Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
89


__ADS_3

Aletta menghempaskan ponselnya di sofa, ini hari ke-dua Alvaro di Surabaya dan mood Aletta benar- benar berantakan saat melihat salah satu insta story milik salah satu rekan kerja suaminya.


Dimana di video itu terlihat suaminya tengah duduk bersebelahan dengan Sarah tunangannya Angga.


Yang membuat Aletta kesal adalah saat membaca captionnya yang menyebutkan mereka adalah pasangan serasi.


Hello!!! Apakah kalian mendadak lupa jika dokter Alvaro William telah menikah? Bisa- bisanya menjodohkan suami orang. Tunggu saja pembalasan Aletta.


"Kenapa sih dek?" Tanya Alice yang baru saja turun setelah menidurkan Derril


"Nih liat deh kak" Aletta menunjukan ponselnya


"Astaga , julid banget" komentar Alice saat melihat postingan tersebut, "udah kamu ga usah khawatir kakak yakin, Alvaro ga bakal kecantol sama dia.. " Alice mencoba menenangkan adik iparnya itu


Entahlah Aletta tak mengerti biasanya ia cuek kenapa sekarang ia jadi sewot begini padahal ini bukan hal baru baginya, Seharusnya ia sudah kebal


Ponsel Aletta berdering, biasanya jam segini setelah selesai dengan urusannya Alvaro akan menghubunginya


Begitu tombol hijau di geser wajah Alvaro memenuhi layar ponsel Aletta.


"Apa?" Tanya Aletta judes


Kening Alvaro berkerut, "kamu kenapa?"


"Huh, sebel" kata Aletta sambil membuang muka


Diujung sana tepatnya disebuah hotel di kota Surabaya Alvaro yang sedang melakukan panggilan video dengan istrinya itu di buat bingung pasalnya Aletta terlihat sedang kesal dengannya. Kesalahan apa yang ia perbuat, pikirnya


"Sebel? Emangnya Aku buat salah apa sama kamu?"


"Pikir aja sendiri"


Alvaro menghembuskan nafasnya, kalau sudah begini para lelaki harus punya jurus peka, "Al, please..."


Bukannya menjawab Aletta malah mengerucutkan bibirnya yang membuat Alvaro terkekeh gemas melihatnya, coba aja deket udah pasti Alvaro bakal .. ah kalian tentu paham.


"Besok sore aku pulang"


Bibir Aletta yang tadinya cemberut langsung berubah menjadi senyuman lebar dengan mata berbinar, "beneran?"

__ADS_1


"Iya, aku udah beli tiketnya. Besok seminarnya cuma sampe jam 2 siang jadi aku langsung pulang setelah itu."


"Yeeeey... Kak Varo pulang... Kak Varo pulang," Alvaro tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan, baru beberapa menit yang lalu istrinya itu ngambek ga jelas sekarang sudah jingkrak- jingkrak saking senengnya, dasar Aletta, untung sayang kalo enggak udah Alvaro karungin.. hehe


"Udah makan?"


"Udah, makasih ya"


Alvaro mengangguk, sejak kemarin Aletta tidak mau makan, gadis itu hanya mau makan makanan yang dibeli oleh Alvaro. Entah apa yang terjadi dengan istrinya itu.


"Tidur gih udah malem..."


"Temenin"


"Iya,,, aku temenin sampe kamu tidur"


Setelah berpamitan dengan ibu mertua dan kakak iparnya Aletta masuk ke kamar mengganti baju tidurnya dengan baju kebesaran milik Alvaro, menyikat gigi tak lupa skincare-an sebelum tidur.


Aletta sudah naik ke atas kasur menarik selimutnya sebatas dada, tidur dengan posisi miring agar lebih nyaman meletakan ponselnya yang masih terpampang jelas wajah tampan suaminya


""Baca doa dulu..." Alvaro melihat gerak bibir istrinya sebelum akhirnya Aletta mengusap wajahnya


"Sekarang tidur..."


Keduanya hanya saling menatap satu sama lain tanpa mengatakan apapun hingga Aletta dilanda rasa kantuknya dan terlelap.


"Good night my wife, have a nice dream"


*****


Keesokan paginya Andin bergegas ke rumah sakit saat mendapat kabar kalau salah satu asistennya di butik mengalami kecelakaan.


Saat tiba di rumah sakit Andin langsung bergegas menuju ruang UGD. Saking paniknya Andin tidak sengaja menabrak seseorang didepannya.


"Astaga... Maaf mas... Maaf saya ga sengaja..." Kata Andin yang membantu membereskan barang- barang yang berjatuhan milik orang yang ditolongnya


DEG!!!


Angga Prawira, ga mungkin, batin Andin saat membaca nama yang tertera di salah satu bungkusan obat yang ia bereskan

__ADS_1


"Maaf mbak, saya ga liat- liat."


Suara itu,


Andin mendongak, sedikit terkejut begitu juga dengan orang yang didepannya tak kalah terkejut dengan dirinya.


"Andin..."


Andin berusaha menetralisir rasa terkejutnya, lalu tersenyum menatap Angga"kak Angga..."


"Kamu..."


"Maaf kak Andin ga sengaja lagi buru- buru soalnya. Ini barang- barang kakak yang jatuh." Andin menyodorkan barang- barang Angga yang sudah dikumpulkannya ke dalam plastik


"Makasih...kamu .."


"Kalo begitu Andin duluan ya kak..." Andin langsung pergi meninggalkan Angga yang masih berdiri menatap punggungnya.


****


Setelah pertemuan tak terduga tadi diparkiran Angga diam- diam mengikuti Andin kembali masuk ke rumah sakit.


Ia sebelumnya memang dari sana setelah konsultasi dengan dokter Neil.


Ada sedikit rasa khawatir, untuk apa Andin datang ke rumah sakit, apakah gadis itu sakit? Angga ingin sekali bertanya tadi, tapi Andin selalu saja menyela ucapannya seolah gadis itu menghindarinya.


Angga bernafas lega saat tau Andin masuk ke ruang UGD untuk melihat kondisi salah satu asistennya Fella yang mengalami kecelakaan.


Syukurlah, setidaknya Andin baik- baik saja


Cukup lama Angga berdiri di balik pintu ruang UGD, menatap Andin dari kejauhan. Menatap gadis yang sangat ia rindukan, bohong kalo rasa itu telah hilang. Nyatanya perasaannya terhadap Andin tidak terkikis sedikitpun meski ia dekat degan Sarah.


Angga baru saja ingin berlalu tapi ia urungkan ketika melihat seorang pria dengan berjas putih tiba- tiba datang merangkul Andin.


Andin, gadis itu tidak menolak bahkan membalas melingkarkan sebelah tangannya di pinggang pria itu. Mereka tampak akrab, bahkan wajah bahagia terpancar dari keduanya.


Hati Angga panas, matanya menatap nanar ke arah dua orang yang kini tengah tertawa bahagia tanpa ia sadari tangannya terkepal menahan amarah.


Ingin rasanya Angga melayangkan pukulan ke wajah pria itu yang berani menyentuh Andinnya.

__ADS_1


"Loe cemburu?"


__ADS_2