Jodoh Di Kejar Dateline

Jodoh Di Kejar Dateline
55


__ADS_3

Minggu pagi yang cerah, secerah hati Aletta yang tidak sabar untuk bertemu pujaan hatinya.


Tidak seperti hari Minggu sebelumnya yang digunakan untuk bermalas - malasan, hari Minggu spesial ini bangun tidur Aletta langsung mandi tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku pakai baju dandan dikit biar uwu. Hehe


Setelah memastikan penampilan tidak berlebihan Aletta langsung meraih Sling bag putihnya dan turun ke bawah.


"Mau kemana Al?" Tanya papa Ferdi yang tengah bersantai sambil baca koran


"Mau keluar pa"


"Tumben anak gadis mama udah cantik. Mau kemana? Ga sarapan dulu sayang?" Giliran mama April yang bertanya


Aletta melirik jam tangannya, "mau ketemu temen ma, kayanya enggak keburu ma, nanti aja. Aletta pamit ya ma pa, "assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Setelah mencium tangan kedua orangtuanya ia langsung berlari keluar mengendarai mobilnya


Suara Adam Levine menemani Aletta dalam perjalanan menuju bandara. Saking bahagianya bibir Aletta terus mengukir senyuman.


Satu jam lebih akhirnya Aletta tiba di Bandara Soekarno - Hatta. setelah parkir gadis itu berjalan menuju terminal kedatangan Internasional.


Ia datang lebih awal, sepertinya pesawat yang ditumpangi Alvaro belum mendarat.


Aletta memegang perutnya yang belum terisi, pantas saja ia merasa lapar. Ia melirik ke salah satu restoran cepat saji untuk membeli cemilan.


"Selamat datang, mau pesan apa?"


"Caramel Macchiato sama red Velvet roll 2"


"Ada lagi?"


"Itu saja mbak." Aletta langsung mengeluarkan sejumlah uang dari dompetnya membayar pesanannya , "makasih mbak"


Sambil menunggu Aletta memainkan ponselnya


^^^Aletta^^^


^^^Aku udah di bandara^^^


Alvaro


Baru landing mau ambil bagasi dulu


^^^Aletta^^^


^^^👍^^^


Setelah mengambil pesanannya gadis itu duduk menunggu sambil menikmati minuman dan kue yang dibelinya tadi.


Alvaro


Kamu dimana?


Aletta yang sudah menghabiskan minuman dan makanannya langsung berjalan ke arah pintu kedatangan


Dari jarak lima puluh meter Aletta bisa melihat sosok tinggi berkulit pucat yang sedang fokus menatap layar ponselnya. Aletta setengah berlari menghampiri mas pacarnya itu.


Alvaro yang masih fokus dengan ponselnya tidak melihat Aletta yang berlari ke arahnya.


Aletta langsung melingkarkan kedua tangannya memeluk lelaki bertubuh tinggi itu menghirup wangi parfum milik Alvaro yang hampir 2 bulan lebih absen dari hidungnya.


Alvaro tersentak kaget lalu balas memeluk Aletta, sambil sesekali menciumi pucuk kepala gadis itu "aku pulang"


Aletta mendongak, "selamat datang kembali" sambil tersenyum lebar


Tangan Alvaro menangkup pipi Aletta, lalu mencubitnya dengan gemas. ia benar-benar merindukan gadis itu, "i Miss you"


"Aku biasa aja"


"Yakin? Kalo gitu aku balik lagi ke Jerman"


"Jangan"


"Katanya biasa aja?"


"Jangan ditanya dokter Varo kamu tau aku jadi obat nyamuk sendirian kalo hangout sama yang lain."


"Ughhh kasian" Alvaro masih memegang kedua pipi Aletta saking gemasnya, "ini pipi makin chubby"

__ADS_1


"Kenapa kalo chubby?" Tanya Aletta sambil berusaha melepaskan kedua tangan Alvaro di pipinya


"Seneng aja. Gemes kaya squisy"


"Dasar! Yaudah ayo pulang, kamu pasti capek"


"Sebentar, tunggu mamy sama papy dulu tadi mereka pergi ke toilet"


Aletta membulatkan matanya, "hah? Orang tua kamu ada disini?"


Alvaro mengangguk, "iya, kenapa? Kamu gugup ya?" Aletta tak menjawab membuat


Alvaro langsung merangkul kekasihnya itu, "kamu tenang aja orangtua aku ga gigit kok"


Bukan soal gigit atau enggak, masalahnya adalah ini pertama kalinya seumur hidupnya ia bertemu dengan orangtua pacarnya.


Ya pasti baru pertama lah wong Alvaro pacar pertamanya Aletta, jadi belum punya pengalaman


Kalo Tau bakal ketemu sama calon mertua, Aletta mungkin sudah berguru pada sang mama untuk bertanya 'tips pedekate sama calon mertua'


"Itu mereka" Alvaro menunjuk pada sepasang suami istri yang berjalan ke arah mereka


Haduhh jantung gue mendadak disko, ya Gusti Aletta kudu gimana ini, batin Aletta


"Mamy, papy kenalin ini Aletta pacarnya Varo" kata Alvaro mengenalkan Aletta kepada kedua orangtuanya


"Halo Tante... Om.. " Aletta mencium tangan kedua orangtua Alvaro bergantian


"Halo Aletta, jangan panggil Tante.. panggil mamy aja mamy Alda" kata mamy Alda tersenyum ramah, "ini papy Albert.. panggil aja papy Al"


Aletta mengedipkan matanya berkali-kali, ia tidak salah dengar kan?


"Al kok bengong?" Tanya Alvaro yang heran karena Aletta hanya diam sepertinya gadis itu bingung


"Ahh iya... Maaf om.. Tante..."


"Ehhhh..."


"Oh iya.. ma.. mamy sama papy..." Ucap Aletta gugup


Ya gugup lah secara pertemuan perdana sama calon mertua, langsung disuruh manggil begitu kan jadi gerogi


Mamy Alda merangkul Aletta, ia tahu gadis itu pasti gugup, "rileks nak, nanti juga kamu terbiasa"


"Mamy sama papy naik taxi aja, ga mau ganggu kalian"


"Kenapa Mih?" Tanya Alvaro


"Gak papa, biar kalian berduaan kan pasti kangen udah lama ga ketemu" kata mamy Alda sambil mengedipkan sebelah matanya


"Jangan!!!!" Sela Aletta yang langsung mingkem saat ketiga orang itu menoleh padanya, "maksudnya pulang sama-sama aja biar Aletta yang anter"


"Yakin gak papa?" Tanya mamy Alda, "mamy pernah muda loh jadi paham kalo kalian mau berduaan"


"Enggak papa, bisa kapan-kapan. Eh maksudnya ga gitu.. eh aduhhh" Aletta menepuk bibirnya kenapa jadi makin ngaco sih


Ketiga orang didepannya itu terkekeh, "it's okay Aletta just rileks"


"Kita paham kok, ya udah ayo."


Keempat orang itu berjalan ke tempat parkir dimana mobil Aletta berada. Setelah menyusun koper milik Alvaro dan orangtuanya mereka masuk ke mobil.


"Biar aku yang nyetir." Kata Aletta yang sudah lebih dulu duduk dibalik kemudi


"Kenapa? biar aku aja" sahut Alvaro


"Ga usah, kamu pasti capek abis naik pesawat hampir 24 jam lebih.. jadi biar aku aja.. sesekali naik mobil supirnya cantik gini kan langka." Aletta menaikan kedua alisnya


Alvaro tertawa sambil mengacak-acak rambut Aletta, "sesuai aplikasi ya mbak..."


"Siap bapak."


Kedua orang tua Alvaro hanya tersenyum melihat tingkah kedua anak muda itu.


"Kamu masih kuliah Aletta?" Tanya mamy Alda saat mereka sudah di jalan


"Udah lulus mih" jawab Aletta


"Terus kamu sibuk apa sekarang, apa mau lanjut kuliah lagi?" Tanya papy Al

__ADS_1


"Aletta Kerja di kantor papa"


"Ngeliat kamu, papy jadi inget sama temen kecil papy. Wajah kamu mirip sekali dengannya" cerita papy Al


"Wah,, muka Aletta pasaran dong pih" kekeh Aletta


"Sampe sekarang belom ketemu pih?" Tanya Alvaro yang memang pernah mendengar cerita sang ayah tentang sahabat kecilnya itu


Papy Al menggeleng, "belum, waktu papy balik ke Semarang dulu setelah lulus kuliah katanya mereka sekeluarga pindah ke luar kotak cuma ga ada yang tau pindah kemana"


"Semoga papy cepat ketemu lagi sama temen papy itu." Ucap Aletta


"Aamiin"


"Eh iya, udah jam makan siang. Gimana kalo mampir makan siang dulu?" Usul mamy Alda


"Boleh"


Mereka sepakat untuk makan siang terlebih dulu. Akhirnya singgah disalah satu restoran terdekat.


"Kamu makan apa Al?" Tanya Alvaro saat mereka berempat sudah duduk di meja makan


"Apa ya?" Aletta membolak balik buku menu ditangannya. Semua makanan yang tertera terlihat enak dan sebagai penikmat makanan enak Aletta menginginkan semuanya


"Loh kak Varo?"


Dari suaranya saja Aletta bisa menembak, siapa lagi kalo bukan Nadine


"Loh mamy Alda, papy Albert.. kalian udah pulang dari Jerman?" Nadine langsung memeluk mamy Alda dan mencium tangan papy Al


"Iya, baru nyampe tadi" jawab mamy Alda


"Kebetulan banget ketemu disini, Nadine boleh gabung disini kan?" Tanya Nadine


Mamy Alda mengangguk, pasalnya ia sudah menganggap Nathan dan Nadine seperti anak-anaknya sendiri apalagi mereka sudah bersama sejak kecil


"Kak Varo apa kabar?" Tanya Nadine


"Baik" lalu kembali mengalihkan perhatian pada Aletta yang sedari tadi sibuk membaca buku menu


Sebenernya bukan sibuk membaca buku menu tapi sibuk mengumpat dalam hati karena lagi- lagi bertemu Nadine si jelmaan Mak lampir mana ikut gabung makan bareng lagi. Ughh sebel


"Jadi Aletta mau pesen apa?" Tanya mamy Alda


"Apa ya mih, Aletta bingung makanannya enak semua jadi bingung mau pilih ya mana" jawab Aletta jujur


Mamy Alda tersenyum, "yaudah mamy pesenin aja ya biar Aletta ga bingung."


Aletta mengangguk pasrah


"Jangan ya pedes ya mih" kata Alvaro


Mamy Alda mengangguk "Mbak, saya pesen...." Mamy Alda menunjuk beberapa makanan yang ada di menu lalu memesan minuman


"Baik, mohon menunggu"


"Terimakasih"


Sambil menunggu mereka kembali mengobrol.


"Aletta kamu punya Adik atau kakak?" Tanya papy Al


"Ehm... Punya kakak pih," jawab Aletta


"Tapi kok elo sama kakak loe ga mirip sih, sama nyokap loe juga. Jangan- jangan loe anak ..."


"Nadine..." Tegur mamy Alda


"Gak papa kok mih, semua orang kalo ketemu sama Alea atau mama juga pasti bilang begitu. Karena papanya Aletta itu punya dua istri, nah kakak Aletta itu dari istri pertama dan Aletta dari istri kedua papa jadi Aletta mirip sama mendiang mamanya Aletta" jelas Aletta berusaha untuk tegar


Alvaro menepuk punggung tangan gadis itu, ia tahu meskipun Aletta terlihat biasa saja tapi gadis itu pasti berusaha menahan diri.


"Aletta jangan sedih sayang, Aletta sekarang punya mamy" mamy Alda berdiri lalu memeluk Aletta


"Makasih mamy" Aletta tersenyum bahagia


"Ayo kita makan..." Ajak papy Al ketika beberapa pelan datang membawa pesanan makanan mereka


"Makan yang banyak, biar pipi kamu makin chubby" Alvaro meletakkan beberapa jenis lauk di piring Aletta

__ADS_1


"Kak Varo juga makan yang banyak" kata Nadine sambil mengambil beberapa potong daging ke piring Alvaro


"Makasih" ucap Alvaro


__ADS_2