
Acara resepsi telah usai, para tamu sedikit demi sedikit meninggalkan tempat acara, walaupun masih ada yang betah duduk menikmati suguhan yang mubazir kalo di lewatkan.
Pengantin beserta rombongan sudah meninggal ballroom dan kembali ke kamar mereka masing-masing.
Setelah membersihkan diri mereka kembali ke restoran untuk makan malam bersama.
"Kalian mau honeymoon kemana?" Tanya mama Nia
"Kamu mau kemana yank?" Tanya Nathan
"Kemana ya, hmmm..." Alea belum kepikiran tempat mana yang bagus untuk dijadikan tujuan bulan madunya
"Kalian mau kemana?" Giliran mamy Alda bertanya
"Gimana kalo ke Korea?" Usul papa Ferdi
Aletta menggeleng, "Aletta mau ke Labuan Bajo pah, sama Raja Ampat"
"Cakep tuh" sahut Nathan antusias
"Kok loe yang semangat, kan gue suaminya" kata Alvaro
"Yaelah si Varo.. maksud gue idenya bagus.. gue mau ke sana juga sama Alea.. gimana yank?"
"Boleh tuh, barengan aja.. biar rame"
"Yakin mau honeymoon bareng?" Tanya papa Danu
"Biar seru pah"
"Yaudah kalo gitu papa siapin semuanya kalian tinggal siap- siap aja berangkat besok" kata papa Ferdi
"makasih pah"
"Yaudah ini udah malem kalian istirahat gih, pasti capek udah seharian acara" ucap mama April
"Iya mah"
"Nat menantu mama Jangan di gempur sampe pagi loh" goda mama Nia
"Si mamah" Nathan geleng-geleng kepala mendengar ucapan ibunya sementara Alea pipi bersemu merah karena malu
"Digempur sampe pagi, maksudnya ngapain ma?" Tanya Aletta dengan polosnya
"Nanti biar Alvaro yang ngasih tau kamu"jawab mamy Alda menahan tawa
Alvaro hanya memasang wajah datarnya, jika berlama-lama di sini tidak baik untuk kesehatan pikiran istri polosnya itu.
Setelah selesai makan malam plus ngobrol yang isinya godaan untuk para pengantin baru akhirnya semua pasangan kembali ke kamar mereka masing-masing.
*****
Kasur adalah tempat ternyaman rasanya Aletta ingin segera tidur, hari ini sungguh melelahkan, berdiri menyalami tamu yang tak terhitung jumlahnya, belum lagi harus senyum terus, kan gigi jadi kering.
"Ganti baju dulu Aletta" kata Alvaro yang melihat Aletta sudah berbaring di atas kasur
"Aku capek!!!" Rengek Aletta
"Ayo..." Alvaro menarik tangan Aletta agar bangun dan segera mengganti pakaiannya, "mau ganti sendiri atau aku yang gantiin"
Aletta langsung bangkit, "sendiri aja"
Alvaro hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Aletta
"Oh ya ini aku dapet kado dari kak Alice sama kak Anna katanya harus di buka sebelum tidur" Aletta langsung menghampiri kotak berwarna merah maroon dengan hiasan pita berwarna silver.
"Mending ga usah di buka"
"Kenapa?"
"Jangan di buka pasti kamu ga suka"
__ADS_1
"Ga baik tau itu kan hadiah"
Alvaro mengangkat bahu, "terserah kamu aja.. "
...Dear Aletta...
...happy wedding, jangan lupa di pake biar dapet pahala menyenangkan hati suami...
Aletta mengerutkan keningnya, lalu membuka isi kotak tersebut, "apaan nih?" Ucapnya sambil mengangkat baju berwarna hitam transparan, "bisa-bisanya kakak ngasih baju kurang bahan begini, suami seneng lah aku masuk angin"
Alvaro tertawa mendengar Aletta menggerutu, "kan udah dibilang jangan dibuka. Ngeyel sih.. dosa kamu ga nurut sama suami"
"Ya maaf, kirain apa gitu"
"Yaudah ganti baju dulu sana abis itu tidur"
Aletta menurut, ia mengambil baju gantinya dari dalam koper lalu masuk ke kamar mandi.
Alvaro menunggu giliran, sambil membuka ponselnya mengecek beberapa email masuk dan membalas pesan dari beberapa rekan kerjanya yang memberi ucapan selamat kepadanya.
Aletta keluar setelah mengganti pakaiannya, ia langsung menghampiri Alvaro lalu duduk dipangkuannya.
"Kenapa?"
Aletta menggeleng hanya membenamkan wajahnya dileher Alvaro.
"Tidurlah aku tau kamu pasti lelah" Alvaro mengelus punggung Aletta
"Kak"
"Kamu manggil siapa?"
"Kamu"
Alvaro mengerutkan keningnya lalu sedikit menjauh agar dapat melihat wajah istrinya itu.
"Mama bilang ga sopan kalo aku manggil kamu 'Varo' usia kita beda 6 tahun.. jadi aku putuskan manggil kamu kakak aja.."
"Kalo manggil mas ga cocok sama tampang kamu, apalagi abang, akang, aa, ga ada yang cocok"
"Kenapa ga 'sayang' gitu?
Aletta mengulum senyumnya, "lidah aku bisa kepeleset manggil kamu tiap hari kaya gitu."
"Angga- Andin kan beb, Bryan-Nadira hunny-Bunny, Nathan- Alea ayank.. kamu masa ga mau manggil aku sayang atau darling gitu?"
Bukannya setuju Aletta malah tertawa mendengarnya, "aneh"
"Yaudah terserah kamu aja"
"Kami ganti baju gih... Katanya mau tidur"
"Gimana mau ganti baju kamu aja duduk di pangku gini"
Aletta nyengir, "hehe iya ya" ia pun turun dari pangkuan Alvaro berjalan ke arah koper mengambil baju milik Alvaro
"Makasih"
Sambil menunggu Aletta membuka beberapa hadiah yang di berikan kepadanya, ada baju couple, jam tangan, cangkir, baju haram dan masih banyak benda aneh lainnya.
"Kirain udah tidur"
Aletta menggeleng ia sengaja menunggu Alvaro.
Keduanya langsung naik ke atas tempat tidur. Untuk pertama kalinya punya temen tidur yang enak buat di peluk.
"Maaf ya harusnya kita tuh ...."
"Kita masih punya banyak waktu, aku bakal tunggu sampe kamu siap"
Aletta menyandarkan kepalanya di dada Alvaro, ternyata senyaman itu rasanya, "makasih ya"
__ADS_1
"Tidurlah, banyak hal yang harus kita lakuin besok"
Tak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah tidur tanpa melakukan yang mantap- mantap.
*****
Alea masih di dalam kamar mandi, ia bingung memilih baju tidur yang akan ia pakai. Di tangannya ada dua setel baju yang satu baju haram yang satunya lagi baju piyama biasa.
"Yank... Kamu masih lama" teriak Nathan
"Sebentar lagi,, "
Alea sudah tidak punya waktu berfikir akhirnya ia memilih baju haram berwarna putih.
Setelah mengenakannya Alea melihat pantulan dirinya di cermin. Ia biasa pakai baju yang sexy tapi kalo seseksi ini rasanya kurang pede juga.
Ahh usahlah demi nyenengin Nathan kan dapet pahala
Alea meyakinkan dirinya sebelum keluar dari kamar mandi.
"Yank.. kamu,..." Nathan yang khawatir berniat mendobrak pintu kamar mandi takut terjadi sesuatu pada Alea
Glek
Mata Nathan membulat disuguhkan pemandangan yang membuat sesuatu di bawah sana memberontak untuk dibebaskan.
Alea yang di tatap Nathan seperti itu menundukkan wajahnya malu, bisa- bisanya ia begini.
"Yank kamu bikin aku jadi ...." Nathan mengangkat wajah Alea yang kini bersemu merah agar menatapnya
puas memandang tubuh Alea dari atas hingga ke bawah Nathan mengecup kening Alea, lalu turun ke matanya, hidung , kedua pipi dan berhenti dibibir dengan durasi yang cukup lama.
Alea memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang Nathan berikan.
Nathan menuntun Alea menuju tempat tidur lalu membaringkannya perlahan. Alea kini berada di bawah Kungkungan Nathan.
Alea merasa ada sesuatu yang aneh langsung bangkit saat Nathan baru saja bersiap untuk melakukan tugasnya.
"Kamu kenapa yank?" Tanya Nathan yang panik saat Alea Bangkit dari tempat tidur dan berlari ke kamar mandi
Nathan masih setia menunggu di depan kamar mandi dengan perasaan cemas, kini rasa bersalah melandanya.
Harusnya ia bertanya dulu apakah Alea sudah siap atau belum bukan langsung menyerangnya begitu saja.
Bego loe Nat bego..
Nathan bernafas lega saat mendengar pintu kamar mandi dibuka dan muncul Alea dengan wajah tertunduk
"Kamu kenapa yank?"
"Yank maaf.."
"Kenapa?"
"Aku 'dapet'"
Kata keramat yang membuyarkan semua harapan Nathan untuk beberapa hari ke depan.
Fix, bukan bulan madu namanya
🍃🍃🍃🍃
setelah dengan pertimbangan akhirnya kita lanjutkan cerita ini ke jenjang setelah pernikahan. hehe masih ada personil grup yang belom halal soalnya. hehe
kayanya ga bakal crazy up kaya sebelumnya, karena mereka udah pada sah menikah jadi Eyang udah ga perlu maksa Alea sama Aletta buat nikah lagi. hehe (padahal authornya lagi pusing harus nge-garap cerita sebelah.)
buat kalian yang suka cerita Author boleh mampir ke tetangga sebelah, baru di update cerita yang baru.
terima kasih buat dukungan kalian, sumpah komen kalian itu moodbooster beet.
happy Reading 😀😀😀😀
__ADS_1