Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
93


__ADS_3

Angga datang bersama Andin ke apartemen Alvaro, rencananya ketiga lelaki itu mau main game bersama mengingat besok hari libur.


"Kak aku ke tempat Alea ya"


"Iya"


Aletta dan Andin pergi ke apartemen Alea dilantai 9.


"Lama banget sih bukain pintu doang" gerutu Aletta saat Alea membuka pintu


"Kalian kok di sini?" Tanya Alea


"Soalnya yang cowok- cowok pada nge-game di tempat Varo" jawab Andin


"Cowok- cowok?" Tanya Alea bingung


"Varo, Angga sama laki loe" sahut Aletta yang kini sudah rebahan di sofa


"Bukannya Nathan ke..."


"Kantor?" Sela Aletta, "loe pikir aja mana ada kantor buka jam segini, karyawannya udah balik kali.."


"Iya sih gue juga heran"


"Kalian lagi ada masalah ya?" Tanya Andin


"Enggak ada"


"Yakin? Kalo loe ga mau cerita kita ga maksa cuma dari raut wajah Nathan yang gue liat tadi dia kaya lagi ada beban gitu.. harusnya yang abis pulang dari bulan madu tuh sumringah bukan cemberut begitu" kata Andin


"Ehm, bukan masalah sih cuma salah paham aja. Nathan minta gue buat berenti balapan. Padahal dia sendiri yang udah ngasih gue izin."


Andin merangkul bahu Alea ia tahu bagaimana kerasnya Alea jika sudah menyangkut hal yang disukainya "Dia begitu karena dia khawatir sama Loe Alea... Tapi abis kejuaraan ini loe pensiun kan?"


"Gue ga tau, pak Tommy bilang kalo gue memang bakal lebih banyak club yang bakal nawarin gue buat gabung dan bisa go internasional..."


"Dan loe udah punya rencana buat go internasional gitu?" Tebak Aletta


"Gue pengen banget Al, ini impian gue..."


"Tapi Lea loe udah nikah, gue tau loe punya mimpi tapi semua itu harus dengan izin Nathan biar gimana pun dia suami loe..." Nasehat Andin


"Gue ga tau gue bingung..."


Aletta dan Andin hanya bisa saling pandang, mereka sudah cukup menasehati selebihnya terserah Alea.


"Gue harap loe ga bertindak bodoh lagi " gumam Aletta

__ADS_1


****


Nathan mengumpat berkali- kali setelah tadi dikalahkan oleh Alvaro kini ia harus kembali menelan pil pahit dikalahkan oleh Angga.


"Woooo gue menang lagi" teriak Angga sambil beradu tos dengan Alvaro


"Ini karena loe Lagi beruntung aja" cibir Nathan


"Hoki loe lagi bagus, menang tiga kali berturut-turut telak lagi." Kata Alvaro


Nathan melempar stik game miliknya, "ga mau main lagi gue, loe berdua curang"


Alvaro dan Angga saling menatap dengan kening berkerut, "loe lagi kenapa sih?" Tanya Angga


"Gue gak apa-apa"


"Dih, jawaban kaya anak perawan" cibir Angga


"Kalo ada masalah cerita Nat, siapa tau kita bisa bantu" kata Alvaro


"Gue nyesel..."


"Hah? Nyesel nikah sama Alea maksud loe?" Sela Angga


Nathan menoyor kepala Angga saking geramnya, "gue belom selesai ngomong Junetttt"


"Gue nyesel ngasih izin Alea buat balik balapan lagi"


"Loh bukannya loe udah buat kesepakatan? Loe bilang mau bikin Alea hamil biar dia bisa berenti" tanya Angga dengan wajah serius


"Iya sih, gue pengen dia hamil tapi kan loe tau umur Alea masih terlalu muda, dan jadi orangtua itu tanggungjawabnya gede, gue ga mau karena keegoisan gue maksa Alea hamil justru nanti dampaknya ke anak gue karena kita belum siap punya anak."


"Iya loe bener jadi orangtua itu ga mudah, anak itu titipan yang harus kita jaga" sahut Alvaro menyetujui ucapan Nathan


"Yang bikin tambah gue nyesel orangtua gue, mertua gue mereka menyayangkan keputusan gue yang ngasih izin ke Alea balik buat balapan. Padahal gue sama khawatirnya sama mereka takut ada apa- apa sama Alea.. gue udah coba ngomong tapi Alea malah ngambek sama gue" Nathan menghela nafasnya panjang


"loe tau gimana keras kepalanya Alea kalo menyangkut apa yang dia suka Nat" ujar Alvaro


"Tapi kejuaraannya 3 minggu lagi kan Nat, berarti setelah itu selesai dong?" Tanya Alvaro


"Iya sih"


"Terus kenapa loe uring-uringan begini?" Tanya Angga heran


"Loe berdua lupa ya, kalo semisalnya Alea menang berapa banyak club yang nantinya bakal ngasih tawaran ke dia..."


Angga dan Alvaro mengangguk paham, mereka mengerti kekhawatiran Nathan bukan hanya sekedar keselamatan Alea tapi juga khawatir Alea akan mempertimbangkan kesempatan untuk jadi pembalap profesional yang go internasional

__ADS_1


"Di bicarain baik- baik Nat, gue yakin loe bisa ngasih pengertian ke Alea." Angga menepuk bahu Nathan


"Dan gue harap kalian bisa bicara baik- baik, loe tau kan Alea masih muda, emosinya masih labil ." Kata Alvaro


"Iya kalian bener...cepat atau lambat gue emang harus bahas ini sama Alea." Sahut Nathan, "malam ini gue nginep disini ya biarin bini loe dirumah gue"


"Nathan setan emang bener- bener setan. Gue baru balik dari Surabaya, baru ketemu Aletta loe bener- bener dah"


"Udah Var gak apa- apa besok juga libur kapan lagi kita begadang main game" Angga ikut menimpali


Alvaro hanya menatap kedua sahabatnya dengan kesal


*****


Keesokan paginya mereka pulang ke rumah masing- masing. Ketiga lelaki itu benar- benar main game hingga jam 3 subuh.


Nathan dan Angga pulang jam 8 pagi setelah di usir oleh Aletta. Sebenarnya Nathan malas pulang tapi ia sudah tidak bisa menghindar lagi. Masalah ini harus segera di selesaikan.


"Kamu udah pulang yank, aku udah siapin sarapan. Kamu mandi dulu gih" kata Alea yang sedang menata piring di meja makan


"Hmm" Nathan langsung masuk ke kamar mandi membersihkan diri setelah itu menghampiri Alea yang masih setia menunggunya di meja makan


"Aku bikin sandwich tuna. Cobain deh" Alea meletakan sepotong sandwich ke piring Nathan


Nathan memakannya, "enak"


Alea tersenyum lega, setidaknya kali ini ia sudah mencicipi makanan buatannya hasil eksperimen semalam dengan Aletta dan Andin.


Mereka sarapan dalam keheningan, hingga Nathan menyelesaikan sarapannya barulah Alea berani membuka suara.


"Maaf" ucapnya lirih


Nathan yang baru saja akan bangkit mengurungkan niatnya dan tetap duduk mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh istrinya itu


"Aku minta maaf sama kamu, aku tau aku egois. Ga seharusnya aku kaya begitu, aku ngerti kamu khawatir sama aku, aku janji setelah kejuaraan ini selesai aku ga bakal ikut balapan lagi."


"Bener?"


"Iya, aku ga mau ngelakuin sesuatu tanpa ridho dari kamu.."


Nathan tersenyum, "maafin aku juga... Aku terlalu khawatir.. aku ga mau jadi apa- apa sama kamu... Aku akan sangat menyesal kalo terjadi sesuatu yang buruk sama kamu"


"Aku janji aku bakal lebih hati- hati"


Nathan mengangguk, "iya"


Alea langsung memeluk Nathan dengan erat, "makasih ya sayang..."

__ADS_1


"Iya"


__ADS_2