih bingung dengan sikap aneh lelaki itu.
*****
Alvaro melangkahkan kakinya memasuki salah satu gedung pusat perbelanjaan yang terkenal di ibukota. Ia terus menatap ke arah depan tanpa memperdulikan tatapan memuja para wanita yang melihat paras tampannya.
"Kyaaaa ganteng banget tuh cowok"
"Nikmat Tuhan yang mana lagi yang harus ku dustakan, kok bisa ada cowok seganteng itu sih"
Seolah menulikan telinganya, lelaki itu terus berjalan hingga tiba ditempat yang dituju, tanpa membuang waktu Alvaro langsung mencari apa yang dibutuhkannya.
Setelah menemukan apa yang ia cari, lelaki itu bergegas menuju kasir. Dari jarak yang cukup jauh Alvaro melihat sosok yang sangat ia kenal. Seketika senyuman terbit di bibirnya.
"Aletta"
Gadis yang sedang sibuk mengacak- acak isi tasnya itu mengangkat kepalanya, matanya membulat seketika, "Dokter Varo"
"Kamu ngapain disini?" Tanya Alvaro penasaran
"Nyari buku buat bikin tugas dok" jawab Aletta dengan wajah yang kebingungan
"Dompet saya kayanya hilang dok,, eh tapi..." Jari tangan Aletta menyentuh dagunya sedang berfikir
"Coba inget- inget lagi..."
"Pulang kampus kan naik taxi online ke kantor papa, terus di kantor kayanya ga ngeluarin dompet deh, tadi ke sini juga di dianter papa, terus dompet gue dimana ya" gumam Aletta masih tak mengingat dimana ia terakhir kali melihat dompetnya
Aletta mengacak- acak rambutnya karena kesal, ia tidak ingat kapan terakhir kali memegang dompetnya. Ia lalu membalikan badannya menghadap rak buku dan meletakan kembali buku yang hendak di belinya tadi.
"Kenapa dibalikin?" Tanya Alvaro heran
"Saya ga bawa uang dok, besok aja saya balik lagi ke sini." Ucapnya lesu
Alvaro mengambil kembali buku yang tadi dikembalikan Aletta dan memasukannya ke dalam keranjangnya tanpa sepengetahuan gadis itu, " kamu ada yang mau dibeli?"
Aletta menggeleng, "ga ada dok"
"Yaudah kita ke kasir.."
Aletta mengangguk sambil berjalan disebelah Alvaro, ia bisa mendengar suara- suara sumbang yang masuk ke telinganya.
"Cowoknya ganteng banget, tapi kok seleranya cewe kaya gitu sih masih cantikan gue kemana- mana"
__ADS_1
Iri ya mbak? Hahaha maaf ya mbak, mungkin situ merasa lebih cantik dari saya tapi kayanya situ ga seberuntung saya, batin Aletta nyirnyir
Keduanya menunggu antrian yang cukup ramai, mengingat malam itu malam minggu. Banyak anak muda yang tengah kasmaran hilir mudik disekitar mereka.
"Dokter beli apa?" Tanya Aletta yang sudah mulai bosan karena keduanya sedari tadi hanya diam.
"Mainan buat keponakan saya."
"Bukannya mall ini jauh dari rumah sakit tempat dokter kerja?"
"Tadi ada panggilan dari RS. Medical jadi sekalian mampir."
Aletta mengangguk, ia tidak tahu harus bertanya apa lagi agar tidak gugup didekat lelaki itu mengingat kondisi jantungnya yang berdebar tak karuan.
"kamu hari ini sibuk ngapain Al?" tanya Alvaro
Aletta mulai menceritakan apa yang dilakukannya hari ini mulai dari dosennya yang semakin kejam memberinya banyak tugas, ditambah ia yang harus mulai belajar mengurus perusahaan papanya.
"jadi tiap pulang kuliah kamu harus ngantor gitu?"
Aletta mengangguk membenarkan, "em.. ternyata tidak semuda itu..." ucapnya sambil mengingat laporan yang harus dipelajarinya tadi
"pelan- pelan kamu pasti terbiasa.." kata Alvaro sambil mengacak- acak rambut Aletta
gadis itu menegang ditempat jantungnya mendadak disko, semburat merah jambu menjalar di pipinya membuat Aletta menundukkan wajahnya takut Alvaro melihatnya.
Alvaro memperhatikan tingkah malu- malu gadis disebelahnya itu, bahkan wajahnya yang memerah tampak menggemaskan dimata Alvaro hingga dirinya tersenyum tanpa sadar.
Hingga tiba giliran keduanya untuk membayar, Alvaro meminta gadis itu untuk menunggunya di luar dan Aletta hanya mengangguk mengikuti.
"Buat kamu..." Alvaro menyerahkan paper bag coklat dihadapan Aletta
Gadis itu mengerutkan keningnya, "ini apa?" Tanya Aletta sambil mengeluarkan isi paper bag. matanya membulat, "dokter ini..."
"Buat kamu."
"Ta.. tapi dok..."
"Makin cepet kamu ngerjain tugas kamu itu lebih baik..." sela Alvaro
"Tapi dokter ini harganya lumayan mahal,,, saya ganti ya, saya minta no rekening dokter ya nanti saya transfer"
"Udah ga usah, anggap aja itu hadiah dari saya..." Kata Alvaro
Aletta memelas, "tapi saya ga enak dokter..."
"Terus kamu maunya gimana?" Tanya Alvaro yang membuat Aletta bingung
"Saya mau ganti.." cicit gadis bersurai hitam itu
__ADS_1
Alvaro mengangguk, "okay, kamu bisa ganti dengan temenin saya dateng ke pesta pernikahan temen SMA saya besok malam saya jemput jam 7 "
Mata Aletta membulat, mulutnya sedikit terbuka., "Hah?